MENCINTAI GURUKU

MENCINTAI GURUKU
Part 57


__ADS_3

Siang hari jam pelajaran telah selesai, anak anak berhamburan pulang, Lastri menuju pakiran menarik motornya dan menyalakannya.


Adnan dari tadi mèmperhatikan terus apa yang di lakukan Lastri, matanya seolah tak mau berkedip Ia berpikir, sebentar lagi akan tiba ujian Negara itu artinya dia akan lulus dan tidak bisa bertemu Lastri.


Walapun selama ini Lastri tidak menerima cintanya, tapi dengan melihat wajahnya sudah membuat hatinya senang.


Oh iya bukankah Lastri tinggal di Rumah Om Dadang berarti aku bisa main kesana yees monolog Adnan.


Angela melihat Lastri dari kejauhan Angela akhirnya menemui Lastri. Angela menatap Lastri beram, rasanya tanganya ingin mencakar wajah Lastri.


"Eh Mbak Angel..." sudah mau pulang juga ya?" biasanya kelas tiga suka ada Bimbel." Lastri memecah ketegangan.


"Mbak mbak!!" memang gue mbak lo, apa?! sinis Angel.


"Oh iya kakak maksudnya hehe...maaf salah sebut."


Lastri melihat gelagat nggak baik Ia ingin segera berlalu. Lastri tidak ingin memperpanjang masalah.


"Heh tunggu!!" Angel mendekat mengangkat dagu Lastri dan meremasnya hingga memerah, Lastri masih berusaha untuk bersabar.


Karna sakit Lastri menepis tangan angel. Angel beram ingin menjambak Rambut Lastri.


"Haitt.." tunggu dulu kak! jangan macam macam, Lastri merarik kedua lengan angel. Di putar kebelakang seperti Pak Polisi yang akan menggelandang penjahat pencuri ayam tetangga.


Lastri melintir sedikit tangan angel. Dalam Islam menghadapi musuh dengan kekerasan tentu tidak di perbolehkan. Tapi jika untuk melindugi diri, apa boleh buat, sedikit memberi pelajaran wanita di hadapanya.


"Aaach..." lepaaaasss sakit tahu!! anak anak lain berbondong bondong menyaksikan wanita arogan berteriak. Anak anak senang melihat wanita sombong itu kesakitan, karna perbuatanya sangat meresahkan. Hukuman Guru BP berkali kali, dan scorsing beberapa kali tidak membuat dirinya jera.


Angel makin beram, Ia merasa dirinya di permalukan di depan adik adik kelasnya. Dulu apa pun yang ia lakukan tidak sda yang berani mengusik.


"Lepaass...Aaaahh!!"


"Saya akan lepas, tapi jika Nona sekali lagi mengganggu orang lain" akan aku plintir lebih keras lagi." Lastri melepas peganganya dengan kasar hingga Angel terhuyung ke belakang.


Adnan yang melihat kejadian itu tersenyum, kemudian pergi meminggalkan tempat itu.


Lastri segera menyalakan motornya dan melanjutkan perjalanan pulang.


Sampai dirumah Lastri merebahkan dirinya di kasur empuk.


Saat ini dirinya terasa bak seorang purtri, Mbak Nina selalu memanjakan dirinya. Ia berpikir sudah lama tidak Vidio Call Ibunya. Kemudian Ia bangun ambil ponselnya di dalam tas, ingin menghubungi Ibunya. Gaji pertama Lastri beberapa bulan yang lalu, di belikan hp untuk Ibunya, walapun bukan hp yang mahal yang penting bisa Ia jadikan untuk alat komunikasi.

__ADS_1


"Deerrrt.. deerrtt


Ibu; "Assalamualaikum nak?"


Lastri; "Waalaikummussalam." Ibu apa kabar?"


Ibu; "Kabar baik sayaaang..."tapi Ibu kangen sama kamu." hiks hiks. Ibu menangis tersedu sedu.


"Haii.. Ibu jangan nangis," lihat nih Lastri sehat kan." Lastri memutar tubuhnya Ia masih mengenakan seragam sekolah. "Ibu jangan banyak pikiran," Lastri di sini banyak yang menyangi, apa lagi Mbak Nina, jadi Ibu tenang saja ya."


"Hils hiks... tapi Ibu pengem peluk kamu."


"Hehe Ibu," tahan dulu peluknya ya..." Lastri juga sama ingin peluk Ibu, bentar lagi Lastri ujian kenaikan Bu, nanti kalau liburan Isyaallah, Lastri akan pulang ya... nengok Ibu."


