
"I love you"
Bisik Marvin tepat dibelakang telinga Putri, membuat Putri terkesiap, ia yang sedang berguyur dibawah derasnya air shower dibuat terlonjak, Marvin tiba-tiba berdiri tepat dibelakangnya, melihat ia yang tidak memakai apa-apa, membuat sekujur tubuh Putri meremang, Putri membalikkan tubuhnya
"Ka-kamu mau apa Vin?" suara Putri bergetar
"Mau memulai semua dari awal, memperbaiki semuanya, apa kamu mau, kita berjuang bersama?"
Putri diam sejenak, lalu mengangguk samar, karena dia belum yakin Marvin bersungguh-sungguh atas ucapannya.
Marvin masih menggunakan kemeja yang dipakainya siang tadi, ia terpaku melihat wajah cantik Putri yang basah, bibir Putri begitu terlihat menggoda, setelah mendengar nasihat dokter bahwa ia harus sering mengunjungi baby yang ada didalam kandungan Putri, agar mempermudah proses persalinan nanti. Marvin memberanikan dirinya untuk memulai hubungan mereka lebih baik lagi, ia menyadari, semua kesalahannya, Putri hanyalah korban atas kesalahan yang ia perbuat.
Marvin mendekatkan wajahnya pada wajah Putri, menyatukan bibir miliknya dengan bibir Putri, merengkuh tubuh polos yang sudah basah, yang sedari tadi memanggilnya, meminta untuk segera disentuh. Bagaimana pun Marvin adalah laki-laki normal, selama ini dia bisa menahan, karena memang tak ada cinta, tapi jika sudah melihat tubuh polos dari lawan jenisnya, dia tak bisa menahan lagi, bagaimana pun, Putri sah istrinya.
Kemeja Marvin ikut basah, seiring tubuhnya yang menempel pada tubuh Putri.
Sedang Putri masih terkejut dengan perlakuan Marvin, ia membelalakkan matanya, badannya yang polos, bersentuhan dengan Marvin, mereka memang suami istri sah, tapi selama tujuh bulan pernikahan, mereka benar-benar menjaga jarak, dan tak pernah melakukan kontak apapun. Tapi kali ini, Marvin memeluknya, menciumnya, mengatakan perasaannya, sungguh Putri tak dapat mendeskripsikan apa yang saat ini terjadi, namun ia juga akan mengikuti Marvin, mencoba mengawali semua dari awal, membuat hubungan yang lebih baik lagi.
Apalagi saat berbelanja pakaian bayi tadi, ia bertemu dengan Mawar dan Rasya, pasangan yang sangat terlihat harmonis dan serasi tersebut, dosa jika dia masih terus mengharapkan dan memikirkan suami orang lain, terlebih sekarang, mereka adalah keluarga.
Terlebih kebaikan Mawar terhadapnya, wanita lembut yang baru ia ketahui perjalanan hidupnya yang penuh kepedihan, ternyata dia adalah wanita yang kuat dan berhati malaikat, wajar saja, Mawar saat ini memetik hasil dari kesabarannya, sudah sepantasnya Mawar mendapatkan kebahagiaannya.
Hal konyol pun dibuat Rasya, saat mereka bertemu tadi, mereka belum mengetahui jenis kelamin anak mereka, Rasya mengusulkan, jika dia membeli perabotan untuk anak laki-laki, dan Marvin ia minta untuk membeli perabot anak perempuan, jika nanti anak mereka lahir tidak sesuai dengan perabotan yang mereka beli, mereka tinggal bertukar saja, dan bodohnya, Marvin menyetujui itu. Tanpa berpikir, bagaimana jika anak mereka lahir dengan jenis kelamin yang sama, padahal mereka tinggal membeli sesuai dengan kebutuhan bayi, mengapa harus dibuat susah.
Namun hal tersebut malah membuat Putri benar-benar terpesona dengan Rasya dan semakin membuatnya mengagumi laki-laki tersebut atas sifat kekonyolannya.
