MENCINTAI GURUKU

MENCINTAI GURUKU
Part 37


__ADS_3

Lastri memasuki kamarnya, yang selalu dia tempati ketika masih bekerja di Rumah Ibu Susi.


Lastri membuka masker dan kaca mata hitamnya. Lastri segara mandi, Badanya sangat lengket dan berkeringat .Setelah mandi Lastri memakai piama tidurnya bergambar bunga bunga kecil. Lastri mengompres mata sembabnya dengan Air dingin supaya tidak terlalu bengkak.


*****


"Mah, Lastri kena apa ya," kok pakai masker sama kaca mata hitam? Doni bertanya pada Mamahnya. Ibu Susi mendesah menceritakan semunya pada anaknya.


"Mamah sih..! coba Doni boleh jadian sama Lastri." mungkin tidak akan terjadi seperti ini! Doni menyalahkan Mamahnya.


"Hus, kamu sekarang hanya boleh menganggapnya adik," nanti kalau kalian sudah dewasa Mama akan merestui kalaian.


"Iya, tapi kenyataanya, Lastri malah di ambil sama Arman Mah. Suara Doni melemah.


"Sudah, tidak usah cengeng, Sekarang panggil dia di ajak makan malam. Jawab Ibu Susi tegas. Ibu Susi tidak Ingin anaknya pacaran, jika sudah dewasa nanti, baru akan mengizinkan anaknya menikah, kalau sudah keduluan orang berarti bukan jodohnya.


Tok..tok..tok


Ceklek, Lastri membuka pintu. Doni tertegun melihat Lastri setelah mandi terlihat fres. Meskipun matanya sembab tidak mengurangi aura kecantikaya. Doni menatap tidak berkedip.


"Ada apa Mas, panggil saya..? Doni tidak merespon malah bengong seperti sapi ompong.


"Mas, Lastri menepuk punggung Doni, Doni tersadar ia tersipu malu. Semakin beranjak Dewasa Lastri semakin memikat hatinya.


"Di panggil Mama Las, diajak makan malam."


"Oh ya Mas," mereka berdua menuju meja makan.


"Kamu Sudah lebih baik Las..? Bu Susi melihat Lastri dan anaknya berjalan bersama memang tampak serasi.


"Alkhamdulillah bu."

__ADS_1


"Duduk, kita makan dulu" titah Bu Susi.


"Saya jadi merepotkan Bu..Maaf tadi tidak membantu masak! Lastri Malu selama ini ia selalu melayani mereka, tapi saat ini ia yang di layani.


"Sudah duduk" ayo makan dulu." Mereka makan bersama di selingi obrolan ringan tentang sekolah mereka.


"Kamu jadi mau lanjut ke sekolah mana Las?. tanya Doni.


"Ke Muhamadiyah Mas, kemarin sudah ambil formulir kok." Doni hanya manggut manggut.


"Kalian belajar saja yang serius.." dan kamu Las," jangan sungkan jika ada kekurangan biaya" bilang sama Ibu yaa.." nanti uang muka Ibu yang bayar. Kamu kan! sekarang sudah Pintar menjahit, nanti jahitan kamu aja yang kelola," kamu tidak repot terjun langsung, hanya memantau mereka. Titah Bu Susi.


Lastri menatap Ibu Susi berkaca kaca, selama ini mereka yang selalu membantu keluarganya, dan sekarang di beri amanah untuk mengelola jahitan. Lastri bahagia, menatap Bu Susi dengan seksama. Walapun ia Sakit hati dengan Ibu Sulis Ibunya Pak Arman, tapi Allah telah memberi imbalan bisa di sayangi dengan orang baik seperti keluarga Bu Susi.


"Terimakasi Bu.." Untuk biaya Masuk SMK saya sudah siap kok Bu."


Setelah berbincang bincang cukup lama, malam ternyata sudah Larut, mereka memasuki kamar tidur masing masing.


Keesokan Harinya Mbak Dwi sudah datang. Kemudian Lastri Ijin pulang, dia mau kesekolah karna hari Ini gladi rerik untuk tampil mengisi perpipasahan esok.


Ternyata Pak Arman sudah menunggu di ujung jalan. Lastri terkejut ia hendak menghindar mencari jalan lain, tapi Arman mengejarnya.


"Lastri, tunggu..!! kenapa kamu menghindariku.? Oh, atau kamu merasa bersalah..? Sampai menginap dirumah Laki laki lain.!! cek..cek..cek. Lastri hanya diam masih terus berjalan. Arman mengikuti dengan motornya pelan.


