MEMELUK KASIH SEBELUM SENJA

MEMELUK KASIH SEBELUM SENJA
MERINGKUS ALEX


__ADS_3

      Sebuah mobil sport sedang menuruni lembah pegunungan yang sepi.Alex bersiul siul gembira menyanyikan lagu rock and roll yang sedang terdengar dari mobilnya.


   


It's my life


It's now or never


But I ain't gonna live forever


I just want to live while I'm alive


(It's my life)


My heart is like an open highway


Like Frankie said, "I did it my way"


I just want to live while I'm alive


It's my life….


     Pria ini begitu gembira.Tidak ada sedikitpun rasa sesal karena telah mencelakai wanita ,hingga luluh lantak berlumuran darah di atas aspal yang panas.


     Hanya masalah sepele baginya.


    Tidak punya alasan untuknya bersimpati, terlepas salah atau benarnya orang yang sudah jadi korbannya.Baginya adalah takdir buruk jika seseorang harus menemukan kesialan di hidupnya.Tidak ada gunanya mengingat hal demikian.


    Dia lebih suka membayangkan tubuh molek Risa yang telah dia gumuli semalam.Yang mampu menerbangkan fantasinya sampai puncak tertinggi.Pria itu tersenyum masam.


    Kalau bukan karena wanita itu harus berangkat ke Bangkok  pagi ini..Tentu mereka akan memperpanjang permainan panas tak ada jedanya.Hingga sama-sama terkapar karena puas.


    Dia melirik pada tubuh bagian bawahnya.Hee..hee…Kamu memang jagoan ****.Senyum bangganya tidak mampu disembunyikan.


     Mobil terus melaju diiringi musik menyentak tiada habisnya.Saking hingar bingarnya, binatang-binatang yang kebetulan berada dekat pinggiran jalan langsung lari bersembunyi. Burung-burung bergegas terbang .Tupai yang sedang memakan biji buah liar langsung berkelebat menjauh ke dahan yang lain. Tikus tanah, ular , kadal juga masuk lagi ke dalam sarangnya.Hanya beberapa ekor monyet yang masih duduk menatap tak berkedip ke arahnya.Sambil bergunjing dengan sesama monyet yang duduk di dahan pohon yang sama.


       Pada satu persimpangan , Alex terpaksa berhenti. Jalan yang biasa di lalui sekarang terhalangi. Sesuatu berupa batang kayu dengan palang di atasnya.


     " Maaf jalan ditutup ada longsor..Silahkan lewat jalan kiri..!"


     Alex mendengus keras.Sehingga terpaksa menempuh jalan alternatif lainnya. Dia tahu kondisi jalan itu.Jalan tidak terlalu bagus,dan sepi. Alex bahkan sempat mengumpat ketika sebuah bongkahan batu mengganggu jalan mobilnya.Sehingga memberi goncangan yang membuat kepalanya terbentur kaca mobil.


     Namun setelah beberapa saat berkendara, dia cukup terhibur dengan pemandangan daerah pegunungan di sini..Ketika melewati suatu bukit yang penuh dengan bunga-bunga liar yang indah, Alex punya fantasi suatu saat akan mengajak Risa kesini.Dan mereka akan bercinta di lapangan terbuka di tempat sepi  dan penuh bunga-bunga.Bukankah ini cukup menantang..?Pikir pria itu konyol.


     Ketika melewati jalan yang berkelok-kelok, otak mesum Alex menerawang teringat tubuh Risa yang indah. Dia lagi-lagi menyeringai mesum membayangkan  perbuatan mereka semalam yang penuh keringat.


     Pria itu bahagia sekali menjadi pria pemuas nafsu wanita seperti Risa. Selain binal, Risa cukup royal memberikannya keinginannya.Sehingga juga tidak ada beban bagi Alex untuk selalu bersedia memenuhi kehendak wanita itu.Termasuk keinginan wanita itu untuk menyingkirkan orang-orang yang tidak disukainya.


     "Aah..Risa memang tak ada matinya.." Gumamnya.


     Sebenarnya Alex mempunyai seorang istri dan dua orang anak.Tapi dia sudah jemu dengan istrinya yang menurut dia kurang pandai dalam memberikan service untuknya.Karena itu Alex lebih suka menghabiskan waktu bersama Risa dan kawan-kawan yang satu sirkel dengannya.Memang apa yang bisa dia banggakan dari wanita kampung yang hanya tahu tentang mengurus rumah tangga itu.Istrinya yang udik itu hanya akan membuatnya malu di antara kawan-kawannya .Selain   berasal dari kampung, wanita itu bahkan tidak pernah mengenal gaya hidup hedon.Makanya Alex tidak pernah membelikan barang-barang bagus untuknya. Karena selain mubazir, dia juga merasa rugi karena hanya memberikan keuntungan sepihak pada istri  itu.


