MEMELUK KASIH SEBELUM SENJA

MEMELUK KASIH SEBELUM SENJA
SEPASANG IBLIS


__ADS_3

      Di sebuah villa mewah yang agak terpencil. Seorang wanita berusia sekitar tiga puluhan berjalan gontai di tengah ruangan.Wanita itu hanya mengenakan ****** ***** tanpa atasan.Sementara di tempat tidur berbaring seorang pria bertubuh kekar dan bertato di lengannya.. Dia juga telanjang terlihat berantakan. Tubuhnya  berbaring dengan posisi setengah telentang. Dia menatap wanita setengah bugil itu dengan tatapan bernafsu.Padahal tubuhnya baru istirahat beberapa jam lalu, karena pergumulan panas mereka semalam penuh. 


     Merasa di perhatikan, wanita itu  menolehkan kepala menatap pria kencannya itu.


     "Apakah kamu masih belum puas denganku Alex.?"Tanya dia centil.


    Pantatnya yang bohai sengaja dilenggang lenggokan. Sementara dadanya yang tidak tertutup sengaja dibusungkan. Dia memperagakan pose wanita penggoda.Membuat pria yang bernama Alex itu meringis menahan sesuatu yang tiba-tiba bangun di tubuh bagian bawahnya.Pria itu mengeluarkan erangannya..


     "Aaahh Risa kamu benar-benar menggofa. Apakah bisa ku katakan bahwa aku belum puas..?"


      "Kamu bajingan tengik Alex.Aku bahkan hampir pingsan melayani mu semalaman.." Rungut wanita itu.Tapi dia tidak juga berusaha menutupi tubuh telanjangnya.


       "Hee..hee..jangan katakan kamu tidak menginginkannya.."


        "Tapi tidak kusangka kamu sangat kuat semalam. Aku sungguh kewalahan.."


       "Kamu bahkan sangat menikmatinya.Beberapa kali berteriak dan mendesah tanpa malu.." Ejeknya lagi.


     Alex memang benar. Risa tak ubahnya kuda binal yang sangat liar.Bahkan di sela-sela mereka bercinta, wanita itu tidak malu-malu berteriak bahkan mendesah sekuatnya. Dia bahkan beberapa kali mengambil kendali ketika mereka lagi dan lagi  berbagi nikmat satu sama lain.


      Walaupun pagi ini dia agak menderita akibat kelelahan, itu tidak semata karena ulah Alex.Siapa suruh wanita itu menggoda duluan dan bahkan memperagakan fariasi-fariasi bercinta yang tak biasa.


      Risa berjalan ke meja rias dan memantik sebatang rokok di tangannya.Kemudian menyedot dalam-dalam dan meniupkan ke udara.Pandangan  puas terlihat di matanya.


       Wanita itu duduk di depan meja rias, lalu memeriksa penampilannya yang acak-acakkan. Kakinya yang panjang diangkat dan diselonjorkan seenaknya ke salah satu sudut meja. Dia  tidak risi dengan tatapan pria yang sedang bersandar di ranjang sebelahnya. Karena penampilan wanita itu terlihat vulgar hanya dengan selembar kain kecil yang menutup bagian lewanitaannya.Sedangkan bagian lain terpampang bebas tanpa penghalang.Hampir seluruh permukaan kulitnya di penuhi dengan bercak-bercak kemerahan akibat percintaan panas mereka semalam.


    Pria yang duduk bersandar pada sandaran tempat tidur memandangnya dengan rakus.Bayangan pergumulan panas semalam kembali membangkitkan birahinya. Risa adalah betina ganas saat di ranjang.Dia adalah kuda binal yang tidak ada capeknya.


     Namun pikiran mesumnya malah terusik ketika Risa menanyakan sesuatu.


 "Apakah kamu yakin dia parah..?" Tanya Risa tiba-tiba.


      "Kenapa tidak..Aku bahkan langsung menabrakan motor ke pinggangnya.Aku yakin ada yang patah. Bahkan saat akan kabur sempat kulihat  dia terkapar di aspal, dengan darah yang mengalir deras dari tubuhnya.Seperti ikan di kuali yang diberi saus tomat"

__ADS_1


      Alex bercerita tentang kekejamannya, seolah-olah itu adalah prestasi yang patut dibanggakan.Namun Risa tertarik mendengarnya.Keduanya sama-sama iblis berkedok manusia.


     "Hee.hee…Sayang sekali aku tidak menyaksikan jengan jelas.Karena harus bersembunyi agar tidak dicurigai .Padahal aku ingin sekali melihat wajahnya yang kesakitan karena hantaman kuda besimu. Any way..Aku akan segera melunasi sisa pembayaran jasamu."


     "Thanks baby..Aku suka berbisnis denganmu.."


      "Tapi seandainya kamu berhasil membunuh dia, bukankah itu lebih menggembirakan..?"


     "Mmh..Tapi kamu licik baby..Hampir saja aku tertangkap oleh lelaki itu. Melihat tampangnya yang marah seperti pisau yang di lemparkan padaku. Sungguh tidak bisa dibayangkan jika pria itu berhasil menangkapku!.."


     "Apa yang dia lakukan..?"


     "Dia menangis histeris memeluk wanita itu..Sungguh romantis dan sentimentil.." Sarkas pria itu.


