Mawar Tak Berduri

Mawar Tak Berduri
Chapter 47


__ADS_3

Dengan langkah ragu, Mawar turun dari taksi. Pikirannya sudah sangat berkecamuk, debaran jantungnya semakin memburu, badannya terasa lemas, entahlah, dia sangat takut akan kenyataan, jika wanita yang dimaksud Marvin adalah Putri, Putri gadis yang baik, akan sangat disayangkan jika dia harus menerima takdir hidupnya seperti ini, disisi lain, Mawar juga lega, karena Marvin mendapatkan gadis yang tepat, walau dengan jalan tak baik.


Dia juga terus menerka, kenapa ada mama Rika disini? sepertinya banyak hal yang tidak dia ketahui.


"Kamu yakin ini rumahnya Vin" Mawar menoleh kearah Marvin yang berada dibelakangnya, memastikan Marvin tidak salah rumah.


Marvin mengangguk "Kemarin Marvin mengantarnya ke sini"


Degh


Jadi benar, ya Tuhan....


Kenyataan apalagi ini?


Memasuki pagar besi tua itu, Marvin dan Mawar langsung disambut mama Rika dan juga Putri, mereka semua sama terkejutnya.


Mama Rika yang terkejut karena adanya keberadaan Mawar, apa laki-laki yang melakukan tindak asusila pada Putri adalah Marvin, adik Mawar?


Sedang Putri juga terkejut, ada hubungan apa Marvin dan Mawar?


Sedang Marvin yang juga mengetahui, jika wanita paruh baya yang bersama Putri adalah ibu dari Rasya, suami kakaknya.


Yah, mama Rika datang menemui Putri karena sudah berapa hari gadis itu tak ada kabar, mama Rika yang bertanggung jawab dengan apa yang dilakukan Rasya terhadap Putri dulu, mama Rika membiayai semua keperluan Putri, dan menganggap Putri sebagai anaknya sendiri. Ia datang kerumah gadis itu, memastikan keadaannya.


Saat mama Rika datang, gadis itu dalam keadaan yang tidak baik, matanya sembab, rambutnya yang kacau, rumahnya pun sangat berantakan, sepertinya hari yang ia lewatkan, dia habiskan hanya untuk menangis. Mama Rika terus memaksa Putri untuk, menceritakan semua yang terjadi.


Dengan berat hati, dia pun menceritakan kronologi kejadian saat dia menemukan Marvin yang tergeletak di jalan, dan mengantar Marvin sampai ke apartemen, hingga terjadilah pelecehan yang dilakukan Marvin. Sebenarnya Putri malu dengan dirinya, malu terhadap mama Rika yang mempercayakan dirinya, takut mama Rika menganggapnya wanita murahan, yang tak bisa menjaga diri.


Setelah mendengar cerita Putri, mama Rika ingin membawa Putri kekantor polisi, untuk melaporkan kejadian tersebut, takut jika laki-laki itu lari dari tanggung jawab. Putri menolak hal tersebut, dia yakin jika Marvin tidak akan lari, dan akan bertanggung jawab atas perbuatannya. Mama Rika pun mengajak Putri untuk menemui laki-laki itu, namun disaat mereka akan pergi, nyatanya Marvin datang bersama Mawar.


"Sayang, kamu kenapa disini" tanya Mama Rika, matanya beralih melihat Marvin, diapun sama dengan Mawar, perasaannya menjadi tak enak, apa laki-laki yang melakukan ini Marvin adik Mawar.


"Ma.... Mawar_" Mawar sedikit ragu "Ahh mungkin kita masuk dulu, untuk lebih jelasnya"


Kini Mawar duduk disebelah mama mertuanya, dihadapannya sudah ada Marvin dan Putri yang siap untuk disidang.


"Apa yang ada dipikiran Mama saat ini tidak salah? laki-laki itu, kamu Marvin" ucap mama Rika tanpa basa-basi, membuka obrolan, dengan tangan yang disilangkan didada.


Marvin dan Putri hanya menunduk, dengan keringat panas dingin menyerang keduanya.


Putri sudah menitikkan bulir beningnya, dia begitu takut, banyak sekali yang dia takuti, dia hidup seorang diri, namun setelah bertemu Mawar dan Rasya, hidupnya banyak berubah, dia begitu banyak diberi keberkahan, semua yang disekelilingnya begitu menyayanginya, apalagi mama Rika, dia sudah menganggapnya anak sendiri, namun sekarang, dia mengecewakannya.


