Masa Masa SMA

Masa Masa SMA
Ada Setannya di UKS


__ADS_3

Lupakan tentang menendang. Echa tidak sekuat itu, tidak setega itu, bahkan hanya untuk menolak.


Dia akhir nya memberi anggukan kecil.


Kemudian Echa memaksa kan diri nya berdiri dan berpindah ke kursi di sisi lain, bergantung bersama Alkana dan Zia.


Melihat itu Dita tersenyum lebar. Dia terlihat sangat antusias, segera menarik tangan Kaivan untuk duduk di kursi panjang yang semula di duduki Echa sendiri.


Echa mengumpat dalam hati.


Harapan nya terkabul secara menyebal kan, ya?


Tadi Echa berharap ada yang bergabung di meja mereka -untuk menghindari introgasi, tapi ya bukan Kaivan dan Dita juga yang ke sana.


Echa merasa bersalah pada diri nya sendiri karena lupa menyebut dua nama itu sebagai 'pengecualian' kalau sudah begini, bisa tidak harapan nya di retur saja?


Ya kali paket penyok.


"Btw, kok gue jarang liat kalian berdua ya? Biasa nya sering keliatan jalan jalan di sekolah, lalu lalang di lapang, dan lewat kelas gue juga." papar Kaivan sambil menunjuk Zia dan Echa dengan mata nya.


Heu!


Jika dulu, basa basi hangat Kaivan seperti ini membuat Echa merasa berbunga bunga, di tanya seperti ini membuat nya senang karena merasa di perhati kan.


Sekarang? Jujur saja, Echa merasa ada dua botol saus cabe rawit yang sengaja di jejal kan ke telinga nya mendengar itu, terasa panas sekali telinga nya sekarang. Hati nya berdenyut nyeri juga.


Sementara, Zia tersenyum tipis. Menjadi juru bicara teman di sebelah nya yang sedang ambyar Zia berkata, "Kita lebih sering di kelas sekarang Kak, jarang keluar, jarang jalan jalan di sekolah."


"Oh ya? Kenapa?" tanya Kaivan lagi.


Kenapa lagi? Karena kemaren Echa nyaris tidak mampu berjalan saking lemas nya setelah tau bawah Kaivan berpacaran dengan Dita, Si Gadis Gemes yang membuat air mata Echa merembas.


Jika tidak sayang dengan uang jajan nya yang akan sia sia kalau jajan nya di tinggal kan tanpa di makan sampai habis, pasti Echa sudah memutus kan pergi dari meja ini.

__ADS_1


"Lagi sibuk kita di kelas Kak, iya kan?" kata Zia lagi lagi mewakili, dia menyikut Alkana meminta dukungan dan membuat laki laki itu mengangguk.


"Iya, kita lagi banyak tugas."


Dita yang sama sama anak sebelah -hanya berbeda jurusan- itu bertanya dengan mata melebar penuh minat. "Oh ya? Tugas apa, Bahasa Indonesia bukan?"


"Bukan kalau kita." Akhir nya Echa membuka suara. "Tapi, tugas pelototin tembok, Mbak." lanjut nya dengan senyum yang sangat sangat di paksa kan.


***


Zona kutub adalah julukan yang di buat anak anak Nusa Bhakti untuk Lab Komputer. Bukan karena Lab Komputer mereka ada di Kutub Utara atau Kutub Selatan bukan. Tapi karena suhu di ruangan itu selalu di atur rendah. Jadi terasa lebih dingin, di banding ruangan ruangan lain nya.


Tempat belajar favorit sebenar nya. Selain nyaman, wangi, dan bersih, Lap Komputer adalah area dengan sinyal Wifi terkuat, terlebih kata sandi nya sudah menjadi rahasia umum.


Hari ini anak anak kelas SESAT mendapat jadwal ke Lab Komputer di jam pelajaran terakhir. Karena pekan kemarin mereka sudah membahas tentang teknik dasar Design Graphis secara teori di kelas, maka minggu ini adalah giliran pratik nya.


Masing masing orang sudah ada di depan komputer, yang sudah di urutkan berdasar kan nomor absen.


Di tempat nya Echa tampak sedang memeluk diri nua sendiri, ke dinginan. Dia merasa suhu di ruangan Lab Komputer ini semakin memperparah kondisi nya. Dia sudah tidak enak sejak istirahat, mungkin benar benar masuk angin karena semalam keluar dengan pakaian pendek?


Sementara, Givan yang duduk di belakang belum menyadari itu, karena terhalang sekat. Sampai Angga yang ada di sambil kubikel di samping Yuyun berdiri dengan tatap yang tertuju pada Echa, "E, eh, ada yang ke dinginan karena gak di peluk Ayank."


Mendengar itu Givan melihat Angga, lalu reflek mengikuti arah tatap Angga, dan saat itu Givan baru menyadari kalau ada yang salah dengan Echa yang duduk di depan nya.


"Lo kenapa?" tanya Givan langsung sambil berdiri sedikit mencondong kan tubuh nya untuk melihat Echa.


Echa melempar tatap sinis ke Givan yang sebelum nya di tunjuk kan untuk Angga. "Gak." jawab nya cuek sambil kembali fokus ke komputer nya.


Satu hal yang Givan sadari. Tangan Echa yang memegang mouse, Givan melihat tangan gadis itu sedikit gemetar.


Givan melihat ke depan, meja Guru masih kosong. Pak Arif yang merupakan Guru TIK masih belum kembali sejak sepuluh menit yang lalu, kata nya ada perlu ke ruang Guru untuk mengambil flashdisk yang berisi file video materi yang akan di tunjuk kan hari ini.


Givan keluar dari kubikel nya lalu menghampiri Echa. Tanpa di duga Givan berjongkok di samping nya, meraih tangan gadis itu. Saat tangan mereka bersentuhan langsung, Echa berjengit. Menatap Givan dengan mata membulat tajam.

__ADS_1


"Dingin, lo sakit?"


Ingin sekali Echa nyolot dengan bilang, "Iya, gara gara lo!" Tapi itu terlalu membuang energi. Echa menarik tangan nya dan menggeleng. "Gak." lalu Echa menunjuk ke kubikel belakang dengan dagu nya. "Sana balik ke tempat lo, apaan sih di sini?"


Echa mencuri pandang ke depan, mencari kepala Zia. Memasti kan sekat kubikel ini cukup tinggi, juga memasti kan kalau Zia sedang fokus sampai tidak akan melihat apa yang di lakukan Givan dengan berjongkok di samping nya ini.


"Sana balik ke tempat lo!" desak Echa dengan berbisik kecil.


"Mau ke UKS?"


Echa menggeleng lagi. "Ada setan nya, di UKS."


Mitos nya yang sakit dan beristirahat sendirian di UKS biasa nya keluar UKS bukan nya sembuh, malah kesurupan. Pernah terjadi beberapa kali.


Dan Echa percaya itu.


"Terus di sini lo ke dinginan, mau gue peluk?"


"EHEM!" satu deheman kencang langsung terdengar. Siapa lagi kalau bukan Angga yang Echa curiga telinga nya bisa di lepas baru saja berlarian ke kubikel nya, lalu kembali setelah mendapat kan bahan. "EHEM! EHEM! Hei, ada yang baru nawarin pelukan tuch."


Suara 'Ciee' menggema di ruang bersuhu dingin itu.


Sementara, Echa berdecak keras. Zia sudah menoleh, bahkan berdiri dan mata nya membulat saat melihat Givan di sana.


Ck, ya udah lah.


.


.


.


...Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2