MEMELUK KASIH SEBELUM SENJA

MEMELUK KASIH SEBELUM SENJA
JADI VIRAL


__ADS_3

     Bu Ida tidak main-main.Satu tanganya memegang sapu lalu berkata.


    "Dia ..pria ini yang memulai keributan ini.."


     Wanita itu berbicara dengan wibawa seorang guru kepada muridnya.Sehingga membuat segan orang-orang di sana.


     "Dan kamu..Saya tidak bisa menerima kamu menyerang anak saya Hanya karena alasan konyol yang kamu tuduhkan.Padahal buktinya tidak ada satupun.Kamu tahu akibatnya kalau ini sampai di adukan ke polisi…?"


      Mendengar kata-kata bu Ida, otomatis wajah Sofia memucat. Tingkah wanita yang tadi sangat sangar itu menjadi serba kikuk dan gelisah.


     "Sa..Saya emosi.."


     "Emosi gigimu.."Maki Agnes tiba-tiba. Hanya karena pacar jelekmu suka sama kawanku ini, bukan  alasan bagimu menyerangnya.."


      "Bang Tasman tidak jelek.." Bela Sofia.


      "Jelek ..Cocok denganmu..Sama-sama jelek dan sama-sama gak ada otak.." Maki Agnes semakin menjadi. Matanya memandang jijik kepada dua orang itu.


      Orang-orang semakin berdatangan.Pak rw cepat menengahi.


     "Sabar, sabar mbak..Kita selesaikan secara baik-baik..Jangan pakai emosi. Nah..Sekarang siapa yang bicara duluan..?" Tanya pak rt.


     Bu Ida lebih duluan menunjuk.


      "Biar saya yang duluan bicara pak rt.Tapi sebaiknya bicara di beranda saya aja. Gak enak dilihat orang kalau di jalan ini.."


     "Ya..baiklah..Mari bapak-bapak , ibu-ibu kita ke tempat bu Ida. "Ajak pak rt.


     Pak rt  dan rombongan mengikuti langkah-langkah bu Ida menuju beranda.Halaman bu Ida yang bersih dan teduh, membuat suasana menjadi lebih tenang dan adem.


     Sesuai dengan janjinya.Bu Ida membuka kronologi cerita.Mulai dari Tasman mengirim rangkaian mawar merah dan taburan berbagai kembang di teras dan halaman.Bahkan sekali pernah kepergok bu Ida saat sedang meletakan bunga-bunga itu. 


     Sampai di situ Diana terperanjat.


     "Jadi ibu sudah tahu siapa yang menaruh bunga itu..? Mengapa tidak bilang dari kemarin-kemarin sih bu..?"

__ADS_1


     "Ibu kira gak penting nak.Kalau saja ibu tahu akan berbuntut seperti ini, sudah lama ibu laporkan dia ke rt sini"


     Agnes juga tak kalah kaget saat mendengar penjelasan bu Ida Dia  mendapatkan kesempatan meledek Sofia dan Tasman. Sungguh Diana sangat sial sekali.


    "Wah..Kasihan ya kawan saya ini, sekalinya dituduh  pelakor malah sama model ginian.Prestise kamu anjlok banget deh


    "Jangan menghina kamu..!" Bentak Sofia 


    "Apa kamu..Gak terima..? Sini..! Biar ku gebuk mulut lebarmu itu.Lancang sekali kamu menyerang orang tanpa tanya, tanya dulu. " Balas Agnes tak terima.


     Saat itu sebuah mobil mewah berwarna hitam merayap memasuki halaman bu Ida yang kebetulan pintu pagarnya sudah terbuka.Tak hanya satu, ada satu lagi berwarna hitam dengan merek berbeda menyusul di belakang. Yang satu ini juga tak kalah mewah.


      Percakapan sekelompok orang itu berhenti seketika. Semuanya memandang heran dan terkesima .Kecuali Diana dan Agnes.Karena mereka mengenal orang-orang di dalamnya.


     David keluar dengan tenang dari pintu samping dan melangkah tenang menuju mereka .Setelah mengucapkan salam pada semua orang, dia beralih mencari orang yang di tujunya.Tatapannya lebih fokus pada bu Ida dari pada dua wanita yang dikenalnya itu.


    "Ibu ..Muridmu datang ..Maaf sudah lama tak berkunjung.." Sapanya sambil mencium tangan mantan gurunya itu .Bu Ida menanggapi dengan senyum dan berkaca-kaca.Diana dan Agnes bahkan tidak bersuara 


     Sedangkan dari mobil yang satunya lagi, Nero melangkah cuek ke arah mereka.Setelah mengucapkan salam.Dia juga mencium tangan bu Ida .Lalu beralih ke Diana. Wajahnya menyiratkan kengerian saat melihat penampilan diana yang acak-acakan 


     "Demi Tuhan, Diana..!! Apa yang telah terjadi denganmu..? Katakan siapa brengsek yang melakukan ini padamu..?Biar ku bunuh dia.." Teriak Nero dengan suara keras.Tak ayal membuat Sofia dan Tasman menjadi pucat.


