
"Aku mencintai Putri." ulang Rasya, padahal dia sendiri belum tahu, apa dia benar-benar mencintai gadis itu.
Mawar tertegun atas pengakuan Rasya, secepat itu,ia bisa mencintai wanita yang baru dikenalnya?. Mawar menelan ludahnya susah payah.
Mawar memutar badannya, kini wajahnya berhadapan dengan wajah Rasya, diselaminya mata itu, tapi tak menemukan jawaban apa-apa.
"Cintailah Putri, selama kamu bisa mencintainya, bersyukur kamu masih bisa merasakan jatuh cinta." diam, Mawar menundukkan kepalanya. "Tapi jangan nikahi dia" Lirihnya.
Mawar bergegas masuk kedalam mobil
"Jalan sekarang pak." perintahnya pada David tanpa melihat Rasya yang terdiam.
Rasya benar-benar kesal, dia tak mengira akan tanggapan Mawar, padahal ia berharap Mawar akan marah padanya, nyatanya wanita itu merelakannya mencintai gadis lain.
Tidak.. semua belum berakhir, dia harus banyak berusaha lagi untuk menyakinkan Mawar.
* * *
"Ma, emang bener ya pernikahan kak Mawar dipercepat?." tanya Marvin pada mama Vivi
"Iya." jawab mama singkat, ia sedang menikmati sate ayam yang ada dihadapannya. Padahal tadi mamanya itu menolak makan dipinggir jalan, mana pernah dia makan makanan dipinggir jalan seperti ini, tidak steril kilahnya. Namun setelah mencicipi rasa sate ayam ini, mama malah seperti orang yang belum makan seharian.
Marvin memperhatikan mamanya yang makan dengan lahap, ia mendadak kenyang.
"Mama doyan apa laper sih ma? enak ya?" godanya "Tadi aja gak mau- gak mau, gak steril lah, gerah lah, berdebu, ehh sekarang malah mama yang makanya banyak." Marvin menggelengkan kepalanya heran.
"Kamu berisik Vin."
Marvin memanyunkan bibirnya."Emang kapan ma jadinya pernikahan kak Mawar."
"Dua minggu lagi." mama mencocolkan lontong dengan bumbu sate menggunakan tusuk sate, lalu memasukkan kedalam mulutnya.
"Kok bisa dipercepat ma? kak Mawar nggak MBA kan ma?" ujarnya sambil berbisik di telinga mama.
Mama Vivi tersedak mendengar ucapan Marvin, Mama justru senang jika Mawar bisa seperti itu, ia senang jika Mawar berada dijalan yang sesat, ia juga ingin hidup Mawar hancur, berharap Mawar menjadi sikopat, atas tekanan batin yang ia berikan, namun semua diluar dugaannya. Nyatanya Mawar tumbuh dengan baik, tak pernah menentang apapun perintahnya, mengikuti semua apa yang telah mama Vivi buat. Membuat mama semakin kesal.
Setelah mengetahui Rasya yang kini dekat dengan wanita lain, Rasya yang tak menginginkan Mawar, David melaporkan semua padanya, ia jadi bersemangat, Mawar akan amat lebih tersiksa, bukan dari tangannya lagi, justru dari tangan orang lain, yaitu suaminya sendiri. Bukankah itu lebih menyakitkan?.
Awalnya mama Vivi tak ingin menerima perjodohan yang ditawarkan mama Rasya, tak rela jika Mawar hidup dalam kesejahteraan, namun ia pun tak dapat menolak, tawaran kerja sama yang memberikan banyak keuntungan untuknya, ia harus memperkuat perusahaannya, demi masa depan Marvin. Ya semua demi Marvin. Mama Vivi tersenyum licik.
__ADS_1
"Vin kamu tau kan yang selama ini yang mama lakukan,? membatasi ruang geraknya, itu demi kebaikan kakakmu, mama tak mau kalau kakakmu salah pergaulan, kamu tahu sendiri pergaulan jaman sekarang bukan? tak sedikit wanita yang hidupnya hancur, sebab tak bisa menjaga kehormatannya, karena mereka salah langkah." Bohongnya, berbanding terbalik dengan isi hatinya.
"Tapi mama berlebihan ma, kak Mawar tuh nggak mungkin seperti itu, nyatanya kak Mawar nurut-nurut aja kan sama mama, kak Mawar tuh nggak seperti yang mama tuduhkan, kalo aku yang jadi kak Mawar ya ma, aku pasti akan menentang semua aturan gila mama yang nggak masuk akal," Marvin mengganti piring mamanya yang sudah kosong, dengan piring sate miliknya, tak dihiraukannya tatapan tajam mama Vivi atas ucapannya.
"Sebenarnya mama tuh setuju nggak sih kak Mawar nikah sama Rasya? mama tau, Rasya punya selingkuhan" bisiknya lagi, ingin tahu reaksi sang mama, benar dugaannya mama mengetahui semuanya, karena mama tak terkejut atas kenyataan yang baru saja dia ungkap.
Mama Vivi sempat menghentikan kunyahanya, dia kecolongan, Marvin mulai mengikuti gerak kakaknya.