"Tidak menyangka aku Las, ternyata kamu tidak bedanya dengan Arshi," selalu selingkuh di belakangku.!! Lastri menatap Arman tajam. Di samakan dengan Wanita lain apa lagi wanita itu Arshi, membuat hatinya makin terluka. Air matanya mengalir deras.


"Oh, atau memang begini kebiasaan kamu!! templok sana sini, aku tau kamu banyak Laki yang menyukainya.


"Cukup Pak Arman...!! jangan hanya bisa menyalahkan saya!! koreksi diri bapak sendiri!! Lastri menyentuh Dada Arman.


"Bapak Pikir saya tidak tahu..!? kemana Bapak kemarin seharian, Pak Arman egois..!! selama ini saya cukup mengalah" Pak Arman selalu mengeluarkan kata kata yang selalu menyakitkan. Tapi saya selalu diam hiks..hiks..Pak Arman jahat! hiks..hiks... Pak Arman jahaaattt...." hiks..hiks.Lastri menangis tersedu tidak peduli lagi tatapan orang di pinggir jalan, hatinya sudah terlalu sakit.

__ADS_1


Arman mendekat meraih tangan Lastri, tapi Lastri menepisnya.


"Jangan sentuh saya..!! Mulai sekarang jangan temui saya lagi," Kita putus !!


"LASTRI !!!. Arman berteriak memanggil Lastri.


Lastri berlari tak tentu arah , Arman mengerjarnya ada tukang ojeg melintas, Lastri naik ojek dan pergi entah kemana. Sementara Arman duduk lemas di bawah pohon bambu, merenungi apa yang telah terjadi, dia merasa bersalah sebab Arman menyadari Dia mencintai Lastri dengan setulus hati, tapi mengapa ia tidak bisa percaya kepadanya.


Lastri turun dari Ojek berjalan ke arah bukit saat ini dia hanya ingin sendiri. Ia merenung, Selama ini dirinya sudah salah melangkah, seharusnya dia belum waktunya untuk jatuh cinta, tapi cinta datang tidak di undang dan pergi tidak di usir.


Kalau boleh memilih, ia tidak ingin merasakan hal ini karma hanya sakit yang ia rasakan. Permasalahan kini datang bertubi tubi, mungkin benar apa yang di katakan Bapaknya. kini ia harus menuruti kata kata Bapak. pergi kejakarta dan akan melupakan semua, menjalani kehidupan yang baru.


"Puk,..Seseorang menepuk punggung Lastri. Lastri mendongak siapa gerangan yang datang. Ternyata Doni orangnya. Doni mengetahui semua apa yang terjadi. keributan antara Arman dan Lastri, tapi Doni tidak mau mencampuri urusan mereka. Doni ikhlas melepaskan Lastri ia pikir Arman akan membahagiakan, tapi ternyata ia salah, maka Doni bertekat akan memperjuangkan cintanya.


"Sudah, jangan menangis..., hapus Air matamu" dari kemarin kamu sudah menangis terus."


"Hiks..hiks..Lastri bukanya diam tangisnya justru meledak."Aku nggak kuat Mas..." Aku nggak kuaat hiks..hisk..Doni mengangkat tanganya ingin membelai punggung Lastri, tapi Doni urungkan dan menurunkan tanganya kembali.


"Sudah kita pulang yaa.." nanti Ibumu mencari, dari kemarin kamu belum pulang." Doni dan Lastri berdiri akhirnya mereka pulang bersama.


Doni memboncengkan Lastri pulang kerumahnya. Setelah Doni pulang Lastri merebahkan badanya ingin melupakan sejenak apa yang terjadi.


****


Malam harinya keluarga Lastri berkumpul makan berama. Selesai makan mereka berbicang bincang. Begitulah keluarga Lastri malam hari setah Magrib makan dan berkumpul. Pak Suryo menekankan agar anak anak dan Istrinya berkumpul untuk menjalin komunikasi setelah aktivitas seharian dan saatnya untuk berkumpul.


"Pak tawaran dari Om Bambang kemarin jadi tidak ,? Mas Eko mendongak menatap Lastri tidak percaya, sebab kemarin Lastri tidak bercerita kepadanya, sebab apapun yang terjadi pada adiknya, Mas Eko paling pertama mengetahuinya. Mas Eko tidak mau kalau sampai berpisah dengan Adiknya.


Bersambung


**Like

__ADS_1


Coment**


__ADS_2