
Ruby yang tidak bisa berbuat apapun akhirnya memenuhi semua keinginan Yara, ia mulai menceritakan semuanya pada gadis bak psikopat di depan nya
"Itu tidak mungkin" Gumam Yara mulai lemas, kali ini ia percaya dengan perkataan Ruby kerna apa yang di ceritakan nya sangat masuk akal
"Aku sudah menceritakan semuanya pada mu, jadi biarkan aku pergi" Mohon Ruby sambil bersujud
Tidak bergeming sama sekali, Yara kelut dalam pemikiran nya sendiri. Rasa sesak dan sakit datang menghantam hingga membuat nya rapuh serapuh rapuh nya
Melihat Yara yang terdiam seperti patung dengan tatapan kosong, Ruby pun bergegas pergi meninggalkan rumah kabin tersebut. Ia begitu nekat keluar di tengah malam, bayangan Yara memegang pisau membuat ia lupa sejenak di mana sekarang ia melangkah
Yara sadar Ruby sudah lari, tapi sekarang fokus nya bukan ke Ruby, ia sudah tak bersemangat lagi bahkan untuk bertahan hidup sekalipun
"Aku lelah" Gumam nya sebelum akhirnya nya Yara terkapar di lantai
Yara meracau dalam tidur nya dengan air mata yang menetes di kelopak mata yang tertutup tersebut
Sosok pria yang ia cintai kehabisan oksigen perlahan lahan tenggelam dalam mimpi buruk nya
"KAK RAAAY!" Teriak Yara
Dia terbangun dengan napas yang tak beraturan serta keringat membasahi dahi nya, setelah menyadari itu semua itu adalah mimpi air mata pun kembali menetes
02.00 Malam
__ADS_1
Yara berjalan entah kemana tujuan nya di dini hari ini, sungai yang tampak berkilauan dengan cahaya bulan menarik atensi Yara, ia pun mendekati air tampak tenang tersebut
"Meong"
Sahut Moco ketika Yara melepaskan gendongan nya pada kucing itu, tatapan nya begitu mengagumi sungai yang berhasil membawanya melangkah ke arah sini
Tiba tiba....
BYUUR~
Yara tedorong ke sungai, ia yang tak bisa berenang hanya pasrah dengan pemikiran yang masih bingung
"*Apa yang terjadi*?" Bingung nya, kerna ia sendiri baru tersadar dari lamunan nya setelah menyadari dirinya tidaklah bisa bernapas
"*Apa aku akan mati tenggelam seperti kak Ray*?"
Sementara itu di sisi lain, Ruby tengah di cakar cakar oleh Moco
__ADS_1
"Aww sakit! dasar kucing sialan menjauh lah atau ku buat kau tenggelam seperti tuan mu"
Ya, yang barusan mendorong Yara adalah Ruby, ia tak sengaja melihat Yara yang melamun di tepi sungai dan menjadikan itu kesempatan untuk melenyapkan gadis yang hampir membunuh nya tadi. Ruby tau Yara tidak bisa berenang kerna sebelum ia datang ke negara ini ia sudah mencari tau terlebih dahulu mengenai Yara
"Ahaha kucing bodoh sekarang tuan mu sama sama mati kerna tenggelam, benar benar pasangan setia hingga akhir hayat" Ejek Ruby tertawa tapi air matanya juga ikut mengalir.
Di saat kesadaran Yara mulai menipis, bayangan sosok pria yang sangat tak asing banginya datang mengejar dan meguntai tangan nya untuk menyambut Yara
Grep~
ia berhasil meraih Yara, di tariknya gadis itu dan menautkan bibir nya untuk memberi oksigen
"Kak Ray?" Yara berusaha untuk membuka matanya agar dapat melihat sosok pria di hadapan nya, sulit sangat sulit tak lama kemudian Yara tak sadarkan diri
.
.
Tubuh Yara di tidurkan di atas rumput setelah pria itu berhasil membuat Yara memuntahkan air yang sempat tertelan
"Maaf sayang, ini bukan waktunya tunggulah aku sebentar lagi"
Cup
Pria itu kembali mencium bibir Yara yang tuan nya masih enggan untuk membuka mata.
__ADS_1
Tbc.