MEMELUK KASIH SEBELUM SENJA

MEMELUK KASIH SEBELUM SENJA
PRIA TAMPAN DALAM PESAWAT


__ADS_3

    Hampir hampir sulit dipercaya.Ketika tidak satupun halangan yang menghambat rencana pelariannya. Risa yang awalnya was-was saat menumpang mobil carteran yang membawanya akhirnya bernafas lega .Bahkan saat mobil mulai memasuki pelataran parkir bandara.Tidak ada satupun tanda-tanda dia diikuti seseorang.


     Burung besi berdiri kokoh  menanti ketika Risa mulai memasukinya.Dia merasa lega ketika menuju ke kursi yang sudah tunjuk.Beberapa jam lagi akan segera meninggalkan negara ini. Dan dia akan bebas menentukan hari-harinya ke depan.


      "Aku akan menciptakan duniaku di luar sendiri.Setelah sekian tahun baru akan kembali lagi.." Kata hatinya.


     Memasuki kabin pesawat Risa kembali  mengedarkan pandangan ke sekeliling tempat itu. Wajah-wajah yang tidak kenal tidak ada yang mempedulikan kedatangannya.Mereka semua sibuk masing-masing.Namun hal itu justru menguntungkan bagi Risa. Karena tidak menginginkan siapapun yang mengenalnya. 


      "Silakan duduk sesuai nomor kursi anda mbak.." Seorang pramugara menyapanya. Menyadarkan Risa dari lamunan sesaatnya.


      "Oh ya..Terimakasih.."


    Dan Ia Pun mulai berjalan menyusuri  jalan menuju kursinya. Dalam hati berharap agar kursinya tidak berdekatan dengan seseorang yang akan membuatnya bosan selama penerbangan.Misalnya orang tua atau pria jelek yang menyebalkan. Yang kemungkinan akan membuat isi perutnya akan meluap dan melakukan arus balik menuju tenggorokan.


    Dia sangat berharap menemukan seseorang baru yang bisa menjadi teman bicaranya menjelang ke tempat tujuan.Yang jelas memenuhi standar seleranya. Bukankah wanita sepertinya  hanya boleh berdekatan dengan orang-orang berkelas..?  Dia mengatakan teorinya itu dalam hati.


       Ketika akhirnya dia mendapatkan kursi yang bersebelahan dengan seorang pria muda, dia bersorak dalam hati. Seketika melupakan kewaspadaan yang dia lakukan dari tadi. 


       Ternyata doa Risa dikabulkan Tuhan. Ketika melirik kursi disebelahnya duduk seorang pria tampan bertubuh bak model  sampul majalah terkenal.Tubuhnya tinggi, dengan dada bidang dan perut datar. Walaupun memakai kacamata hitam transparan, Risa berani memastikan bahwa dia adalah pria tampan.


      Merasa mendapatkan durian runtuh, Risa melupakan kegundahan hatinya sejenak. Dia sangat bersemangat sekarang. Masa bodoh dengan masalah-masalah yang telah ditinggalkan karena kelakuannya.Seperti biasa dia sangat percaya ketika menemukan tangkapan barang bagus. Risa sangat yakin kalau tidak akan  diacuhkan begitu saja.


       "Hallo..Saya Risa.Boleh berkenalan..?"


      Pria yang bertubuh sexy itu mulanya mengernyit, namun tak lama kemudian memamerkan  senyum sensualnya. Senyum yang  mampu melambungkan angan-angan Risa semakin tinggi ke angkasa.Pria itu sangat mewakili syarat-syarat ketampanan kelas atas versi majalah model.


      Risa tidak menyangka akan disambut hangat dan ramah.Dalam hati dia memuji kemampuannya untuk menjerat lawan jenis. 


      "Saya Marcel.."


      Ketika melihat pandangan pria jelalatan pada seluruh tubuhnya.Risa  tersenyum senang. Bahkan dengan luwes semakin sengaja  menonjolkan dadanya yang sudah separuh terbuka dilapisi tanktop tipis. Siapapun pria normal akan tergugah dengan tingkah Risa terang-terangan memamerkan auratnya.


Pria itu pun tidak terkecuali.Namun tidak tetap tenang saat menatapnya tak berkedip. Dia sangat menyadari arti pandangan pria itu padanya. Risa bersorak dalam hati.Seperti mendapat tangkapan yang bagus.


      "Anda sendiri..?"


      "Mmh…Seperti yang anda lihat.."Jawabnya kalem.


      "Aku juga sendiri.."


