MEMELUK KASIH SEBELUM SENJA

MEMELUK KASIH SEBELUM SENJA
KEKASIH HATI


__ADS_3

    Malam semakin merangkak.Mobil mewah berwarna silver metalik itu sudah beranjak meninggalkan rumah Diana. Membawa serta Adnan dan sopirnya. Diana bernafas lega, lalu mengunci pintu, Dan menutup semua gorden.


      Saat membalikan tubuh dia bertatapan langsung dengan dua pasang mata balita yang menatap sedih padanya. Diana kebingungan dan berjalan cepat memeluk mereka.


      "Ada apa sayang-sayang mami..?" Tanyanya  lembut. Tangannya mengusap punggung kedua  buah hatinya.


      Diana tertegun ketika dua balita itu menatapnya intens.Hal yang hampir tidak pernah dilakukan mereka. Diana sangat menyadari perasaan kedua buah hatinya.Merasakan sesuatu yang mengganggu emosi anak-anaknya.


       "Dad..dda.."  Jawab Savana dan Said mencebik. Diana kebingungan.Hatinya bertanya-tanya.Semenjak kapan anak-anaknya di ajari Adnan..? Hingga sekarang sudah bisa menyebut nama panggilan untuk ayahnya.


        "Dad…dda..siapa sayangku..? Tanyanya mencoba memastikan.


       "Dad..dda….hik..hik..Dda..dda…" Lanjut Savana menunjuk pintu keluar .Balita kecil itu tidak lagi menutupi perasaannya. Menangis kencang hingga kemudian diikuti oleh Said. 


     Mungkin dalam tubuh kecilnya Said sudah mempunyai idiom persaudaraan.Satu Nusa , satu Bangsa..Satu ayah bunda, satu jiwa dan satu rasa. ( Yeah…Itu bisa-bisanya Author saja..wk..wk…).


     Seperti kena siraman air dingin, Diana tertegun. Dia tidak menyangka hubungan anak-anaknya dengan Adnan sudah sedemikian lengket. Hingga keduanya merengek  kecewa,karena ditinggal pergi.


     "Daddy..?" Tanya Diana kemudian lebih jelas lagi.


     "Ya…daddy.." Sahut Said cepat dengan bangga, bicara dengan gigi susunya yang berjumlah empat biji.


      Diana mulai bisa menguasai keadaan.


      "Oh….Daddy kerja dulu, ya sayang.?"


     Kedua balita itu diam dan saling pandang satu sama lain .Hingga kemudian mereka seperti mendapatkan kesepakatan seperti halnya rapat-rapat orang dewasa.


      "Ya.." Jawab mereka sambil mengangguk. Diana menjadi lega. Menciumi kedua malaikat kesayangannya.Menatap lagi dengan mesra .


       "Sekarang kita bo….?"


        "bok.." Sahut mereka kompak.


      Diana memeluk dengan cinta kedua buah hatinya.Lalu menggendong ke dalam kamar. Keduanya gembul dan sehat. Tapi Dia seperti mempunyai tenaga ekstra bila menggendong keduanya sekaligus.


      Hanya beberapa selang setelah si kembar pulas Diana pun beranjak ke pintu penghubung antara rumahnya dan rumah bu Ida.Pintu itu hampir tidak pernah dikunci. Kecuali disaat salah satu pemilik tidak ada dirumah.


       Memasuki rumah bu Ida, dia langsung menuju kamar wanita paruh baya itu.


Terlihat bu Ida sedang mendengar ceramah di youtube.


       Dia tersenyum melihat kehadiran Diana di pintu kamarnya. Diana berpikir, tidak ada yang salah dengan kondisi bu Ida. Dia masih segar dan murah senyum seperti sedia kala. Diana datang mendekati.


       "Apakah ibu kurang enak badan bu..?"


       "Hee…hee..Gak lah..Ibu sehat-sehat saja kok. Itu cuma alasan ibu saja untuk pamit. Sepertinya bapak anak-anakmu ingin bersama dengan si kembar. Maka ibu cari alasan untuk pamit.."


       "Oh..syukurlah..Saya cemas kalau ibu benar+benar tidak sehat.."


       "Iya..Ibu sehat kok.." Tegas bu Ida .Tapi Diana tidak langsung mempercayai.


     "Ibu tidak membohongi Diana kan..?"


      "Iya..  Ibu gak bohong kok.."Jawab bu Ida tersenyum. 


