MEMELUK KASIH SEBELUM SENJA

MEMELUK KASIH SEBELUM SENJA
AWAL CERITA DI RUMAH BARU


__ADS_3

Dua minggu kemudian, Adnan membuktikan ucapannya. Diana langsung di bawa tinggal di rumah baru .


Saat dia memperoleh izin dari dokter untuk rawat jalan, Diana tidak diberi kesempatan untuk mengelak. Bahkan Agnes dan Erick hanya diam, seperti menyetujui tindakan pria itu.Tidak ada yang bisa menghalanginya.Adnan menunjukkan kekuasaannya tentang tindakannya.


Ketika Diana menyampaikan keberatannya, Adnan hanya memberikan ultimatum. Dia bersikap seolah-olah hanya dia lah yang bisa di jadikan sandaran oleh wanita itu.


"Kalau kamu masih bersikeras untuk pulang ke rumah bu Ida, berarti tidak bisa bersama anak-anak.."


"Kamu tidak bisa merampas mereka.."


"Terserah apa pendapatmu.Yang pasti dengan kondisimu begini dan bu Ida juga begitu. Siapa yang bisa kupercaya mengawasi si kembar yang sedang aktif begitu.Apalagi mereka sudah kerasan di rumah baru.."


"Aku tidak mau kamu merawatku.."


"Lalu siapa yang akan merawatmu..? Percayalah…kamu lebih terjaga dan terawat di sana.."


"Aku tidak ingin menumpangimu.."


"Demi Tuhan ..Diana…!..Itu rumahmu..Rumah anak-anak. Aku bahkan sudah menyerahkan sertifikat kepemilikan atas namamu.."


Diana terdiam..Karena percuma juga melawan Adnan dengan kondisi begini.


"Apa yang bisa ku lakukan di rumahmu..Pasti akan membuatku jemu.."Gerutunya lagi.


Adnan menghentikan kegiatannya sejenak , lalu duduk bertengger di samping pembatingan Diana. Dia tidak peduli kalau tindakannya akan menyalahi aturan rumah sakit tempat Diana dirawat.Pria itu hanya peduli pada usahanya dalam melunakkan hati wanita keras kepala ini.


"Diana..! Tolong dengarkan aku.."


"........"


"Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri…?"


"Jangan buat aku seperti orang yang tak bisa menjaga hidupku..."Suara Diana mulai terdengar emosi.


"Aku akan melakukan apapun …apapun untuk bisa memastikan kamu dan anak-anak aman..Jangan berpikir apapun lagi tentang ini.Tolong…Biarkan aku berbuat untuk kalian..!"


"Aku tidak menerima nasehatmu.." Tukas Diana mencoba menunjukkan keangkuhannya.


Adnan malah mengusap lembut kepalanya..Betapa kerasnya wanita ini mencoba untuk tegar di hadapan orang-orang.Walaupun keadaannya hampit tidak memungkinkan.


"Kalau tidak mau dinasehati, maka patuhlah.." Tukas Adnan tak mau kalah.


"Aku juga tidak ingin bersamamu mas Adnan..?"Teriaknya tegas.


"Terserah..Aku akan tetap melakukan yang terbaik untuk kalian.."


"Pencitraan…." Sindir Diana menggerutu.

__ADS_1


Adnan terdiam mendengarkan kata-kata Diana padanya. Namun sudah tidak pengaruh apa-apa lagi baginya.Adnan sudah belajar menebalkan muka dan kupingmya bila berhadapan dengan Diana.


"Aku jamin kamu akan senang di sana.Aku bahkan sudah membelikan laptop yang untukmu bekerja jika kamu ingin.."


"Laptop..?


Adnan tersenyum ketika berhasil menyentuh titik minat Diana yang paling sensitif.


Namun hanya bisa lega sebentar, ketika Diana tidak bisa langsung menyetujuinya.


"Bukankah aku juga punya laptop..?"


"Tidak lagi sayang..Barang itu sudah hancur ketika bajingan itu menabrakmu. Aku hanya bisa menyelamatkan komponem, komponem penting di dalamnya agar data-datamu aman…"


"Diana termangu…Yetingay pada barang kesayangannya itu yang terlempar,begitu dia dihantam kuda besi waktu itu.Pelan-pelan kesadaran mulai menyusup hatinya.Melihat lagi pada kondisinya, sepertinya dia harus menyetujui tindakan pria itu.


"Baiklah..Aku terima ajakanmu…" Katanya kemudian.


Ketika kemudian dia sudah berada di rumah baru, Diana terpaksa mengakui diam-dian.Bahwa suasananya sangat nyaman di sana. Apalagi melihat bunga tabebuya yang berjuntai juntai berwarna ungu dan pink.


