
Pagi yang dingin membuat pasangan kekasih yang masih dalam selimut enggan sekali beranjak dari kasur. berpelukan saling melepas rindu dengan mesra nya saling berbagi kehangatan
Tadi malam hujan deras di iringi dengan berisik nya suara petir, sungguh malam yang enak untuk terlelap
Drrrt.. Drrt.. Drrt
Di kala nyaman nya di ganggu oleh deringan ponsel Yara, Ray berdecak kesal meraih HP tersebut terlebih setelah membaca nama yang tertara di sana
"Agha" Gumam nya "Ya pengganggu ada apa telpon pagi pagi buta apa kau kurang kerjaan?"
"Sialan, kemana kau bawa adik ku hah! kenapa semalam tidak pulang?"
"Hujan"
"Kau pikir aku bodoh! semalam hujan jam sebelas malam, kenapa tidak pulang di jam sebelum nya?"
"Emm aku lupa"
"Brengs*k, terus saja kau beralasan. Sekarang di mana adik ku?"
"Tidur, dia sangat lelah"
"Kau tidak memperk*sa adik ku kan?"
"Tidak, hanya main kuda kudaan"
"F*CK!! Kau-"
Tut~
Ray memutus panggilan lalu setelah nya mematikan HP Yara, sebelum Agha menyelesaikan makian nya
Pria itu terkekeh, kemudian ia kembali masuk ke dalam selimut menenggelamkan wajah nya di dada Yara yang terlelap
"Nyaman" Gumam nya
__ADS_1
09.15 Siang
Terbangun lah sang gadis merasakan panas, di lemparkan nya selimut, lirikan mata pun tertuju pada jendela yang memperlihatkan cahaya matahari di luar sana begitu terik. Gubuk kecil ini tak mampu menetralkan panas nya
Dengan keringat di dahi dan lehernya, Yara mencari handuk untuk segera mandi. ia melupakan keberadaan Ray yang entah kemana
15 menit kemudian..
Yara selesai mandi dan berganti pakaian menggunakan hoodie oversize milik Ray, membiarkan paha nya terpampang begitu saja Yara pun duduk di kursi sembari merenung
"Kak Ray kemana ya?" Gumam nya
Kreek~
Pintu rumah pun terbuka, terlihat lah Ray yang masuk dengan tentengan kantong plastik di tangan nya
"Kaka dari mana?" Sambut Yara
"Oh bagus lah Yara sudah bangun, kaka beli makanan sama pakaian ganti untuk mu. Kita makan dulu ya baru ke rumah Agha"
Yara sudah berganti baju dengan pakaian yang Ray belikan tadi, kini dengan berkendaraan motor mereka berdua kembali ke tempat Agah tepat nya di apartemen nya
Setelah 90 menit akhirnya mereka pun sampai dan di sambut dengan lirikan tajam dari sang rambut pirang yang dua minggu lalu pria itu cat

__ADS_1
"Dari mana saja kalian berdua?" Ketus nya
Yara sembunyi di balik punggung Ray, ia takut kaka nya marah
Ray menarik tangan Yara untuk duduk berhadapan dengan Agha yang sepertinya tengah marah
"Kau marah?" Tanya Ray
"Menurut mu?"
"Tenang saja aku tak menyentuh Yara tadi malam, aku mengerti"
"Baguslah kalau kau mengerti, ingat kalian belum menikah jangan macam macam atau hamil duluan misalnya. Cukup sudah aku menutup aib kalian berdua dari semua orang bahkan mama papa sekalipun, bentuk lah hubungan yang sehat" Jawab Agha menasehati, sebagai yang lebih tua ia cukup pening menghadapi tingkah adik adik nya itu
Demi melindungi keluarga nya sendiri Agha memikul beban menjaga rahasia tentang Ray, ia merasa dirinya pengkhianat dengan posisinya sebagai polisi detektif yang seharusnya mengungkap kejahatan Ray dan berakhir di persidangan untuk menerima hukuman
Tapi apalah daya, keluarga nomor satu dalam kamus nya. ia bukan lah Itachi di anime naroto yang rela membantai keluarga sendiri demi pekerjaan. Agha tumbuh dengan kasih sayang hingga ia takut kehilangan akan hal itu.
__ADS_1
Tbc.