Mawar Tak Berduri

Mawar Tak Berduri
Chapter 51


__ADS_3

Ditengah kepanikan Rasya yang belum mendapatkan kabar sama sekali tentang Mawar, ponselnya bergetar, sebuah pesan masuk lewat aplikasi hijau yang saat ini banyak digunakan oleh masyarakat luas.


Rasya membuka pesan tersebut, dan menampilkan sebuah video. Dimana sang istri dalam keadaan yang tidak berdaya, wajah yang banyak meninggalkan memar, mulut dan tangan yang terikat, satu lagi hal yang membuat hatinya semakin memanas, tangan orang lain sedang membuka kancing kemeja yang dikenakan istrinya, dan memperlihatkan belahan dada milik sang istri, dimana dia juga melihat masih jelas jejak kepemilikannya.


Mereka tak memperdulikan Mawar yang terus menangis dalam diam, kepalanya menggeleng, agar mereka tak melakukannya, teriakan yang tertahan itu mengoyak hati Rasya.


Nafas Rasya memburu, berani-beraninya orang tersebut menyentuh miliknya, dia benar-benar tidak terima, hatinya begitu sakit menyaksikan Mawar diperlakukan seperti itu. Rahangnya mengeras, tangannya mengepal, jika terjadi apa-apa pada Mawar, dia tidak akan membiarkan orang tersebut selamat. Dia akan menghabisinya dengan tangannya sendiri.


"BAJINGAN" umpat Rasya penuh kemarahan


Mama Rika yang melihat kemarahan Rasya, langsung mendekati anaknya itu.


"Ada apa Sya?" tanya sang mama, ia langsung mengambil ponsel itu dari tangan anaknya, karena Rasya tak menjawab.


Mama melihat video yang menampilkan wajah Mawar, betapa terkejutnya dia, Mawar dalam keadaan yang begitu hancur, air mata mama luruh, dia begitu sakit, apalagi Rasya.


"Tuhan, Mawar anakku" badan mama merosot kelantai, dia tak tega melihat kondisi Mawar, hatinya begitu pilu, baru saja dia senang, telah berhasil mengangkat Mawar dari lumpur kehidupan yang menyakitkan, kini dia harus mengalami hal seperti ini, siapa yang tega melakukan itu? apa salah menantunya?


Papa langsung mendekat dan menolong sang istri. "Ada apa Ma?" melihat mama seperti itu, papa yakin, ada sesuatu yang tidak beres.


Mama memperlihatkan wajah Mawar, namun tak memperlihatkan seutuhnya video tersebut.


"Astaga apa ini?" papa berdiri, "Rasya apa kamu tahu, siapa pelakunya?" Rasya menggeleng, dia memang sama sekali tidak tahu, siapa dalang dibalik semua ini, dan tak ada satu orang pun yang ia curigai.


"Bantu Rasya Pa, apa Papa memiliki kenalan orang yang dapat diandalkan? Rasya harus segera menolong Mawar"


"Iya, kita jalan sekarang, kita bisa menghubunginya saat dijalan, dia pasti bisa melacaknya"


Putri membantu mama Rika, dan membawanya ke kamar, dia tak berani bertanya apapun, walau dalam hatinya bertanya-tanya, apa yang terjadi?


Rasya dan papa Reyhan bergegas pergi, papa menghubungi temannya yang bisa melacak keberadaan Mawar.


...****...


Digedung kosong dimana Mawar disekap, Marvin dan David datang bersama dengan beberapa orang dari kepolisian. Marvin memang mengikuti mamanya, setelah dia bertemu dengan mamanya malam itu, Marvin mencurigai jika mama merencanakan sesuatu.


Dia mendengar kabar jika toko milik Mawar terbakar, setelah malam dia bertemu mamanya. Namun Marvin tetap mengikuti sang mama secara diam-diam, dia hapal betul, jika mamanya masih memendam rasa dendam pada Mawar dan Marcel. Ternyata dugaannya benar, mamanya membawa Mawar ke gedung kosong ini.

__ADS_1


Marvin sadar jika gedung kosong ini tidak hanya sang mama dan orang suruhannya saja yang berada disana, melainkan banyak sekali preman dan teman-temannya bersembunyi disana. Marvin bingung, dia akan menghubungi siapa, yang ada didalam pikirannya justru David, orang yang pernah menjadi kepercayaan mamanya, yang tahu seluk-beluk rahasia mamanya.


David yang memang sedang berada di kantor kepolisian langsung meminta pertolongan, mendapat kabar dari Marvin jika Mawar dibawa Vivi, dengan bukti-bukti yang dikirimkan Marvin. Polisi yang melihat lokasi tersebut langsung menyusun rencana, mereka akan melakukan penggerebekan, diduga tempat tersebut dijadikan lokasi persembunyian dan markas para kawanan begal dan curanmor.


