
Kedatangan Red di sambut hangat oleh seluruh anggota keluarga, mereka duduk dengan beberapa kudapan di meja
"Yara nya mana nih kok belum kelihatan?" Tanya Red di sela sela obrolan mereka
"Oh sebentar lagi dia akan datang" Ujar Reva "Poppy kenapa Yara lama sekali" Bisik nya pada Poppy
"Gak tahu mah"
Tak
Tak
Tak
Suara langkah kaki menuruni tangga menjadi pusat perhatian mereka
Itu adalah Yara, ia turun sendiriian dengan penampilan yang simple tapi terlihat sangat elegan. Dress putih bak bangsawan Ingris abad ke 18 dengan sepatu heels yang senada serta rambut yang di ikat apa adanya, luar biasa! Yara sangat cantik
Lihatlah ekpresi Red yang memancarkan kekaguman akan sosok gadis yang akan menjadi menantu nya, Red teringat kembali akan ibu nya yang sudah meninggal saat ia umur 12 tahun, ibu nya sering berpenampilan seperti Yara yang saat ini dulu
Ray tersenyum, ia tau papa nya sekarang tengah terkagum
Hingga duduk lah Yara di samping Calvin tatapan itu terus mengikutinya, Yara di buat malu oleh nya hingga terbungkam tak menyapa dengan kepala yang tertunduk sangking gugup nya
"Ini gadis yang kau maksud Ray" Tanya Red
"Iya pah"
__ADS_1
"Wah selera putra ku benar benar luar biasa! cantik sekali kau nak" Puji nya
"Terimakasih paman"
"Jangan panggil paman, panggil saja papa"
"Papa"
Ray menahan senyum nya melihat Yara yang sangat tegang, ahaha dia suka ekpresi itu. Dasar psikopat!
"Kerna Yara sudah di sini ayo kita tentukan lokasi dan tanggal pernikahannya" Ujar Calvin
1 Jam kemudian...
Perbincangan selesai, keputusan tanggal pernikahan jatuh pada minggu depan di sebuah hotel bintang lima, pihak yang bakal di undang pun bukan sembarang orang
Kreek~
Pintu kamar Yara terbuka, Yara terbangun dari rebah nya siap untuk memarahi laki laki itu
"Kak Ray sialan! kenapa tidak memberitahu ku sama sekali? aku benar benar terkejut tadi, bahkan aku tak menyiapkan apapun. Seharusnya kaka membicarakan nya dulu pada ku, astaga jantung ku mau copot kerna mu, kaka-"
"Shhuut"
Jari telunjuk Ray menempel di bibir Yara guna membuat gadis itu berhenti mengomel
"ini kejutan sayang, kaka sudah tak tahan lagi terlebih ada Agha yang membatasi kita. Maaf tidak memberitahu mu kerna ini adalah kejutan, i love you" Ucap Ray
"Love you too" Balas Yara
__ADS_1
"Love you more"
Cup~
Dan selanjutnya terjadilah ciuman panas, kedua tangan Yara melingkar di leher Ray sedangkan pria itu menahan tengkuk Yara dengan sebelah tangan nya berada di pinggang Yara guna mengikis jarak
5 menit kemudian..
"Mau punya anak berapa?"
"Ih kak belum juga nikah udah mikirin hal gitu"
Selanjutnya hari hari Yara dan Ray sangat sibuk untuk menyiapkan pernikahan mulai dari undangan, gaun pengantin, cincin dan perias. Untuk dekorasi dan konsumsi itu urusan orang tua mereka, semua uang yang yang keluar adalah milik Red kerna pria itu menolak tawaran Calvin untuk mengeluarkan dana sepeserpun juga
Begitu megah dan mewah, ini adalah pernikahan putra satu satu nya Red jelas saja ia ingin yang terbaik
Sisa tiga hari lagi, selanjutnya Ray dan Yara tidak boleh bertemu hingga saat tiba hari H nya.
Tbc.
__ADS_1