
Danuarta menjatuhkan putusan dengan tidak bergeming. Dia hanya memberikan muka dingin pada karyawan sekaligus anaknya itu.Sudah saatnya dia memberikan ketegasan padanya.Agar tidak semakin memberikan kerugian di masa depan.
Walaupun dia bukanlah pebisnis yang jujur dan pemegang erat nilai-nilai moral.Tapi dia punya aturan main sendiri. Selama itu tidak memberikan kerugian pada perusahaannya.Maka wajar-wajar bermain sedikit curang.
Begitu juga dengan sikapnya terhadap kenakalan anak semata wayangnya.Dia hanya bisa membela selagi tidak memberikan efek yang besar pada bisnisnya. Tapi saat ini, dia harus tegas. Sekali lagi, ini demi perusahaannya.
Risa tidak berkutik ketika putusan dijatuhkan padanya. Dia pikir ini hanya mimpi di siang bolong .Karena mengalami sesuatu yang tidak pernah terpikirkan olehnya.
Air mata yang keluar, ternyata tidak bisa mengubah keputusan ayahnya. Saat ini Risa merasa pria itu memandang dirinya hanya sebatas seorang karyawan perusahaan yang telah membuat gaduh. Bukan seorang anak yang merupakan pewaris tunggalnya.
Risa mencoba merayu Danuarta agar mengubah putusannya. Bukankah dia anak kesayangan.?
Namun ketika berhadapan dengan tatapan mata ayahnya yang ingin membunuhnya, Risa sadar bahwa ini kenyataan yang tidak bisa ditolak.Dia dipecat. Dia sudah tidak diinginkan lagi di sana.Pahitnya lagi , dia sudah disingkirkan oleh ayahnya sendiri.
Tidak ada satu katapun dari Risa yang bisa melunakkan hati ayahnya. Pria angkuh yang dipanggil ayah itu hanya memberikan muka dingin untuknya.
Mungkin tidak akan pernah menyangka kalau sikap ayahnya akan sekeras itu . Dia sangat terluka.Selama ini dia selalu dibela dan dilindungi. Bahkan ketika Risa pernah menabrak orang dalam keadaan mabuk berat. Danuarta dengan gigih memperjuangkan agar anak wanitanya tidak pernah tidur dalam penjara. Tidak peduli berapa ratus juta bahkan milyaran digelontorkan untuk membeli keadilan.
Tapi ketika perbuatan anaknya menggoncang nilai saham perusahaan, bahkan menyebabkannya harus kehilangan proyek bernilai triliunan. Danuarta tidak mungkin memberi muka lagi. Walaupun dia tahu akan memberikan shock mental pada Risa. Yang biasa mendapatkan semua keinginannya.
Risa hanya bisa menghapus tetesan air matanya . Dia Memang shock ketika dipecat secara tiba-tiba oleh ayahnya
Dia bisa menerima kebencian semua orang, tapi tidak dengan ayahnya..Bahkan jika seluruh dunia mengutuknya , ayah harus selalu tampil melindunginya.Tapi sekarang ini dia diperlakukan bak seorang terdakwa. Walaupun sebenarnya dia pantas mendapatkan itu.
Wanita itu berjalan sambil menghentakkan kakinya dengan wajah cemberut.Ketika melewati lobby , orang-orang mulai kasak-kusuk dan berbisik-bisik melihat kehadirannya. Risa semakin marah. Melupakan kesalahannya ,dia lebih ingin menunjukkan sisi kearoganan dirinya.
"Apa yang kalian bicarakan, apakah sudah boisan bekerja di sini..?" Teriaknya sudah kepalang malu. Matanya menatap tajam pada orang-orang yang dianggapnya bukan apa-apa di matanya.
Berhasil…
Semua orang di dalam ruangan menjadi diam dan tak bergerak. Kalaupun ada reaksi lain yang pura-pura tidak acuh dan tidak mendengar .Hanya terus berjalan dan melakukan pekerjaan mereka.Seperti OB , atau bagian kebersihan gedung.
Mereka yang sedang sibuk menggunjingkan nya setelah viral di media sosial., terpaksa membungkam mulutnya. . Karena mereka juga tidak ingin sembrono soal ini.Bagaimanapun bejatnya kelakuan Risa, dia tetaplah anak pemilik perusahaan tempat mereka bekerja.Menyinggung pemilik perusahan sama saja dengan cari gara-gara. Dan mereka masih ingin cari makan di sana..Pada intinya , mereka tidak ada hak mengulik-ngulik kehidupan orang tempat mereka cari makan.