    Pria itu tidak langsung menanggapi.Dia menatap Risa penuh selidik.Yang membuat hati Risa semakin melambung karena tatapan tajam yang menggoda itu.


     Risa juga melakukan hal yang sama.Dia bahkan memperhatikan bulu-bulu yang tumbuh di tangan pria itu.Juga dada bidang yang sangat nyaman untuk disandari.


      Bayangan wajah Adnan melintas di matanya. Perbandingan keduanya sangat seimbang. Hanya saja pria di depannya ini lebih ramah dibandingkan Adnan mantan suaminya yang dingin habis dan keren bersamaan. Sehingga membuat Risa susah move on ketika dicampakkan.


       Lucu sekali ketika Risa sangat yakin akan dirinya , bahwa mantan syaminya itu pasti akan menyesal. Karena sudah memilih keputusan  salah ketika menceraikannya. Karena dia merasa sebagai perfect woman yang sulit dibandingkan dengan wanita manapun.


      Namun harga dirinya kemudian terbanting dan kecewa . Karena ternyata Adnan benar-benar membuangnya, lalu tak berhenti berjuang untuk mendapatkan kembali mantan istri pertamanya.Adnan bahkan tidak menutupi rasa cintanya walaupun sudah berkali-kali ditolak wanita yang sok hebat itu.


        Dia merasa bahwa Diana adalah ulat bulu di dalam aliran darah .Dia sangat membenci semua kelebihan wanita itu.Bahkan ketika Diana tampil sebagai sosok intelektual yang jenius dan cantik. Saat itu juga dia merasakan bahkan dunianya terancam akan dihancurkan mantan itri Adnan itu. Diana hanya cukup menampakkan senyum datarnya, dan itu sudah cukup membuat pria -pria pengagumnya akan datang menghampiri. Apalagi Adnan yang mati matian sampai sekarang memperjuangkannya..Risa sangat kesal sekali.Karena  tidak pernah mendapatkan perlakuan seperti itu sebelumnya.


       Namun kini mungkin sudah saatnya dia  melupakan mantan suaminya yang menyebalkan itu.Menciptakan bahagia untuk dirinya sendiri adalah poin utama saat ini. Apalagi Marcel nama pria itu selain tampan juga terlihat bukan pria sembarangan.Salah satu bukti, dia berani menumpang penerbangan mahal ini.


      "Wow…Akhirnya kutemukan seseorang yang bisa menyaingi  sosok Adnan yang sok cool itu"Gumamnya kemudian.


       Marcel masih mempertahankan senyumnya yang ditahan. Risa semakin merasa dipuja.

__ADS_1


      Seandainya dia cukup jeli sedikit, maka dia akan bisa melihat senyum pria itu yang berubah dingin dan sedikit menyeringai. Namun apalah artinya itu bagi seseorang yang sedang dilambung angan-angan bahagia.


      Bahkan ketika sesekali ketika pria itu tersenyum dingin dan misterius, Risa tetap memandangnya sebagai sesuatu yang mempesonakan.Bukankah pria akan terlihat sexy dengan ekspresi seperti itu..?


     Kaca mata hitam menambah kesan manly yang menggoda. Terlalu sayang dilewatkan oleh seorang Risa.Apalagi saat ini dia butuh sesuatu untuk mengalihkan perasaan gelisah di jiwanya.Dia butuh seseorang atau sesuatu umtuk pengalihan.


      Komunikasi diantara mereka mulai intens.Beberapa saat mereka saling bertukar senyum. Pertanyaan dan jawavan saling susul menyusul.Seperti saat Risa kembali menyapanya.


      " Anda liburan..?"


      "Ya..begitulah. " Suara baritone yang rendah semakin membuat Risa semakin ketar-ketir. Dia bisa membayangkan suara itu mendesah saat bercumbu dengannya.Pikiran Nya  traveling ke segala arah.


       Pria itu sungguh keren dengan senyum cool tanpa membuka kacamatanya.Bahkan dari balik kacamata hitam yang transparan,diketahui  dengan jelas.Mata elangnya menatap tajam wajah Risa dan mempelajari dengan seksama sosok Risa. Dia bahkan tidak ingin repot-repot mengalihkan pandangan dengan alasan kesopanan.


       "Anda juga liburan Risa..?"


       "Ya..Seperti yang anda lihat.."


       "Sendiri juga..?"


       "Ya.."


      Pria itu semakin intens menatap wajahnya dengan senyum menggoda.Yang mengalirkan arus listrik menggetarkan untuk Risa.


        "Kamu cantik sekali…"Gumamnya pelan.Tapi cukup terdengar di kuping Risa.


