MENCINTAI GURUKU

MENCINTAI GURUKU
Prolog


__ADS_3

Namaku Sulastri, aku dari keluarga yang serba kekurangan. Aku anak ketiga dari enam bersaudara. Bapakku hanya bekerja sebagai buruh di perkebunan Tuan Burhan dan Ibu sulis. Begitu juga dengan kakakku yang pertama. Ia hanya lulusan SD Mas Eko ikut bekerja bersama bapakku.


Kakakku yang kedua Mbak Dwi, biuuh jangan di tanya, lagaknya tuh seperti orang kaya. Dia juga suka memerintah gak jelas. Meskipun begitu, ia sangat menyayangiku.


Sedangkan ketiga adikku masih balita. Aku saat ini sekolah kelas tiga SMP. Selain sekolah, aku bekerja sebagai pembantu di rumah keluarga Pak Satrio sepulang sekolah hingga sore hari.


Malam hari aku gunakan untuk belajar karena aku harus bangun jam 3 pagi untuk membantu ibuku memasak dagangan untuk di titipkan ke warung - warung. Yaah, lelah memang, tapi mau bagaimana lagi? Aku harus membantu bapakku paling tidak untuk biaya sekolahku sendiri.


Untuk mengandalkan Bapakku tidak mungkin karena untuk makan sehari hari saja sangat sulit. Bisa-bisa aku putus sekolah seperti kedua kakakku.


Pak Arman adalah Guru SMP di sekolahku, yang tak lain merupakan putra dari Pak Burhan dan Ibu Sulis, orang terkaya di kota Y. Beliau mempunyai perkebunan salak, kelapa, dan juga buah - buahan lainnya.

__ADS_1


Mas Doni, putra Pak Satrio dan Ibu Susi, adalah orang terkaya di kampungku. Ia mempunyai hektaran sawah dan Toko sembako Grosir besar. Ibu Susi sebenarnya orang yang baik dan tidak pelit, tetapi kadang sangat cerewet. Hal itu tidak menjadi masalah bagiku karena demi kebaikanku.


Aku mempunyai tiga sahabat: Widodo, Yanti, dan Resty. Resty merupakan anak Pak kepala Dusun yang sangat pendiam, ayah Yanti mempunyai usaha pabrik tahu, sedangkan ayah Widodo adalah seorang pegawai kecamatan.


Widodo memang pandai. Dia selalu mendapatkan rangking satu, sedangkan aku selalu rangking dua. Meskipun aku tidak selevel dengan mereka, tapi ketiga sahabatku itu selalu mensupportku.


Aku memang dilahirkan dari keluarga miskin, tapi Allah memberiku suatu kelebihan: mereka bilang aku sangat cantik.


Di sekolah aku diberi julukan putri tidur karena setibanya di sekolah sebelum bel berbunyi aku selalu tidur telungkup di meja kelas. Hehe..jangan ditiru, ya? Perlu dicatat juga bahwa aku tidur jam 10 malam bangun jam 3 pagi..


Hari ini adalah hari pertama aku masuk sekolah setelah libur kenaikan kelas. Selesai bergijabu membantu Ibu memasak, aku segera mandi dan berangkat sekolah. Jarak tempuh dengan berjalan kaki kurang lebih satu jam, maka aku selalu berangkat jam setengah enam pagi, paling tidak masih ada waktu istirahat tiga puluh menit, lumayan bisa buat tidur kwk kwk kwk.

__ADS_1


Sebenarnya temanku suka berangkat sekolah dengan mengedarai sepeda. Sedangkan aku boro-boro bisa beli sepeda.


Tapi ketiga sahabatku tak jarang menemaniku berjalan kaki daripada menggunakan sepeda.


"Lastri... Tunggu dong" Tampak Yanti ngos ngosan mengejarku di ikuti Resty dari belakang. "Lah Widodo mana?" Tanyaku. "Kita tunggu di pos ya Las. Soalnya tadi malam dia pesan kita suruh tunggu." Kata Yanti.


"Oke lah kalau begitu."


Tak lama kemudian Widodo datang lari sambil ngos ngosan. "Eh tau gak? Wali kelas kita yang baru sudah ada bocoran loh." Kata Widodo.


"Siapa-siapa?" Kami bertiga kompak penasaran.

__ADS_1


"Katanya sih Pak Arman, putranya Pak Burhan yang orang kaya dikota Y itu." Jawab Widodo.


"Oh kalau itu aku tau. Dia adalah seorang Guru sains. Selain ngajar disini dia juga ngajar di SMEA sebelah. Beliau ganteng loh, banyak anak murid SMEA yang suka padanya, tapi kita gak pernah kebagian diajar beliau. Pembagian Guru sains kita selalu guru perempuan." Yanti menjelaskan dengan rinci.


__ADS_2