       Diana akhirnya tersenyum lega.Sedikit banyak dia merasa bertanggung jawab pada wanita paruh baya berhati tulus itu.


       Bu Ida menggamit Diana agar ikut duduk di pinggiran kasurnya.Mata memandang Diana dengan berbagai maksud.Diana mulai dihadapkan pada tanda tanya.


    "Diana..?"


    "Ya bu…?"


    "Ibu boleh bicara sesuatukah. Ehm…maksud ibu , ini tentang kamu lo...Tapi sebelumnya ibu minta maaf lo.Bukannya bermaksud ikut campur gitu.."


     Bu Ida mulai mengeluarkan isi hatinya. Diana menjadi semakin tidak sabar, kemudian bertanya.


        "Ada apa ya bu..? Kok sepertinya serius ..?"


     Bu Ida tersenyum lembut. Dia kembali menatap Diana semakin  dalam.Mata tuanya bisa mengetahui beban yang ditanggung wanita cantik yang sudah dianggap anak itu.Tapi sayangnya, Diana bukanlah tipe orang yang gampang membicarakan kehidupan pribadinya dengan orang lain.


     "Diana , kamu wanita yang luar biasa.Ibu kagum denganmu.."


      "Terimakasih bu.."


       "Tapi walau seberapa tangguhnya seorang wanita, dia tetaplah sosok yang membutuhkan. Sandaran jika sudah lelah. Selagi masih muda ,ibu sarankan menikah lagi dengan seseorang..! Anak-anak juga butuh figur seorang  ayah.." Kata bu Ida sambil menggenggam tangan Diana. Matanya tiba-tiba menjadi sendu.

__ADS_1


      Diana terdiam dan tiba-tiba kehabisan kata-kata. Hingga akhirnya dia bertanya.


      "Mengapa ibu tiba -tiba membahas ini..? " Tanyanya lagi.


      Untuk kesekian kalinya bu Ida menatapnya.


     "Nak..Bisakah kamu memberi satu kesempatan untuk Adnan..?"


     Diana mulai agak berubah canggung pada bu Ida. Selama ini dia menyangka ,bu Ida tidak pernah ingin tahu tentang masalahnya dengan Adnan.


     "Bu..?"


     "Selama dia di sini, ibu melihat betapa gigih dia berusaha untuk dekat denganmu dan anak-anak. Dia bersikap seperti orang yang tidak mempunyai rumah selain ke sini. Bila kamu belum pulang, dia gelisah.


Bahkan matanya hampir tidak lepas dari foto wajahmu di dinding. Padahal foto itu adalah  yang sudah lama sekali bukan..?"


      Diana hanya diam mendengarkan panjang lebar kata-kata bu Ida. Wanita paruh baya itu seperti menjelma menjadi ibunya yang suka memberi nasihat-nasihat.


      Namun , walau bagaimanapun dekatnya mereka, haruskah Diana menjabarkan semua penderitaan yang sudah Adnan dan keluarganya telah berikan untuknya..?Dia bahkan tidak bisa mengatakan betapa dalam luka dan sakit hatinya kepada mereka itu. Dan luka itu kian hari bukannya mengering, tapi seringkali berdarah lagi. Jika bukan karena sudah memiliki si kembar, dia pasti benar-benar menyesali hari di mana pernikahannya dengan Adnan di mulai


      Bu Ida menatap kediaman Diana dengan pilu. Dia tahu, betapa dalam luka hati  yang ditanggungkan wanita di depannya itu Tapi Diana tidak pernah terbuka untuk bercerita dengannya. 


     Bu Ida kemudian sadar, bahwa dia tidak boleh terlalu jauh memasuki ranah pribadi Diana. Bagaimanapun Diana juga mempunyai privasi yang ingin disimpannya sendiri.


      Diana melihat seperti masih ada yang ingin disampaikan bu Ida 


     "Apakah dia mengatakan sesuatu pada ibu..?" Tanya nya lagi.Wanita paruh baya itu mengangguk.


     "Ya..Dia bertanya banyak tentang kamu..Mmh..Ibu tua ini hanya menjawab apa adanya. Seperti…."


       "Seperti apa bu..?" Tanya Diana penasaran.


      "Seperti kamu pulang dalam keadaan lelah, kemudian langsung mengurus si kembar.Kemudian suka tertidur di lantai dalam keadaan perut kosong.Karena mengurusi pekerjaan rumah.."


