MEMELUK KASIH SEBELUM SENJA

MEMELUK KASIH SEBELUM SENJA
GANGGUAN YANG MENYEBALKAN


__ADS_3

   


       Bagaimanapun tengilnya Nero, dia adalah orang yang baik bagi Diana selama ini .Sehingga tidak ada kecanggungan diantara mereka.Tapi  tidak disangka kalau perasaan Nero padanya justru lebih berkembang dari pada sekedar ipar dan adik ipar.


       Diana tidak ingin pria itu terus berharap padanya. Lebih baik dia memberi ketegasan dari dini.


       Diana mungkin tidak menyadari bahwa dia sudah memberikan efek kejut pada seseorang. Di sebuah gedung perkantoran yang megah ,tepatnya di sebuah ruangan di sisi lain gedung pencakar langit.Seorang Adnan menatap kosong dibalik kaca pembatas.Dia terus menatap butiran-butiran salju yang jatuh dari langit lalu mendarat di puncak-puncak gedung.


 Wajahnya yang tampan dan mempunyai tubuh sempurna seorang pria.Tapi sosok yang sempurna itu Namun sosoknya yang sempurna berbanding terbalik dengan karakternya yang dingin tak ingin disentuh.Pandangan matanya tajam dan suram. Menandakan bahwa dia bukan orang yang mudah dihadapi.


 Pria tinggi dan tubuh atletis itu adalah sosok penyendiri .Adnan seperti es kutub yang sunyi.


 Namun ada kalanya mata itu berkabut sedih.Kemudian menerawang jauh dan sangat jauh .Kemudian terpejam rapat beberapa saat. Seperti meresapi dinginnya udara yang beku, hampir sebeku hatinya.


 Adnan masih memejamkan matanya.Keningnya berkerut dan tonjolan urat-urat bermunculan di pelipisnya bisa dipastikan bahwa dia sedang berpikir keras 


 Hatinya gundah dan kesal.Pembicaraan di handphone  beberapa hari yang lalu membuatnya ingin berlari saat ini juga kembali ke tanah air.Bertemu dengan mereka orang-orang tercinta yang sudah lama ditinggalkan..Menahan rindu bertahun-tahun membuatnya sesak menahan sakit .


       Dia seharusnya  jadi suami dan ayah idaman bagi keluarganya. Namun terlalu bodoh karena tidak bertahan untuk setia pada istrinya.


       Hanya demi  alasan yang dia pikir solusi yang baik kala itu. Dia menutup mata atas penderitaan Diana karena pengkhianatannya.Tapi dadanya semakin terbakar.Kalau sekarang ada pria yang ingin dekat dengan mantan istrinya itu, tentu akan seperti pecut di punggungnya


   Adnan Djaelani harusnya meneruskan perusahaan keluarga di Indonesia.Karena kedua orang tuanya sangat berharap besar padanya.Tapi sudah hampir tiga tahun menetap di negara asing .Dia lebih suka berdiam di salah satu perusahaannya di negeri dingin ini.


 Seminggu setelah meninggalkan anak-anak dan mantan istrinya tidak membuat Adnan melupakan mereka. Rindu dendam semakin membebaninya.Diana…


    Hanya melalui video call di waktu senggang yang bisa dia lakukan untuk mengobati rindu yang terasa akan membunuhnya.Dia ingin pulang pada mereka.


     Pada suatu pagi,pukul 10.30..Adnan menatap berbagai ragam susunan coklat di Maison Cailler. Dia bukan peminat coklat, tapi sangat suka mengunjungi tempat ini.Berharap suatu saat akan membawa Diana dan twins ke sini. Membayangkan mata Diana dan twins berbinar-binar menatap barang-barang kesukaannya, hingga melelehkan ludah membuatnya semakin bersemangat memborong aneka ragam coklat di pabrik ini.


     Adnan memastikan akan pulang besok lusa, menjelang ulang tahun twins yang ke empat. Walaupun sampai saat ini Diana tetap kukuh dengan pendiriannya, Adnan tidak pernah putus asa berharap suatu saat mantan istrinya akan membuka hatinya kembali.Bahkan jika harus menunggu lagi ,Adnan tidak keberatan.Selagi dia memastikan, tidak ada cecunguk yang mencoba-coba dekat dengan mantan istrinya itu.

__ADS_1


     Ketika mengetahui bahwa Nero mencoba mendekati Diana.Adnan bahkan berpikir akan menembak kepala adiknya itu.Karena hanya dia yang berhak memiliki Diana.Membayangkan twins memanggil pria lain sebagai ayah adalah mimpi buruk untuknya.Adnan bisa-bisa menjadi gila seketika.


     Saat kembali ke kantor, dia hanya datang untuk menyelesaikan dokumen terakhir. Selebihnya akan diserahkan 0ada Edward, orang kepercayaannya.


     Dua begitu fokus, sehingga hampir tidak menyadari kalau pintu ruangan terbuka. Pintu .Sepasang high heel wanita berbunyi ketika berpadu dengan langkah kaki semampai seorang wanita.


    "Apakah anda akan menghadiri lelang amal sabtumalam Sir. ?"Tanya dia sambil meletakan undangan mewah bernuansa gold 


    "Sepertinya tidak.Aku minta kamu urus tiket keberangkatanku segera ke Indonesia.."


