
Agha mendengarkan obrolan mereka, tentu saja ia mengerti walaupun Ray dan teman nya menggunakan bahasa asing. Ia sadari Ray sedang dalam situasi teramat sulit, ia hanya bisa diam untuk sekarang
"Apa dia bergabung dengan organisasi semacam mafia? " Ucap Agha dalam hati
"Ray sebaiknya kau Terima saja nona Ruby, dia tidak buruk juga" Saran Yuno
Seketika Ray melirik Yuno dengan tatapan tajam nya, ia tidak senang dengan saran Yuno barusan
"Jangan menatap ku seperti itu! kau membuat ku takut" Yuno sangat mengagumi sosok Ray yang menurutnya multitalent, walaupun umur Yuno lebih tua dan tingkatan mereka sama tapi ia bersedia dengan senang hati menuruti perintah Ray
"Yuno aku yakin kau tidak akan mengkhianati ku jadi aku akan memberitahu mu sesuatu"
"Apa?"
"Aku memiliki gadis yang aku sukai sendiri, aku tidak ingin menikah dengan orang lain selain dirinya"
"Ray gadis itu bisa dalam bahaya jika para petinggi tau"
"Maka dari itu sekarang kepala ku hampir pecah memikirkan nya"
"Kau begitu mencintai nya Ray?" Tanya Yuno dengan tatapan tulus
"Dia kebahagiaan ku" Jawab Ray
__ADS_1
Yuno terdiam beberapa saat, pandangan nya terpaku melihat mata Ray yang berkaca keca menahan tangis, tak biasa nya Ray terlihat selemah ini
"Yuno terimakasih informasinya, sekarang kau kembali lah ke Italia"
"Kau tidak berniat berkhianat kan Ray?" Yuno memastikan kerna gelagat Ray sedikit aneh menurut nya
"Itu urusan ku, kau kembali lah"
"Ray tolong jangan lakukan itu, kau bisa mati"
"Percayalah pada ku, cepatlah kembali nanti kau di curigai membocorkan informasi"
"Tapi Ra-
"Berjanjilah kau akan tetap hidup" Yuno berlinang air mata, ia tau pilihan apa yang akan Ray ambil. Jawaban yang ia dapat hanya anggukan kepala dan senyum dari pria yang ia anggap adek itu
"No HP ku akan tetap sama, jika membutuhkan bantuan ku kau harus menghubungi ku" Ucap Yuno lagi
"Aku akan selalu ingat No HP mu, jaga dirimu baik baik bang" Ucap Ray. Air mata Yuno semakin deras kerna ini pertama kalinya ia di panggil abang oleh Ray
Mobil pun berjalan Yuno terus melambai sebagai tanda perpisahan sedangkan Ray mengeluarkan tangan nya dan membalas lambaian Yuno yang terlihat dari spion mobil
Agha pun keluar dari persembunyian kembali duduk di samping Ray
__ADS_1
"Apa maksudnya tadi itu?"
"Seperti yang kau dengar"
"Kalau kau mati bagaimana dengan nasib adik ku? kau harus bertanggung jawab brengsek!"
"Agha aku punya satu permintaan pada mu"
"Kalau merepotkan aku tidak mau" Balas Agha cuek
"Aku akan berhianat dan untuk itu aku punya kemungkinan hidup hanya 2% . Aku akan ke Italia seminggu lagi untuk menyelesaikan semua nya, jagalah Yara buat dia selalu di samping mu kemungkinan para mafia akan segera mengetahui tentang aku dan Yara, ia akan dalam bahaya jika itu terjadi. Jika dalam 2 tahun aku tidak kembali kemungkinan besar aku mati, saat itu terjadi carikan dia pria baik dan nikahkan lah"
BUGH "
Ray mendapatkan begomen mentah dari Agha tidak perduli walaupun sedang menyetir
"BRENGSEK! Setelah membuat adek ku dalam bahaya kau lari dari tanggung jawab begitu!" Bentak Agha tidak terima
Ray memberhentikan mobilnya ke pinggir, di tarik nya Agha keluar lalu setelah itu ia bersujud di kaki yang lebih tua
"Ku mohon Agha, aku tidak ingin Yara menunggu hal yang tidak pasti, hanya dua tahun jika aku tidak kembali tolong lakukan apa yang aku minta tadi dengan begitu Yara akan berhenti di buru. Tapi sebelum dari jangka waktu jagalah dia untuk ku" Pinta Ray sambil bersujud
Agha membantu Ray berdiri "Tanpa kau suruh pun aku akan melindungi adek ku, baiklah aku akan lakukan apa yang kau minta. Hanya dua tahun, usahakan kau tetap hidup".
__ADS_1
Tbc.