       Diana terperangah mendengar pengakuan polos dari bu Ida. 


       "Mengapa ibu menceritakan yang itu juga sih bu..Duh..Ibuku ini…"


      "Habis ibu keenakan ngobrol..Jadi keceplosan gitu.."


       "Yah..Sudahlah bu.." Kata Diana menengahi perasaan bersalah bu Ida.


       "Gak pa-pa kok bu..Ibu kan ibu Diana..Oh ya bu..Ini tadi Diana belikan kue buat ibu.Ibu kan suka ngemil kalau habis tahajud malam.." 


       Diana segera mengalihkan percakapan mereka.Ketika bu Ida jadi serba salah padanya.


       "He..he..Terimakasih ya.."


        "Sama-sama bu..Sekarang ibu istirahat ya .Diana juga mau istirahat.. !"


        "Iya…iya deh..Tolong periksa semua pintu ya nak…takut ada yang belum di kunci..!"


        " Ya bu.. "


      Diana beranjak ke pintu. Kemudian memeriksa semua pintu rumah.Tak lama kemudian  dia sudah kembali berada di kamar .Berbaring dekat si kembar kebanggaannya. Tak lama kemudian, ikut menyusul mereka ke alam mimpi..


     Hal yang hampir sama terjadi di sebuah ruangan.David menatap bangga bayi merah yang berada dalam pangkuan dan ******* pada ibunya. Wanita cantik 


berparas ayu 


      Sesekali tangan David bergerak lembut membelai wajah wanita itu.Wanita yang telah rela berkorban untuknya. Dan melahirkan buah hati mereka.


      Andita mengangkat wajahnya yang memerah karena perlakuan pria yang pernah jadi bos nya ini.Dia tidak menyangka, bahwa pria  dikenal dingin dan angkuh  itu bisa begitu perhatian padanya . Tapi Andita tidak berani berharap lebih dari ini. Dia hanya orang biasa yang tidak pernah bermimpi terlalu tinggi .Apalagi untuk menjadi bagian yang penting dari seorang David John.


      "Kamu semakin cantik sayang…Cepatlah pulih, kita akan segera menikah. " Ucap David kemudian. Kemudian mengecup lembut bibir ibu dari anaknya itu.


      Andita terperangah tapi tidak berani bereaksi lebih.Karena ada sosok mungil dalam pangkuannya.


      "Tapi ku dengar kamu akan dijodohkan. Dengan seseorang.." Keluh wanita itu. Matanya berkaca-kaca.Mood swing seorang ibu pasca melahirkan.


      "Tenanglah..Aku janji akan memastikan kamu dan anak kita aman dulu. Aku dan Diana akan menanganinya.


      "Diana.??"


      Andita mengangkat wajah menatap David. Ada keingintahuan yang tidak bisa disembunyikan. Pria itu mengetahui isi kepala wanita itu.


    "Jangan cemburu padanya.."

__ADS_1


    "Aku tidak cemburu kok..Tidak berani.." Ucapnya lirih.


     David menatap lembut Andita mantan sekretarisnya itu.Wanita yang menghilang setelah mereka melewati malam panas waktu itu sampai pagi.    


     "Dia wanita hebat, yang pernah menyelamatkan perusahaan. Sekarang dia sekretarisku.."


     "Ooh…"


     "Hei…Jangan pernah berpikir macam-macam tentang aku dan dia..oke..?"


     "Aku.."


     "Dia bukan wanita sembarangan.Walaupun aku suka padanya, aku yakin dia akan menolakku.."


    David menatap dalam mata wanita di hadapannya Tidak menyangka akan pengorbanan Andita untuknya. Bahkan setelah menjadi perisai untuknya, wanita itu tidak pernah datang meminta kompensasi ataupun pertanggung jawabannya. David tidak dapat membayangkan penderitaan bathin yang sudah diderita Andita, setelah akibat yang ditimbulkan pada malam itu.  


    Seseorang telah menaruh obat perangsang dosis tinggi di gelas minum David. Mereka adalah lawan bisnis yang ingin menjebak David dengan seorang wanita bayaran. Tujuannya adalah memeras agarnya David patuh mengikuti kemauan mereka.Jika pria itu tidak ingin video mesumnya si publikasikan di dunia maya. Proyek bendungan raksasa bernilai hampir triliunan,membuatnya jadi sasaran pemangsa para perampok yang menyamar jadi pengusaha.


