
Di perusahaan Danuarta di dalam suatu meeting yang dihadiri para petinggi
Mereka akan mbicarakan tentang perkembangan perusahaan dan pertanggung jawaban masing-masing departemen.
Dan Risa adalah salah satu manager yang menjabat di bidang personalia.Walaupun jabatan itu hanya di atas kertas saja.Karena hampir semua tanggung jawab, dilimpahkan pada orang kepercayaan ayahnya yang menjabat sebagai sekretarisnya Risa.
Dia mendapatkan kelonggaran dalam pekerjaannya hanya karena merupakan anak dari direktur utama dari Danuarta Group.
Seperti halnya meeting jari itu,kehadiran Risa hanya diwakili seorang sekretarisnya, karena alasan cuti libur. Dan tidak ada yang berani protes.
Para direksi dan manajer lebih memfokuskan pada urusannya masing-masing agar tidak kena warning akibat ketidak becusan mereka dalam menangani bidangnya masing-masing.
Danuarta seperti biasa bertampang dingin ketika mengajukan pertanyaan atau perintah-perintah pada mereka.
Tiba-tiba terjadi kasak-kusuk .Hampir tiap orang yang berada di sana sedang sibuk melihat tayangan yang menghebohkan.
Ruangan meeting menjadi gempar. Sebuah video mesum tiba-tiba dikirim orang tak dikenal di masing-masing hp mereka.Termasuk hp milik Danuarta sendiri.
Bagaimana mungkin mereka tidak gempar dengan video mesum tersebut.Karena pemainnya adalah anak tunggal pemilik perusahaan tempat mereka bekerja.. Sekaligus memegang jabatan prestise di perusahaan tersebut.
Danuarta sebagai Presdir terpaksa menghentikan meeting dan pergi meninggalkan ruangan. Marah dan malu membuatnya hampir mendapatkan serangan jantung mendadak.Prua yang biasanya berwibawa dan dingin itu seperti kehilangan muka di hadapan para bawahannya.
.Dia berjalan tertatih-tatih menuju ruangan kerja nya. Yang paling dicemaskannya sudah terjadi.
Video itu telah memberikan dampak buruk pada perusahaan Danuarta. Para investor tiba-tiba banyak yang mengundurkan diri.
Bahkan ada yang menarik dananya kembali.Beberapa proyek besar terancam akan terbengkalai.Sudah bisa dipastikan besarnya kerugian yang akan diderita perusahaan.
Meskipun perusahaan Danuarta adalah perusahaan berskala besar, namun goncangan selalu berhasil membuat perusahaan tiba di posisi memprihatinkan.Apalagi kalau semua disebabkan karena isu-isu sensitif tentang keluarga Danuarta yang akan berdampak besar pada perusahaan.
Danuarta masih berusaha meredam marahnya agar tidak kalap.Ketika seorang sekretaris masuk le dalam ruangan.Membisikkan sesuatu, yang membuat Danuarta marah sampai le ubun-ubun.
"Cepat cari..Ulah siapa ini..Dasar brengsek…" Katanya langsung berdiri .
Video tersebut adalah kiriman dari seseorang tak dikenal. Bahkan ketika video sudah tersebar di jagat maya, belum juga bisa diketahui siapa pelakunya.Membuat mereka menduga-duga tak jelas .
Siapapun yang punya handphone akan bisa menyaksikan dengan bebas. .Dimana memperlihatkan adegan mesum Risa bersama dua orang pria.
Bukanlah hal biasa bagi masyarakat awam.Apalagi mereka yang masih memegang agama dan adat ketimuran.
Apalagi dengan pose Risa yang memperlihatkan kemolekan tubuhnya.Ketelanjangannya yang bermandikan keringat terpampang jelas tanpa sensor.
Danuarta Mengusap wajahnya yang memerah malu.Bagaimana mungkin di tengah rapat yang berlangsung tiba-tiba ada notifikasi masuk dan memasuki semua telepon para elit di perusahaan itu.
Semua mata melihat dengan nanar.Dan di antara mereka ada yang bejat juga, malah diam diam menyimpan ke dalam perangkatnya sebagai koleksi pribadi.Dan wajahnya seperti ditampar ketika hal tersebut terlihat jelas di depan mata Danuarta.
Hingga sampai di ruangan kerja pribadi nya, Danuarta merasakan wajahnya kebas karena malu.Rasa malu itu terus dibawa hingga memasuki ruangan kerja pribadinya.
"Perintahkan orang-orang menutup berita ini secepatnya,..!"
"Sedang dilakukan pak..Tapi mereka kesulitan menutupnya. Karena tayangan itu seperti hantu yang tiba-tiba muncul, lalu hilang sebentar dan muncul lagi.."
"Dasar orang-orang bodoh.."
"Ini pekerjaan seorang hacker pak.Tapi koordinatnya tidak di dalam negeri…"
"Apa..?'