Mawar dan mama Rika menarik nafas panjang, ya, tanpa dijelaskan mereka sudah tahu jawabannya.


"Itulah mengapa Mama paling tidak suka jika orang mendekati minum haram itu, Mama sangat takut, banyak sekali masalah yang akan ditimbulkan, apapun alasannya, itu tidak bisa diterima"


Mawar diam, dia menyerahkan semuanya pada mama Rika, wanita bijak penuh ketegasan, namun sangat penyayang.

__ADS_1


"Maafkan Marvin Tante, Marvin mengakui salah, Marvin harus apa, Marvin belum siap untuk...." Marvin tercekat, dia belum bisa mengambil keputusan, dia masih bingung, masalahnya dengan sang mama belum selesai, namun kini dia malah menambah masalah baru.


"Tidak ada pilihan lain, selain kamu bertanggung jawab, kecuali jika kamu mau berakhir dijeruji besi" ucap mama Rika tegas "Kamu tahu, kamu seharusnya berterima kasih pada Putri, dia telah menyelamatkan mu, coba kalau tidak, mungkin malam itu kamu sudah habis ditangan orang yang tak bertanggung jawab, walau Putri harus banyak kehilangan mimpinya"


"Tante...." Putri tak dapat berucap, dia begitu malu, mama Rika sudah banyak menolongnya.


"Kamu tidak perlu khawatir Putri, Mama tahu, ini yang terbaik untuk kalian, dan aku menjamin, Marvin adikku akan bertanggung jawab atas hidup kamu kedepannya" Mawar akhirnya buka suara, dia tahu, Putri begitu takut.


"Makasih mba, dari dulu mba Mawar selalu membantu Putri, maaf jika Putri membebankan mba Mawar dan Tante"


Putri tak dapat lagi menahan air matanya, dia begitu terharu, bisa bertemu orang yang menerima dia apa adanya, selalu mendukungnya, dan tulus menyayanginya. Dia berharap Marvin juga sama seperti Mawar dan yang lain.


"Kak, tapi Marvin belum siap"


"Kita tidak bisa menghindar lagi Vin, Kakak yakin, ini takdir yang baik untuk kamu" Mawar coba menyakinkan adiknya. "Apa kamu sudah punya wanita lain Vin?"


Marvin menggeleng, itu membuat Putri sedikit lega, setidaknya dia tidak jadi orang ketiga, seperti dulu, antara Mawar dan Rasya.


"Kamu Putri, apa ada pria lain dihati kamu?" Mama Rika juga memastikan, jika tak ada yang akan memberangkatkan Putri.


Putri menggeleng


*H*anya mas Rasya tante yang mampu meluluhkan hati Putri, anak tante, namun Putri janji, akan menghapusnya pelan-pelan dari hati Putri.


"Baiklah, berarti tidak ada yang menghalangi untuk kalian bersama bukan, Mama akan pulang dulu, Mama bicarakan pada Rasya dan Papa" mama Rika melihat menantunya "Mawar kita pulang sekarang sayang, besok kita akan menyiapkan pernikahan untuk mereka, lagi pula, kamu harus banyak istirahat bukan, untuk menyambut suami kamu pulang"


Putri terkejut "Mba Mawar sudah menikah?" tanya Putri ragu.


Walau tak menjelaskan secara gamblang, Putri tahu, jika laki-laki itu adalah Rasya, walau ada sedikit nyeri mendengarnya, dia harus rela, Mawar memang pantas untuk Rasya, wanita sempurna untuk mendampingi Rasya.


"Selamat mba, semoga pernikahan mba dan mas Rasya langgeng" ucapnya tulus


"Terima kasih, kamu juga, terima adik aku, dia jodoh terbaik untuk mu"


Marvin dan Putri saling lirik, ah mereka tidak yakin, apa mereka kedepannya akan bahagia, pertemuan mereka yang tidak disengaja, dan belum mengenal satu sama lain.


"Mama akan dapat dua cucu sekaligus, ahh Mama tidak pernah menyangka ini terjadi, mungkin memang sudah saatnya Mama bahagia, ini tidak pernah ada dalam doa Mama"


Ucapan mama Rika membuat Mawar dan Putri tersenyum malu, sedang Marvin dia sangat iri, berharap mama Vivi sebaik mama Rika, penuh perhatian.


