
.Dan secara tidak langsung ,Risa adalah satu-satunya pewaris semua
kekayaan Danuarta .
Dalam hidupnya yang lahir dengan sendok perak di mulut Tidak sulit mendapatkan hampir semua keinginannya. Dia terbiasa dimanja dan diikuti semua maunya.Didukung kecantikan dan kemolekannya yang sering dipuja. Risa tumbuh sebagai pribadi yang egois .
Hingga dia mulai remaja dan dewasa wanita itu semakin memperlihatkan jati diri dia.Seperti halnya orang-orang kaya yang menyukai prestise dalam hidupnya. Risa pun tidak segan-segan menggelontorkan uang demi penampilannya sebagai nona besar keluarga kaya.Dia merasa wajib menonjolkan diri dan kekayaannya.
Begitu juga halnya saat pertama kali bertemu Adnan dia sudah memastikan dirinya untuk memiliki pria tampan pujaan wanita itu.
Pada awalnya cukup sulit menghadapi sikap Adnan yang dingin dan menjaga jarak .Sehingga membuatnya agak repot untuk mendapatkan perhatian dari pria itu.
Risa mulai memutar otaknya.Namun dia tidak mampu lagi membendung hasratnya .Adnan adalah tipe pria idamannya.
Hingga suatu kenyataan membuatnya kecewa .Pria pujaannya sudah beristri meskipun tidak pernah muncul bersama di tempat umum.
Risa sangat kesal. Dia merasa hanya dialah yang pantas mendampingi pria itu. Terbiasa manja dan angkuh dia selalu merendahkan orang yang dianggap lawannya.Khususnya mereka yang mempunyai standar di bawah rata-rata.
Sifat egoisnya semakin terlihat ketika mengetahui bahwa istri Adnan yang bernama Diana tidak begitu disukai keluarga besar Adnan.Bahkan Marlena selalu sinis tentang menantunya itu.
Risa seperti mendapat celah, tidak mau membuang kesempatan.Obsesinya untuk memiliki Adnan semakin menggebu.
Disamping itu dia juga ingin menutupi kehamilannya dari hasil one night stand dengan pria yang berkencan dengannya.. Risa yang biasa menjalani hidup bebas Parahnya lagi bahkan tidak bisa memastikan siapa ayah bayinya.
Saat perusahaan Djaelani mengalami kesulitan keuangan, Risa tiba-tiba berubah menjadi nona peri yang baik hati. Dia dengan senyum segera mengulurkan bantuan dana. Tentu saja dia diterima Marlena yang sedang pusing memikirkan akan uang.Dia dianggap dewi penolong saat itu.Bahkan ketika Risa menyatakan keinginannya menjadi istri Adnan, keluarga itu menyambutnya dengan tangan terbuka. Tanpa rasa bersalah karena telah melukai hati seseorang.
Misi semakin lancar, ketika kemudian Adnan bisa didesak dan dipojokan untuk menceraikan Diana si wanita kampung dan tak punya apa-apa itu. Lebih baik menggantikan dengan permata yang lebih indah menurut mereka.
Risa pura-pura sedih untuk menutupi keburukannya.Marlena menanggapi dengan tegas.
"Dia bukan apa-apa Risa.Kamu tenang saja. Kami akan menyelesaikan segera.."
"Aku tidak bisa menunggu lama untuk itu.."Terangnya tak sabar. Bukan tanpa alasan karena mengingat kehamilannya yang akan semakin menonjol.
"Tentu..Bukan hanya kamu, kami pun sama-sama tidak sabar untuk menendangnya dari sisi Adnan.."Kata Marlena .
" Ya..Dia tidak pantas mendampingi Adnan .Bahkan belum apa-apa dari separoh ku.." Katanya sombong.
"Ya jelas lah. Permata sepertimu tidak mungkin disejajarkan. Dengan batu kali."
Risa semakin pongah saat mendengar ucapan Marlena.Dia semakin yakin akan Dirinya.Karena tidak ada yang tidak mungkin untuk didapatkan.Walaupun sudah ditangan orang lain bahkan menjadi milik orang lain Risa merasa berhak merebut jika dia ingin memiliki.
Adnan walaupun dingin tapi dikaruniai wajah yang tampan dan otak yang cerdas.Risa bahkan membayang keturunan yang indah darinya. Walaupun sangat sulit menaklukan hatinya, namun Risa yakin suatu saat pria itu akan memuja padanya.Bukankah Risa mempunyai semua yang diinginkan seorang pria dari seorang wanita ?
Seharusnya Adnan berterimakasih mendapatkannya bukan ?
Walaupun harus mengorbankan rumah tangga yang sudah hampir dua tahun .
Toh wanita kampung tidak mampu memberikan apa-apa untuknya.
Risa semakin serakah dengan pikirannya kotornya.