Risa juga menyadari itu.Ketika dia disudutkan tentang etika dan moral , saatnya menampakkan kekuasaan dan uangnya.Bukanlah mereka semua nya hanyalah orang-orang biasa menerima makan dari perusahaannya.
Masih menatap dengan sangar orang-orang itu, Risa tanpa sadar menolehkan kepalanya kepada tivi besar yang tiba-tiba saja hidup secara otomatis.
Layarnya yang besar , seperti layar tancap,membuat orang-orang leluasa menonton bahkan dalam jarak limapuluh meter.
Didahului dengan sedikit ekstra musik ,kembali muncul hal yang menggemparkan itu.Video mesum itu lagi. Pemeran yang sama. Alex dan Risa.
Suasana kembali riuh.Beberapa orang pemuda bunyikan suara peluit nakal.Tidak ada yang bisa mematikan walaupun beberapa teknisi sudah mencoba.Namun karena terhubung dengan internet, semuanya tidak mudah ditanggulangi.Karena seperti ada yang mengontrol dari jarak jauh.
Risa semakin pucat. Wanita itu terbelalak. Tayangan adegan syur yang sedang heboh kembali diputar.Dan bintang utamanya adalah dia dan Alex.
Sambil menggertakkan diri menahan marah dan malu , wanita itu berteriak-teriak panik.
"Hentikansiarannya….Hentikan.brengsek !. Aku akan pecat kalian semua.." Ancamnya kemudian.
Tidak jelas siapa yang dimaksudnya.Dan semua orang di sana juga tidak merasa harus melakukan perintahnya. Karena tidak ada yang metasa bertanggung jawab untuk itu.
Bahkan beberapa orang menikmati tayangan gratis itu secara diam-diam.
Risa merasa diremehkan dan di ejek orang-orang itu. Wajahnya semakin geram menahan malu.Dia memandang liar ke sekeliling ruangan.
Tiba-tiba dari semua mereka yang di lobby terdengar seseorang berbicara.
"Bagaimana caramu untuk memecat orang-orang.Kalau nasib sendiri di ujung tanduk..?"
Seorang wanita dengan pakaian kerja berwarna hitam menampakkan wajah.Dia adalah salah seorang pemimpin divisi lain yang pernah bermasalah dengan divisinya
Bahkan Risa pernah menampar muka wanita itu saat mereka sedang bertengkar.Walaupun kemudian mereka menyudahi pertengkarannya,ternyata insiden kena tampar menyisakan dendam di hati wanita itu.
"Rani…kau…??!!"
"Ya kenapa..?"
"Kau…!"
"Mau tampar aku..Ayo.." Wanita yang bernama Rani malah menantangnya.
Risa mendengus jijik padanya. Hal yang selalu dia lakukan jika bertemu dengan seseorang yang tidak dia sukai. Dan pada Rani dia tidak hanya tidak suka .Tapi juga memandang rendah dan sinis pada wanita itu.
Karena Rani selalu berhasil menunjukkan prestasi kerjanya yang melebihi divisi yang dipimpin Risa.Hingga hampir semua tepuk tangan dan kekaguman sering diberikan untuknya di dalam setiap meeting.
Dan itu adalah hal yang fatal bagi Risa.Dia tidak pernah mengizinkan seorang wanita memiliki pamor ataupun mendapatkan kekaguman melebihi dirinya.Karena itulah dia berusaha menjegal walaupun hampir tidak pernah berhasil.Sehingga di kemudian, mereka menjadi musuh bebuyutan.
Tapi Rani sudah cukup terasah secara mental dan emosi dalam menghadapi tipe wanita egois seperti Risa. Walaupun sering merasa disakiti oleh sikap arogan dan bar-bar seorang Risa. Namun dengan prestasi dan pendukung dari beberapa orang pejabat di jajaran elite perusahaan, Risa tidak bisa terlalu gegabah menyingkirkannya dari perusahaan.
__ADS_1
Dalam hati orang-orang itu, lebih baik kehilangan sepuluh Risa daripada kehilangan seorang Rani.Walaupun mereka tidak berani terang-terangan menunjukkan. Namun sikap dan perhatian yang diterima Rani, sudah cukup mewakili semua itu .
Risa semakin ngamuk,kerika perasaan tertekan mulai mengganggunya.
"Ini bukan urusanmu..Menyingkirlah..!"
"Siapa bilang tidak..?Kamu sudah mencoreng nama besar perusahaan Danuarta. Walaupun itu juga perusahaan keluargamu.Tapi ibarat kamu makan nangka, getahnya kami semua ikut menanggungkan.Menurutmu sebutan apa yang pantas disandangkan pada wanita sepertimu..?"