       Wanita itu tersipu malu.Perasaan tersanjung tak dapat dipungkiri lagi.Terlihat dari wajahnya yang memerah antara malu dan bangga.


       Pria yang bernama Marcel itu semakin gencar memujanya.Sepertinya sangat berpengalaman soal wanita yang karakternya seperti Risa.


      Dan Risa semakin salah tingkah menahan perasaan. Seperti remaja yang sedang kasmaran.Wabita itu bahkan lupa bahwa dia adalah seorang ibu yang meninggalkan anaknya di rumah tanpa mempedulikan sedikitpun nasib anaknya.


    "Mengapa anda selalu memandangku Marcel..?" Tanyanya dengan ekspresi lemah dan manja.


     Pria itu tersenyum geli melihat tingkah Risa. Salah satu tangannya tidak sungkan lagi menyentuh ujung hidung wanita itu.Kemudian jari-jarinya meraih satu untaian rambut Risa yang terjuntai.Pria itu tiba-tiba mencium dengan khidmat.Membuat jantung Risa seakan melompat dari sarangnya.


        "Kamu sendiri, aku juga sendiri..Gimana kalau kita join liburannya. Saya punya villa resort di tengah pulau. ."


        "Oh sungguhkah..?" Tanya Risa dengan pandangan tertarik.


         "Hmm..Hanya tinggal naik boat dari pelabuhan..Kira-kira satu jam, sampai deh.Kita akan menikmati pemandangan laksana surga.Dengan pasir putih, ombak yang tidak terlalu besar, laguna, dan pemandangan bawah laut yang kaya dengan anela koral berwarna-warni.." Tutur pria itu dengan suara yang lembut.


        Risa membulatkan matanya mendengar ajakan manis itu.Kilau kilau binar terpancar di matanya.


        "Apakahnya  tempatnya segitu indahnya.?"


        "Tentu saja..Kamu akan menikmati ketenangan yang shadu, karena sangat terpencil di tengah lautan.Tpat indah itu adalah milik pribadi dan eksklusif.Hanya orang-orang tertentu yang diizinkan memasukinya. Para penjaga di gerbang pulau akan memeriksa setiap tamu yang berkunjung…"


         "Wow…Aku suka mendengarnya…"


         "So..?"


         "Oke..Let's make it real.."


         "As you wish baby.."


      Rasanya membuncah sekali bahkan saat turun dari pesawat, Risa tidak segan-segan  lagi menggandeng mesra tangan pria itu.Seolah -olah dia sudah menjadi miliknya. 

__ADS_1


       Mereka berjalan sambil berbincang-bincang hal  remeh temeh yang gak penting. Namun sangat memgang peranan penting dalam mendekatkan mereka.


       Berbagai kalimat pujian dan rayuan diucapkan pria itu hingga mereka terus berjalan melewati gerbang airport. Menaiki suatu kendaraan minivan dan melaju suatu tempat yang dinantikan Risa untuk menikmati vacansinya. Berbagai fantasi liar sudah menjelma di kepalanya


      Mobil terus melaju  melewati kelok-kelok jalan hingga mendekati daerah pegunungan yang menanjak. Risa masih bersemangat dan berciloteh ria. Namun pria itu sekarang tidak lagi terlalu menanggapinya.Dia lebih banyak menatap kedepan seolah sedang memikirkan sesuatu..Sesekali terlihat gerahamnya mengeras.


       Setelah sekian lama perjalanan mobil yang semakin menanjak,pada saat itu Risa mulai menyadari suatu keanehan.Karena belum sedikitpun melihat laut.


      "Bukankah kita  harusnya menuju menuju ke laut..? Tanya nya kemudian. 


       Namun hanya di tanggapi dengan senyum dingin  pria tampan disebelahnya. Pria itu bahkan tidak pernah melepaskan sekalipun kacamata hitamnya.


       Risa semakin penasaran ketika jalan yang mereka lewati terus menanjak ke arah gunung.Perasaannya mulai tidak nyaman.


      Pria bernama Marcel itu tiba-tiba bertanya.


      "Apakah kamu merasa bahagia setelah mencelakai orang nona Risa..?"


      Risa tertegun.Dia memandang pria itu kaget.


      "Maksud anda apa..?"


       "Apakah masih kurang jelas..? Setelah.merencanakan kecelakaan dan membuat seseorang hampir mati..?"


       Risa tidak langsung menjawab.Perasaan gelisah semakin menyelimutinya.


       "Mengapa anda menanyakan hal demikian..?"