     (Alex mendengus)…

__ADS_1


    Kalau  bukan karena perjodohan dan tekanan dari kakeknya dulu, mana mau dia menikahi wanita itu.Tapi dia tidak bodoh kalau harus keras kepala, tapi harus kehilangan bagian warisannya. Bagaimanapun harta adalah baris pertama  dalam daftar hidupnya.


     Pria dengan wajah berjambang itu kadang suka mencibir pada dirinya sendiri Dia memang tidak suka pada istrinya itu.Tapi lucunya malah membuat wanita itu berhasil  hamil tiga kali.Walaupun yang satu kalinya pernah keguguran.Itupun karena ulah Alex yang tanpa perasaan mendorong istrinya hingga terjengkang pada satu sesi pertengkaran sengit mereka.


      Semenjak itu ,wanita itu membenci melebihi dari pada ketidak sukaan Alex padanya.Bahkan wanita itu tidak bergeming ketika Alex keluar dari rumahnya dan tidak pernah lagi mengacuhkan mereka sampai berbulan-bulan.


     Tidak ada sedikitpun rasa bersalahnya  meninggalkan anak-anak dan istrinya tiga bulan yang lalu.Toh hubungan gelapnya dengan Risa sudah diketahui semenjak bertahun- tahun  yang lewat.  Dan Alex tidak pernah menutupinya.Karena dia yakin kalau wanita itu cukup tahu diri.Dari sisi apapun istrinya yang lembek itu kalah telak dari Risa.


      Musik menghentak kembali mengembalikan ingatannya. Dan Alex kembali beraksi.   Pria itu seperti orang kesurupan bernyanyi dan bergoyang-goyang sendiri. Dia tidak menyadari bahwa jalan yang diikutinya semakin membawanya ke tempat yang lebih jauh dari jalan biasa.


     Pria itu terlihat sangat bahagia, sehingga tidak menyadari sebuah mobil yang mengikutinya dari kejauhan.


       Hingga pada sebuah bengkolan tajam, ada lagi mobil lain dengan body yang dirancang tangguh, melaju ke arah nya di jalur yang salah. Alex menggeram..


      "Hei bodoh..Apa kau kira ini jalan nenek moyangmu..? Menyingkirlah cepat sialan.."


    Berbagai makian diucapkan, namun mobil di hadapannya seperti tuli dan tak peduli.Pada titik dimana Alex terpaksa membanting stir ke kiri, di malah diarak sampai ke pinggir jurang.Dia sengaja didorong hingga ke pinggir.


     "Brengsek..Apa mau kalian.."Maki nya lagi.Namun hanya ditanggapi dengan hentakan keras yang membuat satu buah ban mobilnya hampir berada di atas jurang.


     Alex mencoba mengendalikan mobilnya yang  terus bergerak semakin ke batas jurang. Hanya tinggal pembatas besi yang menahannya.Itu pun hanya mampu menahan bagian Belakang. Sedangkan bagian muka sudah menapaki batas tebing.


     Mobil hitam itu masih mendoronya tiada henti. Alex semakin marah dan panik.Pada puncak ketakutannya , pria itu menjerit .Namun tiba-tiba pintu mobilnya terbuka.Dan dia diseret ke luar. Dan terlihatlah orang-orang berpakaian hitam dan berjaket kulit berjumlah tiga orang.Mereka tidak banyak bicara. Langsung memaksanya duduk di tanah.


      Alex tidak berkutik ketika tulang keringnya ditendang keras sehingga dia bersimpuh tak berdaya. Dia sangat membenci dirinya dalam kontrol orang lain.Setelah selama ini tidak ada yang berani mengusiknya.


     "Siapa kalian brengsek..? Beraninya kalian padaku.."


      Sebuah tendangan diayunkan ke wajahnya tanpa ampun.Alex menyadari bahwa hidungnya patah.Dan darah pekat mengucur deras. Dia meludah.Gumpalan ludah bercampur darah terlihat di lantai.


     "Apa mau kalian..?"


      Namun tidak ada yang menyahut.Salah seorang dari mereka mencengkram rambutnya.


      "Kamu tanya apa mau kami.? Menurutmu apa yang akan kami lakukan setelah apa yang lakukan. Pada nyonya Diana..?".


      Wajah Alex menjadi pucat seketika.Bibirnya bergetar ketika menyadari. bahwa dia dalam bahaya.