Jalannya semakin mulus saat perceraian Adnan dan Diana tidak terelakan lagi.Risa bahkan dengan tidak punya malu ikut menghadiri sidang terakhir kedua orang itu.Lengkap dengan aksesoris branded dan mobil mewah.Tidak lupa dengan baju ketat dan hampir terbuka.Memperlihatkan lekuk tubuhnya yang molek.Tujuan Risa waktu itu adalah untuk menarik perhatian orang-orang.Khususnya untuk Diana, agar dia tahu diri dan tidak menyalahkan siapa-siapa atas perceraian itu.Kalaupun ada yang akan disalahkan, silakan dia menyalahkan nasibnya yang sial.Risa menikmati perasaan itu.
Tidak menunggu lama untuk itu.Dua minggu kemudian Risa melangsungkan pernikahan dengan Adnan.Pesta mewah di hotel berbintang milik keluarganya.Adnan yang tampan dan Risa yang cantik menjadi bintang utama yang diberitakan di beberapa chanel tv dan dunia maya. Tidak tanggung-tanggung juga mengundang artis terkenal yang sedang fenomenal.
"Wow..Risa, kamu seperti bidadari.." Sapa salah seorang tamu pria yang pernah jadi teman kencannya beberapa bulan lalu.Mata pria itu masih bersinar mes saat melihat belahan dada Risa yang rendah memperlihatkan hampir separoh asetnya.Pria mesum itu menelan ludah.Membayangkan malam-malam yang pernah mereka lewati dengan gairah yang panas.
Risa sangat bahagia malam itu karena sudah mendapatkan apa yang diidamkannya.Yaitu , Adnan yang tampan.
Namun seperti kata pepatah, tidak ada matahari yang tak akan terbenam.Dan tidak ada pesta yang tidak usai. Semua kegembiraan ada waktu batasnya.Dan ada kesedihan yang menunggu.
__ADS_1
Malam pertama yang mereka lewati tidak semanis bayangan. Saat malam itu mereka mulai bercumbu, Adnan mulai merasa keanehan.Tiba-tiba Risa berlari ke dalam kamar mandi dan memuntahkan semua yang sudah di makan .
"Kamu kenapa Risa ? "Tanya Adnan sambil mengusap punggung istri barunya itu.
"Gak apa-apa….Hanya masuk angin…"
Jawabnya lemah.Dia berusaha tersenyum pada Adnan.Tapi tiba-tiba pandangannya menggelap dan pingsan.
Adnan yang panik segera menggendong istrinya ke kasur. Dengan cemas menelpon dokter untuk datang segera.Dari pemeriksaan diketahui bahwa wanita yang baru setengah hari dinikahinya itu sudah hamil tiga bulan.
Hooo….ho..ho.Adnan merasa tertampar dan harga dirinya diinjak-injak.Perasaan marah dan direndahkan hampir membuatnya gelap mata.Ketika Risa sudah sadar dari pingsan , dia melihat Adnan menerkamnya. Tak tanggung-tanggung langsung mencekik leher wanita yang baru saja jadi istrinya. Matanya memerah menahan marah.
"Katakan padaku, anak haram siapa yang kamu kandung Risa ?"Tanyanya marah.
Risa gelagapan.Dia sadar rahasianya terbongkar.
"Maaf..a.aku tidak bisa mengatakan.."
Jawab Risa ketakutan.
Adnan semakin beringas.Tangannya kemudian mendorong kepala wanita itu.
"Dasar iblis licik..Kau menipuku sialan .Wanita jalan.." Maki Adnan tidak tanggung- tanggung.
"Lepaskan aku Adnan..Kau bisa mbunuhku..!"
"Aku memang ingin membunuhmu saat ini.Biar busuk di neraka.."
Risa berusaha melepaskan cekikan Adnan.Hingga kemudian terlepas hanya karena Adnan membiarkannya. Nafas mereka sama-sama memburu.
Risa mengusap lehernya yang memerah karena cekikan. Dia hanya mendengus pasrah menatap Adnan.Sudah sampai di sini, dia tidak mungkin menerima kalah.Kepalang malu biar terhina sekalian.
Adnan membuang nafas kesal.Matanya menatap jijik pada wanita itu.Pria itu tidak menyangka, akan begini jadinya. Begitu banyak yang sudah dikorbankan .Bahkan Adnan pun sudah berlaku kejam pada Diana mantan istrinya .Semua itu hanya untuk menyelamatkan perusahaan keluarga .Sehingga menikahi wanita licik di depannya.
"Sampah..sampah..Aku telah menjadi pemungut sampah.."Makinya kejam.
Dadanya sakit dan perih.
Sementara Risa hanya diam mendengarnya. Berfikir untuk mencari simpati dari Adnan.
"Aku mencintaimu Adnan.."
"Jangan bicara cinta kamu brengsek.Kau tidak ada hak untuk itu."
Risa semakin disudutkan.Dia bahkan tidak melihat sedikitpun tanda simpati yang diharapkan dari Adnan. Hingga tidak berani berkata apa-apa.Karena sadar sudah menampar harga diri pria itu.
"Sebaiknya kita bercerai.Kamu menjijikan Risa.Benar-benar licik.."
"Ku mohon jangan ceraikan aku.."Pintanya lirih.
"Apa katamu..? Cih! Aku belum belum pernah bertemu dengan wanita yang egois dan tak punya malu sepertimu.Kau seperti bin**tang.."
