MENCINTAI GURUKU

MENCINTAI GURUKU
Part 26


__ADS_3

Hari ini hari ke 7 aku dirawat, dokter sudah mengizinkan aku pulang, karna menurut dokter trombositku sudah naik.


"Haii cantik" masih ada keluhan ?....dokter wanita bersama suster untuk memeriksa aku.


"Sudah lebih baik dok ,hanya tinggal lemas saja" jawabku singkat.


"Kalau lemas itu karma asupan Gizi kurang" jadi perbaiki pola makanmu" dokter menjelaskan panjang lebar, dokter juga menyarankan agar seminggu lagi aku kontrol.


Setelah dokter keluar ruangan, aku duduk sendiri di sofa ruang inap, karna Infusku sudah di copot Suster tadi.


"Assalamualikum...Walaikum Saallam.


Sudah siap semua Las?...Mas Doni datang untuk menjemputku.


"Sudah Siap kok Mas" baju dan peralatan sudah di kemas Mbak Dwi tadi pagi. jawabku.


Sebenarnya aku tidak enak, lagi lagi merepotkan Mas Doni. Sebenarnya aku mau dijemput Bapak,


Tapi Ibu Susi melarang. Aku menjadi heran dan bertanya tanya, mengapa Ibu Susi saat ini begitu baik denganku, padahal awal awal kenal ,Bu Susi selalu ketus kepadaku.Membayar biaya Rumah sakit sampai yang sekecil kecilnya, beliau yang tangung.


Mas Doni membawa pakaianku, terlebih dahulu kedalam Mobil, tidak lama ia kembali lagi mendorongku dengan kursi roda.


Mas Doni menjalankan mobilnya sedang sedang saja, sebab ia tau aku belum pulih benar.kelembutan pria ini membuat aku merasa bersalah, karna sudah menolak cintanya, tapi walau bagaimana masalah hati tidak bisa di paksakan.


"Mas Doni"


"Kenapa" ada yang sakit?. ia menoleh cepat sepertinya hawatir.


"Terimakasih ya Mas"


"Terimakasih untuk apa?... heemm.


Terimakasih untuk semua, Mas Doni dan keluarga begitu baik dan perhatian sama saya, membayar biaya Rumah sakit, selalu memperhatikan saya, malah Mas Doni rela gak masuk sekolah untuk menjemput saya.


"Seeett,... ia menutup mulutku dengan kedua jarinya.Jangan bicara seperti itu lagi Las" jangan pikirkan apapun" walaupun kamu sudah menolak aku, tapi kita bisa tetap menjadi keluarga. aku sudah anggap kamu seperti adiku sendiri, Ibu juga sangat menyayangi kamu, selama ini Ibu menginginkan anak perempuan, tapi Allah tidak memberikan anak perempuan yang lahir dari Rahimnya ,tapi Allah mengirimkan kamu untuk Ibu.


Mendengar penuturan Mas Doni , aku terharu, air mataku yang sejak tadi aku tahan lolos juga.


"Kamu ingat tidak Las" waktu kamu kecelakaan.ketika kamu belum sadarkan diri, Ibu menangis tersedu sedu, Ibu bilang padaku, melihat keadaanmu separuh nyawanya seperti hilang, segitu pentingnya kamu di hati Ibu.

__ADS_1


Mendengar cerita Mas Doni aku lebih terkejut, aku menoleh kearahnya tapi dia tetap fokus dengan setirnya.Ternyata masih banyak orang yang menyayangi aku.


"Andai saja Las, kamu bisa membuka hatimu Untuku" tapi nyatanya aku hanya bisa menjadi kakakmu. Tapi asalkan kamu bahagia aku ikut bahagia.


Mendengar kata kata Mas Doni aku hanya bisa menunduk, meremas remas kedua tanganku.


"Terimakasih ya Allah" engkau kirimkan orang orang baik seperti mereka.


"Las, kalau boleh aku tahu" bagaimana perasaanmu terhadap Arman?.


Aku terkejut spontan menatapnya dengan lekat tidak menyangka ia akan bertanya seperti itu.


"Tidak ada apa apa Mas" kami hanya hubungan sebagai murid dan Guru, tidak lebih.


"Jangan bohong Las" aku tau kamu saling mencintai kan ?.


Kami saling diam, aku menoleh kekiri menatap pepohonan. sedangkan Mas Doni fokus dengan setirnya.


"Las jawab pertanyaan saya?.


