MEMELUK KASIH SEBELUM SENJA

MEMELUK KASIH SEBELUM SENJA
HARI-HARI KELABU


__ADS_3

       Siang itu , di sebuah rumah sakit swasta,tepat di sebuah pavilun mewah, yang hanya pasien-pasien dari orang-orang tertentu saja yang dirawat di sana.


    Di atas dipan khusus, seorang wanita terbaring tak berdaya.Wajahnya yang pucat dan seperti tidak ada kehidupan lagi. Namun tidak mampu menyembunyikan kecantikannya yang sangat klasik.


     Disamping bed tempatnya berbaring ,seorang pria bertubuh tinggi sedang duduk di kursi. Perhatian pria itu hanya tercurah pada sosok yang terbaring di di sana. .Tatapannya sendu dan sengsara.


      Adnan kembali menyusut air mata yang akan jatuh lagi dari matanya.Dia sudah hampir mati dalam kecemasan ketika kondisi Diana semakin drop .Sepuluh kantong darah tidak juga mencukupi kebutuhan tubuh Diana. Belum lagi tentang kerusakan organ dalam dan patah tulang.Empat hari ini malaikat maut seperti memutari tubuhnya. Diana bahkan hampir tidak berdetak sama sekali.Sementara berbagai selang hampir memenuhi saat dipasang pada tubuhnya.


      Di sudut dekat bedada sebuah mesin detektor jantung yang berbunyi setiap saat berbunyi lembut. Selang tabung oksigen, selang transfusi darah dan selang infus. Semuanya adalah alat pembantu kehidupan Diana saat ini.


       Baru satu minggu ini wanita itu baru melewati masa kritisnya.Namun perkembangamnya harus selalu di awasi tiap saat oleh tenaga medis di sana.


      Adnan sengaja mempekerjakan seorang perawat khusus untuk  menjaga dan merawat kebutuhan Diana.Karena tidak mungkin baginya untuk selalu menemani atau mengurus semua setiap saat.


     Walaupun sangat ingin melakukan, Adnan harus  menyadari keterbatasannya apalagi tentang medis.Sementara ada anak-anak yang sangat membutuhkan dampingan dan kasih sayangnya. 


      Mengingat kedua buah hatinya perasaan Adnan kembali terenyuh.Apalagi saat mereka bertanya tentang maminya.Adnan bergetar menahan dadanya yang  bergemuruh  dan  air mata yang akan tercurah di pipinya.Dia sudah lelah menangis , tapi tidak juga mengurangi perasaan pilu dan sedih yang bergelut di batinnya.Membayangkan sesuatu yang  berakhir sangat buruk pada  Diana, membuatnya tidak tahan untuk menangis .Walaupun semua itu ,sering dilakukan diam-diam mencari tempat yang sepi. Di mana dia bisa menumpahkan perasaan sakit di dadanya


       Apabila telah puas , matanya akan berkilat bengis.Sementara kepalan tangan nya yang mampu menyembulkan urat+urat di tangan. Dia bersumpah akan mengejar kemanapun orang yang telah tega menyakiti  mantan istri itu Dia tidak akan memberi ampun sedikitpun.


      Menatap wajah pucat di depanya, tanpa sadar Adnan mengecupnya dengan lembut.


      "Berjuanglah sayang..Anak-anak kita menunggumu. Apakah kamu tidak rindu mereka..?"


     Kata-kata lembut yang membujuk sering dia ucapkan. Hanya untuk menunjukkan, betapa berharga wanita itu bagi dia dan anak-anak. Sampai saat ini dia masih diliputidiliputi kemgerian .Teringat ketika  saat pertama kali menemukan Diana a roboh tak berdaya di lapangan parkir.Kejadian itu tepat di depan matanya hanya beberapa  dia melangkah langkah ketika Adnan akan menemuinya.Dia akan mengajak wanita itu ikut serta menemani anak-anak ke water park.Dia ingin memberikan sedikit kenangan indah untuk anak-anaknya tentang keluarga kecil yang lengkap.Disamping iyu juga berharap hubungan mereka sebagai orang tua akan semakin dekat. Pria itu tidak bisa membayangkan kejadian yang lebih mengerikan, jika anak-anak mereka kebetulan juga turun dari mobil.Kemudian melihat kejadian tragis maminya di depan mata.Bisa dipastikan akan menjadi mimpi buruk dan trauma pada mereka.Memikirkan itu, Adnan seperti merasakan batu di tenggorokannya


       Seperti yang direncanakan. Hari itu sepulang mengantarkan Diana ke Blue Stones, Adnan langsung pulang rumah.Karena si kembar menuntut janjinya akan membawa mereka ke water park.


