Married With Stepbrother

Married With Stepbrother
Bab 66


__ADS_3

Yara kembali masuk ke kamar setelah selesai sarapan bersama keluarga nya. Seperti dugaannya, Ray masih tetap berada di kamar Yara bahkan ia tertidur dengan sangat nyenyak


"Kan, sudah ku duga dia belum pergi"


Yara pergi ke dapur untuk membuat panekuk untuk sarapan Ray


Reva penasaran dengan apa yang di buat Yara, ia pun menghampiri gadis yang tengah sibuk mengaduk adonan itu "Apa yang kau buat Yara?" Tanya Reva yang berdiri tepat di samping Yara


"Panekuk ma" Jawab Yara


"Kau masih lapar?"


"Iya ma, Yara masih lapar. Mama mau? biar Yara buatin sekalian" Tawar Yara tanpa melihat kerna ia sedang sibuk sekarang


"Mama sudah kenyang, buat untuk mu saja" Reva kembali meninggalkan Yara sendiri di dapur


Setelah selesai Yara membawa piring nya ke kamar


Krek"


Saat membuka pintu Yara melihat Ray sudah duduk, pria itu sudah bangun.


"Apa itu untuk ku?" Tanya Ray


"Nih makan lah setelah itu kaka harus pergi"

__ADS_1


"Tidak mau"



Padahal sudah sangat siang tapi cuaca hari ini terlihat mendung namun tak kunjung hujan, Yara duduk di kursi sambil melihat laki laki yang kembali tidur setelah makan tadi



"Ada apa dengan nya? kenapa tidur terus?" Gumam Yara. Sungguh ia tidak mengerti kenapa kaka tirinya itu enggan untuk bangun dari tempat tidur, ia bergulung dengan selimut seperti kepompong



Tanpa bicara lagi Yara duduk di birai ranjang, Yara meletakkan punggung tangan nya di kening Ray




Reva melihat Yara turun dari tangga dengan terburu buru


"Yara kau bisa terjatuh kalau berlarian di tangga seperti itu" Tegur Tayla nenek Yara


"Yara mau keluar bentar nek, ada yang mau Yara beli"


"Sendiri?"

__ADS_1


"Gak apa nek dekat kok"


"Biasanya gak berani keluar sendiri, bagaimana kalau kau di culik lagi" Ujar nenek Tayla khawatir


"Pencilik ada di dalam kamar ku nek, lagi demam dia" Ucap Yara dalam hati sambil tertawa kecil


"Kenapa kau cengengesan seperti itu?"


"Tidak ada nek, Yara dekat kok cuman di apotek depan gang sana. Ada yang ingin Yara beli"


"Suruh pak supir saj-"


Telat. Yara sudah keduluan pergi berlari keluar rumah. ia melesat sangat cepat


Mungkin kalau orang lain pasti sudah sesak napas berlarian seperti Yara sepanjang gang, bahkan sudah 7 menit kakinya tak berhenti meninggalkan jejak cepat. Yara sudah terbiasa berlarian seperti ini, bedanya saat ini Yara sedang tidak di kejar siapapun baik si Ray maupun beruang coklat


Percayalah, Yara seperti atlet lari sekarang, sungguh sangat cepat. Aspal tempat ia berpijak sangat ringan untuk dirinya melangkah mungkin kerna dulu Yara sering berlari di tanah yang lembab


Setelah sampai Yara menetralkan napas nya yang ngos ngosan "Buru buru banget dek" Tegur salah satu orang di apotek


"Iya Pak. Kak beli obat demam" Ujar Yara pada apoteker


Yara menjawab pertanyaan apoteker tentang keluhan yang di alami, setelah sekian menit menunggu baru lah Yara mendapatkan obat nya


"Jangan mati dulu kak Ray, Yara datang" Gadis ini kembali berlari kencang. Sangat berlebihan, mati katanya? terserah lu dah.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2