
Mas Dimas akhirnya mengantarku sampai Rumah, Aku sempat hawatir kalau sampai Pak Arman melihat aku di antar sama pria lain pasti akan marah - marah lagi.
"Stop! aku menepuk punggung Mas Dimas,dia menoleh ke belakang.
Ada apa? Ia mengerem mendadak.
" Sudah sampai Mas, itu gubuk saya. Aku menunjuk posisi Rumahku yang di atas jalan.
"Aku turun dari Motor. Terimakasih ya Mas"
Aku tidak disuruh mampir nih." protesnya mbrengut.
"Hehe maaf ya Mas lain kali dech ya".jawabku.
Dimas berlalu ia melambaikan tanganya, aku juga membalas melambaian tanganku.
"Sampai di Rumah benar saja mereka sudah berkumpul menungguku.Mereka sangat hawatir karna aku tidak pernah pulang sampai malam.
"Darimana kamu !..mbak Dwi terlihat sangat marah. Aku hanya diam menunduk meremas jemariku yang sudah sangat dingin.
"Sudah, biar adikmu bersih-bersih dulu nduk" baru sampai jangan di marahi dulu.
Begitulah ibuku dalam keadaan apapun ia selalu tenang.
Aku meletakkan Tas di kamarku dan bergegas menuju Sumur, Mandi ambil Wudhu.kemudian shalat Isya.
"Setelah selesai aku menjatuhkan tubuhku di kasur. Rasa lelah, letih sakit hati bercampur, menjadi satu.
"Tidak lama Ibuku masuk membawakan aku sepiring nasi dan lauk. Makan dulu nduk" titah Ibuku.Tapi aku belum lapar bu."
"Biar tidak lapar tetap harus makan, takut asam lambung kamu naik."
__ADS_1
Ibu menyodorkan sendok ingin menyuapiku tapi aku menggeleng.
"Aku terima piringnya lalu aku simpan diatas meja kecil. Nanti kalau sudah lapar saya makan ya bu." pintaku pada Ibu.
"Ada apa nduk?" Ibuku merapikan rambutku dan menyelipkan di atas telingaku.aku menggeleng tidak ada apa apa bu." Aku istirahat dulu ya. jawabku.
"Tadi sore nak Arman mencarimu nduk " dia terlihat sangat khawatir. Ibuku kembali mengelus kepalaku.
"Tidak ada apa apa bu, aku cuma capek, pengen Istirahat..."aku memang bukan orang yang dengan mudah menceritan segala apa yang aku rasakan.
"Ya sudah kamu Istirahat nduk, kalau belum mau cerita sama Ibu," jangan lupa nasinya nanti di makan ya. "Ibu keluar dari kamar .
"Aku mencoba untuk memejamkan mataku, menghilangkan rasa lelah hari ini dan mencoba mencari mimpi yang yang indah.
"Arman Pov
"Aku menyesal megapa aku dulu harus mengenal wanita yang bernama Arshi. Wanita pilihan Ibuku yang selalu membuat masalah dalam hidupku.
"Kemarin sore dia datang kerumah, ingin mengunjungi Ibu, padahal hanya alasan saja.
"Pagi ini aku keluar dari kamar Arshi sudah duduk di meja makan.Ia tersenyum kepadaku membuat aku ingin segera berlalu dari hadapannya.
"Pagi bu" Arshi menyapa Ibu.
"Pagi mantu,? jawab ibuku dengan senyum manisnya.
"Apa tidurmu nyenyak nak" tanya Ibuku lagi.
"Nyenyak bu kan di temani calon suami hehe"
Mendengar kata - katanya rasanya aku ingin marah, tapi aku masih menjaga perasaan orang tuaku jangan sampai ribut di meja makan.
__ADS_1
"Aku tatap matanya tajam tapi ia malah senyum - senyum meledek membuatku jengah.
"Kami berkumpul di meja makan, sebenarnya Ayah tidak menyukainya, tapi Ayah tidak bisa berbuat apa2.
"Aku beranjak dari kursi ingin sarapan pagipun sudah tidak berselera, Ingin pergi duluan dan menjemput Lastri pikirku.
"Mas Arman tunggu! aku belum selesai sarapan?Ia merengek manja. Dia menarik tanganku, tapi aku tepis dengan kasar.
"Ibu menatapku marah. Arman !!..kasar sekali kamu sama calon Istrimu?
"Duduk Arman, habiskan sarapanmu,!!.
Emosi Ibu memuncak tapi aku hanya diam, tak menjawab.
"Ayahku bangkit dari duduknya dan pergi tidak lagi melanjutkan sarapanya. keributan di keluargaku sudah seperti menjadi makanan empuk setiap hari.
"Memang aku selalu terpenuhi dari segi materi tapi tidak untuk kasih sayangku , terutama dari Ibuku, beda dari keluarga Lastri yang saling menyayangi bahkan aku selalu Iri kepadanya.
"Terpaksa pagi Ini aku berangkat dengan Arshi karna desakan Ibu, niatku untuk menjemput Lastri aku urungkan, padahal aku Ingin minta maaf padanya. Tindakanku kemarin sudah menyakiti hatinya.
Mas tidak naik motor saja" kata Arshi
Tapi aku hanya diam tidak menghiraukan kata - katanya. aku sudah tau apa yang ada di pikiranya hanya karna ia ingin nempel - nempel pegang perutku..Sungguh menyebalkan.
"Sampai di sekolah tidak lama bel berbunyi, aku masuk kelas tapi mencari sekeling tidak melihat Lastri. Aku tanya teman dekatnya juga tidak tau, kalau sampai terlambat tidak mungkin karna selama ini dia murid yang selalu di siplin.
"Hidupku pada dasarnya tentang permasalahan dan problema, dan sebagai manusia aku tidak bisa menolak kehadiranya, yang bisa aku lakukan adalah menyikapi dalam sudut pandang terbaiku.
San bukan lari dari permasalahan yang harus aku hadapi, bijak adalah caraku dan bagaimana menyelesaikan permasalahan yang ada.
Maaf segini dulu
__ADS_1
Like
Coment