      Said dan Savana sangat antusias. Mereka bahkan menolak ketika Adnan memundurkan jadwal. jika berangkat besok siang. Karena mami mereka masih ada kesibukan hari ini.Akhirnya mereka hanya mengangguk ketika mendengar mami mereka dijadikan alasan


     Namun Adnan tidak mampu melihat kekecewaan di wajah anak-anaknya.Ketika melihat mata Said dan Savana berkaca-kaca karena kecewa Adnan akhirnya mengalah.


      Setelah makan siang, mereka berangkat .Sekalian mengajak mereka menjemput Diana. Sekeras apapun Diana menolak, pasti akan luluh pada permintaan buah hatinya.


 Mereka sudah dekat akan memasuki kawasan perkantoran.Adnan telah belumnya  jadwal pulang mantan istrinya itu.


     Hanya beberapa saat sebelum memasuki pekarangan kantor, Diana terlihat sedang berpamitan kepada David.Bahkan Adnan masih sempat menatap dengan cemburu saat Dia tersenyum  pada pria itu. 


     Hanya perlu menunggu antrian dua buah mobil lagi, Adnan melihat Diana melangkah menuruni tangga lobby. 

__ADS_1


        Tidak ingin membuang waktu, dia turun dari mobil dan bergegas hendak mendekati.Dia harus cepat sebelum wanita itu memasuki mobil tumpangan.


     Adnan hendak melambaikan tangan dan manggilnya.


       Namun semuanya seperti suatu  mimpi buruk di siang hari.Dengan mata kepalanya sendiri dia melihat Diana dihajar oleh kuda besi itu. Bahkan pengendaranya masih sempat berhenti dan menoleh memperlihatkan seringai kejam


      Adnan berlari kencang  melewati kerumunan orang-orang yang berwajah ingin tahu.Terngiang bunyi dentuman kuat pada tubuh Diana yang membuatnya semakin sesak dan histeris .Dia berteriak.Bagaimana mungkin dia tidak menangkap bajingan yang menerjang wanitanya dengan kejam bersama kuda besinya..? Sungguh bukan manusia. Karena sangat jelas bahwa itu disengaja.


       Dia semakin memacu larinya dengan cepat tanpa memperdulikan orang-orang lain yang juga berlarian ke arah wanita itu.


      Perasaan shock membuat Adnan sempat tertegun .Dalam linangan airmata, dia melihat Ibu dari anak-anaknya tergolek tak berdaya antara hidup dan mati  di aspal yang panas.Sementara genangan darah membanjiri kepala dan tubuhnya.


Adnan hanya mampu berteriak memanggil namanya .Dia  mengelus pipi dan kepala Diana.Mengucapkan kata-kata sayang berkali-kali. Dia bahkan tidak peduli dengan pandangan orang-orang yang melihatnya menangis  tersedu-sedu.Dunia terasa hancur untuknya.


     Sementara di belakangnya sudah berdiri David  dan juga Agnes.Kedua orang itupun tak kalah kacau.Agnes  semula ingin mendekati bahkan pingsan dalam pelukan David. Sementara Supri dengan cepat membawa anak-anak menjauh dari lokasi kejadian.Pria itu awalnya hanya tidak ingin anak-anak melihat kondisi parah ibunya.Namun kemudian, membawa mereka ke water park.Supri tahu, tidak mungkin menghubungi tuannya saat ini.Sebagai orang kepercayaan ,dia harus cepat bertindak.


      Sudah satu minggu ini Adnan selalu membohongi anak-anak.Mengatakan bahwa mami mereka sedang berobat ke Singapura.Untuk sementara berita ini ditutupi dari kedua anaknya. Apapun yang  terjadi, biarlah hanya jadi rahasia untuk mereka. orang-orang dewasa.


     Adnan mengelus lembut kepala wanita itu. Berpuluh kali kata sayang dan maaf  terlontar dari bisikannya.Dia masih cemas dengan keadaan mantan istrinya itu.Adnan tidak bisa menutupi lagi perasaan cintanya. Rasa cinta yang harusnya sudah diperlihatkan dan pertahankan  bertahun tahun yang lalu.


      Dia tidak peduli apapun penilaian orang saat ini padanya.Karena berubah jadi cengeng dan agak lemah.


      "Daddy..Mengapa mami gak ke sini jemput kami.." Tanya Savana


      "Iya..Kan kata mami,  cuma pergi sebentar lalu balik lagi ke sini .." Said juga tifak kalah penasaran.