Dia membanting hampir semua barang yang dipegangnya. Membuat sekretarisnya terlonjak dan tidak berani berbicara.
"Dasar anak brengsek…Binal.." Umpatnya kemudian.
Kehebohan kemudian semakin menggempar ketika seluruh pegawai kantor mendapatkan video yang serupa .Bahkan tiVi besar yang terpasang di lobby juga menampilkan video yang sama.
Terlepas dari rasa malunya, Danuarta lebih mencemaskan goncangan pada saham perusahaannya. Harga saham sudah jatuh akan semakin anjlok ditambah rumor yang memalukan dari anak tunggalnya itu.
__ADS_1
"Telpon Risa..Aku ingin dia ada di sini sekarang..!" Perintahnya.
Tak lama kemudian sekretarisnya datang lagi.
"Tuan..Nona sedang di Singapura. merayakan pesta ulang tahun temannya…"
"Brengsek ini..Bagaimana mungkin dia masih bisa bergembira dalam keadaan perusahaan kritis karena ulahnya.."
Danuarta tidak lagi tanggung-tanggung dengan amarahnya. Sebuah patung pajangan di atas meja dilemparkan ke sebuah lemari kaca. Suara bunyi barang pecah terdengar nyaring di lantai dua puluh itu.
Sementara itu di dalam sebuah hotel di Singapura.Sekelompok kaum hedonis sedang larut dalam sebuah pesta ulang tahun.Acara yang diadakan di tepi kolam renang yang luas.Hampir semua mereka memakai baju renang . Hanya beberapa orang berpakaian lengkap itu pun kebanyakan para pelayan.Mereka melenggang .dengan bebasnya tanpa risi sedikit pun.Apalagi wanita-wanita yang memakai bikini two piece sepertinya sengaja mempertontonkan kemolekan tubuh mereka.
Bahkan Beberapa pasangan terlihat asyik bercumbu dalam keadaan mabuk.
Kolam renang itu sudah dihias menjadi sangat cantik. Disinari lampu-lampu yang berwarna-warni indah. Dimana sesekali berkedip-kedip ,sehingga membuat suasana semakin meriah dan panas.
Suara musik pun tak kalah menambahkan sentuhan kemeriahan.Sungguh sorga dunia..
Di sudut yang temaram terlihat sepasang wanita sedang berbincang-bincang dengan seorang pria.
Wanita yang hanya memakai bikini dua potong yang berpotongan sangat minim.Begitu bebas mengekspos kemolekan tubuhnya .Pria yang menjadi pasangannya itu yang juga memakai pakaian renang tidak menutupi hasrat di wajahnya.
Risa memang cantik dan molek.Seandainya dilengkapi sedikit kebijaksanaan , mungkin dia akan sempurna sebagai wanita Namun dia lebih dominan memelihara sifatnya yang egois, seenaknya dan keras kepala.
Wanita itu sudah terbiasa menganggap dunia hanya berputar di sekelilingnya.
Teman prianya yang sedang menatap mesum dadanya , tiba-tiba bertanya.
"Apakah kamu tidak mengajak Alex ikut dalam pesta kita Risa..?"
Risa meneguk habis isi gelasnya.Lalu menggeleng tak peduli.
'Mmh…Aku bahkan tidak tahu di mana bajingan itu kini berada.Teralhir kali kami berjumpa saat kencan di filla.Setelah itu aku ke Bangkok dan…Yaa…TDia menghilang begitu saja…" Jawabnya santai.
"Telepon anda dari tadi bergetar nona…" Katanya sambil menyerahkan benda pipih itu.
Risa masih dalam mode santai ketika melihat nama penelpin di sana.Dahinya berkerut, karena itu telepon dari perusahaan.
"Ya halo.." Tanya dia mengatasi hingar bingar tempat itu…Suara sekretaris ayahnya terdengar menjawab.
"Nona..Anda di mana.Tuan menyuruh anda cepat pulang sekarang juga.Ada peristiwa besar "
"Peristiwa..? Peristiwa apa..?"Tanya Risa terkejut.
"Sebaiknya anda pulang cepat nona.Tuan Danuarta sedang marah besar.."
"Apakah berhubungan dengan perusahaan..?"
"Tepat sekali nona.Tuan mengatakan kalau anda tidak segera kembali, maka hak waris akan dicabut.."
Risa terkejut, sehingga lupa akan kekesalannya karena acaranya diganggu.
Dia adalah wanita pesta.Namun ancaman ayahnya tentang pencabutan hak waris adalah alarm bahaya baginya.Karena uang dan harta adalah segalanya bagi nya.Risa bahkan tidak bisa membayangkan kalau tidak memasuki salon dalam satu minggu atau shoping ke mall-mall mewah di saat sedang gabut. Semua ini terlalu indah baginya..
