MEMELUK KASIH SEBELUM SENJA

MEMELUK KASIH SEBELUM SENJA
CINTA UNTUK SI KEMBAR


__ADS_3

      Agnes sedang sibuk menggulir-gulirkan layar tablet di hadapannya.Dia sudah hampir dua jam menunggu di sini.Tapi Diana belum juga menampakan batang hidung..Bukankah dia hanya mengatakan pergi sebentar saja.? Ah..Sungguh janji tentang waktu tidak ada yang bisa dipercaya dari seseorang, jika sedang berbelanja.


     Iseng-iseng  memperhatikan beberapa berita di media sosial. Berita gosip atau tayang terbaru mencuri minat inhin tahu.


     Dia hampir terlonjak dari duduk, dan tiba -tiba matanya membulat melihat tayangan yang baru saja dirilis.Vidio tersebut menampakan wajah empat orang yang sangat dikenalnya.Berbagai spekulasi dan komentar mengikuti tayangan tersebut.Untuk sesaat, Agnes tergagap.Berharap ,semoga bukan masalah besar.


      Agnes tidak menyangka kalau Diana ,Adnan ,Nero dan Risa akan menjadi trending topik.Dari tayangan itu, dipastikan bykan tentang sesuatu yang menggembirakan.Selain mengundang komentar-komentar julid yang menyebalkan. Namun yang paling membuatnya meradang adalah judul yang ditulis menjolok..


     "Penggerebekan Seorang Suami Pada Perselingkuhan Istrinya.."


     Kemudian diikuti dengan video-video lai  dengan versi berbeda. Wanita itu hampir mengeluarkan umpatan seketika .Namun urung ketika menyadari posisinya saat ini sedang bertamu di rumah orang.


     Dia hampir melupakan keberadaan bu Ida dan si kembar di dekatnya. Agnes tifak habis pikir, dari mana orang yang memposting vidio berani memberikan asumsi dan judul tidak berakhlak tersebut.


      "Dasar manusia gabut.Kalau gak bikin  heboh yng bikin fitnah.Yang penting firal"


Dia menggerutu sendiri.Dia tidak tertarik menonton lebih lanjut.Karena sesuatu lebih menarik perhatiannya.


      Sebuah van hitam memasuki pekarangan.Membuat konsentrasi Agnes teralihkan. Keningnya berkerut ketika melihat Adnan dan Diana turun hampir bersamaan. Agnes merasa speechless seketika.Dia tidak menyangka kalau dua orang itu bisa menumpang satu mobil bersamaan.


     Diana masih memasang muka masam ketika akan memasuki teras.Ketika melihat kehadiran Agnes dan orang-orang rumahnya. Dia langsung mengarahkan langkahnya ke sana Tanpa mempedulikan Adnan yang mengiringi langkahnya.


     Pria itu juga tidak mempersoalka tapi terus melenggang santai.Apalagi ketika melihat dua malaikatnya yang meneliti kehadiran pria itu.Antara ragu dan yakin membuat si kembar hanya menunggu dengan harap harap cemas.


     Selama ini hubungan mereka lebih banyak melalui video call saja.Lebih tiga tahun berpisah, membuat rindunya hampir tak terkendalikan lagi.Sesaat Adnan menyesalkan alasan dia tidak kembali dalam hampir tiga tahun ini.Selain kesibukan dalam mengembangkan usahanya.Juga karena alasan sentimentil.Mungkin bagi sebagian orang terlalu mengada-ada. 


      Sungguh berat baginya jika setelah menemui mereka kemudian harus berpisah dan terpaksa ditinggalkan lagi.Kali ini bertekad ingin kembali, juga karena rindu yang sudah tidak tertahankan lagi Seperti saat ini.Melihat bola mata anak-anaknya yang menatap nanar melihat kedatangannya, jantung Adnan seperti diremas hingga sakit. Dia pikir suatu saat akan mencari jalan agar ada saat dia bisa membawa anak-anaknya tinggal dengannya.


      Said dan Savana masih diam terpaku. Mereka tahu pria itu adalah daddynya.Tapi antara malu dan segan, membuat mereka hanya menatap saja  pada pria yang sangat mereka rindukan.Ketika  langkah Adnan semakin mendekat., tanpa sadar mereka membisikan kata-kata yang membuat Adnan semakin luluh.


