Masa Masa SMA

Masa Masa SMA
Lo Tau Gak?


__ADS_3

Mendengar pertanyaan polos dari Echa, Hendry tersenyum penuh arti. "Setiap penjaga kunci itu punya satu amplop jackpot yang bisa di berikan ke peserta G Hunters. Satu misi yang di kerjakan dari amplop ini, bisa langsung kalian dapat sisa kuncinya. Jadi dalam arti lain, ini jalan pintas, setelah kerjain misi ini gak perlu kerjain yang lain lagi."


"WOW!" Echa berdecak kagum. Dia emang ingin G Hunters ini cepat selesai.


"Cuma, emang misinya gak sulit, tapi bisa juga gak sulit. Gimana orangnya aja."


Tanpa bertanya pada Givan, Echa dengan tegas bilang, "Ambil aja."


Hendry mengangguk-angguk. "Oke, dari pada keliling temu hantu-hantu lain dan di suruh kerjain soal, iya kan?" katanya sambil membuka amplop.


"Emang selanjutnya misinya harus kerjain soal?"


Hendry mengangguk. "Suruhan Pak Ridwan, teka-teki yang ada di pengumuman itu bukan teka-teki receh, tapi soal UN semua di masukin ke amplop. Terus, tau apa yang di maksud pesertanya harus kuat dan gesit?"


"Apa?" Echa yang penasaran menyahut.


"Pesertanya harus kuat dan gesit karena ada salah satu misi yang bikin pesertanya harus nangkap cicak yang lagi makan nyamuk tanpa ekornya putus, susah gak?"


Echa tergelak mendengar itu. Dia merasa beruntung celetukan tidak di rencanakannya membuat dia mendapat amplop jackpot dari Hendry, yang kesenangan karena di puji asal.


"Maci Kak Hendry yang ganteng, maci, maci," kata Echa dengan gaya imutnya sambil menepuk-nepuk bahu Hendry.


Melihat Givan yang ada di sampingnya, menarik kerah kemeja di bagian leher Echa sampai Echa berdiri di sampingnya lagi.


"Bisa diem gak?" tanyanya dengan sinis.


Echa menggeleng. "Enggak nih, gue pengen goyang sampe bawah saking senengnya dapet amplop jackpot."


Hendry terkikik sendiri mendengar itu.


"Ok bacain ya, misi amplop jackpot dari gue gak susah kok. Pertama, kalian harus suit."


Benar-benar tidak sulit. Mereka suit tanpa menanyakan apa-apa dengan Echa yang menang.


"Ok, jadi lo yang nerima tantangan," kata Hendry menunjuk Givan. "Pertama, gue tanya, lo punya pacar?"


Givan menggeleng.


"Bener gak punya pacar?" Hendry meminta konfirmasi pada Echa dan Echa mengangguk. "Oke, kalau gitu posting orang yang lo suka di akun instagram lo, jangan hapus sampai misinya selesai."


Givan melirik Echa yang berdiri di sampingnya dengan kemeja putih miliknya yang tersampir di bahu gadis itu. Menatap lama sebelum akhirnya, Givan mengeluarkan ponsel dari saku celana.


Sambil mengotak-ngatiknya, Givan bertanya, "Itu aja? Captionnya?"


"Apa aja," jawab Hendry.

__ADS_1


Givan mengangguk-angguk.


Beberapa detik kemudian, "Done," katanya dengan ringan.


Hendry mengerjap. "Done?"


Givan menujukan ke Hendry dan Hendry di buat terbelalak saat melihatnya. "Cewek, ini? Serius cewe yang lo suka?"


Givan mengangguk. Saat Echa ingin melongok melihatnya, Givan lebih dulu mematikan layar ponsel dan memasukkan ponselnya ke saku.


"Berarti kita dapat enam kunci sisanya?" tanya Givan.


Hendry mengangguk.


"Siapa yang lo suka dan lo posting?" Echa bertanya dengan hati yang ketar-ketir, dia sangat-sangat berharap itu dirinya. Tapi, tidak yakin, bukankah tidak ada fotonya di ponsel Givan? Atau ada?


Givan memiliki fotonya?


Sementara Hendry pergi mengambil kunci, Givan mendekati Echa dan berbisik, "Lihat aja di instagram gue."