Antara rela dan tidak, dia terpaksa meninggalkan pestanya segera.Walaupun dia merasa dirugikan.Karena belum setengah acara yang diikutinya.
Akhirnya di mendarat di tanah air pada pagi berikut. Karena ancaman ayahnya, dia terpaksa mengambil pesawat malam itu juga.
Dia masih belum begitu mengetahui kegemparan yang telah dibuatnya pagi itu.Dengan gaya khas nona besar dia melangkah menaikan sedikit dagunya.Risa selalu percaya diri dengan fisik dan barang-barang mewah di badannya.
Kehadirannya langsung disambut bisik-bisik fan kasak-kusuk.Masih untung baginya ketika tivi besar di lobby sudah di off kan dari kemarin.
Dia langsung menuju ke perusahaan Danuarta dan terus menuju ruangan kerja ayahnya.
Seorang sekretaris yang melihatnya keluar lift langsung bergegas memberitahukan bosnya tentang kedatangan Risa.
__ADS_1
Risa masih melenggang percaya diri memasuki ruang kerja ayahnya. Senyum ceria sudah dipersiapkan sebagai kejutan untuk pria itu.
Namun detik itu juga wanita berparas cantik dan terawat itu langsung terpekik kaget.
Ketika membuka pintu, sebuah benda berat langsung terbang menyambut dahinya.Demi Tuhan…Itu adalah sebuah buku tebal yang beratnya hampir satu kilogram. Risa kaget sekaligus kesakitan.
"Ayah…Apa yang ayah lakukan.." Teriaknya sambil memegang dahinya yang memerah dan sebentar lagi akan membiru.Wanita itu paling benci kalau arra mukanya terkena goresan sedikit saja.
Namun ketika melihat tampang ayahnya yang sangat sangar seperti pembunuh,dia terpaksa menahan kata-katanya.
"Kamu masih berani bertanya brengsek..Setelah melemparkan tahi di mukaku kau bahkan tidak merasa bersalah sesikitpun.."Balas Danuarta tak kalah garang.
"Apa salahku ayah..?"
"Dasar tak ada otak…Apa saja yang kau lakukan dari kemarin sehingga tidak tahu kehebohan yang kau buat…?"
"Maksud ayah..?"
Apa kau tida melihat video mesummu ******..? Bagaimana aku bisa punya anak menjijikkan sepertimu..?"
Risa masih dalam mode heran.Ketika Danuarta menyuruhnya membuka halaman sosial media.
Matanya hampir keluar dari sarangnya ketika melihat tayangan itu. Mukanya memucat .Dia lebih merasa takut daripada malu saat ini.
"Apa kau sudah melihat video lacur mu itu..? " Ejek Dabuarta tak tanggung tanggung.
"Tidak..Tidak…Ayah ini hanya editan.Brengsek mana yang melakukan hal jahat ini padaku..?" Teriak Risa panik.
Danuarta meludah jijik ke lantai.
"Kau masih punya lidah untuk betkelit.."
" Aku minta maaf ayah..!" Risa memohon putus asa.
Danuarta menatap muak wajah cantik anaknya.Kemudian berkata dingin.
"Editan atau tidak hanya kamu yang tahu.Apa kamu kira aku tidak mengetahui kelakuan jalangmu di luar..?"
".,...."
"Kaubahkan tidak pernah memperhatikan anakmu sendiri.Ibu macam apa kau..?"
"Aku..Aku akan mengurus ini ayah…"
"Apa yang bisa kau lakukan sekarang..? Harga saham perusahaan bahkan mencapai titik terendah setelah lima tahun terakhir. Dan seperti kejadian lima tahun yang lalu.Kita akan mengalami goncangan lagi. Kamu sungguh-sungguh otak udang…" Dengusnya marah.
"Maafkan aku ayah.."
"Aku tidak butuh maafmu .Satu bumi melihat tubuh telanjangmu…Apa yang kau pikirkan bila jadi aku.Menjijikkan..? Aku bahkan tidak berani mememui kolegaku karena malu…"
"Aku akan mencari pelaku pengiriman video ini..Ayah cobalah tenang dulu.." Kata Risa masih mencoba merayu.
Namun ada hal yang tidak dia pahami dalam hidup imi. Bahwa sesabar-sabarnya orang yang menyayangi kita, dia tetaplah manusia yang mempunyai batas toleransi dalam menahan marah.
Dia tidak bisa menurunkan kemarahan ayahnya saat ini.Risa bahkan terhenyak ketika terdengar nada dingin yang keluar tanpa perasaan.
"Jangan lagi datang ke perusahaan ini..Bikin malu.."
"Ayah…!??"
"Kamu di pecat..Apakah kurang jelas..?"
Risa hanya bisa menangis menatap pada ayahnya yang tidak bergeming sedikitpun.
__ADS_1