MEMELUK KASIH SEBELUM SENJA

MEMELUK KASIH SEBELUM SENJA
BERKUNJUNG


__ADS_3

      Adnan tidak akan menunda waktu lagi. Rasa penasaran untuk bertemu kedua anaknya semakin menggebu-gebu.Dia bahkan membeli banyak barang yang hampir memenuhi tiap ruang dalam mobil.Sehingga mobil mewah itu terlihat tak ubahnya mobil barang yang penuh sesak. Adnan bahkan terjepit di antaranya. Dia tidak peduli.Bahkan menolak tawaran Ed untuk duduk di depan agar lebih lapang.


    Tak lama kemudian, mobil mewah itu meluncur pelan menuju pemukiman tidak padat penduduk. Adnan duduk tenang dalam mobil.Senyum bahagia tidak lepas dari bibirnya walaupun hampir tenggelam di antara tumpukan barang-barang itu.


    Ruangan mobil hampir tidak ada yang terluang.Sangat sesak dengan berbagai barang belanjaan .Semuanya dari merek ternama dengan harga gak main-main.


    Tidak ada sedikitpun  sesal di wajah Adnan.Padahal sudah menghabiskan uang sampai ratusan juta rupiah,hanya untuk mainan dan peralatan bayi satu tahun. Ed hanya diam, memaklumi tingkah tuannya.Karena sudah lama dia tidak melihat tuannya tersenyum seperti sekarang. Dia ikut bahagia.


    Adnan memang sangat bahagia sekali .Pria itu bahkan tak segan-segan mengikuti orang suruhannya berbelanja .Dia sangat antusias saat ikut memilih barang-barang itu.


   Sebuah kereta dorong yang bisa memuat dua orang bayi. Box bayi, kasur bayi, bantal bayi, baju bayi dan barang-barang bayi lainnya.


    Ada kebanggan di wajah pria itu karena mampu memberikan semua yang terbaik untuk kedua  buah hatinya. Dia tidak keberatan jika harus mengulanginya lagi ke depan.


     Setelah sekian lama hanya menumpukan uang dalam rekening pribadinya .Akhirnya menemukan alasan untuk membongkarnya sekarang. Adnan bahkan berencana membelkani mobil untuk keperluan bayinya suatu saat jika diperlukan.Atau..tidak.!! Dia pikir lebih baik membelikan untuk ibu si kembar.


      Adnan masih sibuk dengan angan-angannya, ketika mobil mulai pelan mendekati sebuah rumah. Di mana di dekat gerbang pagarnya ditumbuhi sebatang pohon kenari.Lagi-lagi Adnan tersenyum simpul. Teringat kue kenari yang pernah dibuatkan Diana untuknya. Dia tidak mungkin melupakan rasanya 


    "Ini rumahnya pak.."Kata sopirnya.Sementara Ed sudah lebih dahulu turun memantau sekeliling. Dia mengangguk sambil menunggu tuannya turun.


     Adnan pun bersusah payah keluar dari mobil. . Dia  akhirnya bernafas lega, setelah berusaha membebaskan diri dari tumpukan barang-barang hadiah yang dibawanya.Wajah Adnan terlihat sumringah.


     Namun mereka tidak menyadari, betapa mencoloknya kehadiran mereka di sana.Karena kehadiran pria-pria gagah dengan mobil mewah tidaklah biasa di pemukiman sederhana itu.


Penampilan mereka mengundang perhatian warga yang rata-rata hanya orang biasa.Tak terkecuali bu Ida yang kebetulan sedang membuka pintu rumah.Karena penasaran dengan suara mobil di depan rumahnya.


     "Siapa ya..?" 


     Mata tuanya semakin heran saat melihat tiga orang pria berdiri di depan pintu pekarangannya.Salah satu dari mereka yang paling menonjol,memasuki halaman rumah yang tak berpagar .

__ADS_1


    "Permisi  bu" Sapa pria  itu, yang tak lain Adnan.


    Bu Ida menanggapi  tenang meskipun sedikit grogi. Dia menyahut pelan.


    "Ya.Anda siapa ya..?"


     "Kenalkan saya Adnan, mantan suami Diana.."


     "Hah..? "


     Bu Ida tidak bisa menutupi rasa kagetnya.Karena cerita tentang mantan suami Diana sudah pernah di dengarnya dari Agnes. 


     "Saya ayah si kembar bu.." 


     Bu Ida tidak tahu bagaimana harus bersikap.Antara segan dan takut, juga cemas menghadapi Adnan.


    "Saya harus menghubungi Diana dulu.."


