
Malam itu langit cerah.Gugusan bintang bahkan terlihat terang benderang. Bunyi serangga malam bersahut-sahutan menyuarakan rasa gembira dan puji syukur pada sang pemilik alam.
Namun keadaan justru berbanding terbalik dengan suasana di suatu tempat. Di dalam rumahnya yang megah, Risa membanting hampir seluruh isi kamarnya.Termasuk barang -barang kesayangannya yang mempunyai harga cukup fantastis tak.luput jadi korbannya.
Beruntung siang tadi Danuarta harus berangkat ke luar negeri.Tentu saja dalam rangka pembicaraan bisnis untuk perusahaannya.Seandainya pria yang menjadi ayahnya itu ada di rumah, tentu kemarahannya akan menyusul.
Dia adalah pria yang sangat mengabdi pada dunia bisnis. Bagaimanapun sayang pada anaknya, dia tidak akan segan-segan menurunkan tangan jika itu akan memberi kerugian padanya. Dan dia sudah membuktikan perbuatannya tadi siang
Risa masih saja mengamuk dengan bebasnya.Tak jarang keluar umpatan dan makian keluar dari bibirnya yang telah di filler itu. Mata wanita itu semakin merah ketika membayangkan wajah seorang wanita yang pernah jadi korban kebrutalannya. Namun dia selalu menyalahkan dia jika kesialan mendatanginya. Dia meludah jijik.
"Diana…Dasar ******..Ternyata ada seseorang di belakangmu.." Umpatan kesal keluar dari mulutnya
Dia sudah berusaha sejauh jni menghancurkan wanita udik dan kampungan menurut versinya itu. Dia benci dengan segala keberuntungan wanita itu. Atas apa yang sudah dia lakukan untuk menyakiti dan mencelakakan wanita itu, tidak sedikitpun memberikan kepuasan padanya.Boro-boro perasaan bersalah atau meminta maaf.
Dia adalah wanita egois yang hanya mengingat kesalahan orang padanya tanpa peduli seberapa banyak dia sudah memberikan kehancuran dalam hidup korbannya. Dia tidak peduli..Risa hanya memberikan punggung dinginnya.Hingga kemudian waktu berjalan dan seperti tidak pernah terjadi apa-apa.
Apalagi pengacara mahal bisa dibayar dengan uang keluarganya.Hingga dia bisa melenggang tanpa satupun jerat tali hukum bisa menjangkaunya.
Namun saat menghadapi Diana,dia merasakan aura yang tidak bisa diintimidasi dari wanita itu. Bahkan dengan gamblang dan beraninya Diana membongkar semua kekotoran dan kebobrokan moralnya.Citranya sebagai nona kaya yang terpandang seakan hancur di depan wanita itu.
Risa tidak bisa menerima begitu saja.Dia bertekad akan menghancurkan Diana .Hingga wanita itu menangis darah dan bersimpuh memohon ampunannya.Membayangkan itu seperti segelas sampanye melewati tenggorokannya.Lezat, hangat, manis bercampur pahit dan memabukkan. Risa benar-benar dibuai oleh obsesi liarnya.
__ADS_1
Namun kemudian, dia terpaksa harus menelan ludah kering.Semua berjalan diluar prediksinya.Padahal segala usaha dan upaya sudah dilaksanakan.Namun Diana seperti memiliki banyak orang-orang yang mencintainya. Sedangkan Risa banyak memiliki orang orang yang membencinya. Pada dia merasa lebih dari sisi apapun dari Diana.
Tanpa Risa sadari, Diana telah menjelma menjadi momok dalam pikirannya. Jika wanita lain sangat mudah ditindas, tapi tidak demikian dengan wanita ini.Dia bahkan tidak menutupi kebenciannya melihat wajah Risa dan selalu bersiap untuk melakukan serangan balik untuk wanita itu.Risa benar-benar tidak dihargai sedikitpun di matanya.
Selama ini Risa hanya menyangka wanita itu seorang yang telah dibuang dan tidak dipedulikan orang-orang.Mengingat dia hanya seorang biasa yang bekerja ala kadarnya untuk menyambung hidup. Apalagi setelah dia tahu bahwa wanita itu hanya tinggal di sebuah paviliun sederhana.Milik seorang janda yang kebetulan berbaik hati ikut menjaga anak-anaknya. Membuat Risa semakin kesakitan karena wanita itu.
Mengingat itu, nafasnya memburu maraj seketika .Risa kembali membanting sebuah vas bunga mahal yang baru beberapa bulan dia bawa dari China.Padahal sangat mati-matian untuk mendapatkannya di kamar dagang.Sekarang nasib barang mahal itu tak ubahnya pecahan kaca tak berharga.
"Ternyata ****** itu tidak sesederhana yang terlihat,Ahh sialan..!"
Wanita itu mengambil sebatang rokok lalu menyulutnya dalam-dalam. Pikiran saat ini bukannya fokus pada kerugian perusahaan akibat kebodohannya, tapi justru terobsesi pada sosok Diana. Semakin dipikir semakin sakit hati.Tapi dia tidak ingin berhenti karenanya.
"Cihh…Apa sih yang dilihat orang-orang bodoh itu darinya.? Mereka bahkan mati-matian menyayanginya..Dasar gobl*k..Idi*t.." Maki Risa sesuka hati..