Putri mmencoba membalas ciuman Marvin, mereka kini berdiri dibawah guyuran shower, dengan Marvin yang membuat jarak pada perutnya yang menonjol agar tetap aman dan tak mengganggu atau menyakiti bayi mereka. Ciuman itu semakin dalam dan menuntut, Marvin menggigit kecil-kecil bibir Putri, agar dapat mengeksplor semua rongga mulut wanita itu. Marvin melepaskan ciumannya, melihat wajah Putri yang memejam.
Marvin tersenyum, Putri menyambutnya, berarti Putri sama dengannya, ingin memulai dan memperbaiki hubungan mereka.
"Kita lanjutkan dikamar" bisiknya lagi "tunggu sebentar"
Sebelum membawa istrinya ke lembah nirmawa, Marvin terlebih dahulu melepaskan seluruh pakaiannya, dan membersihkan dirinya, meminta Putri menunggu sebentar, lalu ia membawa Putri ketempat tidur mereka, dan melanjutkan aktivitas pertama, setelah pernikahan terpaksa itu.
Dengan penuh kelembutan dan kehati-hatian, Marvin memasuki diri Putri, mendayung sampan sampai titik tujuan mereka. Dulu dia melakukannya tanpa sadar, sekarang, dia melakukan ini dengan penuh kasih sayang, menyempurnakan pernikahan mereka, berharap semua baik-baik saja sampai maut memisahkan.
Putri juga merasakan hal yang sama, ia menikmati ini, mencapai puncak nirwana yang Marvin berikan untuknya.
"Terima kasih untuk kesabaran mu menungguku, mari kita memulai semua dari awal, i love you Putri, my wife"
Putri mengulas senyum, ia akan mencoba secara perlahan, menghapus Rasya dari pikirannya.
Marvin menarik selimut, untuk menutupi tubuh polos mereka, hingga akhirnya mereka terlelap, hingga hari berganti.
__ADS_1
...****...
Siang hari dikediaman Mawar, ia dibuat sibuk oleh suaminya, entah Rasya akan mengajaknya kemana, suaminya itu memanggil orang dari salon kecantikan, untuk meriasnya, Rasya juga memberikannya gaun khusus ibu hamil, sebuah kaftan berwarna biru Aqua, berbahan silk sutra.
Dengan sedikit polesan, Mawar terlihat begitu cantik, rambut coklat bergelombang dibiarkan tergerai, aura hamilnya membuatnya terlihat bersinar.
"Sya"
Panggilan Mawar membuat Rasya tersadar atas lamunannya, Mawar selalu membuatnya terpesona.
"Jika ini bukan acara penting, mungkin aku akan membawamu ke kamar sayang"
Rasya maju, mendekatkan wajahnya, ia langsung menyambar bibir istrinya yang semakin terlihat semakin seksi, ditambah kehamilan Mawar, membuatnya terlihat semakin cantik.
"Kamu hapus lipstik aku"
"Karena bibir kamu mengandung usus"
Mawar mengernyitkan keningnya
"Kok usus?"
"Manis"
"Sejak kapan usus berubah jadi manis?"
Mawar tersenyum malu "Apa Chio mengajarimu?"
"Karena aku harus tahu semua tentang istriku" lagi ia menempelkan bibirnya, menghisap dan menggigit kecil-kecil.
Plakkk
"Kamu berniat hapus lipstik aku kan?" pukul Mawar bahu suaminya "Percuma kamu panggil MUA kesini, kalo bakal dihapus, aku juga bisa dandan sendiri"
Mawar mengerucutkan bibirnya sebal
"Karena aku sudah melihatnya, kecantikan istriku, hanya aku yang boleh melihatnya" ucap Rasya tepat didepan wajah Mawar, mengusap bibir Mawar dengan ibu jarinya.
"Kamu membuat lipstik aku makin habis"
Geram Mawar, kehamilannya membuatnya sangat suka berias diri, ingin selalu tampil cantik dan menawan, apalagi jika harus bertemu dengan orang lain, namun semua hanya hayalanya saja, nyatanya, Rasya selalu melarangnya memakai makeup jika harus keluar rumah, membuat Mawar merasa tidak nyaman, dan dia mengekplorasi hal itu hanya didalam kamar. Siapa coba yang akan melihatnya?