     Dunia bisnis adalah medan pertempuran  tanpa senjata.. Tidak ada yang benar-benar kawan sejati maupun lawan sejati. Perhitungan rugi laba tetaplah harus dikedepankan. Bahkan kalau terpaksa akan menindas atau mencelakai kalau diperlukan. Bisnis itu tidak akan besar kalau tidak kejam bukan..? Mungkin inilah prinsip yang dipakai sebahagian mereka para pemburu harta.


       Andita adalah seorang sekretaris junior yang menggantikan tugas sekretaris utama mendampingi David. Dia berjanji akan menjaga semuanya baik-baik saja  Termasuk menjaga  David sang bos.Ada kebanggaan tersendiri bagi gadia itu saat diperintahkan Lily seorang seniornya.Di kemudian hari dia baru mengetahui keterlibatan Lily dalam masalah malam itu 


      David sebenarnya adalah pribadi yang sangat menjaga kesehatan dan kebersihan pada tubuhnya. Dia sangat ketat menjaga stamina dan kebugaran. Salah satu cara adalah menghindari alkohol.


     Tapi mereka tidak punya pilihan du malam perjamuan itu. David terpaksa menerima  saat disodori minuman yang di dalamnya sudah dicurigai di beri sesuatu. Yang pastinya bukan sesuatu yang menguntungkan .Apalagi memberikan manfaat baginya.


    Atas nama basa-basi dan kesopanan, David setuju untuk mencicipi sedikit.Tapi Andita yang awas sempat menangkap senyum licik di mata lawan bIsnis tersebut Dan dengan konyolnya Andita langsung bertindak menyelamat David , tapi tidak berpikir jauh akan menghancurkan dirinya. 


       Pengusaha licik yang tak lain adalah Danuarta, terperangah saat melihat Andita lebih duluan menyambar gelas di tangan David.


     "Pak David sedang ada masalah dengan kesehatan..Biar saya saja yang menggantikan.."Terangnya dan langsung meneguk setelah mengucapkan 'cheers'.


     Meski pada awalnya biasa saja, beberapa saat kemudian terlihat perubahan atas sikap Andita. Keringat mulai membanjiri wajahnya. Dan sesekali terdengar nafas yang terengah-engah. Wanita itu menggigit bibirnya sampai berdarah, berusaha untuk mempertahankan kesadarannya.


     David menyadari perubahan itu. Dan segera menyudahi perjamuan dengan Danuarta. Pria itu bergegas pergi dari tempat itu sambil menggandeng Andita yang mulai sempoyongan. David mengutuk dalam hati. Dia melemparkan tatapan tajam penuh arti pada Danuarta.Hingga pria itu salah tingkah karena menyadari perbuatan busuknya sudah ketahuan.


     David tidak punya waktu untuk melakukan tindakan lebih lanjut saat itu. Yang penting segera pergi dari sana. Karena dia yakin, akan ada tindakan lanjutan yang sudah direncanakan Danuarta untuknya.


    Andita hanyalah sekretaris junior yang biasanya diam dan bekerja. Tapi pengaruh afrodisiak telah merubah kepribadian wanita itu, menjadi liar hampir tak terkendali. Walaupun kadang kala berusaha untuk kembali mempertahankan kesadarannya.


      Saat melihat penderitaan Andita, David bersumpah akan membuat perhitungan dengan Danuarta.


    Detik-detik Andita mulai terpengaruh dan bereaksi agresif, David tidak punya pilihan selain membawanya ke dokter secepatnya 


     Hingga dalam perjalanan pulang, keadaan Andita sudah tidak terkendali lagi.David tidak punya pilihan hingga mengambil keputusan yang tidak boleh disesalinya di masa depan.


      Setelah peristiwa malam itu, David berencana akan mengajak Andita berbicara empat mata. Tapi rutinitas pekerjaan membuatnya mengundurkan dulu sesaat.


        Beberapa bulan  kemudian Andita menyerahkan surat pengunduran diri  dan mulai menghilang.Sedangkan David saat itu sedang berada di Swiss dalam rangka kunjungan bisnis. Gadis polos dan lugu itu, bertekad akan membawa penderitaannya sendiri tanpa melibatkan orang lain.


      Saat kembali,David tidak menemukan Andita bekerja lagi.Kepada sekretaris utamanya yaitu Lily akhirnya diperoleh keterangan bahwa Andita sudah resign beberapa hari yang lewat.