     Risa kembali menghisap rokoknya, kemudian meniupkan lagi dari bibirnya.Wajahnya memburuk ketika memandangi kuku-kuku runcing di jarinya. Bibir sexy hasil rekayasa bedah plastik itu menyunggingkan senyum  sinis.


     Matanya memandang jauh ke depan, melewati bayang kaca jendela.Wajah cantik itu tiba-tiba menyeringai seperti iblis.


     "Aku tidak puas sebelum kamu habis Diana…Hanya itu satu-satunya cara yang bisa membuat Adnan berhenti mencarimu…" Katanya dalam hati.


     "Apakah kamu begitu mendendam padanya..? Apakah karena Adnan..?" Tanya Alex ingin tahu.


Risa menyeringai.


     "Alasan yang mencakup keduanya.." Jawanya ringan.


      Lagi-lagi wanita itu mencibir.Dia berpindah duduk di sofa yang diletakkan di ujung ranjang. Matanya bersinar sadis.


       Bagi dia. apapun bisa menjadi alasan untuk membenci Diana. Wanita yang selalu menjadi duri dalam daging baginya.


        Karena dalam ketidakberdayaannya, wanita itu begitu kuat memegang hati Adnan.Risa bahkan tidak mendapatkan celah untuk memiliki kembali pria itu.Celah itu seperti terkunci .Dan tidak ada pintu yang terbuka untuknya.


       Dia lebih suka membebankan  kesalahan pada Diana.Semua itu adalah karena Diana. Risa tidak bisa menerima alasannya.Wanita itu yang pernah dibuang, kemudian ingin diperjuangkan kembali oleh Adnan.

__ADS_1


    Padahal kalau dia mau jujur, karena perbuatan bejatnya lah yang membuat Adnan mengakhiri pernikahan mereka.Namun dia begitu egois mengakui perselingkuhannya itu menjadi puncak dari kesabaran Adnan padanya.Setelah kehamilan di luar nikah yang juga terbongkar, ketika malam pertama pernikahan mereka dulu


      Selama ini Risa begitu bangga dengan kecantikan dan kemolekan tubuh yang dimilikinya. Apalagi ditunjang dengan outfit yang berasal dari brand-brand terkenal. Dia sangat yakin dengan kesan glamour yang dimilikinya, akan membuatnya mudah untuk mendapatkan pria manapun yang diinginkannya.


      Tapi kebanggaan itu terpatahkan ketika mengetahui bahwa Adnan menjadi pengecualian padanya. Walaupun pernah berhasil merebut pria itu dari istrinya.Namun Risa tidak pernah berhasil menggeser kedudukan Diana yang bertahta di hati mantan suaminya itu. Dan Risa semakin kesal pada perasaannya  yang sudah lama jatuh hati pada Adnan namun terpatahkan seketika.


     Risa memainkan ujung rambutnya. Dia begitu hanyuy dengan pikirannya ketika sepasang tangan besar ,tiba-tiba memeluknya dari belakang.Kemudian perlahan menyusuri kulit halusnya dan membelai dadanya tidak tertutup apapun.Risa menggigit bibir karena menahan desahannya.


      "Apakah kamu masih penasaran dengannya baby..?" Bisik pria itu parau.


    Dengusan nafasnya menunjukan bahwa dia sudah mulai terangsang.Dan dia tidak  ingin menyia nyiakan keindahan di depannya ini .


     Risa menggeliat kegelian, ketika daun telinganya dikulum dengan sensual. ******* kembali keluar dari bibirnya.


     Alex memang jago sekali kalau bercinta. Dia bahkan mampu mengungguli kebinalan Risa di ranjang.


   Hanya sayang , hubungan mereka tidak lebih dari simbiosis mutualisme. Tidak ada cinta dan kesetiaan di dalamnya.Apalagi bagi Alex yang kantongnya pas-pasan. Risa yang kaya cukup membuat kantong nya  gemuk karena berhasil memuaskan wanita itu.


      Alex semakin agresif bahkan hampir tidak memberikan kesempatan pada Risa untuk memperbaiki posisinya.Matanya sayu karena gairah.Tapi dia masih kelelahan.


     "Oh Alex..Kita baru selesai melakukan beberapa jam yang lalu..Aku bahkan masih merasakan bekasnya di bawah sana.."


     "Apakah itu akan jadi alasan bagimu baby ? Padahal kita berdua selalu kehausan untuk …? Oh Risa..Kamu benar-benar sempurna.Aku tidak pernah puas denganmu.."


      "Dasar kamu bajingan Alex.."Sahut Risa ketika merasakan tangan Alex semakin liar di intinya. Risa serasa melayang-layang. Wanita itu tidak bisa lagi menahan desahannya yang terdengar keras.Sehingga  Alex semakin terangsang dibuatnya.


     Sementara di luar fila, seseorang sedang  memantau keadaan sekeliling .Matanya yang tajam bersinar dingin.


      "Saya Menemukannya bos..Sebentar lagi akan kami ringkus."


     Sedangkan di dalam fila , dua tubuh polos sedang bergumul dengan panasnya.


Bahkan tidak ada yang menyadari, bahwa hari kebebasan mereka mungkin hanya sampai di batasnya.

__ADS_1


    


    


__ADS_2