Kini mereka sampai pada sebuah hotel bintang lima yang ada di ibu kota ini, Rasya terus merangkul pinggang istrinya, ia terlihat begitu posesif, terlebih Mawar sedang hamil. Rasya terus memperkenalkan Mawar pada rekan bisnisnya, bahwa Mawar adalah istrinya. Ini merupakan pertama kalinya Rasya membawa Mawar tampil didepan umum, dan memperkenalkannya.
__ADS_1
Ini yang membuat Rasya tak suka mengenalkan Mawar, ada beberapa laki-laki yang memandang Mawar sebagai santapan, padahal mereka membawa pasangan masing-masing, dan Mawar juga dalam keadaan hamil.
"Sayang kamu tidak boleh jauh-jauh dari Aku oke?" peringatkan Rasya pada istrinya seperti anak kecil.
"Memang aku harus kemana? aku nggak kenal siapa-siapa"
"Pinter" Rasya mengusak pucuk kepala Mawar
Mereka duduk ditempat yang sudah disiapkan, Mawar dan Rasya duduk dibangku paling depan, sebuah panggung peragaan busana dengan konsep memanjang. Mawar sedikit terkejut, dia tidak pernah menghadiri sebuah acara apapun, dan dia tidak mengenal siapapun disini, namun ada satu hal yang membuat Mawar bertanya-tanya, ia melihat pada layar B**ackground panggung, "Jakarta fashion Runaway, collaboration with rose's mom"
Membaca itu membuat jantung Mawar berdegup kencang,
"Sya ..." Mawar mengeratkan pegangannya, hendak bertanya, namun Rasya sudah tahu, apa yang akan ditanyakanya
"Jangan banyak bertanya dulu, kamu harus menikmati acara ini sampai akhir" Rasya mengusap lembut tangan Mawar.
Tak lama acara pun dimulai, diawali dengan pembukaan acara, yang dibawakan oleh seorang pembawa acara laki-laki, kata sambutan dari seorang pejabat negara, dan berbagai rangkaian acara, pengenalan produk dan pengenalan tiga orang desainer ternama yang bergabung dalam acara tersebut. Dan yang terakhir, yang membuat Mawar tak kalah mengejutkannya, Chio, dia masuk memperkenalkan dirinya, banyak hal yang diungkapkan Chio, dari awal dia membangun rose's mom, hingga bisa sampai sekarang ini.
"Dan yang terakhir saya ucapkan, banyak terima kasih yang tak terhingga, kepada sahabat saya, dia seorang wanita kuat, wanita cantik yang memiliki hati selembut sutra, yang banyak memberikan saya pelajaran dalam hidup, dialah seorang sahabat yang bisa membuat saya bisa berdiri disini, tanpa dia, saya tidak akan bisa sampai sekarang ini, memperkenalkan produk kami, saya hanya bisa mendoakan agar kebahagiaan selalu menyertainya" Choi mengusap ujung matanya
"Jika bisa, ingin sekali saya menarik dia keatas panggung ini, memperkenalkan dia kepada dunia, jika saya bangga bisa mengenal dan memiliki seorang sahabat hebat seperti dia" ungkap Chio diakhir kata sambutannya.
Chio tak pernah lepas memandang Mawar, seolah menyalurkan ungkapan banyak terima kasih lewat pandangan matanya. Ia berkaca-kaca, mengingat perjuangan hidup sahabatnya.
Mawar juga merasakan hal yang sama, dia begitu bahagia, melihat Chio diatas sana, semua ini berkat perjuangan Chio, semua atas kerja kerasnya.
"Ini semua hadiah untuk kamu sayang" Rasya melihat kearah Mawar yang sudah ingin menitikkan air matanya.
Bibir Mawar bergetar, Rasya begitu banyak memberikan dia kejutan.
"Thank you hubby"
Ungkap Mawar tulus
"Apa itu panggilan sayang untuk aku?" Senyum Rasya merekah, ia begitu bahagianya mendengar panggilan baru dari Mawar
Mawar tak menjawab, ia malah menitikkan air matanya yang sudah tak dapat ia tahan lagi.
.
.
.
__ADS_1
.
Maaf banget baru nongol, ternyata aku gak bisa ngetik dalam keramaian, ditambah signal susah, maafkan aku.