Masa Masa SMA

Masa Masa SMA
Awan Pipis


__ADS_3

Bu Endang baru saja keluar dari kelas XI IPS 1. Setelah jam pelajaran nya habis. Entah ke betulan atau memang sudah dalam rencana Givan, materi Geografi yang di sampai kan hari ini selama dua jam pelajaran adalah seputar hujan -termasuk tentang terjadi nya hujan, yang karena pembahasan itu mereka jadi memiliki tugas untuk menggambar visual dari penjelasan poses hujan, dari mulai penguapan sampai bulir air yang jatuh dari langit.


Saat Echa sedang memberes kan alat tulis, Givan yang duduk di depan berbalik menghadap nya. "Mau gue bantuin nanti gambar nya? Dari pada lo nanti salah bikin gambar awan pipis."


"Awan pipis?" Alkana ikut nimbrung sambil menahan tawa. "Apa nya awan pipis?"


Baru Givan akan membuka mulut, Echa sudah lebih dulu memperingat kan dengan mode galak. "Givandra diem ya!"


"Apa nih?" sahut Zia sambil melihat Givan dan Echa bergantian. "Lo punya rahasia rahasiaan sama Givan? Wah! Kecewa gue, Cha."


Echa bisa membungkam Givan, bisa mengabai kan Zia. Tapi, tidak dengan Angga.


Si Kampret itu datang dan duduk di meja Zia begitu saja, tanpa peringatan. Dan tak sengaja dia menduduki tangan Zia yang langsung breaksi heboh.


"Eh Dodol. Tangan gue ke jepit pantat lo, tangan gue, woiy! Angga!"


Angga berdiri dan Zia langsung menarik tangan nya.


"Iuh, najis banget!" Zia menggosok gosok tangan nya ke meja, menghilang kan jejak jejak Angga yang tertinggal. "Gak akan langsung bisulan kan tangan gue?"


"Ngeri amat main nya langsung ke bisul."


Saat Echa bertemu pandang dengan Angga yang terlihat sudah mengincar nya, Echa langsung memutar bola mata nya dan mengalih kan pandangan ke arah lain.


Tapi penghindaran itu tetap tidak membuat Angga batal menanya kan apa yang ingin di tanya kan. "Gimana ya semalem di jemput, hujan hujanan gak tuh?"


Echa menumpuk kedua tangan nya di meja dan menyimpan kepala nya di sana. Wajah Echa menghadap tembok, dia benar benar menghindari Angga.


Tidak mendapat jawaban dari Echa, Angga bertanya ulang ke Givan. "Gimana? Cerita dong gue kan, kepooohhh."


"Iya, hujan hujanan," jawab Givan.


"Terus, terus. Satu payung berdua gitu? Romantis?"


Givan mengangguk. "Awal nya."


"Kok awal nya?" Sekarang Alkana yang bertanya, tak hanya Angga, Alkana dan Zia juga ikut memfokus kan perhatian nya ke Givan. Menunggu Givan cerita tentang kisah semalam yang membuat heboh satu GC Sesat.

__ADS_1


"Ya awal nya. Sebelum payung nya di bikin terbalik sama Echa."


Tawa meledak ketika saat Angga, Alkana, dan Zia mendengar itu. Mereka tertawa dengan bayangan nya masing masing.


"Gimana tuh cerita nya payung nya kebalik?" kata Zia di telinga Echa. "Salting lo? Sampe ngebalikin payung."


Echa menggosok telinga nya dan kembali duduk dengan tegap. Dia melihat lurus ke Givan yang ada di depan nya. "Suka banget ya lo mengisi nutrisi Lambe Lambean nya Angga? Kenapa sih?"


"Eh serius itu payung nya di apain sama Echa?" tanya Alkana yang merasa tanggung dengan cerita Givan. "Kok bisa terbalik."


"Iya. Ada awan kiton lewat?" tanya Angga dengan konyol.


"Apa lagi awan kiton?" Alkana bertanya.


