
Satu bulan kemudian
Hari ini hari libur sekolah, jadi Zia dan adik adiknya tidak berangkat sekolah. Waktu libur sekolah biasa digunakan Zia untuk latihan namun kali ini tidak. Dia harus ikut Ayahnya ke kantor, karena mulai hari ini ia akan mulai bekerja membantu ayahnya mengembangkan bisnisnya, karena Zia adalah pewaris utama keluarga Qhoiz. Sudah tidak diragukan lagi kemampuan Zia dibidang bisnis, karena sejak kecil dia dididik untuk menjadi pewaris keluarga Qhoiz. Sudah beberapa perusahaan yang ditanganinya berkembang sangatlah baik, walaupun perannya pasif karena harus membagi waktu untuk sekolah dan latihan.
Pagi ini Alex dan Zia pergi kekantor untuk meeting dengan klayen dari jepang. Dan kali ini Zia lah yang akan menanganinya. Bukan kali pertama dia menangani hal seperti ini, jadi dia tidak merasa grogi atau takut. Justru malah merasa pede.
tok tok tok
Sekertaris Alex mengetok pintu dan masuk ke ruangan untuk memberitahu bahwa klayen nya sudah tiba dikantor. Alex dan Zia pun bergegas menuju loby dan diikuti oleh Sekertarisnya untuk menyambut pak Roy, pimpinan dari perusahaan yang akan berkerja sama dengan perusahaan ayah zia.
"Ohayōgozaimasu, Yō koso "ucap Zia ramah
*baru kali ini aku bekerja sama dengan perusahaan besar dan disambut menggunakan bahasa negaraku, biasanya menggunakan bahasanya atau bahasa inggris. Sungguh pintar ini gadis* guma Tuan Roy dalam hati
"Good morning" jawab tuan Roy sambil tersenyum
"Welcome to our company sir, i am Alex Khu Qhoiz the owner of this company and this is my son Zia" mengulurkan tangan untuk jabat tangan
__ADS_1
"Khanzia Qhoiz" mengulurkan tangannya
Setelah basa basi mereka pun langsung menuju ke ruangan meeting untuk membahas tentang kerja sama yang akan mereka jalankan. Tak butuh waktu yang lama mereka pun sepakan untuk manjalin hubungan kerjasama. Dan Tuan roy pun pergi meninggalkan perusahaan Qhoiz, kini tinggal Alex dan Zia yang masih di dalam ruangan.
"Bagus nak, kamu semakin pintar aja dalam dunia bisnis. tidak rugi ayah mengajarimu" ucap Alex
"Iya dong"
"Yah habis ini Zia mau main sama temen teman ya" rengek Zia
"Baiklah, tapi jangan pulang larut malam" perintah Alex
Zia pergi meninggalkan kantor dan segera mencari taxsi, karena tadi pagi Zia berangkat bersama Ayahnya jadi dia tidak membawa mobil. Zia segera menuju cafe langganannya karena teman temannya pasti sudah menunggunya disana.
20 menit kemudian Zia sampai didepan cafe dan segera masuk mencari keberadaan teman temannya.
" ZIA" teriak jenny sambil melambaikan tanggannya seakan memberi tahu bahwa dirinya disini. Zia pun segera menuju bangku dimana teman temannya duduk
__ADS_1
" Wahh semenjak jadi CEO sekarang lo makin sibuk aja zii" cletus fizza
" Ya mau gimana lagi, gue anak tertua dan adek adek gue masih pada bocah. Mana tau tentang beginian. Jadi mau gak mau gue harus ikutin kata bokap" jawab Zia sambil minum jus punya jenny
"Itu kan punya gue" protes Jenny
"Udah pesan lagi aja, gue haus" jawab Zia sambil menghabiskan jus
" Ehh Tasya dimana?" tanya Zia penasaran karena mereka hanya bertiga disitu
"Dia keluar kota, kan dia sekarang sama kaya lo, harus ngurusin perusahaan ayahnya" jawab fizza
"nah kalian gimana?" tanya zia ke semua
"gue? ada abang gue yang ngurusin" ucap fizza dengan cepat
"kalau gue kan lo tahu. Gue kagak ada bakat di bisnis. mending jadi model. Toh masih ada abang gue juga" jawab Jenny santai
__ADS_1
"Enak ya jadi kalian, pada nyantai" jawab zia demgan lesu
Meraka pun terus mengobrol hingga sore. Karena menyadari waktu semakin sore mereka pulang kerumah masing masing.