...****...


Malam hari, setelah makan malam, keluarga Rasya berkumpul diruang keluarga, mereka menceritakan yang terjadi antara Putri dan Marvin.


Rasya, papa Reyhan dan juga David sangat terkejut mendengarnya, mereka tidak menyangka ini terjadi. Mau tidak mau besok mereka harus disibukkan lagi dengan acara pernikahan dadakan, seperti Rasya dan Mawar. Bagaimanapun Putri sekarang menjadi tanggung jawab mereka.


"Sayang" panggil Rasya manja, istrinya sudah memejamkan matanya dibawah ketiaknya, dengan tangan yang memeluk dadanya, membuat belut yang tertidur kini bangun.

__ADS_1


"Hemm" Mawar hanya bergumam


"Kamu sudah mau tidur?"


"Hemm"


Rasya sebal, Mawar yang tak peka.


"Belut aku bangun, minta disetrum" bisiknya pada telinga Mawar


"Sya, ya ampun, kamu nggak mau istirahat dulu, aku juga udah ngantuk"


"Tapi aku nggak bisa tidur, kalau belut aku belum masuk kesarangnya" Rasya mulai mengecupi bibir manis istrinya, dengan tangan yang sudah menyelinap pada dada sang istri.


Rasya tersenyum senang, dada itu seperti jalan tol, Mawar tidak memakai pembungkus dadanya.


Tangannya sudah memainkan puncak dada itu, memberi lingkaran kecil pada sekelilingnya, membuat Mawar seperti tergelitik, badan Mawar begitu cepat merespon, Rasya yang menyingkap piyama Mawar langsung menghisap puncak dada berwarna pink itu.


Mawar sudah memejam, namun tangannya meremasi rambut Rasya yang terus memberikan rangsangan pada tubuhnya, suaminya begitu mengerti letak kelemahan dirinya, hingga membuatnya mengeluarkan lenguhan itu.


Rasya mendongak, melihat pada sang istri, dia langsung menyatukan bibir mereka, menghisapi, menggigit bibir milik istrinya, bertukar saliva, saling membelit. Entah sejak kapan, dan siapa yang melakukan, tubuh mereka kini polos.


Perlahan tangan Rasya turun kebawah, meremati daging kenyal itu secara bergantian, lalu berpindah pada perut rata sang istri, tidak ingin berlama, tangannya dengan lincah memainkan inti tubuh Mawar.


"Kamu sudah basah sayang" bisik Rasya dengan suara parau, matanya sudah berkabut


"Sya... ahhh" Mawar sudah tidak tahan lagi ingin segera dimasuki sang istri


"Mau sekarang?" godanya


Mawar tak dapat menjawab, dia berharap Rasya sudah mengerti keinginannya,


"Setrum aku sekarang Sya" dia menepiskan rasa malunya, sungguh dia merasa begitu murahan dihadapan suaminya


Rasya tersenyum senang mendengar pengakuan Mawar, dengan sangat hati-hati dia membelah paha mulus itu, dengan sekali sentakan, belutnya sudah masuk kesarangnya, seperti sudah hapal kodenya. Mawar menjerit, ini begitu nikmat untuknya, Rasya kembali membawanya terbang kenirwana.


Rasya terus menghentakkan miliknya, tak ingin membuat Mawar kecewa, dia ingin memberikan setruman terbaiknya, suara erotis Mawar membuatnya terpacu untuk mengendalikan nahkoda cinta mereka, hingga erangan panjang keluar dari keduanya.


"Kamu tempat aku kembali sayang, terima kasih sudah menjadi rumah untukku, menyerahkan hidupmu, menghampiri waktu bersamaku, semoga dia cepat hadir, mengisi rumah yang kita bangun" Rasya mengecup kening Mawar, membelai perut rata sang istri.


Mawar tak lagi menjawab, dia sudah begitu kelelahan.


.


.


.

__ADS_1


.


Selamat malam Minggu semua, terima kasih yang masih setia mendukung Mawar, aku nggak berharap banyak, kalian sudah mampir saja sudah membuatku senang, apalagi yang rela memberikan Mawar nya hehe dan yang sudah vote, kalian Terbaik 😍😘❤️


__ADS_2