Mawar Tak Berduri

Mawar Tak Berduri
Chapter 53


__ADS_3

Dua hari berlalu, papa Marcel sudah pulang kerumah dan sudah sehat kembali, dia begitu bersemangat, setelah melihat kemesraan rumah tangga Mawar dan Rasya, hati Marcel menghangat, dulu dia meragukan Rasya dalam menikahi Mawar, tapi kini laki-laki itu mampu membuktikan, bahwa dia sungguh-sungguh kepada Mawar, Marcel juga bisa melihat ketulusan Rasya mencintai anaknya.


Beberapa menit yang lalu, Marvin juga baru saja mengikrarkan janji suci pernikahan bersama Putri, wanita yang dulu dia lihat bersama Rasya, kini malah manjadi istri Marvin. Marcel juga mengetahui bagaimana Marvin bisa menikahi Putri, semua karena kesalahannya. Marcel awalnya kecewa, tapi sekarang sudah mau mengerti, dan menerima Marvin.


"Selamat Marvin atas pernikahan kalian, papa turut senang, jagalah istrimu, walau pernikahan kalian karena kecelakaan, Papa harap kalian bisa mempertahankan pernikahan ini sampai maut yang memisahkan"


Marvin mengharu, dia memeluk laki-laki yang bukan ayah kandungnya ini, Marvin tak dapat menyembunyikan kesedihan, sekaligus kebahagiaan yang dia rasakan saat ini, Marcel menerimanya dan Putri.


"Terima kasih Pa" suaranya terdengar serak.


Marcel melepaskan pelukan mereka "Jadilah suami yang baik, belajarlah dari kesalahan Papa, walau tidak ada hal baik yang bisa kamu contoh dari rumah tangga Papa dan mamamu, semoga kamu bisa mengambil hikmah atas kesalahannya kami"


"Iya Pa" Marvin hanya mengangguk, dia tak dapat lagi berucap apa-apa.


"Jika suatu saat kamu mau kembali pada ayah biologis mu, Papa tidak apa-apa"


"Izinkan Marvin membahagiakan Papa, Marvin tidak peduli siapa ayah kandung Marvin, Marvin hanya tahu, bahwa Papalah yang mengajari Marvin berjalan, menolong Marvin jika Marvin jatuh, mengingatkan Marvin disaat Marvin salah, yang selalu ada setiap Marvin membutuhkan sosok seorang Papa, Papa mengajarkan Marvin banyak hal, Marvin tidak mau kehilangan Papa dan Kak Mawar" Marvin lagi-lagi menangis, laki-laki yang selalu terlihat riang itu, hari ini terlihat rapuh, rapuh dalam kebahagiaan.


Putri yang melihat itu, ia begitu bahagianya, walau Marvin sempat tidak mau bertanggung jawab, tapi laki-laki itu menunjukkan sifat dewasanya hari ini, kesalahan mengajarkannya pada banyak hal. Dia bersyukur dapat masuk dalam keluarga besar Mawar, keluarga yang penuh kehangatan, walau dia tak tahu, mereka telah banyak menelan pahitnya pil kehidupan.


"David cepat carilah jodoh mu, disini tinggal kamu yang masih setia pada kejombloanmu" celetukan Rasya membuat yang lain melihat kearah David, mereka juga ikut mengkompori David.


"Kamu lupa, kamu tidak tahu temanmu juga setia dengan jomblo, akibat mengurusi semua pekerjaan mu, dia lupa mencari jodoh" David mencibir, ia mengingatkan bahwa ada Abdi yang sama seperti dirinya, belum memiliki pasangan


"Kenapa aku dibawa-bawa" jawab Abdi tidak terima,

__ADS_1


"Dan perlu kalian tahu, aku sudah memiliki calon yang akan mendampingi ku" lanjut David, agar tak menjadi bulan-bulanan orang-orang disini.


"Oh ya, cepat bawa sini nak, perkenalkan pada kami, nanti kita bisa mengadakan resepsi masal sekaligus, Rasya, Marvin dan David, jika perlu Abdi juga" sahut papa Reyhan


"Dan tinggallah bersama kami, agar rumah ini semakin ramai" papa Marcel menimpali


"Tidak bisa Marcel, kamu sudah ada Marvin, Rasya tidak mau tinggal bersama kami, David yang harus tinggal dirumah kami" sanggah mama Rika, dia tidak setuju dengan ide Marcel


"Terus aku tinggal sama siapa kalau seperti ini, apa nggak ada yang mau menampung ku" Abdi iri, tidak ada yang mau memperebutkannya, ini yang membuatnya malas bergabung bersama keluarga Rasya, kehangatan keluarga ini, membuatnya iri.


