Masa Masa SMA

Masa Masa SMA
Bab 9


__ADS_3

Seperti hari biasanya Zia berangkat sekolah diantar supir pribadinya. Sampainya disekolah zia disambut oleh teman temannya dan mereka masuk ke dalam sekolah menuju ruang kelasnya. Ketika berjalan di koridor banyak pasang mata yang memperhatikan mereka. Kini mereka menjadi idola baru disekolah, bukan hanya karena cantik namun juga pandai. Banyak yang mengagumi mereka terutama Zia, baik teman seangkatan maupun kaka kelas.


Dimanapun Zia berada pasti menjadi pusat pembicaraan siswa. Hal tersebut tidak menjadikan Zia risih atau malu. Karena hal semacam itu sudah menjadi makanannya dulu waktu masih di SMP. Jadi Zia sudah terbiasa dengan hal tersebut. Zia hanya menanggapi dengan cuek dan tidak mengambil pusing tentang omongan mereka, selama itu tidak menganggu ketenangannya.


Namun disisi lain ada yang tidak suka demgan keberadaan Zia dkk. Karena merasa disaingi, yaa mereka adalah Raya. Karena Raya lah yang menjadi idola dan pusat pembicaraan sebelum Zia masuk ke sekolah ini. Raya terkenal sangatlah cantik, kejam dan licik. Tak segan segan Ia menghancurkan orang orang yang berusaha menyainginya.


Raya dan teman temannya selalu merencanakan sesuatu untuk bisa menyingkirkan orang yang berusaha menyainginya. Namun kali ini Ia merasa kesulitan untuk menyingkirkan Zia, karena Zia sangatlah cerdik.


Sampai dengan hari ini Raya masih belum mengetahui asal usul Zia, karena semua orang yang ada di AIHS tidak ada yang mengetahui marga Zia kecuali Fizza, Tasya, Jenny, dan kepala sekolah.




🔔🔔🔔


Bel istirahat pun berbunyi



"Ke kantin yuk lapar gur" ajak jenny



"yukk" jawab serentak Zia Fizza Tasya. Mereka pun berjalan menuju kantin. Ketika berjalan banyak pasang mata yang terus memperhatikan mereka, ada yang memuji kecantikannya, ada yang sirik, ada yang mengomentari penampilannya, dll. Namun hanya dianggap angin bagi mereka berempat, karena mereka sudah biasa diperlakukan seperti itu. Sesampainya dikantin mereka duduk dipojok dikursi panjang yang muat untuk orang banyak. Karena hanya disitulah yang masih kosong.



"Disana tu ada yang kosong" ucap fizza sambil menunjuk ke arah pojok



"Itu kan buat orang banyak, kita cuma berempat" protes tasya



"Gapapa, daripada gak duduk" ucap Zia lirih



"Yaudah kalian kesana biar gue yang pesenin, kalian mau apa?" ucap jenny



"Gue bakso sama lemon tea dingin" ucap fizza sambil mengangkat tangannya.



"Gue sama" jawab tasya



"Lo zii? " tanya jenny



"Samain aja lah" jawab zia



"Yaudah gue pesen dulu, kalian ke sono entar keburu ada yang nempatin" perintah jenny



Disisi lain

__ADS_1



Ada segerombolan cowok celingukan mencari tempat yang masih kosong. Mereka pun menemukan meja yang masih kosong dipojokan. Ketika hendak melangkahkan kaki menuju meja tersebut tibatiba sudah ada yang menempati, yaa dia adalah Zia dkk.



" Ehh sudah ada yang nempatin bro" ucap kevin lalu memberhentikan langkahnya



" Itu kan meja nya panjang bisa untuk orang banyak, toh mereka cuma bertiga" jawab Zayn



"Yaudah lo kesana dulu gue mau pesen makanan, kalian titip apa?" tanya Yue



"Samain aja" jawab singkat Zayn lalu pergi ke meja disebelah Zia dan diikuti oleh kevin dan Ian



**Jenny & Yue**



Tanpa sengaja Yue menabrak tubuh Jenny yang sedang mengantri untuk pesan makanan. Jenny pun hampir terjatuh namun dengan sigap Yue menangkap tubuh Jenny. Banyak yang melihat kejadian tersebut kecuali zia zayn dkk karena meja mereka dipojokan. Tanpa berlama lama Yue pun melepaskan tubuh Jenny.



*deg deg deg\* kenapa ni jantung gue*



"maaf gue gak sengaja, lo gapapa kan?" tanya Yue




" ehh iy... Iya ga papa" jawab jenny gugup



"yaudah gue pergi" ucap Yue lalu pergi


\**cantik juga tu cewek*\*



"Yaampun ada apa ini, kenapa jantung gue?" guma Jenny lirih sambil memegang dadanya


"mana ganteng banget tadi tu cowo, tapi kaya pernah lihat dimana ya"


\**ow ya itu kan kaka osis waktu itu\* guma jenny dalam hati*



**Zia**



"haii boleh ikut duduk" sapa Ian


__ADS_1


"Yaudah langsung duduk aja kali" ucap tasya


\**gila cakep cakep songong banget si ni cewek, jadi tertarik gue\* batin Ian*



"makasih" ucap Ian duduk disamping tasya dan diikuti oleh zayn dan kevin. Zayn duduk tepat didepan Zia, dan kevin duduk disamping Zayn.


"kalian kelas 10 ya?" tanya kevin



"he em" jawab singkat fizza


\**gila ni bocah pada hemat banget bicaranya\* batin Ian*



"kenalin gue kevin, di teman gue Ian dan ini ...." ucap kevin sambil memperkenalkan teman temannya



"Zayn" jawab fizza memotong perkataan kevin



"lo tahu?" tanya kevin



" dia kan ketua osis, masa gak tahu" ucap lirih tasya. Ian dan kevin pun hanya menatap zayn dan tersenyum kecil.



"gue Anastasya, panggil aja tasya"



"nah kalau gue Fizza"



Kevin Ian dan Zayn langsung menatap Zia yang sedang asyik main handpone nya. Zayn tidak menyadari bahwa dia adalah Zia, karena rambutnya sudah tidak berwarna dan penampilannya sudah terlihat sedikit rapi daripada sebelummya.



"Dia Khanzia Qh ..." ucap fizza keceplosan mau menyebut marga Zia. Namun dihentikan dengan injakan kaki yang mendarat disepatu fizza.



"Apaan si lo, lo mau dibunuh Zia?" bisik tasya kekuping fizza



"Maaf gue kan keceplosan" ucap fizza lirih. Untungnya Zia tidak mendengarkan karena sibuk dengan hp nya. Tasya pun menyenggol lengan Zia dan zia baru sadar dengan obrolannya.



"Why?" tanya Zia bingung. Tasya pun memberi kode kepada Zia dan zia paham dengan kode tersebut.



\**ow dia gadis waktu itu, cantik juga kalau rapi gini\* guma zayn sambil tersenyum*


__ADS_1


Tak lama kemudia Jenny datang menghampiri zia dan disusul oleh Yue yang menghampiri Zayn. Mereka makan bersama sama. Banyak pasang mata yang menyaksikan mereka. Semua orang merasa iri karena zia dkk bisa makan satu meja dengan idola sekolah. Selesai makan mereka langsung menuju ke kelas masing masing


__ADS_2