MEMELUK KASIH SEBELUM SENJA

MEMELUK KASIH SEBELUM SENJA
NALURI SEORANG AHLI


__ADS_3

     Diana harus melakukan search engine sebelum memulai .Memastikan kecepatan clock Cpu dan juga alat-alat lain. Dia tidak ingin konsentrasinya terganggu hanya karena perangkat komputer di depannya tidak cukup memadai untuk menghadapi para hackers tersebut.


      Ketika  akan mulai memasuki sistem, dia memastikan semua  server dalam kondisi prima.


      Sudah lewat satu jam, wanita itupun  hanya fokus pada layar monitor.Kecepatan tangannya hampir tidak terlihat ..Seperti tak ada jeda,berselancar di atas keyboard .Dia sudah memastikan kekuatan  dari server .


     Sementara dari balik dinding kaca,beberapa orang termasuk Agnes dan David memandang tak putus putusnya.pada dia.


     Tidak ada yang memberi komando untuk diam.Namun sepertinya mereka semua setuju bahwa diam adalah hal yang paling dibutuhkan saat ini.


       Wanita yang  duduk di depan komputer itu sedang bertempur dengan para hacker.Dia bukanlah mengerjakan pekerjaan remeh temeh yang bisa dilakukan sambil ngerumpi atau ngemil.Ada triliunan uang dan masa depan ribuan nasib kepala keluarga yang juga dipertaruhkan di tangannya.


       Diana sudah beberapa kali mendorong hama yang begitu galak menggerogoti lapisan ketiga dari portal.Namun dia agak kesulitan ketika ada hama lain yang mencoba menggerogoti juga.Keringat bahkan sampai mengucur di dahinya.Walaupun ruangan sudah dipasang ac dengan suhu rendah.


      "Ternyata main keroyokan ya..?" Gumamnya.


     Dia mencoba memberi umpan pancingan hingga mereka tertarik pada jebakannya.


     Diana melakukan hack balasan.Dia segera mengetahui dari mana gangguan ini berasal.


      Merasa gemas seketika.Masih dari sumber yang sama dan perusahaan yang sama tiga tahun lalu.Hanya sekarang hackernya lebih berpengalaman dan cukup tangguh.


      Dia bukanlah orang yang menerima begitu saja kekuatan lawan sebelum menjajalnya.walaupun pada menit kelima belas sebelumnya bahwa lawannya tidak sembarangan orang.


     "Ayo kita bertempur curut.."Gumamnya lagi. Ketika merasa sudah waktunya menghajar mereka yang termakan jebakannya.


     Seperti biasa, dia telah membentangkan Cibber Blue dalam jaringan. Melakukan sedikit penjajakan, lalu dia melanjutkan dengan sistem tempur dengan pengumpanan  pada pihak lawan dan kemudian menggiring ke arah pembantaian


     Ketika mereka mulai memakan umpannya.Diana mengunci sasaran , lalu membalikan serangan.Dia langsung mengirimkan virus andalan buatannya "Poisson Kiss".


     Tidak cukup hanya di situ.Dia juga melakukan sistem locked otomatis.Di mana pihak hacker yang mulai terancam tidak bisa berbalik melarikan diri. Ketika mereka ingin terus berusaha menjebol pertahanan pada portal ketiga.Diana melonggarkan sedikit.Sehingga mereka dengan tenang memasukinya.


      Gotcha..!! Mereka masuk perangkap. Diana membantai sekali tebas.Bahkan mengirimkan serangan balik menggunakan kekuatan mereka sendiri.


Di sisi yang lain ada satu lagi yang sedang berusaha menembus lapisan keempat.Tidak ingin membuang waktu langsung dihadapinya.Cukup melelahkan, namun dia tidak ingin mundur menghajar para hacker adalah salah satu cara Diana melepaskan kemarahan pada seseorang.


     "Ah…Sialan..Tidak bisa  dianggap remeh.Dia menambah ketebalan perisai pada portal.Sudah lewat tiga jam.Energinya hampir terkuras.Saat ini sudah masuk jam magrib.Diana terpaksa berhenti sementara, dan mengunci sistem.Dan mematikan untuk sementara.Dia yakin, di sebuah perusahaan di kota B kembali terjadi kegemparan.


      Ketika dia bangkit dari duduknya, segelas teh hangat di sodorkan kepadanya.


     "Kamu istirahat dulu Diana, isi energi dulu..!" Kata David.


     "Tentu saja, saya juga harus ibadah magrib" Sahut Diana.