"Apakah mereka selalu berbunga ..?" Gumamnya sambil meraih salah satu bunga kesukaannya itu.


"Ya..mereka selalu berbunga..Apalagi kalau ada nyonya rumah yang menyayanginya.." Kelakar Adnan.


"Sayangnya bu Ida tidak mau di ajak tinggal di sini.."


"Tapi aku mencemaskan beliau.."


" Jangan terlalu risau.Sudah ada yang menjaga dan merawatnya..Bila ada waktu kita akan mengunjunginya…"


Adnan menyetujui untuk menjamin perawatan untuk bu Ida. Karena selain anak-anaknya, wanita itu adalah yang selalu menyita perhatian Diana.


Mengabaikan wanita yang sudah banyak berjasa padanya itu, seperti mengabaikan ibu kandungnya.Dan Diana tidak ingin merasa durhaka.


Diana sudah mulai bisa berjalan-jalan walaupun masih lambat, ketika Adnan pamit harus berangkat lagi ke Swiss. Sudah terlalu lama dia tidak melakukan kunjungan pada perusahaannya yang di sana. Selama ini dia hanya melakukan meeting dan pemantauan melalui media online.


Bagaimanapun dia harus menetapkan jadwal datang ke sana.Meskipun sudah ada seseorang yang dipercayakan untuk mengurus selama dia tidak di tempat..Namun dunia bisnis tetaplah medan pertempuran tanpa senjata.Adnan selalu mewaspadai apapun kemungkinan -kemungkinan yang merugikan.


Meskipun berjauhan, dia memastikan keamanan dan kenyamanan untuk Diana dan anak-anak mereka. Dia berbuat seolah dia seorang suami yang selalu menjaga keluarga kecilnya.Padahal sampai saat ini, Diana masih kukuh dengan pendiriannya untuk hidup tanpa suami. Walaupun sudah beberapa kali Adnan mengajaknya rujuk.


Diana sedang asyik memperhatikan sepasang angsa di kolam dengan dua anak mereka. Dalam hati dia tersenyum ketika tanpa sadar membayangkan itu adalah keluarga mereka.Namun beberapa detik kemudian, wanita itu cepat menghapus bayangan itu.


Seorang art mendatanginya dengan tergesa-gesa. Dia adalah art yang paling muda dan paling cantik dari yang lain.Namun terkadang sikapnya agak egois dan dominan .Sehingga sering menimbulkan perselisihan dengan art lain.


"Nyonya…..Ada kiriman barang untuk nyonya…" Katanya kemudian.


Diana tersenyum mengangguk padanya ,lalu menyusul art itu memasuki rumah dengan jalan masih tertatih tatih.Dia masih belum leluasa berjalan mengingat trauma luka di rusuknya. Walaupun dokter sudah menyatakan sembuh total, Diana tetap harus hati-hati merawat bekas lukanya.

__ADS_1


Di ruangan keluarga Diana mendapatkan surprise yang membuatnya hampir menjatuhkan dagunya sendiri.


Sebuah box yang dikemas dengan sangat apik dan terjaga. Diana langsung mengetahui isinya. Mengingat ukuran dan bentuk boxnya.


Namun dia masih tidak percaya ketika i Adnan benar-benar menepati janjinya.Sebuah laptop keluaran terbaru berlogo seekor naga.


Tidak sabar dia mulai memgotak atik dan menguji kehebatan barang tersebut. Diana tersenyum puas ketika mengetahui kekuatannya.


CPU Intel® Core™ i9-10900K Processor (20M Cache, up to 5.30 GHz).


Storage 1TB HDD+1TB SSD(512GBX2


"Woww…" Diana bersorak dalam hati.Ternyata Adnan memberikan laptop untuk bekerja yang sekaligus bisa untuk gamers. Mau tidak mau dia mengucapkan terima kasih pada mantan suaminya itu.Walaupun hanya dalam hati.


Tanpa menunggu lama, selanjutnya Diana mulai tenggelam dalam dunianya sendiri.Dia sangat bebas memasuki berbagai situs.Bahkan yang hampir tidak terjamah semua orang.Situs pasar gelap, situa bawah tanah, Situs hitam dan banyak yang lain.Beberapa situs seperti jebakan untuknya.Syukurlah Diana cukup lihai melepaskan dirinya.Selanjutnya dia lebih berhati-hati dengan situs gelap dalam dunia maya itu.


