
Bu Ida sangat sumringah dan bahagia melihat baju wol hasil rajutannya di pakai baby Said dan Savana.Kedua bayi kembar yang gembul itu semakin lucu saat tertawa memperlihatkan dua buah gigi susunya.
"Selamat ulang tahun pertama cucu nenek yang ganteng dan cantik..Semoga sehat selalu dan makin lucu.." Ujarnya bahagia.
Diana juga tak kalah bahagia. Bayi kembar yang susah payah dia lahirkan tumbuh sehat. Mereka tidak terlalu merepotkan dan jarang sakit.
Walaupun begitu, tidak bisa menghilangkan rasa sedih di hatinya.
Mengingat kisah masa lalu saat dia hamil si kembar.
Sudah hampir dua tahun dia hidup sendiri semenjak perceraiannya dengan Adnan.Dan semenjak itu juga dia masih merahasiakan keberadaan anak-anaknya.
Kado dari Agnes dan Erick belum di buka.Namun Diana sudah bisa menebaknya. Hadiah itu bukanlah barang biasa yang berharga murah.Karena dia mengenal sekali selera kedua orang itu kalau memberi hadiah untuknya. Bikin dia geleng-geleng kepala.Mengingat besaran uang yang mereka keluarkan.
Bunyi getaran hp dari meja kaca di sebelahnya mengalihkan perhatiannya.Melihat sekilas nomor David tertera di sana.Diana mengerutkan kening.
Kemudian menempelkan benda pipih itu di kupingnya.
"Halo Diana..?" Terdengar suara dari seberang.
"Ya hallo pak David..?"
"Oh please.Panggil aku David saja oke ?"
"Oke"
Suara di seberang diam sejenak, sebelum melanjutkan kata-katanya.
"Apakah sudah ada jawaban atas tawaranku tempo hari..?"
"Saya masih mempertimbangkan untuk itu David.."
"Aduh..Mengapa lama sekali ?"
"Baru tiga hari yang lalu.."Protes Diana.
"Itu lama bagiku."
"......."
"Oh come on Diana..Berikan syaratmu.Aku pasti akan memenuhi..!"
Terdengar suara David yang mulai tidak sabar.
"Mengapa terburu-buru sih.?Aku punya dua orang bayi kembar.Itu harus kupikirkan.."
"Kalau itu masalahnya kita akan cari jalan untuk mengatasi.Aku tidak mau kamu duluan di ambil orang-orang.."
Demi mendengar kata terakhir, Diana menjadi gerah.
"Maksudnya apa nih.."
"Maksudku..Aku tidak mau orang-orang duluan merekrut di perusahaan mereka "
"Oo…he..he.."
"Anda kira apa ?Aduh Diana..Aku ini orang profesional dan pebisnis sejati.Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan .Orang pintar yang mempunyai nilai value sepertimu harus cepat ku jadikan orangku.."
"Aku..Masih butuh waktu.."
"Huff.." Terdengar keluhan di seberang telepon.
"Begini saja.Bisakah meluangkan waktu sore ini ?"
"Mmh ?Untuk apa ?"
"Aku ingin memperlihatkan ruangan kerja khusus untukmu.
__ADS_1
"Khusus..??"
"Ya..Khusus untuk ahli IT sepertimu.."
"Aku tidak sehebat itu.."
"Anda sudah membuktikan itu.Dan saya menilai.."
"Oke lah.."
"Nah gitu lebih bagus.Tunggu ku kirim mobil menjemputmu.."
"Aku punya motor"
"Lebih baik pakai mobil yang akan menjemput dan mengantar mu.."
Diana merasa percuma berdebat dengan David.Jam dua siang sebuah mobil mewah berwarna silver sudah parkir di depan rumahnya.Diana tidak mau membuang waktu.Setelah pamit sama bu Ida dan menitipkan bayi-bayinya, dia berangkat.
Sementara itu , Diana tidak menyadari seseorang sedang memperhatikan dari sebuah rumah
Mata wanita yang tak lain Sofia itu menatap ke arah rumah yang ditempati Diana. Dia merasa tertarik dengan penghuni paviliun rumah bu Ida itu.
Sofia agak kaget saat melihat Diana keluar sembari menempelkan ⁸handphone di kuping kirinya.Sofia melirik iri.
Hp mahal keluaran terbaru dan bukan kaleng-kaleng.Ternyata itulah biangnya.
Sopiah jadi menderita asma tiba-tiba.Tubuh montoknya bergetar.Tiba-tiba dia merasa ketidak adilan untuknya.
Seandainya Diana adalah wanita yang suka pamer kelebihan.Tentu Sopiah akan semakin asma atau malah kram di perutnya yang berlemak.
Menyadari kehadiran Sofia yang bersembunyi, Diana jadi geli sendiri.
Dia pura-pura tidak tahu saat mata Sopiah mengikuti langkah Nayla menuju mobil yang menjemputnya.
Sofia semakin penasaran dengan kehadiran mobil mewah yang menjemput Diana.Dadanya semakin sesak saat membandingkan Diana dengan dirinya.
Sofia memperhatikan tubuhnya dan ukuran dadanya yang 38B.Dia tersenyum mencibir.Teringat milik Diana yang biasa saja. Seketika dia merasa lebih sexy dari janda beranak dua itu..
Demi apa..Sofia sangat kaget dan melihat orang tersebut.
Saripin si pedagang keliling cengar-cengir melihat Sopiah.Bibir hitamnya yang tebal berusaha membentuk senyum semanis mungkin.
Sopiah mendelik galak.