David sempat menghubungi Rasya, namun tidak menjawab panggilannya, karena memang Rasya sedang meeting bersama para sponsor, yang akan mensponsori tayangan miliknya.


Benar saja, bukan hanya dua orang, melainkan banyak sekali para preman disana, David dan Marvin langsung mencari keberadaan Mawar. biarlah urusan para preman tersebut menjadi urusan para pihak berwajib.


David mendobrak pintu yang terkunci dari dalam, disana ada dua orang laki-laki berbadan besar, tegap dan tubuhnya dipenuhi tato, mereka sedang menenggak minuman keras, sedang Mawar terlihat sudah tak sadarkan diri.


Melihat sang adik seperti itu, membuat David naik pitam. Marvin langsung menutup tubuh Mawar dengan jaket miliknya.


Dengan berbekal balok kayu, David dan Marvin melawan kedua orang tersebut. Tenaga mereka memang jauh lebih kuat namun David masih bisa menangani keduanya. Keadaan mereka yang tak siap, dan kondisi mereka yang mabuk, membuat David dengan mudah mengalahkan mereka.


Rasya dan papa Reyhan datang, setelah mendapat petunjuk arah dari teman papa Reyhan, suasana disana sudah sangat kacau, polisi pun sudah meringkus para kawanan preman itu. Diantara mereka ada yang terkena tembakan timah panas pada kakinya karena mencoba melawan


Rasya langsung mencari keberadaan Mawar, dia begitu panik, apa yang dirasakan Mawar saat ini, pasti istrinya itu sangat ketakutan, Rasya sudah menaiki tiga anak tangga, disana cuma ada satu ruangan, ruangan berpintu kayu itu terbuka,


Rasya langsung masuk kesana, dimana David dan Marvin masih memukuli kedua orang tersebut. Rasya lihat istrinya tergeletak disana, dia langsung berhambur memeluk Mawar.


"Mawar sayang, maaf aku terlambat" didekapnya Mawar, ia kecupi kepala istrinya itu, mencoba menenangkan, ia merasa lega, mendapati Mawar masih hidup, walau kondisi wanita itu sangat memprihatinkan.


David dan Marvin masih tersengal, nafas mereka memburu, tak menyangka jika mereka akan berada di situasi seperti ini. Mereka memukuli orang suruhan Vivi hingga babak belur, namun tak membuat mereka sampai meregang nyawa, akan berbuntut panjang jika itu terjadi


"Jika ada yang memvideokan kita, apa kita akan diterima jadi artis Hollywood" ujar Marvin, dia masih memegang balok kayu itu.


"Jika memang, aku mau jadi Optimus prime"


Keduanya tertawa, dengan langkah gagah bak pahlawan, mereka keluar, menyerahkan kedua orang tersebut pada yang berwajib.


"Terima kasih pak David atas kerja sama anda, kami bisa dengan mudah menangkap para curanmor ini" ujar salah satu polisi


"Sama-sama Pak, saya yang seharusnya berterima kasih, karena dengan bantuan Anda, saya bisa menyelamatkan adik saya"


"Ya segera buat laporan, agar kami bisa menindak lanjuti kasus ini, ini sudah termasuk tindakan pembunuhan berencana, dengan melakukan penculikan, serta tindakan pelecehan" tegas polisi tadi.


"Akan segera kami lakukan Pak, semoga adik saya cepat membaik"

__ADS_1


Mereka berjabat tangan, sebelum berpisah. David memberi tana hormat, dengan tangan kanan yang ia letakkan di atas matanya.


"Aku bangga padamu bang David" Marvin merangkul pundak David


"Aku juga bangga padamu, akal licikmu menyudahi jomblo akutmu"


Marvin mencerna ucapan David


"Sialan" umpatnya setelah menyadari David sedang mengejeknya.


Tujuan David saat ini adalah Seno, yang ia suruh mencari keberadaan Vivi


...*****...


Diperjalanan Rasya terus memeluk erat Mawar, dia terus memanggil nama istrinya, agar Mawar segera sadar.


Perlahan Mawar sadar, mendengar suara laki-laki yang sangat ia rindukan


"S-S-Sya" panggilnya terbata


"Sayang, kamu bangun?" Rasya mengeluarkan bulir beningnya, bahagia serta haru, Mawar yang bisa mendengar suaranya


"Ini kamu Sya?" tanya Mawar, tangannya membelai pipi Rasya yang basah.


"Iya sayang, maaf aku tidak bisa menjaga mu" ia langsung mencium bibir Mawar


"Sya perih" Mawar yang merasakan hisapan kuat Rasya, bibirnya yang sedikit terluka akibat tamparan laki-laki tadi


Rasya terkekeh "Maaf sayang, aku terlalu bahagia"


Terdengar suara papa Reyhan berdehem, mengisyaratkan bahwa ada dirinya juga disana.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2