
18+
Tangisan Yara menggema di pendengaran Ray, hingga pria itu melemah. Kesempatan itu di gunakan Yara untuk mendorong tubuh Ray
Tubuh Ray di tindih oleh Yara bahkan tangan nya memainkan inti tubuh Ray, bibir mereka yang saling bertaut tapi terlihat berantakan kerna Yara yang memimpin, ia tidak punya pengalaman untuk itu
"YARA HENTIKAN!" Pekik Ray mencoba menahan diri
Yara kehilangan kendali, tubuh nya seakan bergerak sendiri agar terlepas dari rasa panas yang membakar tubuh nya
"Kau akan menyesal Yara!"
Yara tetap menggencarkan aksinya tidak perduli dengan peringatan Ray
"Baiklah jika itu mau mu" Ray sudah berusaha menahan diri tapi Yara lah yang membuat sesuatu di bawah sana bangun
Ray menggendong Yara ke kamar lalu menghempas tubuh Yara ke ranjang
ia merobek dress putih yang Yara kenakan, terlihat lah dua benda kembar dengan puncak pink yang selama ini bersembunyi di balik untaian benang
Ray tersenyum bahagia melihat pemandangan indah di depannya, entahlah sepertinya pria itu sudah kehilangan akal, itu terlihat dari tatapan penuh nafsunya
"Waw" Ucapan itu keluar begitu saja dari mulut nya
__ADS_1
ia melahap benda kembar itu seakan ia adalah bayi, tangan nya juga ikut bermain di bawah sana hingga sang tuan rumah menge*rang
Teriakan kesakitan terdengar ketika benda tumpul berurat mendobrak pintu rumah hingga keluar lah cairan merah
"Sakit? tahan lah sebentar" Ujar Ray menenangkan, di raup nya bibir pink Yara hingga terjadi pergulatan di dalam sana
Setelah merasa Yara sudah lebih tenang barulah ia bergerak untuk menghujam inti Yara
Setelah beberapa saat Yara bisa menerima keberadaan benda asing berurat itu di intinya. Des*ahan kenikmatan saling bersautan dari mulut ke duanya
Sang pria tak henti henti nya memuji tubuh sang wanita yang berhasil membuat nya seakan terbang ke langit tujuh
Nafsu membuat Ray lupa bahwa Yara adalah adik tirinya yang seharusnya ia jaga
Setelah pelepasan untuk yang sekian kali nya Ray pun menyudahi permainan nya, ia menghempaskan tubuh nya di samping Yara yang terlihat lemas
......................
08.43 Pagi
"Ahhk" Desis Yara merasa tubuh nya sakit sakit, ia mengerjapkan mata menerima cahaya matahari yang masuk dari jendela yang tertutup kain putih
Yara melihat sisi kanan nya yang terlihat Ray tengah tertidur
__ADS_1
"Kenapa kak Ray tidak pakai baju?" Ujar Yara melihat dada bidang Ray yang polos
Hingga beberapa detik kemudian...
"Aaaaaa" Teriak Yara lalu di susul dengan tangisan nya. ia baru sadar apa yang terjadi pada mereka berdua tadi malam
Ray sedikit terusik dengan suara tangisan Yara, ia pun ikut terbangun "Yara?"
"Kak Ray kau mengambil kehormatan ku" Lirih Yara sesegukan
Ray pun mengingat kejadian tadi malam "Maaf Yara, kaka salah"
"Sekarang bagaimana?" Tanya Yara
"Apa maksud mu?"
"Kaka harus bertanggung jawab nikahi aku dan tinggalkan kak Maya" Tuntut Yara menatap mata Ray tajam
"Apa?! tidak bisa Yara kaka sangat mencintai nya"
"Bagaimana kalau aku hamil?"
"Jangan berfikir seperti itu Yara, kita baru melakukan nya sekali. Maafkan kaka, kaka tidak bisa bertanggung jawab dengan mu"
__ADS_1
"BRE*NGSEK!!"
Tbc..