"Tutup mulutmu wanita udik.." Maki Risa tak mau terima.
"Kau yang harus tutup mulut.Aku berterima kasih pada pak Danuarta karena sudah memecatmu.Kamu adalah aib di perusahaan ini.."
"Diam kau.."
"Oke..Aku akan diam.Namun terakhir kalu ku katakan.Berhentilah menganggap tinggi dirimu ..!"
Risa terdiam dan tidak ingin melanjutkan lagi.Dengan langkah lebar berjalan cepat meninggalkan lobby. Tv besar yang tadi sedang menayangkan video fulgar tentang dirinya, tiba-tiba juga ikut mati.Sepertinya memang hanya diperuntukkan untuk menyambut kedatangannya seorang.
Hal ini semakin membuat Risa terkucilkan. Wajahnya menyiratkan putus asa yang susah payah dia coba menutupi. Tidak ada yang peduli dengannya
Bahkan sampai kemudian Risa tiba di dekat mobil dan masuk ke dalamnya, suara-suara sumbang masih terdengar
Risa menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia bersumpah akan menghukum pelaku yang sudah menyebalkan video adegan asusila nya.
Di pertengahan jalan saat akan memasuki gerbang tol yang di depannya telepon genggamnya berbunyi.
Dia ogah-ogahan mengangkatnya.
"Halo.."
".........". ( Tidak ada sahutan…"
Riisa mengumpat kesal.Saat dia ingin meletakkan lagi benda pipih itu, tiba-tiba sebuah notifikasi masuk Diikuti sebuah video Alex yang sedang dalam keadaan babak belur dan terikat.
"Apa kabar Risa..?"Tanya sebuah suara yang berat dan dingin.
"Siapa kamu..?"
Pertanyaannya hanya disambut dengan tawa mengejek dari pria itu. Risa merasa dia hanya pria iseng dan kurang kerjaan Di suatu ruangan kerja bagian belahan bumi yang lain. Seorang pria sedang menerima telepon dari seseorang. Perawakannya yang jangkung seperti seorang raja yang bertahta.n.Beberapa saat berpikir untuk menutup teleponnya.Namun suara dingin membuatnya mengurungkan niat
"Kamu sudah lihat ini kan video mesum mu..?"
"Kau…Jadi kamu di belakang semua ini..?"
"Ya.." Jawabnya santai.
"Brengsek .Apa maksudmu melakukan semua ini..?" Kata Risa gusar.
"Maksudku..? "
"Ya…Cepat katakan.. Atau kau akan bermasalah denganku.."
Diam sejenak.Risa bertambah gusar.. Namun suara pria itu terdengar lagi..
"Dengar ******..!"
"Kau…?!"
"Aku akan memutar satu lagi video untuk wanita busuk sepertimu…Tapi , begitu video nya sudah kamu lihat, aku harap kamu lebih bijaksana dalam bertindak.."
Risa masih dalam mode penasaran , letika sebuah kiriman video tiba-tiba muncul di layar.Tanpa menunggu lama dia memutarnya..
Saat itu dia merasakan seperti guyuran es yang menyiram kepalanya.Membuatnya kedinginan dan pucat. Wajah Alex terpapar jelas dengan kondisinya yang dikerangkeng dalam keadaan sengsara.Pria itu sudah mengalami kekerasan yang sangat tidak berperikemanusiaan. Luka di dahinya yang masih mengalirkan darah.Bahkan jari-jarinya juga memar dengan beberpa buah kuku yang sudah di copot dari tempatnya. Risa bergidik melihat pemandangan yang mengerikan itu.Dia meradang.
Bagaimanapun antara dia dan Alex pernah terjalin hubungan yang istimewa.
"Apa yang telah kalian lakukan..? Ini kriminal.." Bentaknya.
Namun lagi-lagi suara mengejek menertawakannya. Risa merasakan hawa dingin yang mulai mengancamnya.
"Haa..haa…hei wanita tak bermoral.Masih percaya diri bicara tentang kriminal..?"Lalu bagaimana dengan perbuatanmu yang hampir membunuh Diana..?"
"Aku..Aku tidak terlibat.Itu hanya pengakuan Alex.."
"Oh ya..? Bagaimana kalau aku menemukan buktinya..?"
"Tidak mungkin..,"
"Jangan terlalu yakin kamu ..! Aku beri waktu tiga hari untukmu menyerahkan diri…Atau kuhancurkan kamu dan perusahaan ayahmu sekalian.."
