
Hari ini Zia masuk sekolah seperti biasa, karena urusan dikantor sudah diselesaikan. Dan apabila ada urusan yang tidak terlalu memerlukan kehadirannya maka semua urusan dihandel oleh Rere Asisten pribadinya.
Seperti biasa Zia berangkat ke sekolah diantar oleh supirnya. Sampainya didepan sekolah Zia sudah ditunggu teman teman nya diparkiran siswa.
"Zi lo kenapa lesu banget hari ini, lo sakit ya?" tanya Fizza sambil meletakkan tangannya di dahi Zia. Namun Zia hanya menggelengkan kepalanya.
" Apa gara gara masalah yang kemarin ya Zi" ucap Tasya
"kalau bener, lo jangan takut zii. tapi lo harus tetap hati hati, dia itu licik"
"Masak iya Seorang Khanzia Qhoiz takut?" ucap Jenny keras. Tanpa berfikir panjang Tasya pun langsung menyikut perut Jenny. "awww sakit sya" rengek Jenny.
"Makanya jangan bicara keras keras" kata Tasya
__ADS_1
"Udah lah kalian ini apa apaan si, gue ini cuma capek aja, kemarin gue lembur banyak banget kerjaan dikantor, dan sekarang gue ngantuk" ucap Zia lalu pergi menuju kelas.
"Main pergi aja tu bocah" cletus fizza pergi mengikuti zia bersama tasya dan jenny.
Sesampainya di kelas, Zia menaruh kepalanya diatas meja dan tertidur. Hari ini guru ada rapat bersama dengan kepala sekolah dan komite. Jadi Semua kelas kosong, walaupun kosong namun ada tugas yang harus dikerjakan dan diawasi oleh osis.
Ketika Osis datang ke kelas Zia untuk memberi tugas dan mengawasinya semua orang pada terdiam, gelisah dan takut. Termasuk Fizza Tasya dan jenny, mereka gelisah bukan karena takut pada osis, namun karena Zia masih tertidur dan mereka bertiga ditatap tajam oleh Zayn seakan akan memberi kode jangan membangunkan Zia.
Semua siswa pun mengerjakan tugas yang diberikan okeh osis kecuali Zia. Karena dia masih tertidur pulas. Bagi yang sudah selesai mengerjakan dipersilahkan untuk keluar. Satu demi satu mereka pun keluar termasuk fizza tasya dan jenny. Kini tinggal Zia dan Zayn saja dirungan itu, zayn mendekat dan berdiri didepan meja Zia. Karena merasa ada yang anah Zia langsung terbangun dari tidurnya.
"Sudah puas tidurnya?" tanya Zayn kepada Zia. Namun Zia hanya celingukan melihat lihat karena ruangan sepi, pikir dia semua orang sudah pulang. Lalu Zia melihat jam tangan yang dikenakan. Dia semakin heran karena belum waktunya pulang tapi kelas sudah sepi aja.
"Bukannya ngerjain tugas yang diberikan malah molor aja. Lo lari lapangan 10x sekarang" perintah Zayn lalu pergi.
__ADS_1
*sialan kenapa tasya gak bangunin gue lagi, fizza juga, jenny iya... awhh sialan, bener bener sahabat tak berguna* grutu Zia dalam hati sambil melangkah meninggalkan Zayn
Cuaca hari ini sangatlah panas. Namun tidak menjadi alasan Zia untuk bermalas malas, karena dia sudah terbiasa lari ditengah terik matahari. Ya maklum lah dia kan atlet. Tetapi kali ini tidak, karena kondisi badan Zia yang kurang Vit akibat terlalu lama bekerja menjadikan dia agak lemas setelah manjalani hukumannya.
Selesai menjalankan hukuman Zia langsung ke kantin menuju Teman temannya. Jenny berjalan menghampiri Zia yang terlihat sangat lemas sekali "zii lo kenapa, habis maraton yaa?" membantu Zia duduk dan mengelap Keringat zia demgan tisue.
Tasya mengambil air mineral dan memberikannya kepada Zia " ni lo minum dulu zii" sedangkan Fizza mengipasi Zia. Mereka pun terlihat sangat sibuk memanjakan Zia. dan zia pun hanya terdiam.
"Zii maafin kita ya, lo pasti habis dihukum sama si ketos kutub itu?" ucap tasya
"Udahlah gapapa, gue udah baikan kok. sekarang gue mau ke toilet dulu" jawab Zia
"Gue temenin" pinta jenny. Namun zia hanya menggelengkan kepalanya
__ADS_1
Saat Zia berjalan menuju toilet, Raya dkk mengetahuinya. Hal ini dijadikannya kesempatan untuk balas dendam. Raya mengikuti Zia ke toilet, dan teman temannya mengawasi apakah ada yang melihat atau tidak.
Byurrr....