      Dengan perasaan tertekan Adnan bersimpuh,memeluk dan membujuk mereka.


     "Sabar ya sayang..Mami masih sangat sibuk kerja.."


     "Kok lama amat ..? Memangnya mami kerja apa..? Apa mami gak capek.?" Tanya Said penasaran.


     "Gak lama lagi kok..Sekarang sama daddy dulu yaa..? Kan daddy juga sayang sama kalian.."


     "Savana mau mami..Savana juga kangen nenek Ida..Tiba-tiba Savana protes sambil menangis.


      Adnan bahkan tidak punya daya lagi untuk mengeluarkan kata-katanya. Pria itu hanya memeluk dan menciumi kedua buah hatinya.Sementara bibirnya bergetar menahan tangis.


      "Daddy janji…Daddy akan bawa mami kembali…Kita akan sama-sama nak…Daddy janji akan menjaga dan akan melindungi mami…Daddy janji…hiik..hiiiikk.. Daddy janji…" Air mata tumpah seiring kata-katanya.Adnan tidak sanggup lagi menahan tangisannya.Dia bahkan tidak mampu menampilkan ketegaran  di depan anak-anaknya.Pria itu benar berada di titik terendah nya.

__ADS_1


      Kedua bocah kembar itu hanya  diam tak mengerti. Dengan polosnya berpikir bahwa mungkin maminya marah karena mereka semalam tidurnya  larut malam.Gara gara main game dengan  Supri.


     "Said dan Savana janji akan patuh pada mami dan daddy" Kata Said tiba-tiba.


      "Iya…Daddy bangga sama kalian my twins..Ayo kita sholat, lalu sama-sama doakan mami.."


      Kedua kembar itu mengangguk patuh.Savana bergelung dalam dekapan daddynya. Sementara Said duduk dekat mereka.Pandangan mata bocah laki-laki itu menatap Adnan.


      "Daddy..?"


      "Mmh..??" Jawab Adnan sambil mengelus kepalanya.Sementara Savana menguap dalam pelukannya.


      "Apakah daddy sayang pada mami..?"


       "Sayang..Sangat sayang…"Sahut Adnan terenyuh.Namun Said belum puas.


       "Mengapa mami ditinggalkan.?"


    Adnan tertegun.Walaupun dia tahu bahwa pertanyaan ini akan muncul suatu saat, namun tetap tidak mengurangi rasa terkejutnya.


        "Itu..Karena daddy bodoh.." Jawabnya singkat.


       Sementara dalam jarak tidak jauh, Supri mendengarkan percakapan ayah dan anak itu. Dia hanya menghela nafas kasihan.


     Semenjak Diana kecelakaan, Supri lebih sering menginap di rumah baru.Dia ingin ikut menjaga Said dan Savana. Apalagi kalau malam hari, Adnan sering berada di Rs. Supri melihat anak-anak itu seperti anak-anak ayam kehilangan induk.Walaupun mereka sudah tahu alasan daddynya  karena lembur.Sampai saat itu Adnan masih merahasiakan keberadaan Diana pada anak-anaknya.


     Supri tahu kalau  tuannya tidak meminta dia melakukan itu, tapi  pria berbadan kekar itu sangat paham, bahwa saatnya bagi dia menunjukkan loyalitas sebagai bawahan.Dia merasa bertanggung jawab untuk meringankan sedikit beban batin Tuannya.


       Meskipun biasa dimanja, kedua kembar itu tidak sulit mengasuhnya.Mereka adalah bocah-bocah cerdas yang memiliki naluri yang tajam tentang suatu kondisi yang tidak biasa.Terbukti mereka jarang sekali membahas tentang Diana semenjak percakapan tempo hari dengan daddynya.


Apalagi Savana sangat sensitif, walaupun  kadang sedikit cengeng, khas anak perempuan.


       Sesungguhnya banyak  keheranan yang tidak berani diungkapkan.Gadis kecil itu tertegun tak menyangka.Bagaimana mungkin   daddynya yang hebat dan kuat bisa menangis terisak-isak ?


     Apalagi  saat mereka membahas tentang maminya. Daddy yang tampan dan kuat, tiba-tiba jadi melow dan lemah.


     Namun dia cukup paham, bahwa ada sesuatu yang tidak baik telah terjadi.Khususnya menyangkut tentang mami mereka.


         Sebenarnya Said dan Savana sangatlah penasaran.Namun mereka terlalu iba  untuk bertanya pada daddynya.

__ADS_1


.


__ADS_2