MEMELUK KASIH SEBELUM SENJA

MEMELUK KASIH SEBELUM SENJA
BEBERAPA HARI SEBELUMNYA


__ADS_3

   


       Gedung megah dan unik itu berdiri di sisi jalan pertigaan kota. Tepatnya sebelah kanan jalan Barakuda  jantung kota.


  Adnan berdiri di bawahnya ,menatap tulisan besar yang menjolok mata."PREMIUM JEWELRY"


 Dia kemudian beranjak dari mobilnya menuju pintu masuk.Dua orang wanita cantik memandunya ke sebuah ruangan.Yang didekorasi dengan keindahan yang nyaman dipandang mata.


    Di ruangan didekorasi dengan  taman dengan air terjun ciptaan ,dimana airnya tidak berhenti bergemericik.


    .Adnan melangkah masuk, u sambil melihat lihat koleksi-koleksi perhiasan yang dipajang.


     Tak lama kemudian, dua orang wanita tadi datang dengan seorang pria berpakaian formal.Pada dada kiri jas mahalnya, tertera tulisan manager.


     "Saya akan melayani anda tuan Adnan.Mari silahkan anda melihat-lihat koleksi terbaru kami"


      Beberapa saat kemudian datang beberapa orang yang juga berpakaian formal membawa beberapa koleksi perhiasan wanita kelas atas. Ada yang bertahtakan berlian hitam, jamrud, diamond, merah delima dan masih ada lagi.Mereka cukup paham, bahwa pelanggan yang sekarang bukan orang biasanya. Orang ini hanya akan memesan barang dari kualitas tinggi dan berharga.Karena uang bukan lagi satu masalah besar.


     Adnan mulai menolak barang-barang selanjutnya yang diperagakan.Dari sekian banyak yang ditawarkan, tidak ada satupun yang menarik hati pria tampan berpostur tinggi itu. Hingga sang manager mulai putus asa.Dia mencoba memperlihatkan sebuah katalog yang memperlihat foto-foto perhiasan kelas dunia. Semua adalah perhiasan langka, sehingga tidak akan dipajang.


     Mata Adnan tiba-tiba tidak berkedip memandang foto satu set perhiasan wanita bermata biru safir.


     "Coba perlihatkan saya yang ini..!" Perintahnya.


     Sang manager agak ragu, kemudian memastikan keinginan sang pelanggan 


     "Ini satu set berlian biru langka tuan, harganya mendekati satu M" Ujar sang manager hati-hati,  takut menyinggung hati pelanggannya. Walau bagaimanapun antusiasnya dengan pelanggan, tetap saja ada yang harus dia jaga di sini.


      "Bawa saja  kesini..Aku ingin memastikan barangnya .." Jawab Adnan angkuh.Dia tidak dalam mode ingin berbasa-basi saat ini.Matanya yang kelam seperti malam menatap saat memerintah.

__ADS_1


      Sang manajer menahan diri agar tidak salah tingkah.Dan saat melihat air muka pria di depannya, segera memberi perintah pada dua  staf wanita tadi. Dia tidak mengira bahwa barang yang baru dimenangkan di pelelangan kemarin akan segera berpindah tangan. Bila transaksi berhasil bisa jadi omset hari ini akan langsung booming.


     Adnan memperhatikan dengan seksama pada perhiasan yang diletakkan di depannya.Satu set perhiasan wanita yang terdiri dari kalung, anting, cincin dan gelang. Semuanya bertahtakan berlian langka berwarna biru safir. Siapapun yang melihat, pasti terpesona dibuatnya. 


    Adnan kemudian memastikan keaslian barang-barang itu. Setelah yakin dan


tanpa banyak komentar, menyerahkan kartu debit kepada staf wanita tadi.


     Staf wanita itu pun sempat terpesona saat melihat perhiasan mewah , yang juga baru kali ini diperlihatkan secara nyata di depannya.Wanita itu diam-diam mencuri pandang pada pria tampan yang berwajah dingin itu.


     Pelayan itu mendengus iri dalam hati mengingat. betapa beruntungnya wanita yang akan menerimanya nanti. Kalau bukan karena seseorang yang istimewa, tidak akan mungkin pria ini suka membuang uang ratusan juta hanya untuk seorang wanita biasa.


      Tidak ingin berlama-lama, hanya selang beberapa saat, Adnan sudah kembali ke mobil. Dan memerintahkan sopirnya untuk pulang.Dia sudah cukup lelah , dan  ingin istirahat. Meraba kotak perhiasan dalam paper bag, pikiran Adnan terarah pada satu sosok wanita.


       Dia teringat pada satu nama yang bahkan belum pernah dia berikan sepotong perhiasan untuknya di masa lalu.Dalam dua tahun pernikahan mereka, Adnan bahkan seringkali memberikan punggung dingin untuknya.Bisa jadi terpengaruh dari sikap Diana yang pasif dan kikuk saat bersamanya.Namun setelah pernikahan mereka hampir berakhir dia mengetahui sikap itu tidak lain dari akibat tekanan dari keluarganya. 


      Ketika menyadari itu, dia ingin melindungi Diana .Namun Adnan belum terlalu kuat untuk menjauhkan Diana dari keluarganya.Sedangkan Diana semakin hari ,semakin tertekan.


       Pada akhir perenungan, dia mengambil keputusan dengan hati yang sakit.Dia melepaskan Diana. Berharap wanita itu akan bahagia setelah lepas darinya.Karena kalau bertahan di tengah gonjang ganjing nasib perusahaan yang hampir ambruk, Diana akan dijadikan sasaran empuk kekesalan hati keluarganya. Karena mereka sudah memperlihatkan ketidaksukaan pada wanita itu, ketika tidak akan memberikan keuntungan apa-apa untuk mereka.Selalu uang yang jadi patokan ayah dan ibunya.


