Married With Stepbrother

Married With Stepbrother
Bab 61


__ADS_3

Di sebuah kamar dengan model klasik mewah bernuansa dark tapi kesan nya tetaplah elegan, Ray hanya diam saja terbaring di ranjang king size dengan selimut yang menutupi hingga leher.


Kreek"


Pintu kamar pun terbuka menampakkan wujud seorang pria yang berpenampilan rapi dan rupawan di usia nya yang setengah abad


"Hei bre*ngsek berhenti melamun atau kau ku lemparkan ke kandang singa" Ujar nya duduk di dekat kursi di depan nakas


"Jadi yang jadi pikiran mu sekarang apa? Maya yang sudah jadi mayat atau Ivy Ayyara yang kabur?"


Tediam tak bergeming, Ray mengabaikan pertanyaan Diego, ia terlampau malas untuk berbicara untuk saat ini


"Baiklah aku akan pergi untuk membunuh Ivy Ayyara" Diego berdiri dari duduk nya tapi belum selangkah kaki nya bergerak tangan nya di cekal dan mendapat cengkraman kuat dari Ray


"Berani kau menyentuh nya ku bunuh kau!" Tegas Ray dengan tatapan tajam penuh intimidasi


Diego tertegun dengan tindakan Ray sekarang, ia merasa tidak senang. Diego adalah orang angkuh yang menjunjung tinggi harga diri, sekarang apa ini? Ray yang ia besarkan untuk tunduk di hadapan nya terlampau sering membantah nya "Ku peringatkan pada mu untuk tidak manaruh perasaan pada siapapun lagi" Ucap nya dengan aura yang teramat dingin


"Itu urusan ku" Jawab Ray

__ADS_1


"Kekasih mu yang sudah mati adalah yang terakhir, jika ada lagi maka aku akan membunuh nya dengan tangan ku sendiri" Diego berjalan ke luar meninggalkan Ray yang menatap tajam punggung nya


Sebelum Diego keluar dia kembali berkata tanpa menoleh sedikitpun "Ivy Ayyara, sebaiknya jika kau tak ingin gadis itu mati jangan pernah menjadikannya ratu di hati mu, dia adik mu right?" Menyunging senyum di bibir nya lalu berlalu pergi. Ray mengerti maksud Diego, pria itu sedang menyinggung hubungan darah antara dirinya dan Yara yang sama sekali tidak memiliki DNA yang sama


"Sial" Umpat Ray mengacak rambutnya prustasi, bingung semakin bingung saja yang ia rasakan


...***...


Di sisi lain rumah Yara sedang kedatangan tamu, dia adalah CEO dari perusahaan tempat Calvin bekerja. Hubungan Calvin dan Sang CEO adalah teman sejak SD, wajar saja mereka dekat


"Ayo pak Teon silahkan masuk" Ajak Calvin memimpin


"Jadi bagaimana keadaan putri bungsu mu?" Tanya Teon memulai obrolan


"Dia ada di kamar, panggil Yara ke sini" Titah Calvin pada pelayan


Mereka terus mengobrol hingga timbul lah sosok Yara turun dari tangga, bagai tersihir semua perhatian jatuh pada gadis yang berjalan turun dengan senyuman yang menghiasi elok rupanya


"Ada apa pah?" Tanya Yara

__ADS_1


"Ini kenalan dengan teman papa"


"Apa anak mu titisan dewi Calvin?" Ucap Teon, Yara pun berjabat tangan dengan mereka hingga sampai ke putra mereka yang tak ingin melepas tangan Yara dengan tatapan terkegum nya


Yara kebingungan, ia manarik paksa tangan nya dari genggaman Jimmy hingga membuat pria itu terkejut dan sontak tersenyum kikuk kerna malu


Tawa menghiasi ruangan itu kerna melihat reaksi Jimmy yang sepertinya tertarik dengan Yara


"Yara masuk dulu" Pamit Yara


"En mau kemana? di sini saja kita ngobrol ngobrol" Ujar Fiya istri Teon, Calvin menatap Yara sambil mengangguk agar Yara menuruti permintaan istri dari bos nya itu


Dengan sangat terpaksa Yara menuruti nya


"Kalau di lihat lihat Yara sangat cocok dengan Jimmy Iya kan nyonya Fiya" Reva pun menambahi dengan sedikit menyenggol bahu Yara untuk menggoda gadis itu


"Oh iya juga ya, kalian berdua sangat cocok kenapa tidak coba dekat aja dulu" Jawab Fiya setuju


Reaksi Jimmy sangat terlihat kalau ia sedang tersipu, berbeda dengan Yara yang tidak suka dengan situasi sekarang. Jelas saja terlihat kalau orang tua nya mencoba menjodoh jodohkan nya dengan Jimmy, sungguh memuakkan Yara ingin cepat cepat masuk berlalu ke kamar nya saja.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2