"Sebenarnya apa sih rahasia wanita sialan itu..? Mengapa banyak pria yang menyukainya..?" Gerutunya kemudian.
Lagi-lagi menjadikan Diana sebagai kambing hitam atas semua kesialannya akhir-akhir ini.Dia tidak pernah tahu sampai saat ini. Betapa luar biasanya skill dan kecerdasan wanita yang selalu direndahkan ya itu. Karena Diana lebih suka membaur seperti orang kebanyakan daripada menampilkan. Sosok eksekutif wanita.
Di sinilah hebatnya seseorang yang bekerja di rumah hanya bermodalkan satu buah laptop.Dia bahkan bisa mencapai lingkaran dunia hanya dengan menggerakkan jari-jarinya. Seandainya Risa tahu tentang kepiawaian Diana sebagai seorang trader, free lancer atau sebagai salah seorang cyber woman yang sangat jago dalam menjangkau situs-situs yang bisa memberikan keuntungan yang berlimpah untuk pundi-pundinya .Tentu akan semakin membuatnya sakit hati dan dengki. Bagaimana mungkin citranya bisa dilampaui oleh wanita yang tidak punya harga di matanya..?
Dia harus munafik dengan kejujuran hatinya yang sesungguhnya mengaku tidak berdaya dan kalah dengan wanita yang selalu diremehkan nya itu.Terbukti bahwa Diana justru lebih cemerlang setelah dia merebut Adnan dari sisinya. Justru Kondisi menyakitkan lebih kejam berbalik kepadanya. Di mana Adnan tidak 0ernah berhenti memikirkan wanita itu sampai sekarang. Dan lebih menyakitkan lagi, dia diperlakukan lebih kejam saat membuangnya.
__ADS_1
Tapi semua itu tentu tidak akan bisa kalau tidak mempunyai skill yang handal dan ditunjang kecerdasan otak yang mumpuni. Risa akan kalah telak jika berani bersaing dalam hal ini.Dia bukan lawan yang sepadan dengan wanita yang selalu diremehkannya.
Seandainya wanita itu sadar,seberapa bahaya yang akan dia dulang jika Diana mulai mengibaskan sayapnya karena dendam. Mungki. dia akan berpikir ulang akan menyakitinya. Bagaimana kalau seorang kekuatan di dunia perkodingan merubah wujudnya menjadi seorang hacker yang usil dan jahat.Dan bagaimana kalau dia sudah menargetkan perusahan Danuarta sebagai bidikkan jari-jari panasnya…?
Bersyukurlah Risa kalau sampai saat ini, Diana masihkah seorang wanita yang menjunjung nilai-nilai baik dalam hidupnya.Tidak gila hormat dan tidak serakah.Wanita yang tegas dalam prinsipnya walaupun kadang-kadang keras kepala.
Tapi dia tetaplah Diana yang menyukai hidup sederhana dan tenang.Dia lebih mengutamakan kenyamanan daripada kemewahan.. Walaupun tidak menolak jika pelan-pelan pundi-pundi uangnya mulai menggembung.
Hanya karena Dia bisa menampilkan diri sebagai seorang yang sederhana dan bergaya rumahan,sehingga tidak terlalu kelihatan betapa jagonya wanita itu dalam mengais uang walau hanya dalam tempo beberapa jam.
Dia tetap bahagia walau hanya mengendarai motor matic keluaran lama dan sebuah mobil sederhana dari perusahaan Blue Stone. Mobil yang semula hanya dipinjamkan ,akhirnya menjadi miliknya sendiri dengan cara mencicil pada David.Walaupun pada awalnya pria itu sudah merelakan untuk Diana dan anak-anak. Diluar rada terima kasihnya pada kans Diana pada perusahaan, mereka seperti dirajut benang halus persaudaraan.Yang tercipta karena kebersamaan antara David, Diana dan Agnes.Apalagi ada bu Ida seorang mantan guru SMA ,kesayangan Agnes dan David .Apalagi David adalah pemilik Blue Stone's saingan Danuarta corps.
Salah satu yang membuat Risa semakin jengkel dengan rival cintanya itu . Yaitu ketika dia tidak berhasil membunuh perasaan Adnan.. Walaupun Risa sudah memberikan layanan spesial. Ibarat martabak dengan julukan martabak spesial. Namun pria itu tidak pernah memberikan hati untuknya. Risa hanya dianggap alat.
Bahkan setelah sekian tahun berpisah dari Diana Adnan masih berjuang untuk mendapatkan hati Diana kembali. Risa benar-benar dianggap hanya kenangan kelam yang dibuang dan tidak akan diingat lagi.
Risa mendengus kesal. Membandingkan dirinya dan Diana.Wanita yang banyak memiliki orang-orang yang mencintai dan membela dirinya. Lalu apa kabar dengan Risa yang mempunyai segudang teman hura-hura, berbagai pria sebagai partner one night stand nya.
Risa tidak mendapatkan cinta yang bisa dengan mudah didapatkan Diana .Dia benci mengakui sisi nya yang kalah skor dibandingkan wanita itu . Bukankah seharusnya wanita itu yang iri padanya..?
Sungguh menyebalkan..
__ADS_1