"Entahlah Mas" tidak aku pungkiri setiap aku dekat denganya, aku merasa senaang" nyamaaan" dan ingin lama lama berada di sampingnya.Tapi dia tuh selalu posesif, kadang aku capek menghadapi sikapnya yang masih seperti anak kecil.


"Tapi aku sadar mas, siapa aku?.. kalau di hadapan keluarganya aku merasa keciiil sekali.seperti pungguk merindukan bulan" Aku mencintai orang yang salah Mas " hils hiks hiks.


Mas Doni menepikan mobilnya, ia berputar menghadapku dan menyodorkan tessa untuku.


"Mas Doni tahu kan !...bagaimana keluarga Pak Arman ?. Mereka tidak akan melihat orang kecil seperti aku.


"Pak Arman memang baik, bahkan sangat baik, tapi, Pak Arman tidak akan bisa membantah apa yang menjadi keputusan Ibunya,... hiks hiks hiks.


"Dan perlu Mas Doni tahu, Pak Arman sudah tunangan Mas" hiks hiks hiks.


Mas Doni hanya diam entah apa yang ia pikirkan. sesekali menatapku sendu, melihat aku menangis pilu..Sepertinya Mas Doni mendengarkan curhatanku.


"Mereka sudah dewasa Mas," sudah siap melangkah kejenjang yang lebih serius, sedangkan aku" hanya anak kecil Mas, aku salah Mas" aku sudah berharap terlalu jauh... hiks hiks.


"Malah kemarin Bu Arshi mengancamku Mas " agar aku menjauhi Pak Arman....huu...uuu.


"Sudah Las,...sudah yaaa...." jangan menangis lagi,...hapus air matamu..Mas Doni terus menghiburku.

__ADS_1


"Aku akan berdiri paling depan Las,..." untuk membela kamu"...kamu orang baik, tidak sepantasnya mendapat perlakuan yang tidak semestinya..


"Las, sudah yaaa,....jangan menangis lagi,..aku tidak mau melihat kamu seperti ini,..mana Lastri yang kuat, yang tabah, Lastri yang aku kenal 2 tahun yang lalu ?.


"Tapi kenyataanya aku gak kuat Mas" huuu..uuu....Aku gak kuaaaattt...huu..uuu.. tumpah ruah air mataku, aku mukul mukul jok mobil, aku benamkan mukaku di jok.


Mas Doni menepuk nepuk, punggungu..


"Sudah Las" sudah ya,...."jangan seperti ini,... , seharusnya aku tidak menanyakan itu tadi Las.


Maaf,...maafkan aku ya..."


Aku bangun dan menghapus air mataku, memang benar apa yang di katakan Mas Doni.


Menjadi diriku sebelum aku kenal Pak Arman.aku harus kuat dan tidak boleh cengeng, untuk apa aku menangisi orang yang belum tentu ia memikirkan aku barang sedikit.


"Benar Mas, aku tidak boleh cengeng, aku harus melupakan semua, aku harus fokus belajar buat menghadapi ujian dan memikirkan cari biaya supaya aku bisa lanjut sekolah lagi.


"Rencana kamu mau lanjut sekolah dimana ?.


"Entahlah Mas, kemarin rencana pengen masuk ke SMEA TARUNA " tapi sepertinya aku tidak jadi dech" .


Aku jadi berpikir, saat Ini satu satunya sekolah yang yang dekat dan agak terjangkau hanya sekolah itu. Tapi mengingat Bu Arshi aku jadi urung, bukan berarti aku tidak profesional. tapi dalam belajar juga harus di butuhkan ketenangan supaya bisa menunjang dari usahaku untuk mencapai hasil yag lebih baik.


"Masuk ke sekolah aku aja Las" Mas Doni memberi usul.aku sontak kaget bagaimana mungkin aku bisa sekolah di situ, sekolah yang supermahal dan juga harus mempunyai otak jenius.


"Kamu kan, pintar Las ,nanti bisa urus bia siswa" rupanya ia tahu apa yang ada di pikiranku.


"Bukan begitu mas" sekolah itu kan sekolah elit aku gak siap menghadapi status sosial. Aku kan orang miskin.


"Haiis ,.. kamu tuh yang di bahas kaya miskin" itu hanya dari pemikiran kamu aja karna kurang percaya diri.


Selama ini aku tidak pernah cerita dengan siapapun tentang perasaanku, tapi kali ini dengan gamblang aku menceritakan semuanya pada Mas Doni yang membuat aku lega.


Terimakasih yang sudah support Author abal abal seperti aku.**✍✍✍


Budayakan tinggalkan jejak setelah membaca.💕


Like

__ADS_1


Coment


Vote**


__ADS_2