     Untuk pertama kali semenjak kedatangannya, dia melihat ketegangan di wajah David sudah  agak mengendur.Walaupun pria itu masih belum bisa bernafas lega.Karena dia juga tahu bahwa  lawan kali ini mempunyai skill tingkat Dewa.


     "Ku mohon, jangan sampai ambruk Diana. Walaupun Adnan hanyalah mantan suamimu, aku tidak bisa membayangkan kemarahannya jika terjadi yang buruk padamu.


     "Kamu tenang saja .Aku bahkan sudah memakai sarung tangan untuk berjaga-jaga jika mereka mengirimkan sengatan listrik untukku.." Sahut Diana.


    "Entahlah..Aku bahkan tidak ada kepandaian sedikitpun untuk melindungi rahasia perusahaan dari serangan dunia maya yang membabi buta seperti itu.Lebih mengerikan dari santet bukan..?"

__ADS_1


     "Aku pun cuma berusaha.Adakah tim cyber yang bekerja sama dengan perusahaan ini David..?"


     "Tentu saja ada.Apakah kamu memerlukan bantuan mereka..?"


     "Ya..tentu saja.Aku mencurigai ada mata-mata di perusahaan mu ini.Karena waktu melakukan pertpuran tadi, aku tidak saja berkutat melawan musuh.Tapi juga ada sabotase yang membukakan gerbang portal.Dan aku yakin jarak nya sangat dekat."


     "Maksudmu, kita mempunyai pengkhianat atau penyusup dalam perusahaan..?" Tanya Agnes.


      "Ya kurasa begitu.Semoga saja perkiraanku tidak meleset.." Sahut Diana pelan.


     Membutuhkan satu jam untuk mereka istirahat dan makan malam.Kemudian Diana mulai bekerja lagi.Dia adalah seorang profesional dan bertanggung jawab dalam bekerja. Sehingga ingin segera menuntaskan pekerjaannya.


       Diana berjalan menuju toilet .Bersih-bersih, dan bersiap-siap untuk melaksanakan ibadah rutin. Hanya memerlukan waktu  beberapa menit  untuk  itu.Dia segera keluar dari ruangan paforit sejuta umat itu.


      Tidak lama  kemudian dia menemui Agnes dan David yang telah menunggunya.


      "Apakah kamu masih sanggup..?" Tanya Agnes cemas,demi melihat wajah letih Diana. Bagaimanapun, Diana punya keterbatasan sebagai manusia biasa.


      "Jangan cemas..Aku masih oke kok.Mari kita siap-siap untuk bertempur.Oh ya..Apakah ada  programer yang lumayan pintar  di sini David,.?"


      "Ada..Mereka memang sengaja  kutahan untuk berjaga-jaga.Tapi tetap saja mereka keteteran menghadapi ini..Apakah lima orang cukup..?"


      "Itu terlalu banyak David"


      "Ooh..sorry kalau begitu,."


      "Aku hanya butuh satu orang sebagai pendampingku.." Jawab Diana santai.


     "Aku  permisi harus ke toilet dulu sebentar.." Kata Diana sambil mengundurkan diri.


     Setelah bersih-bersih dan bersiap menjalani ibafah magrib, Diana kembali berkumpul dengan David dan Diana.Makan malam sudah  tersedia untuk disantap. Tidak menunggu lama  kemudian, segera mereka nikmat hidangam teraebut.


     Bagaimanapun  juga ,waktu tidak dapat menunggu.Mereka harus cepat menuntaskan  tugas sebelum malam semakin larut


     Mereka menyajikan nasi Padang dengan ikan bakar kesukaannya.Perasaan Diana sangat puas dengan makan malam itu.Ketika dia hampir saja bersendawa karena kekenyangan.Tapi tak menunggu lama, segera bangkit dari duduknya, dan wanita itu kembali bersiap  memulai pertempuran selanjutnya.Dia merasa lebih semangat karena selesai makan dan sholat.


      Sebelum memasuki ruangan komputer, Diana menyempatkan diri berkenalan dan beramah tamah dengan kelima orang programer itu.Seperti pada umumnya mereka yang bergelut pada dunia perkodingan.Penampilan mereka adalah orang-orang yang tenang dan tak banyak  bicara.


      Tiba-tiba matanya terfokus pada satu orang yang sudah lama tidak dia lihat. Pria itu pun hanya  tersenyum padanya.


       "Bukannya kamu Jo..?"


      "Selamat berjumpa lagi bu.."Sapanya santun.


      Diana melirik heran pada David yang yang tetsenyum miring di dekatnya. Kemudian  pria itu mengajak Diana menjauh  dari  orang-orang itu.Saat kembali berada di ruangan David, wanita itu mengeluarkan ganjalan di kepalanya.