"Padahal Rasya udah tuakan ya ma, nggak bersyukur apa bisa dapetin kak Mawar? kak Mawar cantik, wanita baik-baik, dari keluarga terpandang, yaa sepadan lah keluarga kita sama keluarganya, nggak malu-maluin lah kalau diwawancarai wartawan, ahh mama payah, kenapa kemaren mama nggak mau media tau sih ma?" ingatnya mama yang menolak keras media mengetahui pertunangan kakaknya itu, rencananya dia mau nebeng eksis, tebar pesona, barang kali bisa viral dan trending di berbagai sosial media, karena keluarga Mahardika mempunyai calon adik ipar yang tampan.
"Tampanya calon adik ipar dari pengusaha Mahardika.corp"
"Ini dia, Lima potret tampan calon adik ipar Rasya Mahardika"
Dan berbagai macam judul lainnya,yang akan muncul di berbagai lini masa, dan perlambe-lambean, yang bisa menambah followersnya, dia akan mendapat banyak endorse, menjadi model dan selebriti dadakan tanpa susah payah ikut casting terlebih dahulu. Dan banyak lagi tawaran kerja lainnya yang bisa menjadi sumber uangnya, tanpa harus bergabung kekantor mama papanya.
Namun impiannya itu pupus, semua cuma dalam hayalanya saja.
"Ma tadi Marvin nggak sengaja liat Rasya jemput kak Mawar, bukannya mampir dulu gitu, nyapa calon mertua, nyapa calon adik ipar, masa datang, datang aj gitu, orang kaya gitu ya ma, rata-rata nggak sopan, untung Marvin punya mama hebat kayak mama, jadi walaupun Marvin kaya, Marvin tetap punya etika ya ma" menaik turunkan kedua alisnya, menyanjung mamanya setinggi langit, berharap mendapat secuil informasi yang ingin ia ketahui.
"Vin, sejak kapan kamu jadi banyak bicara gini? efek kamu kelamaan nganggur ya gini, mamanya sudah selesai, kamu yang bayar kan?. inget jangan terlalu mengurusi urusan orang tua, nanti kamu cepet ngek." mama menggerakkan tangannya dileher, ia berdiri, menyudahi obrolannya. Mama tau arah obrolan Marvin, dari dulu anak laki-lakinya ini, selalu ingin tahu tentang identitas Mawar.
Marvin mendengus, gagal lagi usahanya mengorek tentang Mawar kakaknya.
* * *
Rasya baru saja tiba dirumahnya.
Ia terus saja memikirkan sikap Mawar, sikap tenang Mawar atas kejujurannya, tak mengerti dengan sikap gadis itu, jika gadis lain mungkin sudah meledak ledak jika mengetahui tunangannya menyukai wanita lain, tapi Mawar justru sebaliknya.
Tapi ia tak boleh lengah, siapa kira kan, gadis polos itu memiliki banyak tipu daya, nyatanya mamanya saja yang selama ini tak banyak menuntut, kini justru menginginkan banyak hal darinya, sampai nasib cafe miliknya kini terancam.
Rasya berpikir keras, jika usahanya memanfaatkan keadaan Putri tak membuahkan hasil, justru serangan pada Mawarlah yang akan ia gunakan.
Tok
Tok
Tok
__ADS_1
Ketukan pintu kamar membuyarkan lamunannya.
"Sayang ini mama, mama boleh masuk?" teriak mama Rika dari luar
"Masuk aja ma"
Ceklek, mama Rika mengulas senyumnya, Rasya selalu mengharu, senyum tulus mamanya selalu membuat hatinya menghangat.
Mama duduk disebelah Rasya ditepi ranjangnya,
"Are you oke?" tanya mama yang seolah tahu apa yang sedang ia pikirkan. Mama Rika memiringkan kepalanya, demi melihat wajah tampan putra satu-satunya ini.
Rasya hanya mengangguk.
"Apa keputusan mama memberatkan kamu?"
"Nggak ma, sama sekali enggak, cuma Rasya bingung, apa Rasya bisa membahagiakan Mawar, sedang Rasya sendiri.." ia tak melanjutkan kata-katanya, apa yang yang harus ia katakan pada mamanya, sedang mama nampak bahagia akan pernikahan dia dengan Mawar.
Mama menarik nafas dalam, Rasya membohonginya, mama Rika tau semua tentang kejadian yang menimpa anaknya ini, malam dimana dia menabrak Putri, dan semua yang ia lakukan pada Mawar.
Mama Rika mempunyai orang kepercayaan yang bisa dia andalkan, tanpa ada satu orang mengetahuinya, kecuali suaminya sendiri, karena ini memang rencana mereka.
"Ma apa Rasya boleh minta sesuatu?"
"Apa nak, katakan"
"Rasya minta, acara akad nanti hanya dihadiri keluarga inti, Rasya butuh waktu untuk semua orang tahu pernikahan Rasya ma"
"Oke, mama akan merahasiakan semuanya, sampai kamu siap." Diusapnya tangan anaknya, ia ingin memberikan ketenangan.
.
.
.
.
*Bersambung...
__ADS_1
Terima kasih yang sudah bersedia memberikan jempolnya untuk Mawar, jangan lupa tambahkan ke favorit ya, , ,
Chapter selanjutnya akan ada visual tokoh Mawar tak berduri*