"Kenapa jadi berdebat , yang pasti biarkan Kak David dan Abdi membawa calon mereka dulu, nanti baru bisa diadakan resepsi masal, aku yakin mereka memiliki wanita yang sangat spesial, makanya menunggu waktu yang tepat" Mawar menengahi pertengkaran para orang tua itu.


"Seperti kamu kan sayang, wanita terspesial buat aku" Rasya merengkuh pinggang istrinya, ******* bibir yang sedari tadi menggodanya, sebab Mawar memolesnya dengan lipstik sedikit cerah. Mawar membulatkan matanya, terkejut Rasya yang menyerangnya didepan banyak orang,


"Dasar pengantin karat, nggak mau kalah sama pengantin baru" cibir Abdi yang melihat adegan mesra temannya


"Pantas tidak mau tinggal dirumah Mama, kamu tidak mau diganggukan? ditempat ramai saja sehot ini, apalagi dikamar" sindir mama Rika pada anaknya.


"Itu Mama tahu, dan satu hal lagi, tidak ada resepsi masal, masa anak tunggal Mahardika corp, dan anak tunggal Pradipta kontraksion nikah masal, seperti tidak mampu saja"


"Iya bos iya" sahut Abdi yang jengah dengan sikap sombong atasannya ini "Aku juga nggak mau nikah massal, aku akan membuat istriku wanita paling bahagia, menjadikannya ratu sejagad dihari pernikahan kami, bukan nikah dadakan dan hanya ijab qobul" sindirnya telak sahabatnya.


"Bangsat, itu karena aku nggak mau berbuat dosa kelamaan"


"Alasan saja bos, Mawar jangan mau diajak setrum-setruman, kalo nggak mau adain resepsi di hotel berbintang, atau memperkenalkan pada media, nanti timbul gosip Rasya Mahardika masih jomblo, dan banyak didekati para model dan seleb, tahu sendiri kan, artis jaman sekarang, rela dijadikan simpanan, yang penting bisa menikah dengan anak pengusaha" cerocos Abdi memanasi

__ADS_1


"Banyak omong, awas saja, aku batalkan perlunasan apartemen" ancam Rasya "Sayang jangan didenger ya, dia hanya iri, eh bukanya kamu lapar kan? Ayo kita makan sekarang, jangan meladeni omongan tidak penting ini" alihkan Rasya pada istrinya, takut Mawar terprovokasi.


"Ancam terus saja bos" sahut Abdi yang lain hanya tertawa dan geleng kepala mendengar perdebatan dua sahabat itu.


Rasya membawa Mawar menjauh dari kumpulan keluarganya"Sya tapi aku mau makan diluar"


"Oke, makan apa sayang?" tanyanya seraya menuntun pundak Mawar


"Asinan Bogor, tapi benar-benar dibogor bukan disini"


"Sekarang"


"iya" Rasya melihat waktu pada pergelangan tangannya.


"Baiklah, masih siang, tapi janji, kita makan nasi dulu, nanti perut kamu sakit" Mawar mengangguk antusias, mereka berpamitan pada keluarganya.


Tanpa mereka sadari, dari jauh, seorang laki-laki, melihat nanar pada pemandangan yang memilukan hatinya, dia menyesali perbuatannya, terlalu bodoh selalu mengikuti hubungannya yang abu-abu, entah sampai kapan dia hanya bisa memandang kebahagiaan anaknya dari jauh. Hatinya terlalu takut mengakui bahwa dia ayah kandungnya, dia terlalu pengecut untuk ikut bergabung di sana, padahal dia sudah menyakinkan diri, untuk menemui Marvin, mengatakan yang sejujurnya, namun melihat anaknya bahagia, ia tak tega mengacaukan kebahagiaan Marvin saat ini


Tekadnya saat ini, meminta Mawar agar tak menuntut Vivi, agar dia bisa membawa wanita itu ketempat yang jauh, meraih kebahagiaan untuk mereka, ia yakin, Vivi pasti berubah, tanpa menggangu kebahagiaan anaknya.


.


.


.

__ADS_1


.


Like dan komen yang banyak dong 🤭🤭 bila perlu banyakin gift dan votenya 😂😂 Mksh buat yang masih setia dukung Mawar, tanpa kalian Mawar tak ada apa-apanya. Love you all❤️❤️


__ADS_2