Married With Stepbrother

Married With Stepbrother
Bab 111


__ADS_3

Sekitar pukul tujuh malam, Ray baru pulang membuka pintu


"Sayang" Panggil nya


Tak ada sahutan bahkan kondisi ruangan sangat gelap tanpa satu pun lampu menyala


"Yara!" Ray jadi panik ia takut ada maling masuk dan melukai Yara, meraba ia didinding untuk mencari saklar lampu


Klek~


Ruangan pun menjadi terang, Ray berlari ke lantai dua untuk memeriksa kamar nya tapi nyatanya lantai dua juga gelap


BRAK~


Pintu kamar terbuka dengan kasar dengan napas Ray yang memburu di penuhi rasa panik, kini napas nya kembali normal melihat Yara terbaring di ranjang dengan posisi telungkup


"Sayang kau tidur?"


Tak ada jawaban, sunyi sepi dan suram saja yang ada


"Ini baru jam tujuh tak mungkin kau tidur jam segini kan"


Lagi lagi tidak ada jawaban, Ray membalik tubuh Yara tapi yang ia lihat gadis itu terisak dengan kelopak mata yang membengkak


"Sayang kenapa kau menangis? apa yang terjadi hmm?"


"Pergi sana kau!" Tolak Yara menghempas tangan Ray yang berada di pipinya


"Hah?"


"Kau pria brengsek penghianat!"


"Apa maksud mu kaka tidak mengerti, coba jelas kan"


"Tadi sore kaka jalan jalan sama cewek ke supermarket kan? aku melihat nya!"


Ray berkedip beberapa kali memasang wajah bodoh nya, ia mencoba mencerna dan mengingat


"Yara di sana?" Tanya nya

__ADS_1


"Iya"


"Kau salah paham sayang, kaka mana mungkin selingkuh sedangkan istri kaka jauh lebih cantik"


"Terus wanita itu siapa?"


"Istrinya pak Dosen, mobil nya di bengkel kebetulan jumpa kaka yang juga lagi di bengkel buat servis mobil jadi dia minta tolong di antar ke rumah nya tapi sebelum itu dia mau ke supermarket untuk berbelanja" Jelas Ray


"Jadi aku salah paham?"


"Iya, lihat lah mata mu sudah bengkak menangisi kesalahpahaman"


Cup


Cup


Ray mencium ke dua mata Yara secara bergantian dan kemudian tertawa mengejek istrinya


"Jangan tertawa! Terus kenapa pulang malam?"


"Ke toko buku tapi buku yang kaka cari tidak ada jadi kaka mencari ke sana ke sini hingga akhirnya bertemu dengan toko buku yang menyediakan apa yang kaka cari"


"Ooh, hehe kaka lapar gak" Kekeh Yara berusaha mengalihkan pembicaraan





"Sayang udah siap belum" Teriak nya yang duduk di sofa depan TV sambil menunggu Yara



Tap Tap Tap



Suara langkah kaki tampak menuruni tangga dengan santai, Ray berdiri dari duduk nya menyambut tangan Yara kerna wanita itu berlagak seperti tuan putri sekarang, Ray hanya mengikuti drama istrinya saja

__ADS_1



"Anda selalu tampak luar biasa yang mulia"



"Ahah kak Ray apaansi?" Gelak nya



Baru saja mereka ingin membuka pintu, dua orang wanita tengah berdiri di depan nya. Yara menepuk jidat nya sendiri, ia lupa kalau ada pembantu nya yang akan datang



"Aku tinggal dulu, masuk lah" Ujar Yara memberi jalan dengan sedikit menggeser Ray agar mereka bisa masuk



"Mau kemana nona?"



"Hehe jalan jalan"



Yara dan Ray pergi dengan tangan Yara memeluk lengan Ray agresif, dua orang wanita itu mengintip hingga pasutri yang menjadi majikan nya hilang dari pandangan



"Itu kah tuan Ray?" Tanya Emma dengan mata yang berbinar



"Ganteng, cocok banget sama nona Yara. Jadi iri, kok bisa ya manusia hidup sempurna gitu? punya tampang cantik, suami tampan dan kaya, apa lagi yang kurang cobak dari nona Yara?"



Begitulah kira kira penilaian orang orang terhadap Yara, siapa yang tidak iri ketikan melihat kehidupan Yara yang terpampang nyata? tapi apa mereka akan tetap ingin menjadi Yara jika mengetahui masa lalu Yara yang beberapa kali bertaruh nyawa.

__ADS_1



Tbc.


__ADS_2