
"DIEGO SIALAN AKU TIDAK MAU" Bentak Ray
Siang ini tepatnya saat jam kampus Ray sedang istirahat ia mendapat panggilan telepon dari Diego, berbagai umpatan keluar dari mulut nya setelah mendengar kabar yang membuat Ray tidak terima seketika
"Ray aku tidak bisa menolak nya begitu saja, kau mengerti kan maksud ku?" Jelas Diego
"Kap*arat wanita itu bukan tipe ku, aku sama sekali tidak mau. Pers*tan dengan permintaan pimpinan, itu bukan bagian pekerjaan ku tidak ada kewajiban ku untuk memenuhi permintaan sialan itu! katakan pada si tua bangka sampai mati pun aku tak sudi menikahi putri nya"
"Ray jaga bicara mu! atau kau ingin aku mati di sini?"
"Diego bodoh! apa kau pikir tua bangka bau tanah itu masih punya kemampuan untuk membunuh mu? kau tendang saja dia sudah di pastikan seluruh tulang nya akan berserakan di lantai"
"Bocah sialan! jika aku lakukan itu maka para petinggi akan menguliti ku"
"Kalian para budak bodoh, kenapa kalian tidak saling mengkhianat saja untuk merebut kedudukan si tua bangka?"
"Ray kau sangat kurang ajar!"
"Roby wanita itu sangat menjijikkan, bahkan dalam mimpi pun aku tidak ingin menikahi nya. Dia hanya akan membuat ku terpenjara di dunia suram tanpa cahaya dan membuat ku hidup tidak nyaman. Persetan! pokoknya aku tidak sudi"
"Ra-
BRAK"
Malas mendengar ocehan Diego Ray langsung membanting HP nya hingga membuat panggilan terputus
__ADS_1
"Bocah! dia memutuskan panggilan" Geram Diego
Diego terduduk di sofa nya sambil mengurut pangkal hidung nya, sungguh kepala nya mendadak pusing setelah berdebat dengan Ray tadi
Tidak di pungkiri sebenarnya Diego tidak ingin hal ini terjadi, ia tidak ingin Ray terlibat dengan wanita, tapi kenyataan nya anak dari pimpinan yang menginginkan Ray membuat Diego pasrah, ini adalah pilihan yang sulit
"Ambilkan aku segelas air" Perintah Diego
PRANG"
Pacaran kaca berserakan di kaki Diego, pria itu langsung membanting gelas setelah selesai menghabiskan air nya
"Sepertinya aku harus membicarakan ini pada petinggi lain nya" Gumam nya sambil menginjak injak beling dengan sepatu nya
__ADS_1
......\*\*\*......
"Yara jika kaka menculik mu lagi bagaimana menurut mu?" Tiba tiba Ray bertanya seperti itu membuat Yara terheran. Pertanyaan ini cukup aneh menurut nya
"Ahahaha jangan bercanda, kaka ingin menculik ku lagi?" Tawa Yara "Untuk apa? Kaka sudah di Terima di rumah ini. Setiap hari kaka bisa bertemu dengan Yara jadi untuk apa menculik ku lagi?"
Tidak ada respon, Yara melihat Ray tampak gelisah dengan wajah tertunduk serta kedua tangan saling bertaut di pangkuan nya. Pria itu tampak memiliki masalah yang rumit
Yara mengerti sekarang Ray sedang tidak bercanda, Yara memegang tangan Ray yang terpaut itu membuat pria itu ikut menoleh menatap kekasih nya yang menyajikan senyum indah
"Yara akan ikut kaka kemanapun. Jika benar itu keinginan kaka ingat ini, kaka tidak menculik Yara tapi Yara lah yang ingin ikut dengan kaka. Kita akan selalu bersama right?"
Suara Yara begitu halus dan lembut, Kekhawatiran Ray sedikit terkikis di buat nya. Ray belum bisa menceritakan semua ini pada Yara setidaknya untuk saat ini.
**Tbc**.
__ADS_1