Jika benar-benar ada wajahnya di instagram Givan, mungkin saja ...mungkin saja Echa akan menggelar pesta rakyat dengan Angga guling bambu kuning sebagai santapan utama.


***


"Apa lo posting fotonya Wina?" tanya Echa saat mereka sedang menaiki tangga untuk ke atap, menjemput siapa pun yang menjadi tawanan Yeyegombel. Entah Yogya atau Yuyun, mereka harus menjemputnya untuk menunyaskan misi.


"Kenapa gue harus posting Wina?" Givan balik bertanya.


"Dia pinter, selalu masuk ranking tiba besar. Lo suka cewek pinter, kan?" tanya Echa dengan hati-hati mengantisipasi jika Givan mengangguk. "Syaratnya tadi lo harus posting orang di suka, apa Dira? Atau ... Yuyun?"


Dan Givan terdiam, kemudian menggeleng. "Bukan."


"Jadi siapa?"


"Angga," jawab Givan dengan rasa humornya.


"Kata Kak Hendry yang lo posting itu cewek." Echa melototinya.


Tanpa merasa terintimidasi, Givan menjawab, "Berarti namanya menjadi Siti Angga."


Ih, Givan apaan sih? Tidak beres-beres menyebalkan.


Menyerah mencari tahu bertanya pada Givan, Echa memilih untuk melihatnya sendiri nanti. Setelah menyelesaikan misi dan membuka ponselnya sendiri yang dia tinggalkan di tas.


Tanpa bertanya lagi, Echa mempercepat langkahnya untuk menuju ke atap, menyelesaikan segalanya.

__ADS_1


***


"Cha, minum dul---"


Echa menggeleng, menolak keras tawaran minum dari Zia dan menghambur langsung ke tasnya, mendapatkan ponselnya dan langsung membuka aplikasi instagram.


Dan mengetikkan nama Givan di kolom pencarian, mendapatkannya.


Lalu, menahan napas saat mendapati fotonya sendiri di sana. Givan memposting fotonya? Jadi artinya ...dia harus menggelarkan pesta rakyat? Tidak, tidak, tidak ada yang lebih penting dari itu, dalam arti lain, bisa di sebut tidak sih Echa sebagai orang yang di sukainya?


"Lo gak mau minum Cha?" tanya Zia yang baru saja menghela napas sambil memegang botol minum yang tadinya di khususkan untuk Echa.


Tapi, gadis itu malah tampak termenung sendiri.


"Diem aja ih, lo kesurupan gak?"


"Lo folow instagramnya Givan?"


"Gak tuh. Ngapain postingan cuman satu sok di private," kata Zia dengan ketus. Melihat wajah Echa yang tidak terima, Zia meralat ucapannya. Dia lupa kalau temannya ini menyukai Givan. "Atau harus gue folow?"


Echa tak menjawab, hanya meraih botol minum di tangan Zia dan meminumnya.


Setelah beberapa teguk, Echa menurunkan dia mengedarkan pandangannya ke semua arah.


Dia tidak mendapati Givan bersama Yuyun -yang menjadi sandera di atap dan menangis-nangis saat Givan menemukannya. Givan menenangkannya tadi, tapi tidak lagi. Jadi syukurlah.


"Lo tau gak?" tanya Echa setengah berbisik pada Zia. "Tadi gue dapet amplop jackpot dari Kak Hendry."


Kemudian Echa menceritakan tentang isi misinya, yang membuat Givan menambah postingan instagramnya menjadi dua, dengan gambar dirinya yang sedang memegang ciki.


Itu adalah foto yang di ambil Bunda tahun lalu saat mereka liburan akhir tahun. Bisa ada pada Givan, mungkin karena Bunda yang mengirimnya.


"Lo bener-bener berpikir dengan adanya foto lo di sana, Givan secara gak langsung 'menyatakan' kalau lo yang di sukainya?"


"Kan emang syaratnya dari Kak Hendry posting foto orang yang di suka," kata Echa.


Zia tersenyum. Mengusap kepala Echa dengan kedua tangannya. "Echa lo tuh terlalu polos atau gimana sih? Bisa aja nanti Givan bilang, 'Gue post foto lo cuma untuk tuntasin misinya aja?' atau, 'Gue post foto lo karena cuma folo lo yang ada di galeri gue gara-gara Bunda kirim-kirim'?"


.


.


.


...BERSAMBUNG ......

__ADS_1


__ADS_2