"Awan yang di naikin Sun Go Kong, gak tau ya?"


"Jadi payung nya?" Zia mengembali kan topik.


Echa menghela napas. "Penting banget ya masalah payung buat kalian. Astaga!"


Echa sudah menyerah, dia membiar kan imajinasi Angga menjadi semakin liar.


Sementara teman teman nya tertawa termasuk Givan, Echa mengusap wajah nya dan menyebut berulang kali.


"Ketek Givan selebar apa bisa mayungin pala Echa yang gede itu?" kata Al di sela tawa nya.


Givan tidak memberi konfirmasi atau pembelaan apa pun, malah ikut tertawa sambil sesekali melihat Echa di belakang yang memasang wajah kesal.


Di tengah tawa yang perlahan mulai surut itu, tiba tiba saja Yuyun datang. "Givan, Givan," panggil nya dengan centil sambil menyelip kan rambut nya ke belakang telinga.


Ke empat orang lain nya saling bertatapan lalu melihat, Yuyun.


"Givan. Um, thanks ya udah samperin gue kemarin. Kalau gak ada lo, gue hak tau mau minta bantuan sama siapa." kata Yuyun dengan nada sedih riang di buat buat, tercampur dan terasa aneh.


"Wah, ada apa lagi nih kemarin?" tanya Angga dengan rasa penasaran yang sudah sampai ke ubun ubun. "Malem nya lo hujan hujanan sama Echa sampe ngebalikin payung, siang nya lo kerja sama Yuyun? Gimana sih?"


Entah kenapa apa yang baru saja di tanya kan Angga terasa sangat mewakili Echa. Dia merasa cukup penasaran juga. Jadi, kemarin Givan bertemu Yuyun?

__ADS_1


Pantas laki laki itu tidak terlihat seharian.


"Gak kerja bakti juga." Givan melurus kan dugaan Angga yang salah.


Givan melihat sekilas Echa, lalu tatap nya tertuju ke Yuyun. "Well, sama sama."


Yuyun menyodor kan sebuah botol minuman kaleng berwarna merah ke Givan. "Buat lo. Karena kemarin lo udah bantu gue."


"EHEM." Angga berdehem kencang. "Yuyun, caper lo ketara banget."


Tak perduli dengan itu, Yuyun tetap mengulur kan tangan menyodor kan minuman kaleng itu ke Givan. "Ini bukan apa apa sih. Nanti istirahat gimana kalau kita bareng satu meja? Gue traktir, karena lo udah bantuin gue kemarin."


"Givan bantuin lo apa sih?" Angga semakin di buat penasaran. "Perasaan waktu spion motor lo copot di jalan dan gue ambilin sampe mau ke serempet becak, lo gak sampe traktir gue deh."


Seolah Angga hanya hantu yang wujud nya tak nampak, dan suara nya tak terdengar, Yuyun kembali berkata pada Givan. "Sampai ketemu istirahat." Yuyun menyimpan minuman kaleng nya di meja Givan.


"Yuyun," panggil nya saat Yuyun akan pergi.


"Iya, kenapa?" Yuyun yang baru saja berbalik menatap Givan dengan mata penuh binar.


Givan mengambil minuman kaleng dari meja nya, dan menunjuk kan itu sambil bertanya. "Kalau gue kasih ini ke Echa boleh?"


Raut wajah Yuyun langsung berubah, binar di mata nya hilang seketika. Sementara itu Echa terkejut karena tiba tiba nama nya di sebut.


"Soal nya gue gak suka minuman kaleng ini," papar Givan setelah mengalih kan tatap pada Echa, Givan melanjut kan, "Gue suka nya minuman kaleng yang ada gambar Doraemon jatuh dari langit."


Hening terjadi selama beberapa detik. Tidak ada yang tahu tentang botol kaleng Doraemon itu selain Echa sendiri. Di singgung tentang itu sambil di tatap seperti ini cukup membuat----


"Eaakkk!"


.


.


.


...Bersambung... ...

__ADS_1


__ADS_2