Masa Masa SMA

Masa Masa SMA
Bab 10


__ADS_3

🔔🔔🔔🔔


Bel pulang sekolah berbunyi semua siswa bergegas pulang menuju kerumah masing masing namun tidak dengan Zia. Zia masih menunggu sopir pribadinya datang, karena sudah semakin sore taksi pun jarang yang lewat didepan sekolahnya. Hal itulah yang memaksa Zia untuk menunggu. Tak biasanya sopir pribadinya itu telat, padahal sebelumnya 10 menit sebelum jam pelajaran selesai sopir sudah berada di sekolahan untuk menjemput Zia. Zia pun kesal karena sopirnya tak kunjung datang.


“Aaa sialan diman di pak Budi ini?” ucap Zia kesal sambil terus menghubungi pak Budi


📞Pak Budi


Nut nut nut nut....


*gak diangkat juga* guma Zia semakin kesal. Disisi lain ada yang memperhatikan Zia dari tadi, ya dia adalah Zayn. Lalu Zayn melajukan mobilnya menuju ke arah Zia. Dan berniat memberi tumpangan kepada Zia.


Tin tin tin...

__ADS_1


“ehh buset dah, bisa pelan gak si lo” ucap Zia kesal. Zayn pun membuka kaca jendela mobil dan menyuruh Zia masuk namun Zia enggan untuk masuk. Zia masih setia menunggu sopirnya walaupun dia kesal. ”udah masuk aja, udah sepi ni sekolah, taksi juga gak ada yang lewat kan” ucap zayn pede


*iya juga ya, daripada pulang telat diomelin bunda. Tapi masa iya pulang bareng es kutub si* guma Zia dalam hati


“ hee cepat naik keburu sore” teriakan Zayn dari dalam mobil mengagetkan Zia dan membuyarkan lamunannya dan tiba tiba telepon Zia berdering. Panggilan dari Pak Budi memberitahu bahwa tidak bisa jemput karena ban mobilnya bocor. Dan terpaksalah Zia harus pulang bersama dengan Zayn, karena tidak ada pilihan yang lain.


Didalam mobil hanya ada mereka berdua. Dan tanpa ada obrolan sama sekali. Akhirnya Zayn pun memberanikan diri untuk memulai obrolan.


“ Di jalan lily No XXX” jawab Zia


*gila cuek banget ni bocah, gak tahu terimakasih aja udah gue tumpangin. Untungnya cantik. Ehh tadi dia bilang rumahnya di Jalan Lily bukannya itu perumahan Elit ya. Berarti dia orang kaya? Tapi masak si? Penampilannya aja sederhana gini, yang dipakai banyak barang lokal daripada branded* guma Zayn didalam hati


“kenapa?” tanya Zia membuyarkan Zayn yang dari tadi melirik ke Zia

__ADS_1


“ ehh gapapa. Makan dulu yuk, laper gue toh rumah lo masih jauh kan. Daripada gue mati kelaparan kan lo yang repot” pinta Zayn


“hemm” jawab singkat Zia


*kenapa gue jadi deg degan gini ya kalau ada ni bocah. Masak iya si gue jatuh cinta ama es kutub, ahh gak mungkin! Jangan sampai pokoknya. Kaya gak ada laki laki lain aja. Ini gara gara es kutub gue jadi urung uringan sama diri gue sendiri.


Mobil Zayn berhenti disalah satu restauran mewah bernuansa jepang, restauran ini merupakan restauran milik keluarga Zayn. Mereka berdua turun dari mobil dan menuju ke dalam restauran. Ada beberapa pelayan yang memberi hormat kepada Zayn. Hal ini membuat Zia semakin bingung. Zayn berniat membawa Zia ke ruangan VIP namun Zia tidak mau, Zia memilih untuk duduk di dekat jendela kaca sambil menikmati pemandangan yang ada. Tak butuh waktu lama untuk menunggu pesanan pun datang.


“zayn... kenapa semua pegawai disini memberi hormat pada lo” tanya Zia. Namun tidak ada jawaban dari Zayn, dia hanya mengangkat kedua bahu menandakan bahwa dirinya tidak tahu.


“ udah lo cepat makan, hari semakin sore. Nanti lo dicariin nyokap lo” perintah Zayn.


Mereka melanjutkan makan dan setelah itu zayn mengantarkan Zia pulang. Sepanjang perjalanan mereka hanya diam,karena masih canggung untuk mengobrol dan bingung mencari topik pembicaraan. Sesampainya didepan gerbang rumah Zia langsung turun dan meninggalkan mobil Zayn. Zayn pun pergi meninggalkan kediaman Zia dan melaju menuju rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2