Namun ketika dia akan mengatakan sesuatu, sebuah hantaman keras mengenai kepalanya. Dia terjerembab dan hampir tak sadarkan diri.


     Dia meringis menahan. Sakit.


     "Ah..kalian sialan.."


     Sekali lagi pukulan mendarat di wajahnya. Bibirnya pecah, dan mengeluarkan darah.


      "Ah..sial..Jangan sembarang menuduh kalau tidak punya bukti.."


       "Kami tidak perlu metunjukkan buktinya padamu..Kau hanya perlu mengakui kebrengsekkanmu.."


      Pria itu dalam keadaan tak berdaya ketika tubuhnya diseret paksa memasuki sebuah mobil lain. Samar-samar dia sempat melihat mobil kesayangannya meluncur terjun bebas ke laut.Namun Alex akhirnya tak sadarkan diri ketika sebuah hantaman kembali memukulnya.


     Ketika tersadar kemudian, dia  sudah berada di sebuah ruangan besar dengan lampu remang remang. Seember air disiramkan ke wajahnya.Membuat pria itu gelagapan.

__ADS_1


     Pelan-pelan setelah matanya pulih di hadapannya bersidiri seorang Adnan yang menatapnya dingin dan bengis.


     Alex baru akan bersuara ketika sebuah tinju mendarat di wajahnya.Tak  bisa dikendalikan lagi,  tubuhnya terjengkang ke belakang. Namun dua pasang tangan menariknya kembali duduk. Dan berhadapan lagi dengan pria


    Alex tidak ingin mengatakan apa-apa.Namun bibirnya senyum mengejek. Karena berhasil memprovokasi pria yang dikenal dingin itu.


     "Bicaralah..!" Perintahnya.


     "Bicara apa….?"


     "Track…" Terdengar tulang patah.


    Alex melolong kesakitan.


     "Masih belum bicara juga..? Mungkin perlu kucabut kukumu satu-satu..?"


     Seiring bicara tiba-tiba sebuah kuku tangannya di cabut paksa. Untuk kesekian kalinya Alex berteriak kesakitan.


     "Masih mau lagi..?" Tanya Adnan kembali mengangkat tangannya.Orang-orang suruhan itu kembali mencabut.Dia melengking.


     "Stop..stop!!..Ampun..ampun..Aku akan bicara.." Mohonnya dalam keadaan tak berdaya. Keringat bercampur darah mengucur deras di tubuhnya.


     " Risa …Risa…Itu dia…."


      "Bicara yang jelas bajingan..Kau kira aku punya kesabaran denganmu..?"


     Alex menelan ludahnya pahit.Darah masih keluar dari lobang hidungnya.Persetan…Ternyata pria itu adalah manusia berdarah dingin..


   "Kau masih diam..?"


   "Risa yang menyuruhku..Dia ada dendam dengan mantan istrimu itu."          Adnan belum puas dengan jawabannya.Kemarahannya pada pria ini hampir melewati ubun-ubunnya. Bayangan Diana yang  berbaring tak berdaya dengan berbagai alat bantu kehidupannya.Membuat Adnan kembali gelap mata. Kakinya kembali menghantam dada Alex. Hingga pria itu terkapar tak bergerak lagi.


     "Kurung dia .!.Jangan sampai ada yang mengendus keberadaannya.


    Dua orang maju kedepan dan menyeret tubuh Alex.D8a diperlakukan tak ubahnya bangkai mati .Hingga saat sampai pada sebuah kurungan, mereka melemparnya tanpa belas kasihan.


      "Matilah kau di sini kalau memang tak ingin hidup…!"


     Beberapa saat kemudian mereka menemui Adnan yang duduk dengan wajah kakunya. Kemarahan belum juga sirna dari wajah pria itu.


     "Bagamana dengan nyonya Risa tuan..?"


     "Bukankah sekarang dia ada di Bangkok..?"


     "Iya tuan.."


   Adnan menahan nafasnya beberapa saat. Lalu tersenyum dingin. Sesuatu  rencana seperti  tersimpan di kepalanya.


Orang-orang menunggu jawabannya. Namun mereka cukup heran ketika pria itu berkata.


        "Biarkan  saja dulu..Biar dia merasakan euforia keberhasilannya.." Kata Adnan dingin.


     Orang-orang itu hanya menatapnya dalam diam.Namun mereka tahu.Kalau tuannya menyimpan  sesuatu di hatinya. Dan itu bukanlah hal yang baik bagi seseorang.

__ADS_1


__ADS_2