     "Daddy, pulang.. "


     Adnan tidak mau menunda lagi.Kedua tangannya langsung meraup kedua anaknya. Menciumi bau manis keringat mereka yang sangat dirindukan.Kedua itu kembar itu tidak mau ketinggalan.Mereka memeluk leher daddynya erat.Tak lama kemudian    menyandarkan wajah mereka di dada pria itu 


      Sementara dari jarak beberapa meter, Agnes dan Diana memperhatikan interaksi mereka tanpa berkedip.Hingga kemudian terdengar suara Agnes bertanya.


     "Apakah kamu berbaikan dengannya..?"


     "Mmh..Tidak juga, hanya kebetulan pulang satu mobil.."


      "Bagaimana mungkin kebetulan..Motormu mana..?"


       "Nanti ada yang akan mengantar.." Jawab Diana pendek.


     Dia terlalu bosan untuk menceritakan peristiwa mereka di kafe tadi. Namun Agnes sudah terlalu mengenalnya.Sehingga Diana tidak ada celah untuk menyembunyikan isi hatinya.


     "Apakah terjadi sesuatu…?"


     "Tidak.."


     "Ayolah..Jangan berbohong padaku..!"


     Diana mendengus kesal.Dia selalu gagal kalau berbohong pada sahabatnya ini.Mereka terlalu mengenal bahasa tubuh satu sama lain.


      "Aku lagi malas bicara"


      "Oo. Ya udah kalau gitu.."


      Mereka kemudian sama sama terdiam.Kembali memperhatikan kegembiraan Adnan dengan si kembar.


      "Tapi kalian viral lo.." Kata Agnes lagi.


      "Maksudmu..?"


       "Buka Medsos mu..U tube.."


       "Hah..? Apa..?"


    Diana buru-buru membuka hp nya.Mencari berita yang sedang viral. 


    Matanya hampir keluar dari rongga ketika membaca judul yang menjolok.Ketika umpatan hampir terloncat dari mulutnya.Agnes menyenggol duluan.

__ADS_1


     "Sst..tenanglah.Aku juga hampir memaki tadi..Tapi dekat kita ada orang tua dan anak-anak..!"


      Diana menghembuskan nafas kesal.Dia akan menuntut akun yang memviralkan dan memberi judul tak benar.


      Suara tawa si kembar karena di goda ayahnya, mengalihkan perhatian Diana.Dia bertanya-tanya dalam hati.Apakah berita ini mempengaruhi Adnan dan keluarganya.? Tapi kemudian mengusir pikiran itu.Dia sudah lama tidak bersikap tak peduli terhadap apapun yang berhubungan dengan Adnan dan keluarganya.Kalaupun nanti berita ini akan memancing salah paham antara mereka dan dia. Tanpa sadar Agnes dan dia memperhatikan Adnan dari kejauhan


        Pria itu seperti melupakan keadaan sekelilingnya.Fokusnya hanya tercurah pada Said dan Savana.Sesekali tangannya membelai lembut kedua anaka yang menempel di pangkuannya itu.


       Raut wajah Diana tiba-tiba menjadi sendu.Tanpa dia sadari , sudah diperhatikan oleh sahabatnya itu.Agnes merasa , Diana mulai tergugah secara emosional..


      Agnes mendesah.


      "Haah…Dia benar-benar menyayangi kedua anaknya. Dalam hatinya mungkin juga menderita dengan kondisi ini"


     Diana hanya diam menanggapi.Dia lebih suka mengalihkan pandangan ke depan halaman .Sesuatu menarik perhatiannya. Terdengar Agnes melanjutkan  penuturannya.


      "Kalau tidak ingat penderitaanmu dulu.Betapa brengseknya perlakuan dia dan keluarganya padamu.Pasti sudah kusarankan rujuk dengannya.." Ujarnya melirik pada Diana.Wanita itu balas melirik.Diana merasa sahabatnya ini mulai terpengaruh dengan suasana.


      "Lupakan itu.."Kata wanita itu cuek.


      Tapi Agnes tidak terima.


       "Mana bisa dilupakan. Setiap dilupakan, tetap saja ingat.."


       "Kalau begitu , ingatlah terus sepanjang hidupmu.."Ledek Diana kesal.


     Ucapan tanpa beban.Mau tidak mau mengundang kekehan dari Agnes.


       "Hee…hee…Gak gitu konsepnya dodol..Sewot aja bawaan mu.Sana  minum dulu.."


      Diana kemudian bangkit dari duduknya menuju dapur.Mengakui kebenaran ucapan kawannya.Dia butuh air segar untuk membasahi tenggorokannya. Ketika hendak melangkah, Agnes menahannya .


      "Tunggu sebentar..!"


       "Mmh….Apa lagi nyonya Erick..?"


      "Sekalian bikinin aku kopi.Aku butuh kafein.."


       "Sementara cuma itu.."