       "Mengapa aku menanyakan hal tersebut, Apakah  masih belum jelas bagimu..Kamu mengorbankan orang lain demi keegoisanmu..Apa hakmu melukai Diana segitu parahnya..?"Nada suara pria itu telah berubah kejam.Tidak lagi selembut tadi.


       Perasaan dingin menyentuh dada Risa.Dia sadar bahwa saat ini telah masuk dalam jebakan orang-orang yang sering menciptakan teror untuknya akhir-akhir ini.


      Namun sudah terlambat untuk berpikir untuk menyesali diri.Pada satu tempat yang sangat sepi, tiba-tiba pintu van dibuka.


       Risa baru akan melontarkan satu pertanyaan lagi ketika tubuhnya didorong dengan kuat ke luar.Mereka melakukan pada saat mobil sedang melaju.


       "Setelah semua hal buruk yang kamu berikan untuk Diana..Kamu kira akan bisa melenggang bebas Risa.?. Terimalah hukumanmu ini..


      Tidak menyangka akan molekkejadian tragis yang akan menimpanya.Membuat Risa tidak sempat  melakukan sesuatu untuk menyelamatkan diri. Tubuh  itu mendarat dengan keras di jalan  tak berpenghuni. Diikuti bunyi keras dan mengerikan dan tulang-tulang yang patah.


Risa hanya sempat memekik sesaat kemudian diam.Dia tidak sempat berpikir akan nasib yang menimoanya.


      Keesokan harinya berita besar kembali keluar di jagad maya. Penemuan seorang wanita korban tabrak lari di sebuah daerah pegunungan negara S .Dengan inisial R dan berasal dari negeri tetangga.Kondisinya sangat mengenaskan. Mengalami patah kaki dan panggul Beruntung cedera kepalanya tidak terlalu serius.Karena saat mendarat kebetulan  menimpa rerumputan.Selebihnya berupa lecet goresan dan luka robek pada bahu kanan.


       Danuarta kembali dibuat panik begitu melihat kondisi anaknya. Dia sudah sempat bernafas lega saat anaknya itu memutuskan menyembunyikan diri ke  luar negeri.Namun tidak menyangka akan berakibat naas baginya.Ternyata jejak Risa sudah di pantau dan selalu diikuti.


       Dia berusaha mengerahkan kekuatan dan uangnya untuk mencari orang-orang yang yang melakukan kejahatan oada putrinya.Namun ketika sebuah video kejahatan Tisa kembali dikirimkan ke hpnya , pria itu menjadi dilema .A0akah akan melanjutkan pelaporan kasus atau tidak. Karena jika ini dilaporkan, sama saja akan membongkar secara terang kejahatan Risa kepada Diana. Apalagi yang melakukan teror dan kejahatan pada Risa tidak juga diketahuinya sampai sekarang.Danuarta benar-benar merasa terpojok. Dia terpaksa harus mengurungkan niatnya  untuk mengincar saham Blue Stone"s.


      Sementara itu di sebuah rumah sakit swasta di negara S, tepatnya di ruangan VVIP. Risa tergolek tak berdaya. Dia baru saja sadar dari bius operasi beberapa jam lalu. Di bandingkan waktu datang pertama kali, kondisi Risa lebih baik. Hanya saja bila melihat kondisi anggota tubuhnya banyak yang di gibt memberi pemandangan yang cukup tragis bagi yang melihatnya.


       Risa mengumpat dalam hati. Berkali-kali mengutuk pelaku yang telah mencelakakannya. Namun tidak sekalipun menyrsali kebodohan yang berulang kali dilakukannya.


      Dengan murung menandang kamar tempatnya di rawat. Mulutnya masih sakit bila digerakan.Karena ada pergeseran tulang rahang saat  dijatuhkan kemarin. Air matanya berkaca-kaca karena marah dan dendam. Dia tidak menyangka bahwa misinya hendak melarikan diri dari ancaman hukuman malah berakhir naas.Semua berawal karena dia terlalu mempercayai orang yang baru dia kenal.


      Dia memejamkan matanya berusaha mengingat wajah pria yang telah menjebaknya itu.Namun yang terbayang hanya wajah tampan berkaca mata hitam transparan.Selebihnya tidak ada yang bisa di jadikan penanda dari pria tersebut.


      "Sialan..!! Siapa orang -orang itu..?"

__ADS_1


     Ketika dia mengumpat untuk kesekian kali, wajah Diana kembali menjelma dalam pikirannya. Dia tidak menyangka bahwa akan berakibat fatal jika menyakiti wanita yang terlihat biasa-biasa itu


__ADS_2