    "Brengsek..Ku bunuh orang itu" Desisnya lagi Sofia semakin gemetaran.


    "Sst tenanglah Nero..Aku tidak apa-apa..!" Jawabnya dengan nada membujuk.


     Pertunjukan yang di perlihatkan David dan Nero membuat pak rt dan orang-orangnya semakin terkesima. Bagaimana mungkin mereka bisa bertemu dengan orang-orang gagah dan tampan ini di sini.Mereka seperti bintang-bintang iklan produk-produk eksklusif dan mahal.


     Kejutan tidak hanya sampai di situ. Erick terlihat berjalan memasuki halaman.Mobilnya terpaksa di parkir di pinggir jalan.Karena halaman bu Ida sudah terisi mobil David dan Nero.


    Agnes dan Diana Pun tak kalah heran.Bagaimana mungkin Erick bisa menyusul ke sini..? Melihat Erick mendekati Agnes dan Diana, mata orang-orang kembali seperti tertarik keluar.


"Ya Tuhan..Hari apa ini..? Bagaimana mungkin rombongan nabi Yusuf bisa hadir di sini.." Gumam salah satu ibu yang ikut hadir.Yang lain mengiyakan dalam hati.


     Tak terkecuali Sofia.Dia merasa kalah sekian langkah dari Diana. Sofia juga pemuja cowok-cowok ganteng, hampir menjulurkan lidah karena tenganga .Mereka adalah pria-pria impiannya selama ini.Bagaimana tidak.Terbukti sekeliling kamarnya, banyak tempelan poster opa-opa korea,seperti Lee Min ho, atau model China Zu Xhibin atau foto artis Indonesia  Baim Wong.Yang terakhir ini selain ganteng juga sering kasih hadiah-hadiah gratis. Sofia love it banget.

__ADS_1


     Kalau sudah di kamarnya, Sofia sering larut dalam fantasi romantisnya.Kala itu kedudukan Tasman harus di peti es kan dahulu.


      Tapi saat Tasman ingin memutuskan cinta dengannya, Sofia jadi ngap-ngap an.Dia panik dan berusaha menelusuri wanita yang mana pelakor itu.


     Ketika mengetahui identitasnya adalah Diana, Sofia meradang.Bagaimana mungkin Tasman lebih memilih janda dua anak itu dibandingkan dirinya. Padahal Sofia merasa lebih dari Diana. Paling tidak dalam size di tempat-tempat sakral wanita.


     Sofia semakin kecut ketika mendengar Erick menghampiri Agnes dan Diana.Pandangan begitu intens memperhatikan wajah Diana yang berantakan.


      "Apakah kamu baik-baik saja..?" Tanya dia pada Diana.


      "Ya..aku baik-baik saja kak.." Jawab Diana. 


    Erick mengelus lembut kepala wanita yang dia anggap adik itu.Kilatan kasihan membayang di matanya. Tak lama kemudian kembali ke dekat Agnes istrinya.Dia juga mengelus sayang wajah istrinya itu.


    "Tidakkah kamu tahu bahwa kejadian ini sudah viral di media sosial.?"


     "Apa..?" Hampir semua orang memberikan pertanyaan yang sama.


    Beberapa dari mereka membuka layar handphone.Dan langsung membuka aplikasi yang akan menampilkan berita terkini.


     Ternyata benar.Di layar diperlihatkan vidio saat Diana di serang Sofia. Ada juga suara Agnes yang berusaha memisahkan.Hingga kemudian berakhir pada saat Sofia meraung karena dibalas Dian.


    Dibawah vidio ada caption yang berjudul. "Pertarungan dua wonder woman demi seorang pria.."


Video itu bahkan memperlihatkan wajah Tasman berulang kali. Berpuluh-puluh komentar langsung bermunculan tanpa ampun. Ada yang menyayangkan ada yang malah jadi wasit.Ada lagi komentar nyeleneh yang bikin ngakak.


     "Duh mbak-mbak, yang kaya gitu jangan diperebutkan.Mending disedekahkan aja deh. Biar dapat pahala..!"


     Tak ayal memberi tanggapan kocak lainnya. 


     Diana tidak memberikan reaksi apapun saat melihat video itu.Walaupun kesal saat melihat video rambutnya dijambak Sofia, tapi masih bersyukur karena wajah tidak satupun yang ditampakkan.Sepertinya pembuat video cukup hati-hati .


     Namun hal itu justru membuat Sofia dan Tasman menjadi waspada.Apalagi saat tiba-tiba Nero sudah melompat ke depannya.Dan tanpa sempat dicegah siapapun memberikan bogem mentah di wajah pria pacar Sofia itu.Sofia terpekik saat melihat Tasman tak berdaya terjengkang ke belakang.Rusak sudah penampilan gantengnya yang ditata sebelum ke sini.Nasibnya tak ubah pecundang yang kena bully.


     "Beraninya kau kunyuk.." Maki Nero.

__ADS_1


Dia masih ingin menghajar ke depan, namun cepat dihalangi Diana 


     "Nero..cukup..Jangan menambah masalah..!"


__ADS_2