      David tidak mau membuang waktu dan langsung melakukan pencarian Karena nalurinya sebagai seorang pebisnis ulung. mencium sesuatu yang mencurigakan.Apalagi semenjak kejadian itu, perasaannya kepada Andita sedikit demi sedikit mulai berubah.Bukan lagi perasaan seorang bos yang perhatian karena rasa bersalah. Karena merupakan orang yang pertama kali merenggut mahkota suci wanita itu.


      Ada lagi yang membuat seorang David John mengambil tindakan tegas. Terbongkarnya tentang persekongkolan Lily dengan perusahaan Danuarta, akhirnya membuka dalang dalam peristiwa malam itu. David tidak mau berlama-lama.Dia langsung menendang Lily keluar tidak hormat dari perusahaannya. Walaupun wanita itu sudah memohon bersimpuh di hadapannya. David tidak sebaik itu untuk memaafkan seorang pengkhianat.Bahkan mengancam, jangan pernah menampakkan muka di depannya lagi.


     Kalau David boleh bersyukur, karena korbannya adalah Andita. Dia tidak bisa membayangkan jika itu wanita lain, yang disediakan untuk menjebaknya.


      Andita benar-benar membuat David kehilangan. Apalagi saat menemukan sebuah benda yang membuat darahnya seperti turun dari kepala. Ketika orang-orang suruhannya, pulang hasil  penyelidikan . Mereka menemukan amplop yang terselip di sudut laci meja kerja Andita. Sebuah pemberitahuan kehamilan Andita yang sudah berjalan delapan minggu terhitung tanggal yang tertera.Perhitungan waktu yang pas kalau di tarik mundur dengan kejadian naas malam itu.


      Naas untuk Andita, tapi sorga dunia untuk David.Karena dia melakukan dengan sadar berbeda dengan Andita yang berada dalam pengaruh jebakan obat perangsang. David sangat menikmati detik tiap detik dengan sadar, walau setelah berjalan enam jam menjelang pagi, lututnya sudah bergetar hampir ambruk. Karena Andita tidak kunjung terpuaskan. 


      Setelah menjelang fajar , wanita itu baru tenang dan terlelap kelelahan. Tak jauh beda dengan David yang baru  memecahkan rekor terbarunya.


Pria tampan dan gagah itu benar-benar ambruk dan merasakan kelelahan yang luar biasa. Hingga sampai jam dua belas siang, mereka masih terlelap .David lebih dahulu terbangun karena getaran hp yang terus menerus mengusiknya. 


     David kemudian bangun dan berkemas. Selanjutnya pria itu sudah terbang ke Singapura. Andita ditinggalkan dalam keadaan masih terlelap. David cukup gentleman meninggalkan sepucuk surat dan paper bag berisi pakaian ganti untuk wanita itu. Selanjutnya dia berangkat sendiri. Dengan sopirnya yang setia menunggu, di depan hotel tempatnya menginap.


      David berharap suatu waktu Andita datang padanya mengatakan keluhan ataupun meminta pertanggung jawabanya. Tapi wanita itu lebih memilih diam menyimpan perasaan untuk dirinya sendiri. Hingga kemudian saat pria itu memikirkan mencari waktu untuk bicara dari hati ke hati, dia harus berangkat ke Swiss dalam rangka kunjungan bisnisnya.


      Rencana dua minggu pulang pergi akhirnya bertambah hingga tiga minggu.Pada saat dalam pesawat dia teringat akan niatnya semula akan mengajak bicara Andita.Dia tidak ingin dicap pria yang memperlakukan seseorang, habis manis, sepah dibuang.David membanggakan dirinya sebagai seorang gentleman sejati .Yang keras kepala, angkuh dan punya pendirian.


     Andita ditemukan keberadaannya lima bulan kemudian, dalam.keadaan perut yang sudah membuncit. Dia hidup bersembunyi di sebuah desa dalam keadaan seadanya.David merasa sakit melihat wanita yang sudah di cap sebagai miliknya hari itu.Tanpa buang waktu atau kompromi, langsung memboyong dan membawanya ke rumah yang lebih layak. Yang lengkap dengan fasilitas dan para pelayan.Yang pasti, sangat mudah untuk dikunjungi David suatu saat.


      


  

__ADS_1


        


     


__ADS_2