        "Oke.."


     Ketika melihat Diana menghilang di balik pintu, Agnes menghampiri tempat Adnan dan si kembar. Sementara bu Ida hanya tetap duduk di kursi roda.Wanita itu hanya tenang dan tak bicara apa-apa. 


     Sudah hampir satu tahun ini, beliau menunjukkan gejala kepikunan Bahkan hampir tidak mengenal orang -orang sekelilingnya lagi.Selain Diana dan kedua anaknya.


     Karena kondisinya itu, secara praktis, Diana bertanggung jawab merawat dan menjaganya.Walaupun sudah ada art di rumah.Tapi tetap mencoba merawat sendiri.Karena kadang-kadang beliau sangat rewel seperti anak-anak.Ada keraguan di hati Diana.Jika mereka tidak akan sabar menghadapi tingkah bu Ida.


Syukurlah sekarang Diana lebih sering berada di rumah.


      Diana sudah menikmati hasil kerja kerasnya di dunia maya.Bahkan akhir-akhir ini channelnya , banyak mendapatkan followers.Sehingga sering di endorse berbagai pihak yang ingin memasarkan produknya. Walaupun sangat sibuk, dia juga menyempatkan waktu mengantar si kembar ke sekolah di salah satu tk dekat yang tidak terlalu jauh dari rumah.


     Masalah sekolah si kembar


     Pada awal akan menyekolahkan si kembar di tempat biasa.Namun sempat terjadi pertentangan antara dia dan Adnan.Karena mantan suaminya itu menginginkan anak-anak mereka bersekolah di tk ternama .Hingga setelah saling mengeluarkan debatan.masing-masing.Adnan kemudian terpaksa menyetujui ide Diana.


    Pria iyu mengamati dengan bahagia pertumbuhan kedua anaknya dengan bahagia.Walaupun ada sendu yang bergelayut di hatinya, karena tidak bisa bersama setiap saat. Dia mengamati wajah Savana yang merupakan duplikat Diana versi bocil.


      "Dia cantik sekali bukan..?" Terdengar suara Agnes di dekatnya.


      Pria itu mengangkat wajahnya.Lalu kembali kepada buah hatinya. Jari-jarinya yang panjang bergerak menyingsingkan rambut nakal dari wajah Savana. Wajahnya cantik dan manis seperti Diana.Namun warna kulitnya yang putih dan mulus adalah turunan darinya..


       Setelah puas memperhatikan Savana, kemudian mengalihkan pandangan pada Said yang juga menatapnya dengan bahagia. Adnan tidak tahan untuk tidak mengecup pipinya,Anak lelakinya itu juga  mempunyai wajah yang sangat tampan. Mirip dengannya .Hanya warna kulit Said menurun dari Diana .Kuning kecoklatan.


Adnan dengan bangga membayangkan.Betapa banyak orang-orang yang tertarik pada si kembar. Besar harapannya, semoga mereka lebih bahagia daripada mami dan daddynya kelak.


     Agnes semakin terpesona dengan pemandangan di depannya .Walaupun dia agak tersinggung karena tidak di acuhkan.


Tapi dia masih mempunyai ganjalan di hatinya.Dan baru kali ini ingin diungkapkan pada mantan suami Diana yang menyebalkan ini. Sayang sekali dia berwajah tampan…Cerungut Agnes dalam hati.Namun Agnes segera melupakan pikiran itu, dan kembali berkata pada Adnan.


     "Seharusnya kamu jangan lagi muncul di kehidupan mereka.Mengingat perbuatan burukmu di masa lalu.Tapi mengingat si kembar aku tidak tega.." Dia memulai dengan melempar bom pertama.

__ADS_1


     Adnan berhenti dari ketidak acuhannya.Matanya menatap tajam seperti ingin menikam.Wanita ini adalah orang pertama yang berani lancang padanya setelah Diana.


     "Jangan terlalu sibuk dengan urusan orang nyonya Erick.Kalau kamu punya waktu senggang, pergunakanlah untuk mengurus suami dan anak-anakmu..!" Jawabnya ketus. 


      Tapi bukan Agnes nanya kalau hanya diam dan menerima kata-kata yang memojokan seperti itu.


       "Sayang sekali..Aku suka menganggap apapun yang mengganggu  sahabatku itu akan jadi urusanku .Apalagi saat dia menderita ketika dibuang pria busuk yang jadi suaminya kala itu. Kau tentu tidak akan membayangkan penderitaannya bukan.Karena sibuk dengan selingkuhanmu.."


