
Yara sendiri duduk di depan TV, Ray sudah pergi sejak satu jam yang lalu ke kampus nya
Tok
Tok
Tok
Pintu di ketuk dari luar, Yara berjalan keluar untuk membuka kan pintu. Dua orang wanita berdiri di depan nya sembari tersenyum ramah
"Anda nana Yara kan?" Tanya salah satu dari mereka
"iya"
"Kami pelayan yang di hubungi oleh tuan Ray semalam nona"
"Oh kalian, ayo silahkan masuk ada beberapa hal yang harus ku beritahu" Ajak nya
Yara membawa dua wanita itu duduk di sofa berhadapan dengan nya untuk memulai obrolan seputar peraturan nya
"Jadi nama kalian siapa?"
"Saya Emma"
"Saya Resni" Jawab nya setelah Emma
Yara mengangguk paham, sopan atau tidak tapi kini Yara memperhatikan penampilan mereka dari ujung ke ujung. Emma tubuh nya gemuk dan pendek, mungkin sekitar 157 cm dengan berat 55 kg, sedangkan Resni berkulit coklat dan sedikit lebih tinggi dari Yara. Itulah yang Yara perkirakan terhadap kedua wanita itu
"Kalian sudah berkeluarga?"
"Sudah nona"
"Tinggal nya di daerah sini juga?"
"Iya nona"
"Kerna kalian sudah berkeluarga maka jam kerja kalian dari jam 08.00 - 16.00, tugas kalian hanya membersihkan rumah dan juga mencuci, oh iya satu lagi berbelanja stock mingguan"
__ADS_1
"Bagaimana dengan memasak nona?"
"Masak makan siang saja, tapi kalau kalian belum sarapan dari rumah kalian boleh memasak pagi untuk diri kalian ssendiri di sini"
Yap Yara ingin Ray sarapan dan makan malam dengan masakan buatan nya, kerna siang Ray gak pulang maka pelayan memasak untuk Yara dan diri mereka saja. Dasar Yara posesif!
Usai pembicaraan Yara mempersilahkan mereka untuk memulai pekerjaan sedangkan gadis ini pergi ke kamar nya
"Cantik ya" Ujar Emma
"Iya, aku penasaran dengan wajah tuan Ray"
"Biasanya yang cantik maunya dengan yang berduit, jangan terlalu berekspektasi tinggi bisa saja suaminya tua"
"Iya sih pengalaman kerja ku juga gitu, Btw salam kenal ya"
"Hmm mulai sekarang kita harus saling membantu"
Sesampainya di depan supermarket Yara memarkirkan sepedanya
"Moco kau mau yang mana?" Tanya nya setelah berhadapan dengan deretan rak khusus makanan kucing
"Meong"
"Baiklah yang ini"
__ADS_1
Usai nya Yara kembali berkeliling mencari sesuatu yang ia inginkan, tak sengaja matanya terpaku pada sosok pria dan wanita di depan sana yang sudah hendak keluar
"Kak Ray?"
Langkah Yara semakin cepat untuk mengejar, tapi ia malah di tarik oleh kasir
"Nona bayar dulu"
Yara terhenti, mata nya berair ketika sosok yang ia kejar sudah hilang dari pandangan
"ini bang" Ujarnya menyerahkan kartu dengan nada lesu
Mood Yara benar benar hancur kini ia tak berselera lagi untuk jalan jalan sore dan memutuskan untuk pulang saja
Di dalam kamar nya Yara menangis di balik bantal, entah salah paham atau tidak yang jelas Yara belum mendapatkan penjelasan dan sampai detik ini otaknya sangat sulit untuk berpikir positif
"Kak Ray selingkuh" Isak nya, matanya bahkan sudah membengkak, dan sial nya bahkan sudah pukul enam sore Ray belum juga pulang.
__ADS_1
Tbc.