
Malam ini Ray datang dengan seorang wanita yang tidak Yara kenal, wanita itu tampak seperti usia kepala tiga dengan badan yang berisi
"Hai kau Yara kan?" Sapanya ramah dengan menjabat tangan Yara
"Kau siapa?"
"Aku Kelly, Ray meminta ku untuk mengecek mu"
"Kau seorang dokter?"
"Iya"
Yara beralih menatap Ray yang diam berdiri di belakang Kelly "Apa maksudnya ini? Yara meminta kaka untuk membeli testpack bukan malah membawa dokter nya langsung" Protes Yara
"Hei jangan seperti itu aku jadi tersinggung" Ucap Kelly
"Kelly langsung saja" Printah Ray. Kelly adalah orang yang bekerja sama dengan Ray atau bisa di bilang dia bagian dari anggota kriminal Italia di bawah naungan yang sama dengan Ray
15 menit kemudian...
"Bagaimana hasil nya?" Tanya Ray, Yara pun ikut penasaran dengan menanti jawaban Kelly
"Dia benaran hamil Ray" Ucap Kelly sedih bahkan ia menatap Yara dengan tatapan kasihan
__ADS_1
"Kenapa kau membuat ekpresi seperti itu?" Yara tidak mengerti kenapa ekpresi Kelly sedih, bukankah dokter biasanya akan turut senang jika mengetahui pasien nya hamil
Beralih Yara menatap sesok Ray di samping nya, pria itu tampak tidak senang bahkan beberapa kali ia mendengus dan mengacak acak rambutnya kasar
"Besok langsung saja gugurkan anak itu" Ucap Ray
"APA!!" Emosi Yara kian memuncak ia berdiri lalu menampar Ray kencang
PLAK"
"Apa kau gila? baiklah aku mengerti kau tidak ingin anak ini jadi biarkan aku merawat nya sendiri dan bebaskan aku sekarang juga!!
Ray memegang pipi bekas tamparan Yara tadi, benar benar pedas. menatap dalam mata Yara lalu berkata "Tidak bisa Yara kandungan itu harus tetap di gugurkan"
BUGH"
Ray terhempas ke dinding ketika Yara mendorong nya, dengan sekuat tenaga Yara lari keluar dari rumah itu tidak perduli gelap malam serta bahaya yang akan ia hadapi
"Yara tunggu!!" Ray mengejar Yara yang sudah keluar dari pintu rumah
Yara terus berlari tak memperdulikan kekinya yang bersimpuh darah akibat menginjak ranting ranting yang berserakan di tanah tanpa menggunakan alas kaki
__ADS_1
Takut, kecewa dan penyesalan membuat gadis itu menangis menahan sakit. setiap langkah nya ia berdoa agar tuhan menyelamatkan nya dari Ray yang ingin merenggut nyawa tak berdosa yang berkembang di perut nya
"Yara berhenti!" Teriak Ray
"Siapapun tolong aku! apa ada orang di sini?!" Teriak Yara berharap ada seseorang yang menolong nya di hutan tersebut
"Papa, Kak Agha tolong Yara. iblis itu terus mengejar ku" Tangis Yara
GREB"
Ray berhasil menangkap Yara, ia memeluk Yara dari belakang membuat gadis itu tidak bisa bergerak
"LEPASKAN!"
"Anak itu harus di gugurkan Yara"
"Dasar kau iblis, sudah berapa banyak dosa yang kau lakukan hah?!" Bentak Yara "Tolong kak lepaskan aku, biarkan aku merawat anak ini. Aku janji tak akan pernah muncul di hadapan kaka lagi rahasia kaka aman bersama ku" Suara Yara melembut, berbalik dan mengelus lembut wajah Ray berniat meluluhkan hati pria itu
Tetesan air mata Ray mengalir hatinya tersentuh dengan isak tangis Yara yang memilukan
"Yara maaf"
Seketika tubuh Yara melemas di kala Ray menyuntikan bius di sela sela pelukan mereka. Ray mengangkat tubuh Yara yang sudah tak sadarkan diri, darah di kaki Yara menetes perlahan lahan di setiap langkah Ray menuju jalan pulang, Ray tidak menyadari hal itu kerna gelap yang hanya menerima cahaya bulan di balik dedaunan pohon yang tinggi.
__ADS_1
Tbc...