Tidak puas , dia mencoba memasuki pemberitaan tentang perusahaan Blue Stones.Dia ingin mengetahui keadaan terakhir dari hasil pekerjaannya sebelum kecelakaan dulu.Bukanlah dia yang pernah dipercaya menyelamatkannya dari serangan para hacker. Bagaimanapun cukup penasaran untuk mengetahui kekuatan perisai yang telah dia pasang pada sistem


Lama berkutat pada hal-hal yang berat, dia menyegarkan otaknya melakukan searching ke berita-berita hiburan.Lalu lanjut berita kriminal dan dunia hiburan tanah air.Kadang dia memunculkan ekspresi senyum,prihatin dan tegang. Diana sangat menikmati hadiah barunya.


Iseng-iseng dia melakukan searching kebagian berita terkini. Karena hampir dua bulan di rawat semenjak kecelakaan membuatnya kurang up date dengan perkembangan berita.


Diana sebenarnya lebih cenderung penasaran mengikuti perkembangan saham-saham perusahaan besar. Dimana di antaranya termasuk Blue Stones.


Namun Dia sudah cukup surprise ketika membaca berita terbarunya.Ternyata perusahaan sedang panen keuntungan, karena harga saham mereka naik.Diana tersenyum ikut bahagia akan kesuksesan mereka. Namun harus tetap waspada karena hacker maling selalu mengincar.


Diana begitu asyik dengan apa yang dia lakukan hingga pada suatu berita hot yang cukup mengejutkan.Bahkan diikuti dengan adegan video tak bermoral. Di mana seorang wanita di tunggangi dua pria.


"Iih..Dasar manusia-manusia tak punya moral..." Katanya kemudian.Dia ingin langsung scroll ke bawah. Namun belum sempat melakukan, sebuah judul besar langsung terbaca.


"Adegan mesum anak tunggal Danuarta. Pejabat tertinggi Danuarta Corps…"


Mata Diana terbeliak.Dia jadi ingin tahu wajah-wajah pelaku video mesum. Tidak dapat dipungkiri itu adalah Risa melakukan adegan *** treesome. Dia sendiri sedangkan prianya dua orang.Bagi orang yang biasa menjalankan hidup lurus tanpa aneh-aneh seperti Diana, berita seperti ini cukup membuat lambungnya teraduk .Wajar kalau ekspresi jijik terlihat di wajahnya.Apalagi melihat wajah Risa yang puas karena terciprat cairan-cairan percintaan mereka.


Rasa tak nyaman menjalar di hatinya. Dia tidak bisa membayangkan reaksi keluarga Danuarta dan keluarga Djaelani..Atau saudara-saudara nya yang lain.


Namun ada kejanggalan terbesit di hatinya.Tentang si pengirim video ini, ternyata dari luar negeri.Bahkan sudah hampir enam jam berita dilansir belum ada pemblokiran video mesum ini. Sepertinya mereka mengalami kesulitan dalam menghentikannya. Sehingga kehebohan pasti tidak akan bisa dibendung.Sungguh memberikan tamparan yang telak di wajah seorang Danuarta yang biasanya angkuh dan arogan.


"Loh..Jangan -jangan ini bukan hanya menyangkut orang biasa..?" Gumamnya kemudian.


Sebenarnya Diana bukan orang yang suka mengulik-ngulik tentang aib orang.Namun seperti ada magnet gaib yang menariknya untuk lebih menelusuri berita yang menyangkut Risa ini. Sebanyak apapun dia berusaha tidak peduli, namun nalurinya menyuruh dia untuk semakin mengikuti beritanya.Bagaimana mungkin tidak langsung mengenalnya, ketika wajah wanita yang sedang di puncak gairah itu terpampang sangat jelas.Diikuti suara-suara ******* yang begitu keras tak henti-hentinya.Apalagi saat wanita itu menceracau mesum saat dia sudah tidak tahan lagi menahan nafsunya.Risa seperti robot *** yang baru di charge . Benar-benar bertenaga dan tak ada lelahnya.


Melihat betapa sulitnya berita ini di blokir, bisa di pastikan pekerjaan seorang hacker yang handal. Karena sebagai salah satu orang yang sangat memahami dunia perkodingan.Diana langsung paham bahwa orang yang melakukan ini adalah yang memiliki dendam pada Danuarta atau Risa.


Tiba-tiba Dari ruangan tamu terdengar suara si kembar memanggilnya.Rupanya mereka sudah pulang dari sekolah.


Diana terpaksa menutup laptopnya.Walaupun masih sangat penasaran dengan berita itu.

__ADS_1


Mungkin nanti malam setelah mereka terlelap dia akan membuka lagi tentang berita ini. Diana meletakkan laptopnya di meja dan menyambut kedatang dua malaikat kesayangannya.


__ADS_2