     "Bisa kamu menerangkan padaku David..?"


     "Hee..hee..Apakah seorang Diana begitu penasaran ,bagaimana seorang Ob bisa bekerja menjadi seorang programer..?"


      "Kamu sudah tahu pertanyaanku.Hanya tinggal memberikan jawaban saja kok."  Tuntut Diana lagi.

__ADS_1


       "Namanya Jonathan ..Dia hanya sementara jadi ob.Saat kamu memgundurkan diri.Pria itu mengajukan surat lamaran sebagai programer.."


      "Mengapa aku merasa kebetulan yang tak biasa..?" Tuntutnya .


      David mengetuk pelan kening Diana sambil tersenyum.


      "Kamu selalu memaksa  pada sesuatu yang jadi pertanyaan di kepalamu..kamu dan Agnes benar-benar sekelompok burung yang sejenis." Ejeknya kemudian.


     Tapi ejekkan itu berubah menjadi ringisan kesakitan ketika merasakan pukulan keras di bahunya.


      "Mengapa namaku selalu kamu bawa-bawa hah.? Burung..burung…Burung sejenis apa..?? Burungmu kah..??"


      David benar-benar tidak menyangka kalau sepupunya itu sudah berada di belakangnya.Bukankah dia tadi dia mengatakan mulas dan pamit ke toilet..?


     "Kamu bagaana secepat iyu sudah kbali lagi..? Apakah kamu yakin sudah bersih ceboknya..?" Tanya pria itu sambil mengusap bahunya. Pukulan Agnes tidak main-main. 


        David menatap  dengan wajah menderita pada Andita yang duduk tak jauh dari mereka.Namun wanita itu hanya tersenyum malu-malu.


       "Cihh..Istri yang tidak tanggap pada suaminya yang dianiaya.." Omelnya konyol.


      Diana dan Agnes yang melihat hanya tertawa ngakak.Di balik kesehariannya yang dingin, David juga menyimpan kekonyolan tersendiri.Yang hanya akan dikeluarkan di depan orang-orang terdekatnya saja.


       Beberapa saat kemudian,Diana berkata.


      "Aku sudah harus bekerja lagi, kalau harus menemani kalian bisa-bisa semuanya terbengkalai"


      "Apakah masih banyak kesulitannya..? Tanya  Agnes.."


      'Semoga tidak seberapa lama lagi.Kamu kan tahu lawan kali imi bukan sembarangan.." Sahut Diana pelan.Walaupun dia tahu pekerjaannya hanya tinggal sepuluh persen saja.Untuk pemulihan sistem dan memberi ttambahan pengamanan pada jaringan sistem.


      Tapi sebagai lanjutan, dia akan menyelidiki diam-diam, bagaimana pengaman yang selalu diperbaharuinya tiap tiga bulan, bisa bocor begitu saja. Karena hanya David yang memegang passwordnya.


      Duduk kembali di depan monitor, Diana iseng-iseng memeriksa kamera pengintai pada sistem.


     Setelah melakukan seaching internal, Diana menemukan banyak hal-hal yang baru bahkan agak janggal.Termasuk pada  ruangan David, dia cukup merasa surprise.


     Diana merasa ada yang janggal.Bagaimana ada kamera micro yang berkeliling pada ruangan itu.Diana memutuskan akan membahasnya dengan David  esok hari.


     Diana menguap menahan kantuk.Untuk sementara dia hanya menyudahi pekerjaan sampai di sini saja ..Setelah menyelesaikan penguncian pengaman yang ditambahkan dengan virus jebakan, Diana melakukan logout .Dia merasa sudah cukup aman untuk sementara waktu.


     Dua jam kemudian, Diana meregangkan tubuh.Dia  telah menyelesaikan  pekerjaan itu.Dengan  langkah gontai berjalan dan membuka pintu ruangan kaca.Dia tersenyum dan berterima kasih pada programer yang telah mendampinginya.


      David dan Agnes menyambut dengan wajah sumringah.Segelas less sugar coffee disodorkan padanya.


      "Tidak bisa kubayangkan jika harus kehilanganmu." Katanya kemudian.


       "Jangan terlalu memujiku Dav.Karena ini belum tuntas.Besok aku harus datang lagi ke sini.Ada yang harus ku bahas denganmu.."Kata Diana setelah menyesap kopi nya. Bau wangi yang menyeruak dari kepulan asapnya, membuat tubuhnya terasa nyaman.


       "Aku selalu menunggumu baby..'  Jawab pria itu jenaka.


     Diana hanya menanggapi dengan geleng kepala.

__ADS_1


__ADS_2