__ADS_1
"Kamu tidak bisa seenaknya mengancamku,..?" Risa masih mengelak.
"Oh ya..? Alex sudah bicara jujur, bahwa kamu di belakang kecelakaan Diana.Berikut bukti rekaman percakapan dan video wajahmu yang sedang mengatur cara-cara yang membuat Diana celaka.."
"Tidak mungkin.."
"Terserah..Pilihanmu menentukan nasibmu dan keluargamu..Apalagi bajingan Alex Cih..Ternyata si Alex juga sudah menyiapkan segala kemungkinan ini.."
Risa semakin terpojok saat video -video yang menampilkan rekaman dia dan Alex sedang berkompromi untuk melaksanakan niat jahatnya. Lagi-lagi rasa kesalnya bertumpu pada satu nama.
"Diana…" Desisnya kesal.Betapa bencinya dia pada wanita yang selalu menjadi momok dalam pikirannya.
Namun dia terkejut ketika si penelpon membentaknya.
"Jangan kau sebut lagi nama dia dengan mulut kotormu itu ******..Kau hanya perlu mengikuti apa yang kuperintahkan..!"
Risa terdiam.Otaknya berpikir keras untuk menyelamatkan diri .Beberapa saat dia terdiam, hingga bertanya karena penasaran..
" Siapa kamu..?"
"Tak perlu kamu tahu tentang siapa saya..Saya beri kamu waktu untuk menyerah pada polisi atau aku akan menghukummu dengan caraku.."
'Kamu tidak mungkin berani.."
"Kalau begitu, mari kita buktikan..!"
"Kau…"
'Kamu hanya tinggal lihat saja tiga hari ini.Video mesum cuma awal .."
"Kau..Kau brengsek..!" Geram Risa marah.Dia ingin membanting hpnya ketika itu juga. Wajah gusar tidak bisa ditutupi lagi..
Namun Risa bukanlah orang yang menerima kalah.Dia merasa semakin marah karena mengetahui poros dari kesalahannya adalah Diana.Karena dia sudah berani menyinggung wanita kampungan itu. Dia semakin dendam dan membenci wanita yang dianggap remeh itu.
Namun ada satu hal yang harusnya Risa sadari dalam hidup ini. Dimana ada saatnya orang itu harus menunduk ,apabila menengadah lebih menyakitkan.Karena ada matahari dan langit yang telah di tentangnya.
Keesokkan harinya , Risa masih mencoba menikmati hari-harinya.Pergi hangout ke diskotik atau mabuk-mabukkan selesai party.
Memasuki hari ketiga dia disambut lagi tamparan oleh ayahnya ketika berjumpa di ruang keluarga.Sementara anaknya hanya menatap avuh tak acuh.
"Kapan kau sadar ******..?..Apakah ingin menghancurkanku..?"
"Apalagi s inii ayah..?"
Risa menghadapi kemarahannya dengan panik. Perasaan takut semakin membuatnya merasa terpojok.
"Kau benar-benar membuatku akan jatuh miskin…"
"Maksud ayah..?"
"Kau masih bertanya soal ini. Mega proyek jalan tol kita sudah berpindah tangan akibat perbuatanmu…."
"Apa..?"
Kegelisahan semakin terlihat dari sikap Risa.Sedangkan ayahnya mengawasi dia dengan jijik.
"Aku tidak menyangka akan mempunyai putri bodoh dan tidak punya otak sepertimu. Bahkan kelakuanmu lebih menjijikan daripada pelacur…"
"Ayah…Aku anakmu.."
"Lalu apa hebatnya kau jafi anakku..?"
Di suatu ruangan kerja bagian belahan bumi yanb lain. Seorang pria sedanga menerima telepon dari seseorang. Perawakannya yang jangkung seperti seorang raja yang bertitah.
Adnan menutup teleponnya kemudian dan segera menelpon Ed, orang kepercayaannya.
"Apakah sudah melakukan pemanasan awal Ed ..? Risa ataupun Danuarta ,sama-sama harus diberi pelajaran.
Ed tersenyum dan mengangguk lemah.
"Sudah tuan..Saya Perintahkan ahli cyber yang memberikan kekacauan yang akan membuat suasana semakin gaduh"
"Baguslah kalau begitu.."
"Bahkan jika melakukan pelacakan, mereka hanya akan menemukan sinyal di hutan belantara…"
Adnan menganggukkan kepalanya tanda puas dengan hasil kerja orang-orang suruhannya.
__ADS_1