      Di masa lalu, Diana adalah pengabdi cinta untuknya. Dia melakukan apa pun untuk menyenangkan hati Adnan. Walaupun Adnan sering tidak mengacuhkannya. Karena menganggap semua yang diberikan, sudah lebih dari cukup . 


     Dia juga tidak tahu berapa kali Diana harus menyembunyikan air matanya bila berhadapan dengan Adnan.Namun yang pasti Adnan ketahui, wanita itu dalam keadaan tertekan.


      Karakter dan sikap Diana sudah berubah sekarang. Dan Adnan menerima dengan sadar, bahwa dialah yang menyebabkan perubahan itu. Bila sekarang dia mendapatkan perlakuan buruk yang diterima dari Diana adalah hukuman yang pantas diterima..Walaupun sering melukai dan menghancurkan harga dirinya sebagai seorang pria. Yang sangat disegani oleh kawan maupun lawan bisnisnya.


  Pria itu mengusap mukanya yang mendadak terasa kebas. Wajahnya meringis menahan sesuatu yang sakit. Namun sampai saat ini selalu berusaha menyembunyikan air mata di sudut hatinya yang terdalam.Karena dia merasa tidak berhak mengeluarkannya. Air matanya saat ini hanyalah pembuktian kebodohannya di masa lalu. Adnan belum siap melakukan itu. 


     Dia bahkan tidak berani mengatakan penyesalan atas apa yang dilakukannya secara sadar di kala itu. Sebagai suami yang biadab, bahkan  tega menyingkirkan istri dari sisinya, demi kelangsungan hidup keluarga. Hal yang tentu saja tidak akan dia lakukan seandainya mengetahui kehamilan istrinya dari awal.

__ADS_1


      Adnan merasakan sesak di dadanya mengingat kesempatan kedua yang mungkin sudah tertutup untuk dia..Namun mencoba mengingkari untuk menghibur dirinya.


     "Maafkan aku…Maafkan aku..!" Bisiknya sendu.Lagi-lagi meringis menahan sesuatu yang perih di dadanya.


     Tangannya meraba kotak tipis yang disimpan di saku dalam pakaian.Membayangkan betapa cantiknya Diana dengan perhiasan itu. Dia memikirkan cara dan memastikan,  wanita itu mau menerima barang mewah ini.


       Saat tiba-tiba teringat sesuatu, Adnan kemudian berkata kepada sopirnya.


     "Supri..Saya akan memeriksa keadaan rumah yang akan dijual kemarin. ."


     "Baik pak.. " Jawab Supri patuh.


    Mobil kembali melaju menuju jalan pulang.Setelah melewati gerbang komplek mereka menghentikan mobil di depan rumah yang dituju.


     "Biar saya duluan turun pak, saya tanya tanya dulu.."Kata Supri pada tuannya.Hanya di jawab. Dengan anggukan.


      Tidak lama kemudian Supri datang lagi, diikuti seorang pria paruh baya .Dia adalah orang kepercayaan pemilik rumah itu.Pria itu hampir seumuran dengan Supri, hanya lebih tinggi dan berisi.


     Pria itu menatap santun pada calon pembelinya.Dalam hatinya berdoa dan berharap kali ini transaksi akan sukses.Karena dia mengharapkan uang tambahan untuk menyambut kelahiran anaknya yang  baru pertama kali.


       Adnan turun dari mobil dan mengikuti mereka ke dalam rumah.Adnan tidak ingin berlama-lama untuk memutuskan..Setelah melihat-lihat ke dalam, yang di pandu seseorang yang dipercaya merawat rumah itu. Rumahnya cukup besar untuk ukuran keluarga kecil.Yang terdiri dari satu ruangan tamu, ruang keluarga, dua dapur dan empat kamar tidur.Bahkan di belakangnya ada taman yang di tata indah dan asri di samping kamar pembantu dan sebuah gudang. 


     Ada satu hal yang membuat Adnan semakin yakin untuk membelinya. Satu pohon tanaman tabebuya yang sedang mengeluarkan ribuan kuntum bunga berwarna ungu.Sangat indah dan mempesona.Adnan selalu ingat, kalau bunga bunga  itu kesukaan Dia langsung membelinya. Bukankah Adnan sudah berjanji akan membahagiakan ketiga orang tercinta itu. Bahkan untuk hal yang kecil sekalipun.


     "Aku ambil yang ini. " Tegas Adnan.


     Jual beli cepat, tanpa negosiasi lama-lama. Dua hari kemudian, transaksi sudah deal dengan sertifikat yang sudah berpindah ke tangan Adnan disertai surat jual beli.


     Diia menelpon Diana. Adnan ingin menyerahkan secepatnya.Karena beberapa hari lagi dia sudah harus berada di Swiss. Setelah menyerahkan surat pengunduran dirinya sebagai dosen pengajar. Dia sudah menetapkan pilihannya untuk ikut mengelola perusahaan hasil kerjasama dengan teman lamanya di  sana.Perusahaan yang sudah dirintis sebelum  pernikahannya dengan Diana dahulu, tanpa diketahui siapapun di keluarganya. Dia merahasiakan karena masih dalam proses berkembang.

__ADS_1


      Namun kini, dia tidak ingin lagi menutupi dari siapa pun.Karena ingin memperjuangkan secara nyata hasil keringatnya .Bila saatnya datang, dia dengan bangga akan mewariskan kepada keturunannya dengan Diana.


     Adnan kemudian membuka gadgetnya memeriksa pesan yang masuk. Menatap wajah ketiga orang itu di layar utama dengan sendu.Dia  pastikan akan selalu merindukan mereka sampai kapanpun


__ADS_2