       "Adnan menggigit kuat gerahamnya. Namun pandangannya  jauh ke depan. Beberapa saat terdiam, sebelum melanjutkan kata-katanya.."


       "Aku akan menebus hari-hari itu.." 


       "Aku tidak percaya kamu bisa..Apalagi melihat interaksi Diana dengan keluarga toksik mu itu.."


        "Aku tidak butuh kepercayaanmu.Aku hanya butuh kesempatan sekali lagi.."


         "Ku harap kesempatan itu tertutup untukmu…"Balas Agnes cuek.


      Sehabis mengatakan itu, dia melenggang menjauhi Adnan.Membiarkan pria itu dengan pikirannya sendiri.


       Tanpa mereka sadari, dari dalam rumah, Diana mengamati interaksi keduanya.Dari gestur Adnan.Bisa dipastikan sudah terjadi percakapan panas dengan mereka.Dan Diana berani bertaruh.Biang keroknya adalah Agnes.Sahabat terlaknat sekaligus tercintanya.


      Agnes adalah sahabat Diana yang memiliki karakter unik tapi sedikit aneh. Kalau biasanya orang akan malu atau takut di sentil atau dipojokkan.Tapi Agnes menganggapnya suatu hiburan yang menantang dalam menyegarkan kembali pikirannya ke titik awal. Tidak heran kalau Diana sering meledeknya mempunyai kadart kegilaan yang tak tersembuhkan. Walaupun dalam hati kecilnya mengakui kalau dia bersyukur mempunyai orang seperti Agnes.Yang selalu ada saat dibutuhkan.


      "Kamu bikin masalah dengannya..?" Tanya diana  menuduh.


      Agnes terlihat seperti bunglon yang telah berganti warna.Wajahnya ceria dan lucu.Tiba -tiba merajuk seperti bocah.


     "Apakah kamu akan membiarkan tamu ini kelaparan..?.Bahkan tidak ada tawaran makan untikku.." Tanya dia meringis seperti orang kelaparan.Diana tidak ingin tertipu.


     "Kamu belum menjawabku Agnes.." Desaknya. Tapi justru membuat Agnes ingin memainkannya.


     "Little bit.."Jawabnya sambil mengatupkan jari telunjuk dan jempol.


      Diana hanya geleng -geleng kepala.Sedikit menurut Agnes, cukup memberikan efek pada korbannya.


      "Sudahlah..Tidak enak sama bu Ida kalau kita ribut di sini.Apalagi tetangga ku ada yang punya hobi menggosip tentang kehidupanku…"


     "Maksudmu dia ..?" Tanya Agnes sambil menunjuk ke arah pagar. Dibaliknya dua orang wanita sedang memperhatikan secara sembunyi-sembunyi.


      Diana sudah tahu sebelumnya, ketika Agnes menunjuk  langsung orangnya.


      Disudut yang agak terhalangi bunga asoka, terlihat Sofia dan temannya yang Diana ketahui bernama Suli.


     Keduanya berbisik-bisik sambil sesekali melirik ke arah rumah tempat mereka.Diana sudah biasa dengan itu dan tidak mempedulikannya lagi. Tapi Agnes merasa kesal dan terganggu.


     Ketika tatapannya bertbrakan dengan orang -orang itu, mulurnya langsung membombardir.


     "Heii..kalian ngapain di situ..? Mau nyuri ya..?" Tuduhnya.


      Kedua orang itu kaget.Tidk menyangka dapat tuduhan menjengkelkan itu.Ta mau kalah, mereka malah mencibir.Sofia berkacak pinggang balik menantang.


     "Sembarangan kalau ngomong.Siapa yang mencuri.Memangnya ada yang berharga yang bisa di curi..?"


      "Kalau gak , di situ ngapain..? Nangkap jangkrik..? Sudah sana..Jangan suka ghibah.!Nanti wajahmu semakin jelek.."


         Demi Tuhan..! Agnes seperti tidak punya rem di mulutnya kalau sudah kesal pada seseorang.


      Kedua orang itu wajahnya membiru. Mereka merasa benar-benar direndahkan.


Sofia meradang


      "Jaga mulutmu ..sialan…


       "Gak akan..jelek.."


        " Keduanya makin kesal Setelah sekian lama  dirawat dengan berbagai krem kecantikan, tetap saja dikatain jeleks.


      Suara nya yang cukup keras, mau tidak mau mengusik Adnan yang sedang berbicara dengan Savana.


     Teringat pada barang bawaannya yang belum dikeluatkan dari mobil.Pelan-pelan pria itu bangkit setelah menurunkan kedua anaknya dari pangkuan.

__ADS_1


    


__ADS_2