Married With Stepbrother

Married With Stepbrother
Bab 41


__ADS_3

Pagi pagi Yara sudah terbangun untuk mengerjakan pekerjaan rumah, ia juga selalu rutin membersihkan halaman dan menyirami koleksi bunga tanaman nya yang menghiasi halaman dengan bermacam warna


Bunga kesukaan Yara adalah mawar, semua tanaman ini bibit nya di belikan oleh Ray berdasarkan permintaan Yara


Suara senandung lembut selalu terdengar di saat Yara menyapa tanaman nya, ia memetik beberapa bunga mawar merah untuk di taruh di dalam vas yang berisi air sebagai hiasan di nakas


"Moco" Panggil Yara pada kucing yang selalu menemani nya


Moco berlari dari dalam rumah menghampiri Yara di halaman


"Meong" Ia duduk menghadap Yara dengan mata bulat nya yang lucu


"Kucing pintar, aku kesepian tauk rasanya bosan sekali enaknya ngapain ya?" Walaupun Yara tidak mengerti bahasa kucing ia tetap selalu mengajak ngobrol Moco, itu karena ia kesepian. Ray sering pergi untuk kuliah ataupun mencari mangsa


"Moco sebenarnya aku menyukai kak Ray tapi kak Ray mencintai kak Maya, bagaimana ini Moco? Jika aku terus tinggal di sini bersamanya bisa bisa perasaan ini semakin dalam. Apa aku ungkapkan saja ya?" Sambil duduk Yara menelungkupkan kepala nya di lutut kerna bingung harus apa


"Huh" Mengehela napas sebentar lalu pergi masuk ke dalam rumah


Di rumah Yara pergi ke kamar khusus penyimpanan organ manusia, ia tidak takut kerna sudah terbiasa melihat Ray membawa korban nya ke rumah ini dan Yara lah yang selalu membersihkan darah yang membanjiri lantai


Yara membersihkan ruangan itu dan manyusun rapi toples toples kaca yang berisi organ manusia ke tempat nya


"Organ nya masih banyak, ku rasa ini cukup untuk kiriman sampai tahun selanjutnya" Gumam Yara

__ADS_1


PRANG"


Tak sengaja Yara menyenggol satu toples berisi sepasang mata hingga jatuh dan pecah di lantai


"Eh moco jangan di makan!!" Teriak Yara melihat moco yang ingin mengigit mata yang jatuh


Yara pun mengambil mata itu lalu di masukan ke toples yang baru "Aduh matanya gak rusak kan?" Panik nya memeriksa mata itu


"Mata siapa ini? Kenapa cantik sekali" Yara duduk di kursi sambil memperhatikan toples yang menjadi tempat mata itu


"Astaga!" Yara terperanjat dari lamunan nya "Gila! benar benar Gila kenapa aku sekarang malah suka melihat yang seperti ini? Aku masih normal kan?" Cepat cepat Yara membersihkan ruangan lalu keluar dan mengunci pintu tersebut


"Moco kau lapar?"


"Meong"


"Ini makan lah" Ucap nya dan Moco pun makan dengan lahap




Di sisi lain Ray tengah bercinta dengan Maya di sebuah kamar hotel, mereka memang sering melakukan hal itu mengingat hubungan mereka yang sudah lama

__ADS_1



Setelah selesai Ray memakai pakaian nya dan bersiap untuk pulang



"Ray kapan kau membawa ku kerumah mu?" Tanya Maya yang terbaring lemas di ranjang dengan tubuh polos



"Kenapa kau ingin sekali ke rumah ku may?"



"Kita sudah lama pacaran tapi aku sama sekali tidak tau latar belakang mu bahkan rumah mu saja aku juga tidak tau" Ujar Maya dengan membuat ekpresi manja



"Kapan kapan aku akan mambawa mu, kau tidur lah aku ingin pulang dulu" Ray mengecup bibir Maya sebelum akhirnya ia pergi.



Tbc...

__ADS_1


__ADS_2