
Yara turun dari tangga sambil berlarian, kadang pembantu di rumah ini di buat jantungngan oleh tingkah nya
"Nona hati hati nanti jatuh" Tegur pelayan
Entah dengar atau tidak tapi Yara masih berlari, kini tujuan nya adalah meja makan yang sudah terdapat anggota keluarga nya
"Pagi semuanya" Sapa Yara
"Pagi" Sahut mereka bersamaan
Mereka pun makan bersama, setelah selesai Yara pun membuka suara
"Kak Poppy kak Gilang nanti sore jalan jalan ke Pizza hut restaurant yuk" Ajak Yara
"Kafe? ngapain?" Sahut Poppy
"Makan Pizza lah, emang nya dedek bayi gak pingin?"
"Kayak nya enggak"
"Is Restaurant nya baru loh kak, katanya enak banget ayolah Yara gak mau jalan sendiri nanti ada om om genit gimana?"
"Gak apalah Pop, jarang banget loh Yara ngajak jalan" Ujar Gilang menengahi
"Ok lah" Poppy pun menyetujui
Pukul 15.00
Yara sudah menunggu di dalam mobil kursi belakang bersama Moco tentunya. Yara tidak pernah meninggalkan kucing itu
Akhirnya yang di tunggu pun datang bersamaan "Lama banget ngapain sih?" Tanya Yara
"Biasa kaka mu kalau bersolek lama banget"
"Kan biar cantik" Sahut Poppy
__ADS_1
"Kau selalu cantik kok sayang" Puji Gilang membuat istrinya malu sambil menyubut perut Gilang pelan
"Enak ya udah nikah" Balas Yara sambil tertawa
"Makanya cepat nikah"
"Dih baru juga 18 tahun"
Setelah 20 menit berkendara akhirnya sampai lah ke Pizza Hut restaurant yang Yara maksud, mereka pun duduk di kursi sembari menunggu pesanan
Beberapa menit menunggu datanglah seorang pelayan pria ke meja mereka
"Ray?" Kejut Poppy melihat sang pelayan yang merupakan mantan nya
"Boleh aku duduk di sini? ada yang ingin ku bicarakan" Izin Ray dengan sopan
"Oh iya silahkan duduk" Kata Yara
"Yara!" Sanggah Poppy tidak terima
"Dengarkan dulu dia kak"
Ray pun duduk di samping kursi Yara, mereka berdua bahkan berakting seolah bukan siapa siapa
__ADS_1
Kini suasana sangat canggung, tak di pungkiri Gilang sanagat ingin menghajar pria yang sedang berhadapan dengan nya ini
Sebelum bicara Ray menoleh ke arah Yara sejenak, tapi gadis itu malah mengalihkan pandangan nya ke arah lain
"Poppy sebenarnya aku adalah Frey Grayson saudara tiri mu dan Yara"
Mata Yara membola bahkan mulut nya terbuka lebar sangking terkejut nya, ia tidak menyangka Ray mengakui identitas nya. Tidak jauh berbeda dengan Yara, Poppy dan Gilang sama terkejut nya hingga tak bisa berkata apa apa
"Sebenarnya niat ku ingin menghancurkan hidup mu kerna saat waktu kecil kau dan nenek Tayla sering menyiksa ku, ku pikir Gilang akan menjauhi mu setelah mengetahui aku telah meniduri mu tapi dugaan ku salah, dia tulus mencintaimu. Maafkan aku, aku menyesal"
BUGH"
Sebuah bogeman mentah mendarat di wajah Ray, pukulan selanjutnya terus datang tapi Ray tidak melawan sama sekali ia membiarkan Ray melakukan apa pun yang ia mau
"Sudah kak Gilang hentikan!" Teriak Yara mencoba menahan Gilang tapi tubuh nya malah terlempar ke belakang, sedangkan Poppy hanya menagis ia sangat emosional sekarang
Akhirnya Gilang pun di tahan oleh orang orang yang berada di restaurant tersebut, Yara beralih menghampiri Ray yang telah babak belur di lantai
"Kak, kaka tidak apa apa?" Panik Yara
"Iya tidak apa apa" Ray pun berdiri dan mengatakan kepada semua orang kalau ini hanya sebuah kesalahpahaman dan meminta pada mereka untuk melepaskan Gilang
Akhirnya orang orang kembali sibuk dengan urusan masing masing, Poppy memeluk tubuh Gilang agar tidak mengamuk kembali
"Sudah puas memukul ku? Jadi ku mohon sekarang dengarkan lah aku"
__ADS_1
**Tbc**.