"Adnan..!!" Pekiknya protes.
Risa tidak menyangka dari mulut Adnan yang dipujanya akan keluar umpatan yang kejam.Selama ini dia dengan bangga menganggap tinggi dirinya.Namun malam ini tak ubahnya barang busuk di mata pria itu.
Air mata mata meleleh di pipinya.Sia-sia dia meminta belas kasihan pada suaminya.Bahkan kemudian pria itu memukul kaca rias di kamar itu Kemudian menatap dingin padanya.
"Menjijikan.."Dengannya
.Kemudian melangkah ke pintu untuk keluar kamar. Sementara darah terus menetes di tangannya .Dari luka karena meninju kaca.
__ADS_1
Risa berusaha mengejar dan menghalangi suaminya itu.
"Adnan..Jangan pergi..!"
Dia berusaha menggapai tangan Adnan.Namun pria itu mengibaskannya .
"Singkirkan tanganmu yang menjijikan itu..!" Ketusnya kejam.
Dia berusaha membuka pintu untuk keluar.Sementara Risa gelisah .Dia tahu kegemparan apa yang akan terjadi bila sampai Adnan speak up kepada orang-orang.
"Adnan..jangan pergi..!!"
Risa berusaha menghalangi.Dia tidak mau ambil resiko yang akan terjadi karena berita ini nanti.Walaupun dia sadar ini semua akibat kelakuannya.
Tidak hanya dia, keluarga bahkan saham perusahaan akan terkena imbasnya.Risa bisa gila karenanya.
Adnan sudah sampai di pintu dan hendak memutar kunci. Kemarahan semakin menguasainya.Harga diri yang terinjak-injak dan terhina membuatnya hampir melupakan kontrol diri.
Teriakan putus asa terdengar dari belakang punggungnya.
"Jangan gegabah Adnan..Apakah kau tidak memikirkan nasib perusahaanmu..?"
Adnan tertegun.Hatinya semakin sakit.Mengingat dirinya sudah diperlakukan seperti barang yang yang dibarter dengan keselamatan perusahaannya.
Langkahnya tertahan di pintu.Tiba-tiba menjadi dilema antara melanjutkan langkahnya ke luar atau tetap di dalam kamar. Putus asa dia berteriak sembari meremas rambutnya kuat-kuat.
"Aargh….!!" Teriaknya.
Tak lama kemudian matanya memerah menatap tajam ke arah Risa yang ketakutan di belakangnya.
"Adnan.."Panggilnya lirih.
Dia sangat berharap sedikit kemurahan hati Adnan saat ini untuk tetap merahasiakan keadaan ini .Karena akan menyangkut nasib hidup perusahaan mereka nanti
Risa tahu dia sudah tidak bisa menutupi apapun lagi dari Adnan. Dan dia tahu Adnan sangat kecewa dan marah padanya. Walaupun sangsi akan nasib pernikahan mereka ke depan nanti.Dia berusaha meyakinkan dirinya, akan mampu mempertahankan Adnan di sisinya sampai nanti..
Beberapa detik Adnan kemudian berkata.
"Kamu menang Risa.Kamu bahkan bisa membuatku terlihat bodoh di depanmu.."Katanya sarkas.
"Aku mencintaimu Adnan.."
"Tutup mulutmu.Perasaanku sudah mati.Aku pastikan tidak akan pernah ada cinta untukmu.."Ucapnya pedih.
Risa ternganga.Ternyata Adnan tidak main-main dengan kemarahannya. Bibirnya malah mencibir jijik menatapnya.
Menjelang enam bulan kemudian Risa melahirkan seorang putra.Rafael namanya. Wajah tidak mirip Risa apalagi Adnan. Sepanjang pernikahan dengan Risa , Adnan tetap berusaha melaksanakan kewajibannya.Bahkan sebagai bapak untuk Rafael.Walaupun hatinya tidak pernah sembuh dari luka. .Apalagi pada saat melihat Risa dan anaknya. Pada saat itu dia merasa jadi pecundang.
Adnan berusaha bertahan dalam pernikahan yang dipaksakan itu.Namun hubungannya dengan Risa, lama kelamaan menjadi semakin dingin.
Dia mulai dihinggapi sesal dan rasa bersalah kepada mantan istrinya Diana.
Ada kalanya tanpa setahu Risa, dia sering pergi ke bekas tempat tinggalnya dulu saat masih bersama Diana.
Sebuah apartemen yang sudah lama terabaikan.Bahkan di sudut-sudut ruangan banyak jaring laba-laba..Adnan semakin nelangsa.
Karena setiap kali ke sana dia selalu merasa di purukan ke dalam kenangan masa lalu mereka.Masa lalu yang berakhir hitam.
Hingga pada suatu kejadian yang disebabkan perselingkuhan Risa Adnan memutuskan untuk mengakhiri pernikahannya dengan Risa.Tidak ada sesal apalagi air mata dari pria itu.Jiwanya terasa plong dan kosong.
Dia bahkan merasakan gerbang kemerdekaan terbuka di depannya. Pria ingin kembali menata masa depannya.
__ADS_1