     Bu Ida mengambil hp dari sakunya mencoba menghubungi Diana.Namun tidak juga diangkat.Bu Ida mulai bingung.Akhirnya meninggalkan pesan di whats up. Berharap semoga cepat di baca Diana.


     Tiba-tiba dari pintu yang sedikit terbuka, muncul dua  kepala mungil.Wajah-wajah gembul dan menggemaskan itu memandang ingin tahu kepada dua orang di depannya.Mata mereka bening dan sangat indah dinaungi bulu-bulu mata yang hitam dan lentik.


     "Anak-anakku.." Gumamnya tanpa sadar


     Adnan terpana.Air mata tidak bisa lagi dibendung dari matanya.Tanpa sadar tangannya terulur menggendong salah satu dari mereka.Bu Ida bergerak cepat  bermaksud menghalangi, tapi kemudian mengurungkan niatnya.Tanpa sadar memperhatikan interaksi si kembar dengan Adnan.


     Adnan  salah satu dari mereka yang menggapai padanya. Pria itu tidak berhenti menciumi bayi dalam gendongannya yang kebetulan adalah Said.Tanpa dia sadari, kembaran satunya lagi yang bernama Savana  juga merengek minta di gendong.


     Air mata bahagia meleleh di mata Adnan saat melihat Said di pangkuannya.Bayi itu sangat gembira.Bahkan berbicara mengeluarkan suara bayinya. Sementara Savana berusaha menggapai celana Adnan untuk mencari perhatian. Bu Ida hanya memperhatikan dalam diam.

__ADS_1


    "Mma..ma..pa.." Terdengar suara Savana mulai menangis.


    Adnan kemudian menyadari dan menggendongnya juga. Tak lupa menghadiahkan ciuman gemas.Savana pun berteriak girang.


    Ternyata tali darah tidak bisa dibohongi.Bahkan kedua kembar itu mengenali ayah yang belum pernah dilihatnya.


     Adnan masih asyik dengan kedua buah hatinya, saat terdengar suara bu Ida mengusik


    "Sebaiknya anda menunggu Diana dulu nak."


    "Ya bu.." Jawab Adnan sopan.


    Bu Ida tidak banyak bicara lagi.Hanya memandangi si kembar yang tenang di pangkuan ayahnya.Bahkan Said memanjat lebih tinggi. Adnan membiarkan.Hanya menjaga dengan tangannya agar tidak jatuh.


    Tangan Said yang jahil memasukan jari telunjuknya ke dalam lobang hidung Adnan.Tak lama kemudian mulai memasukan  ke dalam mulut.Adnan mengelak sambil bercanda dan mencium pipi bayi jahil itu..Matanya berbinar-binar bahagia menatap kedua anaknya.


   Bu Ida terkesima memperhatikan.Hingga kemudian tersadar untuk menghubungi Diana kembali agar pulang segera.


    Sementara di halaman rumah,terlihat seorang wanita yang berjalan mendekat. Wanita yang tak lain adalah Sofia.


     Dia begitu penasaran dengan kehadiran tiga orang pria gagah dengan mobil mewah itu. Melihat kedatangannya, Bu Ida menghela nafas sambil geleng-geleng kepala.


   Sofia  yang mempunyai kepercayaan diri tingkat dewa itu, tidak mengindahkan pandangan risi dari orang-orang.Dengan ramah menyapa dua orang yang berdiri di halaman. Menjelma bak seorang peragawati,  jalanpun sengaja dilenggang lenggokkan.Tidak  lupa dengan kaos ketat kebanggaannya. Berdandan tidak biasa dan bau  parfum yang menyengat  sampai radius sepuluh meter.


  Bu Ida yang sudah melihat  kehadiran Sofia dari dalam rumah juga ikut risi.Wanita paruh baya itu bukannya tidak mengetahui,  apa maksud Sofia  tiba-tiba bertamu.Dia mulai resah dengan kondisi ini.Dan diam-diam berdoa agar Diana secepatnya datang.


    Sementara Adnan tidak memperdulikan kehadiran wanita itu..Dia lebih tertarik pada tingkah si kembar yang semakin membuatnya gemas. Sesekali memeluk, sesekali mencuri ciuman  kedua kesayangannya itu. Mata Adnan  sangat lembut dan penuh kasih sayang.Bertolak belakang dengan kesehariannya.Pria dingin dan kaku.


    Suara seruan lega keluar dari mulut bu Ida, ketika melihat motor Diana memasuki halaman. Bu Ida hanya diam menunggu wanita itu masuk .

__ADS_1


     Diana dengan tenang memarkir motornya.Kemudian mengedarkan pandangan ke arah dua orang pria yang berdiri di depan rumah.Lalu masuk rumah tanpa menegur mereka.


__ADS_2