    "Apakah tidak bisa ditunda Sir..? Kedatangan anda sangat ditunggu .Karena ini bukan hanya sekedar lelang biasa..Ada banyak tokoh-tokoh berpengaruh yang akan hadir.."


      "Aku tahu..Coba kamu saja yang mewakili kehadiranku bersama Edward..Nanti saat pelelangan kalian bisa online denganku. "


      "Oke Sir.Saya bersedia  .."Sahut sekretarisnya dengan senyum


        Wanita itu sangat bersemangat menerima tugas dari bosnya.Karena dia tahu, saat itu adalah event dimana bertemunya para taipan-taipan dan bos-bos kaya. Dia berharap ada satu dari mereka yang bisa didekati secara pribadi.


Yang lebih tampan dan lebih hot dari bosnya yang kaku seperti kayu itu.


     Namun ada kalanya tidak semua sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.Ketika dia sangat membutuhkan kesunyian , sesuatu yang menjengkelkan mendatanginya.Seperti kejadian saat ini.


    Sekretarisnya tidak sanggup menghalangi wanita yang berpakaian kurang bahan ini.Yang membuat Adnan hampir mual adalah bau parfumnya yang langsung menguar menguasai ruangan. Baju wanita ini benar-benar kurang bahan, pendek dan ketat.Bahkan saat dia langsung mendatangi mejanya dia tahu wanita itu tidak memakai bra.Tidak habis pikir.Bagaimana Mungkin dalam suhu serendah ini, wanita itu bertingkah kegerahan


     "Mengapa anda menolak undangan makan malamku tuan Adnan..?" Tanya dia berani.Dia bukan wanita yang terus terang dan tidak suka malu-malu .


     Adnan menahan kekesalannya.Tapi dia tidak sanggup memarahi kelalaian sekretarisnya.Karena wanita yang di depannya ini adalah tipe wanita keras kepala , yang hanya tahu maunya sendiri.Dan biasa di turuti apapun alasannya.Ciri khas kelakuan anak orang kaya yang manja.


     "Saya sudah mengatakan alasan saya sebelumnya nona Cindy"


      "Aku tidak mau mendengar alasanmu itu.Karena suatu kehormatan yang kuberikan , saat mengundangmu makan malam.." Dia merengek manja.Khas nona besar yang manja dan angkuh.

__ADS_1


     "Kalau begitu, saya ucapkan terimakasih. Tapi saya harap bukan masalahbagi anda, hanya untuk orang seperti saya.Anda bahkan bisa mengajak orang lain yang pasti mampu anda pilih.."


     Wanita itu mendengus kesal.Dia menjentikan kukunya yang runcing dan berwarna warni.


     "Jangan terlalu keras dengan diri sendiri tuan Adnan.."Ejeknya .


     Kata-katanya justru memberikan efek menyebalkan bagi Adnan.Dia menatap  dingin.


     "Saya sudah mengatakan alasan saya nona..maaf.." Jawabnya datar.


     Wanita itu menjadi muram dan kesal.Sudah berapa kali  undangannya oleh pria ini. Tentu saja membuatnya dongkol setengah mati.Dia bahkan sudah sesumbar kepada teman-temannya.Tapi ternyata buruan kali ini tidaklah mudah.


     Wanita itu masih mencari alasan untuk merayu Adnan.Dia berjalan ke sisi meja mendekati pria tinggi dan tampan.Sungguh sosok yang dia idam-idamkan untuk menemaninya di malam-malam penuh gairah.


     Adnan bukannya tidak tahu apa yang di harapkan wanita itu darinya.Undangan makam malam hanyalah kedok untuk menyeretnya ke dalam hubungan yang lebih panas dan dalam.


     Tapi dia adalah pria yang sudah lama kehilangan gairah pada wanita.Setelah melewati berbagai hal, di hatinya hanya satu nama yang bisa membuatnya angan-angannya melambung indah.


Bila hasrat sudah tidak terbendung lagi, dia hanya kan melakukan sendiri sambil membayangkan Diana di sisinya.


     Merasa rayuannya tidak mempan, membuat wanita yang bernama Cindy itu memberikan tekanan yang akan membuat pria itu berpikir untuk menolaknya.


      "Ku dengar kalian butuh investor untuk proyek baru itu…


      Ucapan wanita itu membuat Adnan tertegun.Kejadian dahulu berenang renang di pelupuk matanya.Saat ucapan yang persis sama yang ditawarkan seseorang untuk investasi pada perusahaan keluarganya.Risa…Ya, Risa juga pernah mengucapkan hal yang sama.Hingga kemudian di tergiur dan menceraikan Diana. 


       Perasaan nya tetap sama, setiap teringat hal yang sangat disesali seumur hidupnya.Seperti sembilu mengiris ulu hati.Adnan tiba-tiba berada di titik kesabaran yang sangat tipis.


      "Aku tidak berniat membahas apapun denganmu nona Cindy.Keluarlah..!" 


     Cindy terperangah.Ini kali pertama dia diperlakukan tidak hormat oleh seorang pria.Dan pria itu adalah seseorang yang sangat diidam-idamkannya.

__ADS_1


     Dia kembali ingin mengeluarkan kata-kata bernada sarkas.Tapi kemudian urung, karena melihat aura membunuh pria itu. Cindy merasakan ancaman oleh pria itu 


 


__ADS_2