"Benarkah?" Ibu tampak sumringah, mendengar anaknya ingin pulang.


"Iya Bu, doakan Lastri ya..." supaya bisa mempertahankan, rangking" supaya dapat Beasiswa seperti kemarin dan tidak terlalu merepotkan Mbak Nina."


"Pasti nak, Ibu selalu doakan anak anak Ibu.


"Oh ya...sudah dulu ya bu kapan kapan telepon lagi."


"Tunggu nak! Mas Eko kemarin memberi No ponsel nak Arman, Ibu kirim ya.."


"Waalaikmussalam."


Lastri segera membuka WA melihat no Arman yang di kirimkan Ibunya. Lastri segera menyimpan Nomer tersebut.


Lastri membuka Wallpaper ternyanya Foto Pak Arman dengan dirinya ketika di embung dulu.


Ya Allah dia masih menggunakan fotoku, untuk Wallpaper, berarti Ia masih mempunyai perasaan denganku. Monolok Lastri.


Lastri rasanya ingin mengirimkan pesan sekedar menanyakan kabar tapi Ia takut, Arman sudah mempunyai wanita lain, siapa yang tidak menyukai Arman.


Apalagi saat ini Ia kuliah lagi, ĺpasti banyak wanita yang suka padanya.


Aahh..Lastri kesal sendiri dan melempar hpnya di kasur kemudian kekamar mandi bersih bersih salin baju kemudian ke dapur.


"Makan dulu Tri.." sapa simbok.


"Iya mbok ini mau makan" mbok sudah makan belum?"

__ADS_1


"Sudah" Jawab mbok.


Selesai makan Lastri hendak beres beres, sebelumnya, masuk dulu kekamar Yoga. Yoga sudah 1,5 th. Saat ini suka berceloteh lucu.l


"Haiii..anak ganteng..." makin gemees aja dech."


"Ante puang...sapa Yoga tertawa memamerkan 4 gigi susunya.


"Iya tante sudah pulang sayang...kekamar tante dulu ya, kamar Yoga mau di bersihkan dulu."


"Endong ante..Yoga mengangkat kedua tanganya ingin di gendong. Kemudin Lastri menggendonya mengantarkan kekamarnya, diIkuti Mbak Narsih, Sementara kamar Yoga akan di bersihkan dahulu.


"Wuiih kereen, ini foto siapa Tri?" Narsih memperhatikan foto dalam bingkai di meja belajarnya.


"Oh itu foto Guru aku waktu SMP, Jawab Lastri.


"Sama Guru sampai menyimpan fotonya sejak lama," Pasti ada rasa dong! Narsih Mulai keppo.


"Iya tepatnya aku yang suka sama dia...dia pernah juga sih ngutarain perasaannya ke aku. Tapi ternyata bohong! dia malah jalan sama temen aku." Aku jadi kesel, lalu aku marah dan meninggalkan dia kabur kesini." Lastri mulai terbuka bercerita panjang lebar sama Mbak Narsih.


"Ya elah Tri timbang putus sama laki laki aja, sampai segitunya." Kamu kan cantik Tri" move on dong buka hati untuk orang lain." Mbak Narsih waktu SMP cowoknya ganti ganti, padahal aku nggak cantik seperti kamu hehe." Dengan bangganya Mbak Narsih menceritakan masalalunya.


"Ini tuh masalah hati mbak, bukan nafsu" jadi nggak akan semudah itu jika cinta sudah terpatri.


"De ilah gayamu kaya anak kuliahan" cinta sudah terpatri..." Nih dengerin... dimana mana namanya anak SMP tuh paling cintanya cinta monyet doang." Sebentar juga ilang. kata mbak Narsih panjang lebar.


"Iya itu sih, Mbak Narsih tipikital orang yang mudah jatuh cinta" tapi bagi aku mencintai orang cukup satu." terus sebagai wanita pacaran harus bisa membentengi diri jangan sampai tubuh kita dijamah oleh kaum laki laki."


"Hahaha...mana ada orang pacaran nggak di jamah." Itu berarti bukan pacaran namanya tapi teman doang." Mbak Narsih menggoda Lastri.


"Terserah Mbak Narsih aku mau beres beres dulu." Lastri ingin berlalu.


"Eh tunggu dech," Mbak Narsih memegangi lengan Lastri.


"Ada apa lagi?? tanya Lastri.


***Bersambung


Like


Coment***

__ADS_1


*****


"Haiii...pembaca diam, Buna tunggu suara merdumu."


__ADS_2