
Di sela sela interaksi antara keluarga, pertanyaan Reva pun membuat Yara berbohong lagi
"Ra mama heran kenapa kamu membawa makanan terus ke kamar, sebenarnya gak masalah sih kalau cuman cemilan tapi kalau makanan utama yang kau bawa kan agak aneh"
"Yara kadang merasa lapar tiba tiba mah" Jawab Yara enteng
"Kan bisa turun kebawah dan ambil lagi ke dapur, kau seperti menyembunyikan seseorang saja di kamar mu?" Canda mama Reva, tapi hal itu berhasil membuat Yara canggung
"Mama berlebihan"
BRAK"
Yara masuk sambil membanting pintu, raut wajah nya begitu tidak mengenakan. Jelas saja gadis ini sedang kesal
"Ada apa? kenapa terlihat marah seperti itu?" Tanya Ray
"Nenek menuduh ku yang bukan bukan" Adu Yara
"Emang nya dia nuduh apa?"
"Dia bilang aku menyembunyikan laki laki di dalam kamar, ini semua kerna mama yang mulai pembicaraan itu. Kaka tau? aku jadi bahan elok elokkan tadi"
"Pfft... jadi maksud yang bukan bukan itu bagian yang mananya? bukankah kenyataan nya memang seperti itu?"
"Eh? ahahah" Kini giliran Yara yang tertawa, ia menyadari perkataan nya barusan bukan lah kalimat yang tepat
TOK TOK TOK
__ADS_1
"Yara?"
Terdengar suara ketukan pintu serta seseorang yang memanggil di Yara di luar sana
"Kaka sembunyi lah di kamar mandi" Pinta Yara dan Ray pun langsung beranjak cepat
Yara akhirnya membukakan pintu kamar nya
"Kak Poppy, ada apa kak?"
"Lama sekali, kau sedang ngapain sih?"
Poppy mendorong tubuh Yara ke samping lalu langsung masuk ke kamar duduk di sofa ruangan itu
Yara pun menurutinya "Jadi? Tumben sekali kaka datang ke kamar ku"
"Apa tidak boleh?"
"Tidak juga sih"
Terdiam beberapa detik, walaupun kaka beradik mereka merasa canggung kalau di tinggal berdua gini, pasalnya sejak kecil mereka tidak begitu dekat
"Em Yara" intonasi Poppy terdengar sedikit gugup dan ragu membuat Yara memasang kuping nya dengan benar
__ADS_1
"Hmm?" Sahut Yara
"Semenjak kepulangan mu kita belum bicara empat mata kan? ada hal penting yang ingin kaka katakan"
"Katakan saja"
"Kaka minta maaf Yara, kau du culik kerna mencari kaka tak peduli dengan waktu siang atau pun malam, untuk apa kau melakukan itu?" Mata Poppy berkaca kaca sungguh rasa bersalah masih melekat pada benak nya, walaupun sudah mendapati Yara di depannya masih dalam keadaan hidup
"Kerna kaka adalah kaka ku, Yara kira kaka saat itu di bunuh sama F apalagi berita tentang F lagi marak marak nya saat itu. Maka dari itu Yara khwatir"
"Kau khwatir pada aku yang selalu bersikap jahat pada mu?"
"Sudah lah kak lupakan, setidaknya kaka tidak begitu lagi pada Yara. Jadi jangan merasa bersalah lagi ok"
"Terimakasih" Pelukan antar saudari pun terjadi, Poppy dengan penyesalan nya dan Yara dengan ketulusannya nya
Poppy dan Yara pun ngobrol ngobrol, sang kaka menceritakan apa yang sebenarnya terjadi hingga membuat nya seolah hilang agar di cari oleh pria yang ia gilai
Yara menjadi pendengar yang baik sesekali merutuk dalam hati, kerna pacar nya begitu bajingan
Di sisi lain Ray masih menunggu Yara meminta nya keluar tapi sudah 2 jam ia di kamar mandi Yara belum datang juga
"Apa yang dia lakukan di luar sana? apa seseorang masuk ke kamar ini dan belum keluar juga sampai sekarang?".
**Tbc**.
__ADS_1