
Para petinggi berbondong-bondong datang ke mansion sang pemimpin setelah mendapat kabar yang cukup mengejutkan
Saat mereka masuk ke dalam ruangan yang menjadi tempat pertemuan tadi, seseorang tergeletak dengan tubuh penuh lebam serta darah
"Diego!" Pekik salah satu dari mereka
Diego terbaring lemas walaupun demikian ia masih dalam keadaan sadar "Bocah itu benar benar gila" Gumam Diego dengan sedikit senyum, ia merasa bangga. Bocah yang ia didik menjadi pemuda yang mematikan dengan segala kelihaian dan kecerdasan
"Tangkap Ray dan bunuh bocah itu, tak ada ampun berkhianat berarti mati" Ucap petinggi pertama dengan segala amarah nya
...***...
Terjadi kejar kejaran roda empat antara Ray dan 3 mobil di belakang nya
DOR
DOR
Suara tembakan saling bersaut sautan di daerah semi-kering di Toskana italia. Tempat yang merupakan gurun tersebut debu nya berhamburan sebab roda empat yang melintas di atas nya membuat jarak pandang sedikit terganggu
DOR
__ADS_1
Satu tembakan mengenai ban mobil Ray hingga mobil itu kehilangan keseimbangan dan berakhir terguling guling dari ketinggian menuju danau yang terdapat di bawah nya
BYUR!
Ray serta mobil nya tenggelam dalam danau, sisa dari orang yang mengejar nya ikut turun ke bawah untuk memastikan keadaan, mereka pun menembaki dari atas tak membiarkan Ray hidup
Di sisi lain Ray yang tak berdaya pasrah akan takdir nya, tubuh yang mati rasa serta beberapa bagian di tubuh nya yang tertembak terus mengeluarkan darah membuat nya tidak bisa bergerak
Semakin tenggelam dalam gelap dan dingin nya air, Ray mulai kehabisan oksigen matanya perlahan menutup, bayang bayang Yara muncul membuat nya tersenyum "Yara maaf" Ucap nya dalam hati sebelum akhirnya ia menghembuskan nafas terakhir
Diego ikut hadir dalam pencarian jasad Ray walaupun tubuh nya penuh perban sekalipun, lihatlah air matanya yang terus mengalir tapi ekpresi nya tetap datar. Ia begitu sedih, dalam benak nya ia memohon pada tuhan untuk menyelamatkan bocah yang menginginkan kebebasan itu, tapi itu harapan nya saja pada kenyataannya tak mungkin ada orang yang masih hidup setelah tiga jam lamanya tenggelam dalam air
"Apa sudah di temukan?" Tanya petinggi pertama
__ADS_1
"Belum, mungkin di bawa predator danau ini"
"Mungkin saja, Tubuh Ray yang terluka parah tak mungkin bisa bergerak. Aku yakin bocah itu sudah mati" Ucap nya sambil melirik Diego yang termenung menatap danau
Satu tahun kemudian..
Yara terdiam menatap HP nya, berbulan bulan ia menunggu sang terkasih menghubungi nya dengan sabar. Yara tampak sedih kerna ia juga tidak dapat menghubungi Ray sama sekali, entah bagaimana kabar pria itu Yara sama sekali tidak tau
Rindu, Yara sangat merindukan nya bahkan setiap malam Yara akan menangis sebelum tidur "Kak Ray, kau tidak melupakan ku kan?" Gumam Yara
Sementara itu Agha memijit pangkal hidung nya pening. Dugaan Ray ternyata benar, sekarang Yara sedang dalam incaran para manusia manusia keji yang tentu saja atas perintah Ruby yang iri dengki setelah mengetahui sosok Yara kekasih pujaan hati nya
"Sial! apa yang harus aku lakukan" Gumam Agha sembari memantau CCTV dekat apartemen nya yang sedang dalam intaian. Untung saja ia dan Yara sekarang berada di kantor, Agha tak pernah membiarkan Yara sendiri.
Tbc.
__ADS_1