Married With Stepbrother

Married With Stepbrother
Bab 76


__ADS_3

PLAK"


Pria paruh baya baru saja menampar putra semata wayang nya. Malu nya bertambah dua kali lipat oleh pengakuan Jimmy


"Kau membuat malu keluarga ini Jimmy!" Bentak nya. Sang istri hanya menangis ketika melihat anak nya di pukul


"Udah pah jangan pukul Jimmy lagi" Pintanya memohon


"Kau terlalu memanjakan anak ini Fiya"


Teon pun pergi masuk ke ruang kerja kembali, meninggal kan ibu dan anak itu di ruang keluarga


"Jimmy sebaiknya kau masuk ke kamar mu" Ucap Fiya


"Sial ini semua gara gara gadis iblis bertampang malaikat itu" Ucap nya dalam hati, berlalu pergi ke kamar nya. Baru kali ini Jimmy di tampar oleh papa nya dan ia menyalahkan Yara atas semuanya




Di sisi lain Yara tengah mengaduk aduk tanah dalam pot di balkon kamar nya, ia berniat membuat balkon nya tampak berbeda dengan bunga yang memenuhi area itu



"Kak Ray mana sih di suruh beli bibit lama banget nyampe nya" Gerutu Yara. ia celingak celinguk melihat ke arah bawah, sepi tidak ada siapapun di sana selain maid yang tengah menyapu halaman



Yara sudah selesai dengan tanah nya tapi bibit nya belum datang juga, beberapa menit kemudian Yara melihat Ray sedang berjalan santai dan kemudian memanjat hingga akhirnya berada tepat di depan Yara



"Lama banget" Protes sang gadis yang langsung merebut bibit nya



"Di jalan tadi ada razia"



"Pantes lama"


__ADS_1


Yara mulai menanam bibit nya sedangkan Ray hanya melihat apa yang di lakukan gadis itu, Yara tampak senang, tanaman adalah salah satu hobby Yara apalagi saat bunga bunga yang ia tanam mekar, jangan di tanya bagaimana bahagia nya gadis itu



"Oh iya kak tanaman Yara di rumah yang di hutan bagaimana?" Tanya Yara di sela sela kegiatan nya



"Sudah mati"



"Hah!"



"Iya sudah mati"



"Huhu bunga cantik ku" Ringis Yara "Yara jadi rindu keadaan damai di sana"



"Ayolah kita tinggal di sana lagi" Sambar Ray dengan semangat




Ray merasa tersindir tapi yang di katakan Yara benar juga, Ray pasti akan sering berpergian mengingat ia masihlah kuliah ataupun melakukan pekerjaan nya



"Yara kau mau kuliah?"



"Enggak, Yara sudah banyak tertinggal pelajaran jika ingin masuk kampus"



"Kaka yakin kau bisa"

__ADS_1



Yara tidak menyaut, sebenarnya keinginan nya untuk kembali ke bangku pendidikan sudah lama padam. Lagian Yara tidak punya cita cita selain jadi istri Ray, lebih dari itu Yara tidak menginginkan apapun. Dia sudah di butakan oleh hatinya sendiri



Yara tidak menginginkan jabatan apapun, hal itu hanya akan membuat nya sibuk dengan pekerjaan. Sesimpel itu lah pemikiran Yara



Selesai dengan kesibukan nya, Yara masuk ke kamar dengan Ray yang megekori nya dari belakang. Gadis itu mencuci tangan nya di kamar mandi dan berjalan kembali untuk rebahan



Jangan lupakan Ray yang sedari tadi megekori nya, entah apa mau pria itu



Saat Yara berbaring pria itu juga ikut berbaring, tangan nya langsung saja memeluk tubuh adik tiri sekaligus kekasih nya itu



"I love You Yara" Ucap Ray



"Pasti ada mau nya nih"



"Peka banget cinta ku"



"Lagi datang bintang, tunggu aja sampe minggu depan" Ujar Yara di barengi dengan kekehan mengejek



Ray merajuk, ia melepas pelukan nya lalu beralih membelakangi Yara



"Hei! ini bukan salah ku, kenapa kaka lama lama semakin kekanakan sih?" Protes Yara melihat tingkah Ray seolah menyalahkan nya.

__ADS_1



**Tbc**.


__ADS_2