"Eh..siapa yang nunggu situ ? Gak lah ya.."
"Loh…berdiri lama di tempat mangkalnya abang, apa juga namanya kalau gak nungguin.."
Sofia menyumpah-nyumpah dalam hati.Karena baru sadar berdiri lama di bawah pohon kenari di depan pekarangan rumah Diana.
"Aaahh…sudah sana..gak level amat…"
"Emang level sampeyan berapa mbak.?Level delapan maksudnya gitu…?Iya kali kalau patokannya cabe rawit. Pedaaas…"
Saripin malah jadi iseng pengen mengejek terus.Sementara matanya tak mau lepas dari buah kelapa yang menggantung di dada wanita itu.Apalagi memakai baju yang sangat ketat.Jendolan dagingnya tumpah sana sini. Sofia mulai kesal melihat pandangan mesum Saripin.
"Apa lihat-lihat…? "
"Dadamu mbak.."
"Cabul…"
"Justru itu tanda saya normal mbak.Masak iya saya biasa aja lihat baju ketat membungkus itu.Kayak lepet" Saripin terus saja menjawab enteng.Sopiah makin panas.
"Awas nanti ku bilang yayangku..dasar orang miskin.."
"Awas ku aduin mak ku…dasar semok"
__ADS_1
Keributan pagi itu makin jadi sehingga memancing keingintahuan tetangga lain.Tapi saat mengetahui siapa yang ribut, mereka jadi tidak peduli.Malah ada yang sengaja nonton dan sesekali ngomporin.
Walhasil keduanya semakin panas dan semaklin heboh.Hingga keributan itu kemudian berakhir dengan closing acara Sopiah menunggingkan pantatnya yang semok kepada Saripin.Diikuti tepukan yang gegap gempita.
Orang-orang kemudian bubar.Dan Saripin lanjutkan perjalanan sambil teriak melengking…..
"Jual….jual ! Sandal..kaos…kolor..bh…payung..peniti…sikat rambut..sikat kutu..obat kutu…racun tikus..racun semut..kapur barus…"
Sementara itu, di sebuah rumah .Terdengar tutup periuk dan panci dibanting-banting Sehingga suaranya "klontang..klontang". Sofia ngamuk
Harga dirinya seperti dipermainkan. Dia akan mengadu kepada yayang bebnya yang punya Avanza putih. Biar si Saripin lebih tahu diri karena sudah mengganggu wanita terhormat ini. Sopiah yang semlohay menegakan bendera perangnya.
Sofia terus mengomel, tidak peduli tetangga mendengarnya.Menurutnya si Saripin harus bisa tahu diri.Mampu membedakan level orang yang mana yang pantas di lawannya.
Tiba-tiba terdengar bunyi klakson di depan rumahnya.Sopiah tertegun .Tiba-tiba wajahnya menjadi sumringah .Mulai memperbaiki rambutnya dan juga buru-buru memeriksa make upnya.Terakhir kali sebelum berlari ke luar dia mencium keteknya dulu.Memastikan bau rexona masih setia setiap saat.
"Ayang…..!" Teriaknya manja kepada pengemudi mobil avanza yang sudah terparkir di depan pintu masuk.Suaranya disetel agak imut dan sengau.Persis penyanyi dangdut India.
Pengemudi mobil pun tak kalah katroknya.Dengan kacamata riben di kepala dan kumis yang jarang-jarang (separuh hidup separuh rontok ).Pria itu seperti burung yang mengembangkan sayapnya menyambut kedatangan sang bidadari.Moment yang mendebarkan dan membuat libidonya bangun adalah saat dua buah kelapa squishy menempel rapat di dadanya.Walaupun mangap-mangap hampir kehilangan nafas.Tapi hatinya bahagia seperti naik roller coaster di pasar malam.
"Ayang…"
"Ada apa dek…"
"Tadi dedek diganggu orang.."
" Oh..astaghfirullah….Sungguhkah ?"
"Iiih….abang..masa adek bohong.."
"Memangnya dedek diapain sayang..? Ditoel Kah ?"
"Nggak.."
"Di cium…?"
"Nggak juga.."
"Dipeluk ?"
" Nggak dong…"
". ……" Diam sejenak.Lalu diapakan ?
"Itu bang….masa dia terpesona lihat ini.."Kata Sopiah menunjuk dadanya.Pria itu terkejut, terpana dan kemudian tersenyum genit.
"Masya Allah dek…Kalau itu sih abang juga gak tahan….."
"Iiih…abang..jangan genit dong..!"
Dua merpati yang sedang jatuh cinta masih saling mengumbar rayuan.
Tiba-tiba mereka terdiam.Sebuah CRV hitam berhenti tak jauh dari mereka berdiri.Seorang wanita cantik turun hendak membuka gerbang. Merasa di perhatikan dia menoleh ke arah mereka.Kemudian memasuki pekarangan.Sementara mobil yang mengantarkan berputar dan meninggalkan lingkungan itu.
"Dia siapa dek..?Tanya Tasman .
"Tetangga depan.."
"Masih gadis kah ?"
"Janda anak dua…"
" Oh..Kira-in…." Sambung Tasman.
Kedua orang itu terus memperhatikan wanita yang tidak lain Diana sampai memasuki rumah Mata Tasman tidak lepas dari sosok wanita yang menurutnya "paket komplit " itu.
Tasman sampai berkhayal jika seandainya dia dan wanita itu adalah pasangan yang beriringan masuk ke rumah mereka Aahay….!!!!
__ADS_1
Tasman sampai memelintir kumisnya.